My Posesif Husband

My Posesif Husband
Marah


__ADS_3

Aileen berteriak sampai terpekik histeris, ia juga mencoba untuk membantu Kay. Sedangkan Kay sendiri merasakan kepalanya yang terasa amat sakit, karena rambutnya yang ditarik sangat kuat oleh seseorang tersebut.


"Lepasin! Lepasin!" Aileen berteriak membantu Kay, dan seseorang yang menarik rambut Kay lalu mendorong Kay, hingga ia terjatuh dengan siku yang terbentur ke ujung tangga.


Dan orang itu adalah Salsabila, perempuan yang beberapa waktu lalu membuat masalah dengan Kay. Ya, dia yang berpacaran dengan Ziko, yang waktu itu masih berstatus sebagai pacar Kay.


Kay merasa sangat kesakitan, ia melihat tangannya yang terluka bahkan hingga mengeluarkan darah. Rambutnya juga acak-acakan karena dijambak kuat oleh Salsabila.


Aileen lekas membantu Kay, agar sahabatnya itu lekas berdiri. Dengan mata yang menatap Bila tajam, Aileen membentak wanita itu.


"Lo apa-apaan, hah?! Apa maksud Lo berbuat kek gini? Nyari masalah, Lo?" Aileen bertanya dengan suara yang sangat keras. Tampak kalau dirinya sangat marah ketika Salsabila membuat Kay terluka.


"Itu balasan buat sahabat Lo, yang udah ganggu hubungan gue sama Ziko. Dia pantas ngedapatin itu semua!" Salsa membalas tak kalah sengit, walaupun dirinya hanya seorang diri saat ini, tapi ia tak takut sama sekali.


Dengan wajah yang sangat kesal, Aileen mengangkat tangannya, ingin memberikannya Salsabila sebuah tamparan. Tapi, tangannya sudah ditahan oleh Salsa terlebih dahulu.


"Jangan berani, coba-coba buat nampar gue!" balas Salsa, dan menghempas tangan Aileen.


Kini Salsa beralih menatap Kay. "Walaupun Lo mantannya Ziko, jangan pernah sekali-kali, Lo nampakin wajah buruk Lo ini di depan dia! Kalau gue sampai tahu, Lo masih berusaha buat deketin Ziko, abis Lo sama gue!" Salsa bahkan sampai menunjuk wajah Kay.


Walaupun masih merasa sangat kesakitan, tapi Kay tertawa keras saat mendengar perkataan Salsa. Ia menatap Salsa dengan pandangan jengkel, membuat wanita yang sudah merebut kekasihnya itu menajamkan matanya menahan kesal.


"Lo gak usah takut, kalau gue bakal ngedeketin Ziko. Gue gak akan mengambil lagi, sampah yang udah gue buang, apalagi buangnya ke tempat sampah kayak Lo! Jadi jangan khawatir, sampah itu selamanya bakal jadi milik Lo!"


Kata-kata savage yang keluar dari mulut Kay, tentu saja membuat Aileen tak dapat berkata-kata. Ia memandang takjub pada sahabatnya tersebut. Dan tak terkecuali Salsa. Dia bahkan sampai melongo dan mengepalkan tangannya saat mendengar hinaan Kay. Tangannya ia angkat, hendak ia layangkan ke pipi Aneska, tapi bukannya melayang, ia justru merasa tangannya sangat sakit karena dicengkeram kuat oleh seseorang.

__ADS_1


Salsa berbalik menatap orang yang menahan tangannya, dan dia terdiam saat melihat wajah yang sudah memerah menahan amarah tersebut.


"Beraninya kau menyakiti dia!" Suara berat itu terdengar mengerikan, bahkan wajah merah itu membuat Salsa terhuyung ke belakang. Mata dan pikirannya menyatu, dan ia tentu menyadari kalau orang yang menahannya ini, adalah orang yang sama, dengan yang waktu itu menolong Kay di parkiran.


"Tu-Tuan Kevin?" Suara Salsa terbata saat ia menyebut nama Kevin. Kakinya gemetar, terlebih ketika ia merasakan sakit yang amat sangat, karena tangannya yang perlahan di pelintir oleh Kevin.


"Sa-sakit ...." Salsa berusaha menahan dan juga menarik tangannya dari genggaman Kevin. Sedangkan Kay merasa khawatir, saat melihat kemarahan Kevin.


