
Pagi ini Natya sudah rapi. Ia bersiap-siap untuk mengunjungi orang tuanya.
Dengan langkah ragu Natya menghampiri ruang kerja Dev, namun tak ada siapapun di sana.
Pelayan juga tampak sibuk lalu lalang membantu WO mendekorasi Mansion itu. Meski pernikahan mereka tidak dilaksanakan di Mansion tetapi tetap saja wajib di hias secantik mungkin.
Natya mencari Grassia dan Altaf, namun tidak menemukan satu pun dari mereka.
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang sendiri. Di depan rumah, tak ada satu pengawal atau supir pun yang bersiaga untuk dimintainya tumpangan pulang. Entah kemana mereka semua. Natya menghela napas lalu mulai berjalan mencari taksi. Tak ada jalan lain selain pulang sendiri. Semoga Dev tidak marah dan menghukumnya. Ia meletakkan sebuah catatan kecil di kamarnya sebelum pergi.
***
Natya mengamati rumah lamanya masih sama seperti saat terakhir kali ia tinggalkan. Tak ada yang berubah.
"Mbak Natya," panggil seorang wanita paruh baya, Natya menoleh dan tersenyum ramah.
"Bukannya mau menikah, ya? kok pulang?" tanya wanita yang tak lain adalah tetangga Natya itu.
"Ah, ini Bu. saya kangen rumah."
"Aduh, itu hal biasa mbak. Apalagi calon suami mbak rumahnya cukup jauh. Ah iya, kok pulang sendiri?"
"Eh, em. Calon suami saya masih sibuk, Bu. kalo gitu saya permisi masuk dulu."
"Oh, Iya, Mbak."
Natya mengetuk pintu rumahnya, tak selang berapa lama, Natalie membuka pintu dan terkejut mendapati putri kesayangannya ada di sana.
"Natya!" pekik Natalie saat gadis kecilnya berhambur dalam pelukannya.
"Ada apa, Sayang?" Natalie berusaha mengatur nada bicaranya agar tetap terlihat tenang.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Bunda. Natya hanya merindukan rumah."
"Apa kau sudah izin pada calon suamimu?"
Natya hanya mengangguk lesu.
"Ayo duduk dulu, Bunda buatkan minum dan panggilkan Ayah." Natalie menuntun putri kesayangan mereka untuk duduk di ruang tamu.
"Apa mereka menyakitimu, Nak?"
Natya tersenyum lalu menggeleng. "Mereka sangat baik padaku, Bun," jawab Natya.
Mau tak mau Natalie tersenyum dan bernapas sedikit lega.
****
Brak!!!
"Apa menjaga seorang gadis saja kalian tidak becus! kenapa dia bisa kabur!" teriakan Dev lagi-lagi terdengar.
"Maaf menyela, Tuan. Saya menemukan ini di kamar Nona Muda." Grassia memberikan secarik note pada Dev.
Masih dengan diselimuti amarah dia membaca note itu.
"Kalian membiarkan dia pulang sendirian! Untuk apa kalian aku menggaji kalian!"
"Altaf! pecat mereka semua dan carikan pengawal serta supir yang lebih bertanggung jawab! Mulai besok tempatkan sepuluh bodyguard untuk calon istriku!"
"Baik, Tuan."
"Siapkan mobil. Kita akan menjemputnya. Awas jika sampai dia tergores seujung kuku saja, kalian semua akan mati di tanganku!" ancam Dev, seluruh pengawal dan supir itu menegak ludah dengan cemas.
__ADS_1
"Tapi kita ada rapat sepuluh menit lagi, Tuan," kata Altaf.
"Tunda rapat sialan itu! Nyawa calon istriku jauh lebih penting! dasar bodoh!"
"Baik, Tuan."
Dev meninggalkan ruangan diikuti napas lega seluruh manusia yang ada di ruangan tersebut kecuali Altaf dan Grassia, mereka hanya saling melempar pandang dan tersenyum simpul.
***
tok tok tok!
suara ketukan pintu membuat keluarga yang sedang melepas rindu itu terkejut. Natalie segera membuka pintu dan tersenyum kaku saat mendapati calon menantunya berdiri di ambang pintu.
"Permisi, Nyonya. Apa calon istriku ada di dalam?"
"Ah, Iya Tuan. Apa dia tidak izin padamu jika kemari?" tanya Natalie.
"Sudah, hanya saja. Aku tidak melihat pesan darinya. Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja."
"Ah, masuklah."
Dev berjalan masuk dan tersenyum mendapati calon istrinya baik-baik saja, dan sedang tertawa riang bersama ayahnya.
"Dev!" pekik Natya.
"Natya!" Farhan memperingati putrinya atas panggilannya pada Dev.
"Tidak apa, Tuan. Saya yang memintanya untuk memanggil dengan sebutan nama." Devano duduk dan merangkul Natya dengan posesif membuat kedua orang tua Natya berpandangan dan tersenyum.
sedangkan Natya hanya bisa pasrah. Apalagi yang bisa ia lakukan, baru saja meminta izin sekarang dia sudah menyusul. seperti anggrek saja selalu menempel pada pohon.
__ADS_1
to be continue...