MY PASSION LOVE

MY PASSION LOVE
Ep_14..Siapa Pria Bule Itu


__ADS_3

"Jelas aja Robert kan muka nya ada


banyak,boleh aja hari ini dia baik sama lo,tapi besok dia tiba-tiba ninggalin lo haha!" ujar zuma secara sarkas menertawakan kesialan Eve.


Sialan emang si Robert,dasar pria icik berwajah dua cocok sudah mereka berdua bersatu..mungkin mereka jodoh kali Zuma si tukang ikut campur dan Robert si tukang PHP.


Siallan.


"Lagian lo ini gobllok nya sampai ke tulang ya,mau aja lo pacaran sama cecunguk kayak si modelan Robert gitu,kalau gue mah ogah lempar aja kelaut buat makan hiu..hahaha emang nasib loe sial terus dan juga kebegooan loe harus nya bisa di perbaiki kalau belum akut sih hahaha" lanjut Zuma semakin menghina dan nyinyir pada Eve.


"Lihatlah dirimu sekarang Eve,lo udah jadi jomblo..sungguh menyedihkan sekali sih hidup loe ahaha!" ejek Zuma lagi tak puas melihat penderitaan Eve.


"Udah deh Zum,loe nih ya daripada ngurusin urusan orang


lain,mending uruslah itu anak buah lo di departemen pemasaran!" ujar Eve yang sudah tak lagi mau twroancy kekesalan nya.


karena kali ini Zuma kalah debat dengan Eve, jadi Zuma kemudian berjalan meninggalkan kantor departemen keuangan dengan langkah cepat dan juga dia menghentak-hentakkan kaki nya sambil mendengus dan memaki Eve


di dalam benak nya.


"Oh ya,omong-omong sebelum gue kembali ke departemen gue,salam dari ayah kata nya,bagaimana keadaan ibumu,apa sudah mendekati ajal atau belum?" ejek Zuma lalu seraya berjalan meninggalkan ruangan departemen keuangan.


Eve pun mulai naik pitam ketika mulut nyinyir Zuma menyebut-nyebut ayah nya,dia pun kemudian melempar bolpoin ke arah Zuma namun sayang sekali meleset.


"Sial!" teriak Eve sebal setengah mati dengan perkataan terakhir Zuma.


Zuma,selain juga musuh terbesar nya di kantor,dia juga adalah saudara tiri nya..rupa nya setelah meninggalkan ibu nya sejak Eve mulai duduk di bangku sekolah menengah atas..secara tidak resmi, ayah nya itu kemudian menikah lagi dengan seorang janda kaya raya ketika Eve lulus kuliah.


Membuat Eve semakin kesal karena setiap Eve pergi,dia selalu saja berhadapan dengan Zuma..kesal sekali dia punya saudara tiri yang sama busuk nya dengan ayah nya.


"Eve udah lah,jangan di dengerin mulut cabe nya..mending mulai kerjain laporan yang udah semakin menggunung ini aja" ajak Sandra pada Eve.


Eve pun menghela napas nya panjang lalu melihat banyak nya tumpukan kertas di atas meja nya itu..huftt benar juga ternyata yang dikatakan Dattan kemarin..ini adalah hutang yang harus dia bayar karena absen akibat mabuk-mabukan di club' malam.


Sembari menunggu karyawan lain nya tiba, Sandra juga bertanya kepada Eve dengan suara lirih.


"Eve soal mabok itu..loe mau cerita nggak?" tanya Sandra berbisik pelan agar tak terdengar oleh seseorang.

__ADS_1


"Sepulang kantor gue bakal cerita lebih dalam lagi ya,tapi intinya gue dua hari lalu sengaja mabok karena kesel habis kena tipu sama Rover" bisik Eve tak kalah lirih nya.


"Astaga sebegitu parah nya ya sampe loe sengaja mabok?" tanya Sandra lagi sedikit terkejut karena sahabat nya itu sampai sengaja mabuk berat.