Kay berjalan mendekati Kevin dan menarik tangan Kevin agar melepaskan cengkramannya. Wajahnya tampak memohon dan juga ketakutan.


Tentu Kay ketakutan, karena jika diteruskan, ia yakin kalau Kevin bisa membuat tangan Salsa menjadi terkilir ataupun patah nantinya.


Melihat wajah Kay yang memohon dan ketakutan, akhirnya Kevin menurut. Ia menghempas tangan Salsa sekaligus mendorongnya, hingga wanita itu jatuh ke lantai.


Segera Salsa memegang tangannya dan menahan sakit, ia bahkan tak mempedulikan posisinya saat ini.


Dengan wajah datar dan juga penuh amarah, Kevin mendekat. Jika saja Kay tak menahan, mungkin saja sepatu pantofel itu bisa menginjak kaki Salsa.


"Bukankah sejak awal, aku sudah memperingatkan kau? Jangan pernah mengganggu dia lagi, apalagi sampai membuatnya terluka? Kau sudah lupa begitu saja?"


Kevin menekankan kata-katanya, sampah membuat lidah Salsa terasa kelu, dan tak bisa digerakkan.


Sedangkan Kay, ia hanya bisa menahan napas, saat melihatnya Kevin yang menjaga sangat marah seperti ini. Walaupun sebelumnya, ia pernah melihat Kevin marah, tapi tak sampai seperti ini.


Bahkan Aileen sampai menganga. Ia tak dapat berkata-kata, ketika seseorang yang ia kenal sebagai pemiliknya kampus itu, lagi-lagi datang membela Kay.

__ADS_1


"Kamu akan membayar harga untuk luka yang kau sebabkan pada kekasihku! Persiapkan diri, karena kamu akan segera dipanggil oleh pihak kampus!"


Dan setelah mengatakan kalimat ancaman itu, Kevin lekas menarik tangan Kay untuk segera pergi dari sana. Bukan sebuah tarikan kuat, hingga membuat langkah mereka cepat, tapi sebuah tarikan yang berubah menjadi sebuah genggaman.


Kay meninggalkan Salsa dan juga Aileen yang terpaku di tempat mereka. Dengan tangan yang terasa sangat sakit, Salsa hanya bisa terdiam melihat kepergian kedua orang itu. Sedangkan Aileen, masih termangu saat mendengar Kevin, yang mengatakan kalau Kay adalah kekasihnya.


Aileen lekas sadar saat ia melihat Salsa yang berusaha untuk berdiri. Tapi dengan perasaan kesal yang masih sangat ketara, Aileen menendang pelan punggung Salsa hingga gadis itu tersungkur.


Salsa berbalik, dan menatap Aileen dengan mata penuh amarah.


"Berani Lo sakitin gue, sahabat baiknya Kayana, Lo bakal gue masukin ke penjara sampai mam*us di sana!" Aileen mengejek dengan wajah sengit. Dan setelahnya ia lekas berjalan pergi dari sana. Meninggalkan Salsa dengan perasaan marah yang tak dapat dijelaskan.


Sedangkan di dalam mobil, Kay duduk di samping Kevin. Laki-laki itu sedang membersihkan luka Kay yang ada di sikunya, dengan peralatan P3K yang tersedia di dalam mobil Kevin.


"Apa sangat sakit?" tanya Kevin dengan perasaan cemas. Dan wajah cemas itu sangat berbeda dengan yang Kay lihat, ketika Kevin menyakiti Salsa.


Dengan gelengan kepala pelan, Kay berikan sebagai jawaban untuk Kevin. Ia juga tak membuka mulutnya, karena masih terus memandangi Kevin.


Setelah membersihkan luka itu, Kevin lalu menutupnya dengan hansaplast. Lalu menyimpan kembali kotak P3K tersebut.


Kepala Kevin lalu terangkat menatap wajah Kay, yang kini masih memandanginya.


"Apa aku sangat tampan, sampai harus dilihatin terus?" Kevin bertanya dengan nada menggoda. Ia juga tertawa kecil saat melihat wajah Kay yang merenggut.


Namun tawa itu tak berlangsung lama, karena ia menggerakkan tangannya untuk memperbaiki rambut Kay yang kusut.

__ADS_1


"Jangan biarkan seseorang membuat kamu jadi seperti ini lagi, Kay. Karena jika aku tahu ada yang menyakitimu, aku tidak segan-segan, membuat mereka membayarnya dengan harga yang mahal."


***


__ADS_2