
Kay pergi ke kampus dengan tergesa-gesa, dia bangun agak kesiangan hari ini. Kay terus melirik pada jam yang ada di pergelangan tangannya. Waktu sudah pukul 08.15 dan lima belas menit lagi kelas akan dimulai.
Kay semakin mempercepat langkahnya, ia melihat tidak ada taksi ataupun angkot yang lewat, membuat Kay mendesah pasrah. Tapi, di perjalanan, dia dihentikan oleh sebuah mobil sedan berwarna hitam pekat dan juga mengkilap.
Orang yang ada di dalam mobil itu keluar. Seseorang yang memakai pakaian serba hitam, dan juga kacamata hitam mendekat pada Kay, membuat wanita itu sedikit takut.
‘Siapa laki-laki ini? Kenapa dia pakai baju hitam seperti ini? Seperti orang yang mau melayat saja, eh tapi dia tampan sih memakai kacamata itu!’ kekeh Kay sendiri dalam hatinya.
“Siapa kau?” tanya Kay. Dia menatap penampilan orang itu, sangat misterius sekali.
“Saya Ronald Nona, bodyguard Tuan Kevin. Saya disuruh untuk mengantarkan anda Nona,” ujar Ronald memperkenalkan dirinya. Oke-oke, Kay tau sekarang. Dia melirik kiri-kanan, tapi tidak ada mobil Kevin yang kemarin mengantarkannya pulang ada disekitar sana.
‘Mana laki-laki itu? Dia tidak ikut ya?’
“Mana Kevin? Dia tidak ikut?” tanya Kay. Dan setelah mengatakan itu, Kay merutuki dirinya sendiri karena sudah menanyakan hal tersebut.
“Tidak ada Nona. Tuan Kevin tidak ikut, dia takut nanti akan membuat Nona tidak nyaman,” ucap Ronald, menjawab dengan jujur. Kay mengangguk, dan entah kenapa dia seperti menginginkan Kevin untuk ada disisinya saat ini.
“Silahkan Nona.” Ronald mempersilahkan pada Kay untuk masuk kedalam mobil.
‘Lebih baik aku ikut saja, daripada nanti aku terlambat. Dan juga sepertinya laki-laki ini dapat dipercaya!’
Kay mengangguk, dia berjalan masuk kedalam mobil lalu duduk dikursi belakang. Tidak ada alasan untuk Kay menolak, karena ia juga takut untuk terlambat.
Mobil melaju meninggalkan tempat Kay dan Ronald berbincang tadi. Tidak terlalu kencang dan juga tidak terlalu lambat. Hingga tak lama setelah itu, mobil memasuki gerbang kampus dan parkir di parkiran yang ada disana.
“Terimakasih,” ucap Kay pada Ronald dan juga supir yang mengemudikan mobil itu. Ronald mengangguk begitu juga sang supir.
Kay turun dari dalam mobil, melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke kelasnya.
Sedangkan Ronald, setelah melihat Kay menjauh, dia turun dari dalam mobil, lalu berjalan mendekat ke kelas Kay. Penampilan sudah tidak terlalu mencolok lagi karena dia sudah membuka kacamatanya. Dia memperhatikan Kay dari kejauhan, memantau apa saja yang dilakukan oleh wanita itu. Takut terjadi sesuatu yang membahayakannya.
Bagaimanapun juga, Ronald tidak ingin mengecewakan bos-nya, jadi dia harus selalu siaga untuk menjaga Kay.
Sedangkan didalam kelas, Kay duduk bersama dengan Aileen.
“Kenapa Lo? Hampir aja telat?” tanya Aileen dengan setengah berbisik, supaya tidak terdengar oleh dosen yang mengajar didepan.
“Gue bangun kesiangan. Gara-gara semalem pulang kerja agak telat,” jelas Kay dengan jujur. Kan memang benar, dia telat pulang kerja, hanya saja dia tidak mengatakan pada Aileen kalau dia bersama dengan Vin.
“Owhh,”
______
__ADS_1
Kay dan juga Aileen berjalan menuju kantin kampus. Banyak mahasiswa disana sedang menyantap makanan mereka, karena ini sudah masuk pada jam-nya makan siang. Kay dan juga Aileen duduk di bangku yang sedikit ke pojok. Keduanya memesan bakso sebagai pengganjal perut mereka.
Sebenarnya, Kay merasa seperti ada seseorang yang sedang mengikutinya, tapi dia tidak ambil pusing karena dia tahu kalau itu pasti anak buah Kevin.
“Kay...,” panggil Aileen. Kini keduanya sedang menyantap bakso pesanan mereka.
“Humm?” tanya Kay menyahuti panggilan Aileen.
“Kok gue ngerasa ada yang ngikutin kita yah? Mulai dari kelas tadi,” ujar Aileen, ia juga celingukan kesana-kemari untuk melihat. Sedangkan Kay memang merasakan hal yang sama, hanya menggedikkan bahu acuh.
“Perasaan Lo aja kali!” tanggap Kay, membuat Aileen mengangguk.
