
"Saya ingin menikahi putri anda!" suara dingin dan penuh perintah itu seakan menjadi petir di kedua telinga Natya dan orang tuanya.
"Maaf tuan, apa saya tidak salah dengar?" kata Farhan menatap laki-laki berparas tampan namun tidak berperasaan di hadapan mereka.
Lelaki itu tersenyum meremehkan.
"Apa pendengaran anda sudah terganggu, tuan?"
"Tidak, Tuan. Tapi anda adalah orang yang seharusnya bisa mendapatkan wanita manapun. Kenapa harus putri kami?" kini Natalie yang berbicara.
Mereka cukup terkejut saat tiba-tiba anak satu-satunya keluarga Smith tersebut bertamu ke rumah sederhana mereka, siapa yang tidak mengenal keluarga terpandang tersebut?
Keluarga terkaya nomor satu di Indonesia itu sangatlah berpengaruh dan terkenal. Apa yang mereka inginkan akan selalu tercapai. Tidak ada kata penolakan dan tidak di kamus mereka. Dan pemegang kendali keluarga itu sekarang adalah laki-laki yang kini sedang duduk di sofa ruang tamu sederhana mereka.
Dan hal yang lebih mengejutkan lagi, dengan terus terang Dev meminta paksa putri semata wayang mereka untuk dinikahi, sebenarnya ada rasa bahagia karna putri mereka akan menikah dengan laki-laki kaya nan tampan, namun ada ketakutan luar biasa di hati Farhan dan Natalie mengingat rumor tentang kekejaman Dev di dunia bisnisnya. Dia terkenal sebagai sosok yang tak kenal ampun dan pemaksa.
Narya ingin berbicara, namun tak ada yang dapat ia utarakan, ia memutuskan hanya diam dan mendengarkan kedua orang tuanya berusaha menolak halus permintaan laki-laki bernama panjang Devano Argantara Smith tersebut.
"Saya akan tetap menikahi putri anda, dengan atau tanpa persetujuan kalian. Jika kalian tetap menolak keinginan saya, saya bisa melakukan apapun untuk membuat kalian merasa menyesal." Enterupsi Dev tidak hanya membuat Farhan dan Natalie bergidik ngeri tapi juga merasa semakin takut melepaskan putri mereka.
Natya memberanikan diri untuk berbicara meskipun ada ketakutan di sorot matanya, melihat sedari tadi mereka dikelilingi bodyguard dengan tubuh kekar yang siap melukai mereka jika mereka membuat Tuan Muda mereka marah.
__ADS_1
"Apa alasan Anda menikahi saya?"
"Kau akan tau jawabannya setelah menikah denganku. Jadi, persiapkan dirimu untuk mengganti namamu menjadi Nyonya Smith." Dev berdiri, menatap Natya sekilas lalu beralih ke Farhan dan Natalie.
"Mau atau tidak, siap atau tidak. Besok akan ada yang menjemput putri kalian. Jangan coba-coba menyembunyikan atau membawa kabur dia karna saya pasti akan bisa menemukannya." Dev berdehem sebentar.
"Aku juga sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kalian setelah kami menikah," lanjutnya lalu berlalu dengan bodyguardnya meninggalkan satu keluarga yang tampak syok di tempat.
***
Keesokan harinya...
"Apa aku benar-benar tidak bisa menolak, Ayah?" tanya Natya, wajah polos dan ayunya dipenuhi ketakutan.
Natya memeluk bunda dan ayahnya. Jika memang ini sudah menjadi takdirnya, ia akan menerimanya dengan lapang dada.
Ia sudah membicarakan ini dengan mereka sejak semalam dan ia mengambil keputusan untuk menerima permintaan, ah ralat, lebih tepatnya itu adalah sebuah paksaan dari Devano.
Natya menghapus air mata di kelopak matanya yang sedikit sembab akibat menangis semalaman.
Natalie mengusap pundak putrinya pelan, ia juga sama terpukulnya seperti suami dan anaknya.
__ADS_1
Natya sudah mempersiapkan dirinya, jika memang nanti laki-laki yang kata ayahnya kejam itu sudah bosan dengannya, apa yang harus ia lakukan, dan bagaimana hidupnya ke depan.
tok tok tok!
suara ketukan rumah reflek membuat Farhan, Natalie dan Natya berdiri.
seorang lelaki dengan jas formal yang mahal masuk diikuti beberapa bodyguard dan 2 gadis muda tapi lelaki itu bukan Devano.
"Sebelumnya, perkenalkan. Saya Altaf, asisten pribadi tuan Dev. saya diminta untuk menjemput nona Natya," ucap Altaf sopan.
Ia mengamati Natya sebentar lalu menyerahkan sebuah paperbag pada Natya.
Dan meminta dua gadis itu merias Natya.
Tiga puluh menit berlalu, setelah dipaksa mandi susu aroma madu, memakai gaun pilihan Dev, dan di rias dia gadis dari salon elit pilihan Dev akhirnya Natya siap untuk dibawa.
Setelah berpamitan, Natya segera mengikuti mereka.
Menuju masa depannya yang entah bahagia atau pilu.
__ADS_1
to be continue...