
"Sejak suami tante lari dan menikah lagi dengan wanita lain,hidup tante jadi semakin sulit..surat perceraian yang tante ajukan masih pada ayah anak-anak juga masih digantung hingga usia Eve menginjak ke 25
tahun..bahkan rumah yang tante huni ini adalah rumah yang tante beli ketika masih bersama mantan suami tante..Namun,semenjak suami tante pergi begitu saja,dan juga di tambah kesehatan tante semakin memburuk,tante sudah tidak sanggup lagi untuk menghidupi keluarga tante sendirian" ujar Amara kembali menceritakan kisah pilu nya di sertai air mata lagi yang kian mengalir deras,bisa di bilang kali ini lumayan deras Amara menangis nya.
Kesedihan Amara kini sudah tidak bisa terbendung lagi.. Dattan pun mulai beranjak dari tempat ia duduk
kemudian dia merangkul wanita paruh baya itu dengan simpati yang sangat mendalam..hati nya ikut sedih mendengar pilu nya hidup keluarga Eve.
"Tante,sudah tolong jangan bersedih lagi..nan malah tante tambah sakit" ujar Dattan sembari mengusap punggung bergetar Amara.
"Tidak apa-apa nak,tante memang harus curhat pada seseorang..sudah terlalu lama tante simpan sendiri masalah ini..seharus nya Eve bisa mampu membantu keadaan ekonomi keluarga kami terlebih dia sekarang bekerja di perusahaan telekomunikasi ternama di ibu kota bukan..hiks namun lihatlah Dattan, Eve malah sibuk plesiran bahkan mabuk-mabukan tante sungguh tak tau lagi harus bagaimana Tan" kata Amara masih sambil terisak meluapkan segala isi hati nya di depan Dattan.
"Sekali lagi maafkan saya tante" ujar Dattan sambil menggepalkan tangan nya begitu erat dan juga berusaha menahan rasa sedih di dalam dada nya yang kian membuat nya sesak.
"Saya selalu mencoba untuk menghadang Eve agar tidak mabuk-mabukan dan juga untuk
tidak selalu menghamburkan uang nya,namun memang Tante tau bukan watak Eve yang sangat keras terkadang?" jelas Dattan meminta maaf karena telah gagal menghalangi Eve agar tidak mabuk-mabukan lagi dan juga menghamburkan uang nya.
"Tidak nak Dattan, jangan merasa bersalah begitu..ini bukan kesalahan mu dan kamu juga sudah melakukan yang terbaik..pekerjaan mu memang menuntut mu
untuk demikian,jadi jangan merasa melakukan tindakan yang salah nak..Ini semua salah tante, seandai nya saja tante bisa mendidik Eve
dengan benar,tante yakin Eve tidak akan seperti ini" bantah Amara karena memang ini bukan kesalahan Dattan melainkan kesalahan nya juga keadaan.
__ADS_1
"Tante..jangan bilang begitu..ini juga bukan salah tante" kata Dattan menggelengkan kepala nya menolak tuduhan Amara atas diri Amara sendiri.
"Seandai nya saja tante masih sehat,sudah pasti tante akan bekerja..rumah ini boleh jadi buruk rupa,namun pajak bangunan ini
setiap tahun semakin melonjak tinggi bagaimana nasib kami bertiga ya tuhan..Di mana kami akan tinggal..belum lagi adik Eve yang masih duduk di bangku kuliah,hanya Eve yang mampu membantu keadaan ekonomi keluarga kami tapi dia malah seperti ini..huftt tante sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa Dattan..Tante sudah pasrah dengan keadaan" jelas Amara dengan air mata yang kian mendera yang berjatuhan di pipi nya yang sudah sedikit keriput.
Wajah Dattan pun kian memelas setelah mendengar kata-kata Amara, sungguh sangat perih mendengar penderitaan ibu Eve yang ada di hadapan nya saat ini..andai Eve bisa berpikir dengan jernih mungkin keadaan keluarga Eve tidak seperti sekarang ini yang kian kacau.
"Coba saja kalau tante punya uang lebih,tante pasti bisa menyewa seorang pengacara terbaik di ibu kota dan surat perceraian yang tante ajukan pasti sudah bisa tante
urus sehingga ayah Eve tidak akan lagi bisa mengganggu tante dan anak-anak tante lagi" kata Amara di sertai sesenggukan dan kini mata Dattan kian terbelalak lebar mendengar hal itu lalu bertanya.
"Ayah nya Eve kenapa masih
"Beliau masih sering ke rumah ini dan memukuli tante tanpa sebab..namun tante tidak mampu untuk berbuat apa-apa..uang saja
tante tidak punya lalu bagaimana tante bisa melaporkan ke polisi akan tindakan ayah Eve?" jelas Amara lirih menceritakan kejadian yang sering kali dia alami.
"Tante tidak perlu khawatir lagi,dattan janji kali ini Dattan akan coba bicara pada Eve soal ini agar
supaya Eve tidak lagi sembarangan untuk menghamburkan uang nya,Sekali lagi maafkan Dattan yang sering gagal menghadang Eve
untuk tidak mabuk - mabukan tante" ujar Dattan berjanji akan bertekad untuk membujuk dan bicara pada Eve.
__ADS_1
"Tidak nak Dattan,kamu tidak perlu merasa bersalah begini..tante hanya cuma berharap agar Eve segera sadar akan keadaan ekonomi keluarga nya yang sedang tidak
bagus" balas Amara dengan penuh harap agar Eve bisa segera sadar dengan keadaan keluarga nya.
Dattan masih terduduk diam di kursi nya dan merenung..dia sedang bingung mengenai bagaimana cara
yang sopan untuk segera bergegas kembali ke kos nya.
Hari sudah kelewat pagi pikir nya dan Dattan juga masih harus membereskan kamar kos-nya yang berantakan karena dia tinggal kerja dan tak dia bereskan..sungguh di luar dugaan hari ini.
"Baiklah tante,maafkan Dattan tapi rasa nya Dattan harus segera pulang karena hari sudah nyaris subuh, saya juga masih ada urusan yang belum saya selesaikan..kalau begitu Dattan ijin pulang dulu ya tante" izin Dattan dengan sopan karena dia memang harus segera pulang.
Dattan pun kemudian beranjak dari kursi nya dan bersalaman dengan Amara sejenak sebelum nya dia juga berkata.
"Saya akan coba bicarakan dengan Eve besok tante,semoga saja dia bisa paham" kata Dattan sebelum pergi dari rumah Eve.
"Terima kasih nak, tante berhutang budi padamu" balas Amara sangat terharu dengan teman putri nya yang sangat sopan dan peduli pada mereka.
Dattan pun bergegas menuju ke mobil nya yang dia parkirkan di luar rumah Eve..dia mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan lambat ketika ia meninggalkan rumah Eve dan ibunya Amara.
"Hati-hati di jalan nak" ucap Amara lirih dari balik pagar rumah nya karena tak enak jika di dengar oleh tetangga.
#
__ADS_1
Pagi menjelang dan hari pun sudah berganti..sinar mentari kini sudah mulai membasuh dengan lembut jendela kamar Eve yang mulai usang dan berkarat.. jalanan di ibu kota yang tadinya tertidur pulas kini pun mulai bangun untuk memulai kembali lembaran baru di pagi hari yang cerah nan baru pula..kicauan burung semakin menyambut pagi yang cerah dengan penuh semangat dan aroma khas embun yang masih menempel di permukaan bumi semakin menambah sejuk udara pagi itu.