“Iya kali ya?” ucap Aileen akhirnya. Setelah itu ia melanjutkan makannya. Saat Aileen sudah fokus pada makanannya, Kay melihat sekitar, dan dia melihat Ronald sedang berdiri disebuah pohon yang tidak terlalu besar menatap pada Kay.
Saat Ronald sadar kalau Kay menatap padanya, dia menundukkan kepalanya hormat, membuat Kay sedikit kaget.
‘Duh, itu orang. Kenapa nungguin gue segala sih?’ batin Kay. Tapi Kay tidak bisa berbuat banyak. Ia pun akhirnya melanjutkan makannya.
____
Jam kuliah Kay sudah selesai. Kini dia bersiap untuk pulang, tadi Aileen menawarkan padanya untuk mengantarkan Kay pulang, tapi ditolak oleh gadis itu. Saat Kay sudah keluar dari gerbang kampus, mobil yang tadi pagi mengantarkannya, berhenti seperti tadi pagi. Ronald keluar dari dalam mobil itu, lalu menunduk hormat pada Kay.
“Silahkan masuk Nona!” ujar Ronald mempersilahkan dengan sopan.
“Gak usah deh Ron, aku bisa pulang sendiri,” jawab Kay. Dia tidak ingin merepotkan pria itu, cukup tadi pagi saja dia diantarkan, dan kini jangan lagi.
‘Apa-apaan ini? Dia kira aku anak kecil apa, pakai diantar jemput segala?’ dengus Kay kesal.
“Memangnya kenapa dengan Bos-mu itu? Kenapa bukan dia yang mengantarkan aku?” Kay menutup mulutnya setelah mengatakan hal itu.
‘Heeeh, apa yang sudah aku katakan? Dasar mulut lemes!’
Dia menatap pada Ronald yang setia dengan wajah datarnya itu.
“Tuan Kevin sepertinya tadi sedikit sibuk Nona, nanti saya akan mengatakan pada Tuan Kevin untuk mengantarkan anda sendiri,” ujar Ronald membuat Kay menggeleng cepat.
“Tidak-tidak! Jangan katakan apapun padanya,” sergah Kay, yang membuat Ronald mengangguk.
‘Nanti bisa besar kepala laki-laki itu, jika sampai Ronald mengatakan padanya. Cih, aku masih kesal padanya!’ gerutu Kay dalam hatinya. Dia mendengus.
“Sudah-sudah! Ayo!” Kay akhirnya mau masuk kedalam mobil itu.
Ronald ikut masuk kedalam mobil, dia duduk di kursi depan mobil tersebut.
__ADS_1
‘Kemana laki-laki ini membawaku? Ini bukan jalan menuju rumah kontrakanku!’
“Eh? Ini bukan jalan menuju rumahku!” seru Kay saat sadar kalau dia tidak berjalan menuju kearah rumahnya.
“Iya Nona. Tuan Kevin yang menyuruh, karena dia ingin Nona menemaninya makan siang,” jelas Ronald.
“Tapi aku sudah makan siang tadi!” ujar Kay mencoba membantah. Bahkan sampai kini pun, dia masih merasakan pedasnya bakso yang tadi dia makan di kantin kampus.
“Saya hanya menjalankan perintah Nona,” ucap Ronald yang mendapat dengusan dari Kay. Pria yang ada didepannya ini sungguh formal sekali.
‘Kenapa dia terlalu formal seperti ini. Aku kan bukan majikannya.’
Mobil berhenti disebuah restoran yang cukup mewah. Ronald membukakan pintu mobil untuk Kay, laki-laki itu sungguh menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
“Silahkan Nona,” ujar Ronald mempersilahkan Kay untuk masuk kedalam restoran itu.
“Jangan panggil aku Nona, panggil Kay saja!” ketus Kay. Tapi Ronald tidak menanggapinya.
‘Aku sungguh merasa asing dengan sebutan Nona yang terus dia sebut padaku ini!’
“Silahkan Nona!”
‘Dia masih saja memanggilku Nona!’ dengus Kay.
Ronald berjalan didepan Kay, dia menuju kesebuah VIP room, disana Kevin sudah menunggu bersama dengan Evan. Saat Kay masuk kesana, Evan dan juga Ronald lantas keluar dari ruangan itu.
“Ada apa kau menyuruhku kemari?” tanya Kay ketus. kevin hanya tersenyum menanggapi gadis itu.
“Aku hanya ingin makan siang bersama dengan calon istriku,” ucap Kevin dengan santainya.
‘Cih, apa katanya? Calon istri, huh!’
Kay mendengus dalam hatinya, menatap Kevin tajam.
“Calon istri muatamu!” ujar Kay kesal. Sedangkan Vin hanya tertawa kecil. Dari mata Kay, ia bisa melihat, seberang kesal wanita cantik tersebut.
“Kay, bagaimanapun kau harus mau untuk menjadi istriku,” ujar Kevin yang mendapat delikan tajam dari Kay.
“Tidak!” seru Kay, menjawab dengan tegas. Sebenarnya dia sedikit gugup berhadapan dengan laki-laki yang bernama Kevin ini.
“Kenapa?” tanya Kevin.
“Ya karena aku belum siap saja!”
__ADS_1
___________
Selamat membaca!!