MY PASSION LOVE

MY PASSION LOVE
Ep_17..Kelicikan Gio.


__ADS_3

"Hey kamu tadi dengar sendiri kan jika perusahaan ini adalah perusahaan milik keluarga ayah saya,jadi sudah semesti nya untuk saya menjaga kemurnian kepemilik kan perusahaan ini..maka yang lebih pantas untuk menjadi presdir adalah juga dari keluarga ayah saya bukan?" jelas Gio dan kini mampu mematahkan kecurigaan Eve.


Eve pun hanya bisa mengangguk meski sangat enggan,tangan nya pun kini sudah mulai mengepal menahan amarah yang sangat meggebu ingin segera tersalurkan.


"Dan saya Giordan Athanael Jhonson,putra semata wayang dari Jhonny Jhonson yang berarti saya


adalah?" lanjut Gio yang kini menunggu jawaban dari Eve.


"Pewaris perusahaan Jhonson


Communication yang sepantas nya," jawab Eve masih dengan tatapan yang penuh akan ketidak percayaan.


Gio pun tersenyum menyeringai mendegar jawaban Eve yang tepat..dia pun kemudian memilih untuk duduk di kursi kebesaran ayah nya.


Kaki nya yang panjang dan mantap pun ia silangkan layak nya seorang presdir.. Gio pun menghadap ke arah Eve yang masih berdiri di dekat meja presdir..Gio mempersilahkan Eve untuk duduk kembali dan memulai pembicaraan serius.


Kantor presdir yang tadinya hening pun kini mendadak menjadi lebih dingin dan mencekam..sungguh pria


ini begitu memancarkan aura-aura yang sangat mengintimidasi.


"Baiklah, berhubung saya sudah menjadi Presdir di perusahaan ini..dan juga minggu depan kamu


sudah resmi menjadi sekretaris pribadi saya..maka saya punya beberapa peraturan dan permintaan khusus untuk mu" ujar Gio dengan aura bak Presdir kejam.


Eve masih tidak mengeluarkan sepatah kata apapun..kini Eve hanya bisa mengangguk dan mendengar kan saja,bahkan keringat dari pelipis nya kini mulai mengalir ke kerah baju nya..sesekali Eve pun menyeka pelipis nya.

__ADS_1


"Pertama,saya tidak ingin ada drama dan sebagainya di kantor ini,semacam gosip,cercaan, rundungan,atau apapun yang mampu memecah belah kerja


sama antar pegawai!"


Lisa bergumam dan mengangguk.


"Baik"


"Kedua,gunakan lah waktu kerja dengan efisien,dan....."


Lisa mengangguk lagi masih diam tak bergeming..dia juga menyilangkan kaki nya yang kini mulai kedinginan.


"Dan ketiga,saya ingin kamu mengenakan kemeja putih dan rok hitam ketat dan juga pendek" tatapan mata Gio kini mulai nakal dan sedikit menggoda.


"Kira-kira sepanjang sepuluh sampai lima belas sentimeter diatas lutut" lanjut nya mutlak.


"Pak,maaf ini kantor bukan kelab


malam" sergah Eve yang tak habis pikir dengan otak selangkanggan dari putra mantan Presdir nya itu.


"Nieverna dengarkan saya,saya sudah mengambil alih perusahaan ini, jadi kamu harus mengikuti perintah saya!" kata Gio tanpa bantahan.


"Tetapi tidak harus semena-mena seperti ini juga pada,ini sungguh di luar prinsip perusahaan" balas Eve yang masih tidak paham dengan cara berpikir Presdir baru nya.


"Eve, jika saya menjadi kamu...saya pasti akan menuruti semua perintah dari atasan!" ujar Gio yang kini agak sedikit kesal.

__ADS_1


"Bagaimana jika saya tidak bisa memenuhi permintaan anda?" tantang Eve yang kini menyilangkan lengan nya dan menyipitkan mata menatap lekat pada Gio.


"Oh itu sangat mudah,hanya ada dua pilihan" balas Gio kemudian


beranjak dari tempat duduk nya,dia pun mulai mendekatkan wajah nya pada wajah Eve.


"Kamu bisa menulis surat pengunduran diri,atau kamu harus memuaskan saya di kantor.. bagaimana mudah kan?" jawab Gio menyeringai melihat wajah puas Eve.


Eve Hanya bisa menelan ludah nya setelah mendengar kata-kata predir baru nya itu,ketakutan sekaligus


kekesalan yang kini dia rasa kan..apa kata nya tadi,memuaskan Gio di kantor..asraga dia pikir di sini warung pangku apa.


"Tidak sulit bukan?" lanjut Gio lalu duduk kembali sambil menopang dagu dan menatap lekat Eve.


"Tidak adil,ini sungguh tidak adil" kata Eve masih menunduk,perlahan meneteskan air mata yang tiba-tiba saja mengalir begitu saja.


"Begini Eve,sebenarnya saya paham akan keadaan finansial mu..saya tau kamu sangat membutuhkan pekerjaan mu ini bukan untuk dapat


bertahan hidup?" ujar pria itu kemudian beranjak lagi dari


kursi presdir nya dan menyentuh pundak Eve dan dengan perlahan mulai membelai nya.


"Membayar semua tagihan rumah tangga,membiayai kuliah adik mu, membayar biaya berobat ibu mu yang sakit,membayar pajak rumah mu yang sudah lewat tanggal jatuh


tempo" ujar Gio yang kini tengah tersenyum licik melihat Eve yang kini tidak berdaya di hadapan nya.

__ADS_1


Eve sudah kehabisan ide untuk berontak.. Eve tetap yakin ia tidak akan sanggup untuk melawan pria ini secara fisik dan pada akhir nya Eve hanya bisa memilih untuk menerima takdir nya saja.


__ADS_2