
"Nieverna Blighisa" bisik Gio tepat di
telinga Eve dan membuat Eve benar-benar merem mang.
"Bagaimana kalau saya tunjukkan cara untuk memuasakan saya di kantor..come here baby" ajak nya sembari mengullum lembut ujung
telinga Eve.
"Pak..j..jangan di kantor" kata Ev lirih.
"Haha..kan perjanjian nya sudah jelas sayang?" balas Gio tak mau menunda-nunda lagi.
Sementara itu dari luar ruangan presdir,terlihat Zuma yang baru saja mengambil arsip keuangan dari
lantai lima..dia berjalan melewati lorong kosong dan berpapasan dengan ruangan presdir.
Telinga nya samar-samar bisa mendengar suara seorang wanita yang sedang mengerrang dari ruangan presdir..dengan langkah sedikit mengendap-endap,Zuma pun mulai mengintip dari luar jendela presdir.
Di dalam ruangan itu,dia bisa melihat Eve yang sedang duduk di atas pangkuan Gio.mata nya pun menyipit,bibir nya mengkerut sengit saat melihat pemandangan tidak senonoh itu.
"Dasar cewek jalangg" batin Zuma menghina habis-habisan Eve.
Tak tahan melihat pemandangan tidak senonoh di depan mata nya itu, Zuma pun langsung mendobrak pintu ruangan presdir dan masuk dengan seenak nya tanpa perduli sopan santun.
Dilihat nya Eve yang kini sedang berada di atas pangkuan Gio
"Eve,astaga jadi lo ternyata" Zuma pun memandang kedua nya dengan tatapan tidak percaya sekaligus jijik.
"Sudah kuduga Eve,pantes aja si Robert mutusin lo rupa nya dan ternyata lo selingkuh sama bule!" lanjut nya lagi kian menjadi.
"Zuma,ini nggak kayak yang lo liat..pak Gio ini memang__" belum sempat Eve menyelesaikan kalimat nya, Gio sudah lebih dulu mengambil alih pembicaraan Eve.
__ADS_1
"Saya memang menyentuh Eve,so sebaik nya kau tidak usah membuat gosip yang tidak jelas di kantor ini!" sela Gio tanpa di tutup-tutupi.
"Astaga,yang benar saja,apa bapak tau bahwa kalian sudah menyalahi aturan perusahaan,itu yang pertama" kata Zuma sambil mengacungkan jari telunjuk nya ke wajah Gio.
"Kedua,mengapa bapak mau mau saja dengan wanita jaalang seperti Eve?" lanjut Zuma yang kini mengalihkan tatapan nya pada Eve dengah tatapan menjijikkan.
Gio pun kini menyuruh Eve untuk beranjak dari pangkuan nya..pria itu kemudian berdiri di hadapan Zuma yang masih saja dengan sikap
mengancam..Aura dingin dan juga
mengintimidasi dari pria itu pun mulai terpancar lagi kini semakin pekat.
"Kamu Zuma dari departemen pemasaran bukan..jabatan mu adalah manajer,sama seperti Eve..tetapi saya perhatikan kamu
memang gemar sekali ya membuat gosip di kantor ini,bukan begitu Zuma" tanya Gio dengan nada sinis.
Kini nada suara nya mulai dingin dan terdengar mengerikan.
"Kamu seharus nya malu pada dirimu,sudah sekali kinerja mu rupa nya cukup bagus di sini,saya jadi
"Bapak ini siapa berani-berani nya berkata begit,akan saya laporkan ke presdir Jhon tentang hal ini" kata Zuma yang kini sangat percaya diri.
Mata nya menatap wajah Gio dengan tatapan yang begitu sengit.
"Zum,loe sebaik nya mundur..pak Gio ini adalag CEO baru kita!" seru Eve yang kini masih berdiri di belakang Gio dengan tangan nya yang dia disilangkan.
