
Akhir pekan lalu rencana nya untuk bersenang-senang bersama dengan Sandra dan Dattan hancur total.karena tidak disangka dia justru malah bertemu dengan presdir baru perusahaan Jhonson Communication di Heavfun Club.
Rasanya pasti akan sangat canggung jika satu kantor bersama dengan seorang pria yang pernah
meniduri kita dan bahkan akhir pekan lalu dia baru saja menggoda kita di sebuah club' malam.
Sungguh Eve tidak mau ke kantor sebenarnya,namun apa boleh buat Eve masih harus membayar segala kebutuhan keluarga nya.Eve tiba di kantor tepat 5 menit sebelum
terhitung terlambat setelah mengisi
absensi,wanita bertubuh langsing itu kini langsung melenggang ke ruang kerja barunya.
Hari ini merupakan hari pertama nya sebagai sekretaris pribadi presdir baru kantor nya.ada banyak sekali tugas yang harus dia tunaikan sejak dia diutus untuk menjadi sekretaris pribadi presdir baru, Eve masih belum terbiasa dengan pakaian
kantor barunya yang dia kenakan ini.
Kemeja putih sedikit ngepres badan dengan paduan rok sepan yang sangat pendek mungkin 1 jengkal di atas lutut.jika saja bukan atas permintaan si presdir baru kantor, Eve tidak akan mungkin mau untuk mengenakan nya.
__ADS_1
Rok sepan yang sangat pendek itu
membatasi ruang gerak Eve dalam beraktifitas misal nya saja Eve yang dulu nya mampu menaiki anak tangga hanya dalam waktu yang cukup singkat,kini menjadi lebih
lambat demi menjaga agar roknya itu tidak menyingkap dan mempermalukan nya.
Tidak hanya itu,bahkan mata
seluruh karyawan pria yang bekerja di perusahaan itu langsung memandangi nya dengan tatapan penuh nafsu.belum lagi karyawati yang sirik melihat betapa seksi nya baju kantor yang Evekenakan.
"Eve oh Eve,wow seksi bener lo hari ini!" goda salah satu rekan kerja pria Eve yang berpapasan dengan Eve.
"Coba lihat itu si Eve,semenjak berganti jabatan dia jadi berpakaian seperti wanita panggilan ya!" bisik salah satu rekan kerja wanita kepada teman wanita nya.
"Ih iya ya,maklum sih dia kan dulu nya emang anak kampung" si rekan wanita lain nya pun menimpali sambil menatap Eve dengan sudut mata nya.
Eve hanya bisa mendengus kesal. idak ada waktu untuk berdebat dengan orang-orang yang sirik kepada nya.waktu adalah uang untuk nya begitulah prinsip kerja Eve selama ini.
__ADS_1
Eve pun melanjutkan lagi langkah nya menuju tangga.dia memang lebih suka menggunakan tangga daripada lift karena menurut nya, naik turun tangga setiap hari dapat membuat postur tubuh nya tetap terjaga.
Dia tidak mau tubuh nya menggelambir karena tidak
sempat berolahraga.suara dering handphone pun memecah
konsentrasi Eve saat ia tengah berjalan melewati lorong.Eve hanya bisa mengerenyit memperhatikan
nama penelepon dan dengan segera mengangkat telepon itu.
"Ya San?" jawab Eve masih sambil berjalan menyusuri lorong.
"Aciiye sekretaris baru nih,ekhemm gimana pak presdir baru kita kalo lagi kerja Eve serem nggak?" goda Sandra dari balik telepon karena hari ini sahabat nya itu sudah menjadi sekertaris pribadi presdir baru.
"Njirr lu,gue tuh masih jalan ke ruangan presdir jangan sembarangan lo kalo ngomong ck
mentang-mentang lo sekarang beda lantai gitu sama gue jadi loe bisa puas-puasin gitu godain gue" jawab Eve sambil mendengus kesal dan masih berjalan menuju ruangan presdir.
__ADS_1