My Possessive Hubby

My Possessive Hubby
Kedatangan Calon Pengantin


__ADS_3

Setelah Vina kelaur dari ruangannya Satria kembali berkutat dengan pekerjaannya hingga  terdengar Ponselnya berdering membuyarkan konsentrasinya, ternyata panggilan dari Richo ia pun langsung menerima panggilan tersebut.


" Pak sudah banyak pelamar di bawah"


" Apakah bapak mau turun langsung untuk interview?" kata Richo.


" Aku serahkan semua kepadamu Cho!"


" Pilihlah beberapa yang memenuhi kriteria dari perusahaan" kata Satria.


" Baik pak." kata Richo.


Satria memutuskan panggilannya dan melanjutkan lagi pekerjaannya.


 


 


00000000000000000000000000000000000


 


Di lain tempat seorang pria tampan sedang berjalan memasuki Paradise Fashion dengan seorang gadis cantik di sampingnya.


Para pegawai Shanum sudah hafal betul dengannya, Dio Anggara sepupu dari bos mereka tetapiiyang membuat mereka bertanya - ranya siapakah wanita cantik yang berada di sampingnya, biasanya ia hanya seorang diri saat mengunjungi adek sepupunya.  Mereka berdua memasuki ruangan Shanum setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh  yang empunya.


" Kebangetan kamu dek, abangnya dateng gak di sambut." kata  Dio sambil jalan mendekati sofa.


" kan abang gak biang kalo mau kesini, kalo bilang ya Shanum panggilin ondel - odel. " kata Shanum ringan tanpa mengalihkan pandangannya dari alat gambarnya.


" Shanum Al Mahyra Mahendra." kata Dio sedikit meninggikan suaranya karna geram dengan adek sepupunya.


Mendengar namanya di sebut Shanum mengangkat wajahnya, ia terkejut melihat sang abang datang dengan seorang wanita cantik. Ia menarik nafas panjang dan beranjak dari kursi kebesarannya  berjalan menuju sofa tempat Dio duduk.


" abang gak mau kenalin siapa wanita cantik yang bersamamu ini?" tanya Shanum menaik turunkan alisnya mengoda Dio.


"  haahhh..."


"  Dia Sazkia dek, calon istri abang." kata Dio.


Shanum  mendekati wanita yang ada di samping Dio dan ia pun mengulurkan tangannya, seraya memperkenalkan diri.

__ADS_1


" haloo kakak cantik, aku Shanum." kata Shanum tersenyum  seraya mengulurkan tanganya dan wanita tersebut menerimanya.


" Helllo adek cantik, nama kakak Sazkia." kata Sazkia.


" kok kakak mau sih sama abang, kan abang galak." kata Shanum.


Mendengar ucapan Shanum dio langsung menjitak jidat Shanum.


" Sakit abang.. "


"  Tuh kan kak, galak " kata Shanum mengadu kepada Sazkia sambil mengerucutkan bibirnya seraya mengelus jidatnya, Sazkia hanya tersenyum.


" makanya jangan asal ngomong."


"mana pesenan abang?" kata Dio.


" Baru juga dateng bang, santai napa"


" Banyak noh di bawah, pilih aja sesuka abang. " kata Shanum.


" Kan aku mau yang spesial Num." kata Dio.


" Abang, semuanya aku desain jadi sama aja,"


"  Udahlah mas kita lait dulu yang di bawah, "


" Kalo ada yang kurang nanti biar di benerin dulu, kan acaranya juga masih lama. " kata Sazkia.


" Denger tuh calon bini ngomong. "kata Shanum seraya meraih tangan Sazkia dan mengandengnya ke lantai bawah tempat  semua hasil karyanya di pajang, Dio dengan  setia mengikuti kedua wanita tersebut.


" Silahka di pilih - pilih kak" kata Shanum saat sampai di bawah.


" Cantik - cantik sekali dek. " kata Sazkia dengan mata berbinar.


Setelah puas memilih dan menemukan yang sesuai denagn keinginannya sepasang calon pengantin tersebut meninggalkan butik Shanum.


Sedangkan Shanum langsung kembali berkutat denagn pekerjaannya dengan Luna yang sudah berada di sampingnya.


" Lun, kamaren ada yang nawarin aku buat jadi desainer di perusahaan temennya kak Shaka."


 " beliau juga bilang mau distributor kain di butik kita." kata Shanum.

__ADS_1


" Trus kamu terima gak. ?" Tanya Luna.


" Belum masih aku pikirkan. " kata Shanum.


" Hemz...aku ngikut aja apa keputusanmu."


" Oh iya, aku udah nemuin 1 perusahaan besar yang bisa menjadi distributir kain kita." kata Shanum.


" Benarkah?" tanya Shanu  dengan mata yang berbinar.


" Iya, ini adalah perusahaan no 1 di negara kita. "


" Dan kau juga udah nyari info tentang perusahaan tersebut, direkturnya masih muda ganteng banget lagi Num. "  kata Luna.


" Haaaah... kamu kalau liat yang bening - bening melek matanya." kata Shanum.


" iyalah melek kalo merem ya kagak kelihatan." timpal Luna.


Shanum hanya geleng - geleng kepala mendengar penuturan asisten sekaligus sahabatnya tersebut.


" Tunggu sampai besok yha Lun, aku mau ngobrol dulu sama kak Shaka, " kata Shanum.


" siaapp."kata Luna.


Waktu berjalan begitu cepat, hingga tiba saatnya  jam pulang kantor, Shanum dan Luna sudah memasuki kendaraannya amsing - masing dan melajukan kendaraan menuju kediaman mereka.


Saat Shanum kan memasuki rumahnya terdengar mobil Shaka yang baru memasuki halaman,  ia menghentikan langkkahnya dan lebih memilih menunggu sang kakak.


Setelah memarkirkan mobilnya Shaka berlari kecil menghampiri adiknya yang berdiri di teras rumahnya.


" nungguin kakak?" kata Shaka seraya mengelus kepala adiknya. Shanum hanya menganggukkan kkepalanya dan mengandeng Shaka dan berjalan memasuki rumah.


" kak aku mau ngobrol sama kakak." kata Shanum.


" bersih - bersih dulu dek, kakak udah pengen mandi, rasanya lengket badan kakak." kata Shaka.


" baiklah, tapi jangan lama - lama." kata Shanum.


Sepasang kakak beradik tersebut memasuki kamar masing - masing untuk membersihkan diri.


 

__ADS_1


SElamat membaca


__ADS_2