"Uang tabungan gue dari awal masuk Jhonson Communication sampe sekarang diambil lari sama si bajjingan itu" jelas nya,masih


berbisik dengan bisikan penuh kemarahan.


"Untung lah lo cuma absen sehari Ev,coba lihat lah,sehari aja laporan yang belum selesai sudah mirip nasi tumpeng,menggunung!" celetuk Sandra geleng-geleng kepala.


"Sebenar nya ada yang masih pingin gue ceritain ke elo San,jadi kata Dattan juga kemarin gue digotong sama bule waktu gue pingsan" kata Ev masih berbisik.


"Hah,bule..loe yakin Ev,ganteng nggak?" tanya Sandra sedikit terkejut mendengar bahwa sahabat nya di gotong oleh seorang pria bule.


"Nah itu dia masalah nya San..mungkin saking mabok nya gue


sampe nggak inget wajah dan bentukan nya tuh bule" lanjut Eve masih berbisik.


"Goblook nya lagi ya,gue bahkan


nggak tanya Dattan kayak apa ciri-ciri fisik nya tuh bule" lanjut nya masih berbisik pelan.


lumayan loh buat gantiin posisi nya si Robert di hati lo hehe" goda Sandra sambil membereskan


tumpukan laporan yang ada di meja Eve.


"Udah ah sana,mending lo balik kerja aja San..lo nggak ada niatan


mau nemenin gue lembur kan nanti


malam?" sindir Eve dengan nada bercanda.


"Ah elah..lo ini santai dikit napa, jangan terlalu tegang!" Sandra pun mencebik kesal.


#


Sembari bergelut dengan tumpukan

__ADS_1


laporan-laporan itu, Eve juga menelepon pihak OB untuk membawakan nya secangkir teh.. mata nya masih sembab,pikiran nya juga masih terlampau kacau meski efek alkohol hasil mabuk dua


hari silam sudah lewat.


Eve berharap dengan secangkir teh panas mampu meredakan rasa tidak nyaman nya saat ini..dia mengerjakan laporan-laporan yang


menggunung tersebut dengan sangat tidak bergairrah.


Ingin sekali Eve segera pulang dan


merebahkan tubuh nya yang lesu itu di atas ranjang milik nya.


Lima menit setelah itu,seorang OB dengan seragam berwarna biru dan celana hitam pun mulai melangkah masuk ke dalam ruangan nya sambil membawa nampan,di atas nampan itu ada secangkir teh panas pesanan nya.


Asap nya masih mengepul dari cangkir tersebut..melihat kepulan asap teh itu dari meja kerja nya, Eve malah semakin tergoda untuk


segera menyesap nya..pasti menenangkan sekali.


"Permisi mbak Eve,ini tehnya" ucap si OB dengan senyum sumringah.


"Terima kasih ya mas Bagas" balas Eve lalu meraih cangkir itu dan mengendus nya.


Aroma teh bunga mawar yang memenuhi rongga dada Eve yang kian menyesak,seketika pikiran Eve pun menjadi lebih rileks..dia kini bisa kembali melanjutkan laporan-laporan siallan itu kembali.


"Sama-sama mbak,emm anu mbak Ev" tanya si OB dengan lirih.


"Apa benar ya gosip nya bahwa mba Eve sudah tidak pacaran lagi dengan mas Robert?" lanjut si OB karena dia juga termakan oleh gosip itu.


"Haduh,ini pasti ulah Zuma lagi!" gumam Eve sambil menghela napas dan memutar mata nya.


"Soalnya mba,saya juga tidak percaya dengan omongan nya mbak Zuma dari lantai dua..jadi


saya cuma mau konfirmasi saja sama mba Eve..em maaf kalau


menganggu mbak" jelas mas Bagas sbil menunduk malu.


"Tidak apa-apa kok,mas Bagas juga tidak mengganggu saya..soal itu,sebaik nya jangan percaya

__ADS_1


sama Zuma..mulut nya emang mirip ember bocor dia" pesan Eve agar tidak termakan oleh kata-kata dan gosip yang Zuma sebarkan.


__ADS_2