
Pagi ini Kay terbangun agak lambat. Mungkin karena dirinya yang kelelahan dan juga banyak pikiran. Dan kini, ia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus.
Saat ia keluar dari kamarnya, Kay melirik Kaisar yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Kay menatap heran, lalu berjalan mendekat.
"Kakak mau berangkat kerja?" Kay bertanya.
Mendengar suara adiknya, Kaisar lalu berbalik dan mengangguk. "Iya," jawabnya.
"Dimana? Kakak sudah dapat kerjaan baru, atau kembali ke Surabaya?" tanya Kay lagi.
Mendengar pertanyaan tersebut, Kaisar tentu tersenyum, lalu setelahnya ia menggeleng.
"Kakak dipindahkan ke kantor pusat, Kay. Dan hari ini adalah hari pertama bekerja," ucap Kaisar menjelaskan.
Kay terdiam mendengar perkataan sang kakak. Saat ia ingin bertanya lagi, mereka berdua mendengar suara klakson mobil dari luar. Kay dan Kaisar saling pandang, menebak-nebak siapa orang yang datang tersebut.
Dengan langkah kaki pasti, Kay berjalan menuju pintu rumahnya, melihat dari celah gorden, dan setelah melihat tipe mobilnya, ia langsung mengenali mobil tersebut.
Menghela napas berat, Kay membukakan pintu rumah. Ia melihat Kevin yang baru turun dari dalam mobil dengan senyuman merekah yang pria itu tampilkan.
"Selamat pagi, calon istri," sapa Kevin dengan senyuman merekah. Tak nampak tanda-tanda kegelisahan semalam di matanya. Hanya ada tatapan penuh cinta di kedua matanya yang bersinar.
Malas menanggapi ocehan Kevin, ia membukakan pintu gerbang yang lumayan kecil.
"Ada apa kemari pagi-pagi sekali?" tanya Kay. Tapi nada suaranya sudah tak seketus hari-hari sebelumnya. Tampak lebih bersahabat, walaupun masih terlihat sisa-sisa keengganan di sana.
"Aku mau mengantarkan kamu ke kampus, Kay," ucap Kevin.
Kay menghela napas, lalu ia melirik ke arah kakaknya, dan kembang menatap Kevin.
__ADS_1
"Tidak mau, aku mau pergi sendiri," tolak Kay. Bukannya dia masih berusaha untuk menjauhi Kevin, hanya saja Kay pasti akan merasa tidak nyaman nantinya jika ia harus menjadi perhatian mahasiswa lain, saat melihat dirinya Kelu dari sebuah mobil mewah.
Dan mereka juga tahu kalau Kay bukanlah dari kalangan mahasiswa mampu. Sebab karena hal itu juga, tak sedikit dari maha siswi di sana memang rendah Kay. Terlebih sebelumnya, ia menjadi hubungan dengan Ziko.
Mendapatkan penolakan seperti itu dari Kay, tentu membuat Kevin merasa patah semangat. Ia sebelumnya sudah sangat berharap kalau Kay mau untuk pergi berangkat bersamanya.
"Tapi Kay, aku hanya ingin menghabiskan beberapa menit denganmu, sebelum bekerja. Aku ...." Belum selesai Kevin mengatakan ke tidak setujuannya, Kay sudah terlebih dahulu membantah.
"Aku benar-benar tidak bisa berangkat bersama denganmu! Nanti saja, saat aku selesai kuliah, kamu bisa menjemputku," ujar Kay. "Jika mau," sambungnya lagi.
Mendengar Kay yang tampaknya tak mau berdebat lagi, akhirnya Kevin mengalah.
"Kalau begitu, biar aku pesankan taksi," ujar Kevin.
"Tidak usah, aku akan pergi naik ojek online saja," ucapnya. Dan setelah itu Kay mengeluh ponselnya dan membuka aplikasi ojek online.
Beberapa saat setelah itu, ojek online yang dipesan oleh Kay akhirnya tiba. Walau sedikit tak rela melirik Kay harus duduk dekat-dekat dengan tukang ojek tersebut, tapi Kevin harus merelakannya.