"Kalian bercanda kan..kenapa pak Jhon nggak berkata apa-apa kemarin,dan seharus nya yang menggantikan pak Jhon adalah pak Bimo" bentak Zuma tidak percaya dengan kedua manusia di depan nya ini.
"Saya baru saja menggantikan posisi ayah saya hari ini!" kata Gio mengerenyitkan dahi serta memasang tatapan tajam kepada Zuma yang sama sekali tidak ada sopan-sopan nya.
"Pak Jhon ayah mu?" Zuma pun
__ADS_1
mengangkat alis nya tidak percaya.
Dia masih tidak menyangka bahwa pria tampan namun menakutkan di depan nya ini ternyata pewaris yang sah di perusahaan telekomunikasi ternama tempat nya bekerja.
"Zuma,bahasa!" sergah Eve dengan suara lantang mengingatkan Zuma.
"Maksud saya,apa pak Jhon itu ayah anda?" tanya Zuma yang kinimasih berdiri di depan Gio.
"Benar..apa masih mau melawan lagi?" jawab Gio masih dengan dingin dan wajah menyeramkan.
Gio paling tidak suka berhadapan dengan wanita semacam Zuma..a yang memang cantik rupa nya
namun hati nya begitu busuk dan tingkah laku nya juga sangat tidak beradab..seandai nya saja Zuma bukan salah satu dari manajer muda
berprestasi di perusahaan itu,sudah bisa di pastikan bahwa meja kerja Zuma akan kosong keesokan hari nya.
"Di sini Eve adalah sekretaris pribadi saya,jadi sekarang soal apa yang akan terjadi di balik pintu ruangan ini sudah bukan urusan mu lagi..
Jadi,saya minta untuk kau kembali saja ke ruangan mu dan urus anak buahmu itu!" kata Gio yang sudah muak dengan kehadiran Zuma yang mengganggu gairrah nya yang tadi nya sudah memuncak tiba-tiba merosot bagaikan rollercoaster.
"Hah, Eve yurun jabatan dari manajer menjadi sekretaris..astaga hahahahaha..sungguh wanita yang tidak punya harga diri..loe emang rendahan Eve persis kayak ibu loe yang tua dan jelek itu" ejek Zuma benar-benar memprovokasi emosi Eve.
"Nggak usah bawa-bawa nama Ibu gue ke masalah ini Zuma" sergah Eve yang mulai naik pitam dan siap untuk meninju saudara tiri sekaligus rekan kerja nya itu.
Namun Gio menghadang nya dan menggeleng kan kepala nya kepada Eve..sementara itu Zuma menoleh ke arah Eve sambil berkacak pinggang dan berkata.
"Hahaha,apa lo bener-bener udah gila Eve..mau-mau nya aja loe diturunin dari manajer jadi sekretaris..apa biar bisa enak-enak bersama dengan presdir bule baru kita hah..dasar,murahan banget si lo Eve dan dengarkan ini pak presdir kita yang baru" seru Zuma seraya menunjuk kepada diri nya sendiri dan berkata.
"Saya akan buktikan kalau saya adalah wanita yang lebih pantas untuk anda banggakan daripada Eve..saya tidak akan kalah dari wanita rendahan dan kampungan seperti sekretaris baru bapak itu!" seru Zuma dengan rasa percaya diri nya yang begitu tinggi.
"Oh dan satu lagi..liat aja ya Eve..tunggu sebentar lagi,pasti satu kantor akan tau kalo lo udah menggoda pak Jhon di kantor ini" lanjut nya lagi sebelum melangkah keluar dari ruangan presdir dengan langkah cepat.
__ADS_1
Sebentar lagi berita di mana Eve yang tengah melakukan perbuatan mesum di kantor bersama dengan presdir
baru mereka pasti akan tersebar dengan cepat..dia sangat tau dengan watak Zuma yang tidak akan main-main dengan ucapan nya..dan Eve pun sangat yakim akan hal itu.