Kini tersisa Kevin dan juga Kaisar di sana. Tak ada Evan, karena sebelumnya Kevin sudah menyuruhnya untuk pergi ke kantor terlebih dahulu, dengan harapan kalau ia bisa mengantar Kay ke kampusnya. Tapi wanita cantik tersebut malah menolaknya.
"Ingin berangkat bersama?" Kevin bertanya pada Kaisar, dan lekas laki-laki yang akan menjadi kakak iparnya tersebut menggelengkan kepala.
"Tidak usah, Tuan. Saya berangkat sendiri saja, lagipula saya belum selesai bersiap-siap," tolak Kaisar dengan ramah. Memanggil Kevin dengan sebutan Tuan, karena kini mereka hanya ada berdua, yang artinya, saat ini Kevin adanya atasan Kaisar.
Mendekat penolakan hingga dua kali pagi ini, membuat Kevin kesal. Ia berdehem singkat dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Meninggalkan area rumah Kay.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, kini akhir Kay tiba di kampusnya. Setelah mengembalikan helm yang dipinjamkan oleh tukang ojek yang membawanya, serta membayar ongkos, Kay berjalan masuk ke pintu gerbang utama kampus.
Sudah terlihat banyak mahasiswa yang berjalan masuk ke gedung fakultas mereka, tak terkecuali Aileen yang saat ini sedang berjalan mendekati kepada Kay.
__ADS_1
"Kenapa, Lo? Lari-larian pagi-pagi begini," tanya Kay saat ia melihat napas Aileen yang sedikit sesak.
Aileen menggelengkan kepalanya. "Tadi sebelum Lo datang, gue ketemu saja Ziko. Terus dia nanyain Lo," jelas Aileen setelah ia berhasil mengatur napasnya.
"Terus? Kenapa Lo harus lari-lari ngejar gue?" tanya Kay. "Lagian gue udah putus sama Ziko, jadi buat apa lagi dia nyariin gue?" sambungnya.
Aileen terdiam, memikirkan alasannya, hingga suara teriakannya yang cempreng, membuat Kay terkejut.
"Mungkin aja dia mau balas dendam, karena waktu itu dia dipermalukan sama orang yang nolong Lo itu!" seru Aileen.
Mendengar hal itu, Kay menghela napas. Kalau memang itu maksud keinginannya Ziko mencarinya, maka ia tak perlu meladeni pria tersebut.
"Udah deh! Dari pada kita bahas laki-laki tukang selingkuh itu, mending kita ke kelas sekarang," ucap Kay dengan kesal. Moodnya jadi memburuk saat Aileen mendatanginya untuk membahas Ziko.
Aileen menurut, ia mengikuti langkah kaki Kay dan berjalan menuju kelas mereka.
Mata kuliah Kay hari ini ada dua. Dan ia sudah menyelesaikan kelasnya. Tiba-tiba saja, ponsel Kay berdenting, tanda ia mendapatkan sebuah pesan masuk.
"Aku akan menjemput sekarang. Jadi tunggu di sana, dan jangan beralasan lagi!"
Isi pesan yang Kay baca, membuat matanya mengerling. Ia kemudian menghela napas berat.
"Len, kalau Lo mau pulang duluan, silakan aja. Gue mau duduk di sini sebentar," ucap Kay.
Mendengar perkataan Kay, Aileen lalu mengerutkan keningnya. "Lo udah ada janji, ya? Mau di jemput, kan, Lo?" Aileen bertanya sembari mengerlingkan matanya, menggoda sahabatnya tersebut.
Kay melirik Aileen malas. Hingga akhirnya suara tawa Aileen terdengar menggema. Kedua mahasiswi cantik tersebut berjalan keluar kelas setelah kelas tersebut kosong karena mahasiswi lain sudah perhatian keluar terlebih dahulu.
Namun, saat Kay juga Aileen baru tiba di bawah tangga, hendak berbelok, tiba-tiba saja rambut Kay ditarik oleh seseorang dengan sangat kuat, hingga Kay tersentak dan merasa sangat kesakitan.
__ADS_1
****
Selamat membaca!