
Sebelum sampai di butik Satria berhenti di sebuah toko kue yang ia lewati dan membeli beberapa untuk di bawa ke butik.
Sesampainya di butik ia langsung memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk kedalam butik dengan meneteng kue di tangannya.
Kedatangannya menyita perhatian para pelanggan yang ada di dalam butik, bahkan para lelaki yang ada di sana terabaikan, hampir semua pasang mata hanya tertujupada seseorang yang tengah berjalan dengan gagahnya memasuki area Paredise Butique.
Siapakah gerangan, ganteng banget.
Wooow tampan sekali.
Lelaki idaman semua wanita.
Aku mau 1 yang seperti itu
Kasak kusuk para pelanggan yang ada di sana terdengar jelas di telinga satria tetapi ia tak mengindahkannya. Maya yang menyadari ada seorang pria yang memasuki butik bergegas menghampirinya dan menyapanya dengan ramah.
" Ada yang bisa saya bantu tuan?" kata Maya sambil tersenyum.
" Saya ingin bertemu dengan pemilik butik ini." Kata Satria.
" Apakah tuan sudah membuat janji dengan nnona Shanum?" tanya Maya.
" Sudah." kata Staria singkat.
" Mari saya antar tuan, nona Shanum sedang ada di ruang kerjanya." kata Maya.
Mereka berjalan menapaki tangga menuju ke lantai 2, karna runagan Shanum berada di atas.
" Ini ruangan Nona Shanum Tuan. " kta Maya setelah sampai di depan ruang kerja Shanum. Maya mengetuk pintu terlebih dulu, setelah di persilahkan masuk ia langsung membukanya.
" Silahkan tuan saya antarsampai sini saja. " kata Mayasambil membungkukkan badannya sedikit.
" Trimakasih..." kata Satria.
" Sama - sama tuan, saya permisi." kata Maya.
Satria memasuki ruangan yang di desain sangat elegan, semua di tata dengan sanagt apik, ada peralatan jahit juga di dalamnya danberbagai hasil karyanya yang belum terselesaikan.
Shanum masih fokus memasang manik manik di gaun yang sangat indah, sepertinya adalah sebuah gaun pengantin, ada juga jas yang ada di manequin berwarna senada dengan gaun yang sedang dikerjakan oleh Shanum.
" Cantik sekali. "kata Satria.
Mendengar suara seorang pria membuyarkan fokus, Shanum pun mengangkat wajahnya ternyata sudah ada seorang pria tampan di depannya.
" Eh, kakak Satria," kata Shanum sambil tersenyum menghentikan kegiatannya.
" Emmzz." kata Satria seraya duduk sofa yang ada di ruangan tersebut dan meletakan kue yang ia bawa di atas meja.
"Kenapa repot repot membawa kue segala, kan kita mau ngomongin kerjaan. "kata Shanum .
__ADS_1
" Hanya sekalian lewat tadi Num." kata Satria.
" Trimakasih kak."
" Kakak sendiri?" kata Shanum.
" Iya, tadi sama sekertaris kakak, tapi aku suruh balik, karna sudah waktunya jam makan siang."kata Satria.
Shanummelihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, saking fokusnya ia tak meanyadari jika sudah jam makan siang.
"owh.... Kakak udah makan siang?" Tanya Shanum.
" Belum, tadi abis ketemu klien aku langsung kesini. " kata Satria.
" Kita makan siang dulu ya kak, mau makan di sini atau kita turun ke restoran deket - deket sini?"kata Shanum.
" Di sini saja Num, kakak baru aja nyampai masa mau pergi lagi." kata Satria.
" Okey, aku pesenin dulu yha, kakak mau apa?" kata Shanum.
" Apa aja! Kakak gak pilih pilih makanan kok." kata Satria.
Shanum hanya mengangguk, berjalan ke meja kerjanya dan mengambil ponselnya yangia taruh di atas meja. Ia langsung memesan kananan melalui go food, Ia putuskan untuk memesan ayam bakar madu yang ada di depan butiknya, agar tak kelamaan menunggu.
" kak Satria mau minum apa?" tanya shanum
Shanum bergegas ke pantri kecil yang ada di sudut ruanganya, yang sengaja ia siapkan jika sewaktu - waktu ingin membuat sesuatu agar tak perlu turun ke lantai 1.
Shanum membawa cangkir teh yang sudah selesai ia seduh dan menaruh di meja di depan sofa. Ia memotong kue yang di bawa oleh Satria tadi dan di letakkan di atas piring yang ia bawa dari pantri.
Satria sedangmelihat - lihat beberapa pakaian yang ada di runagan tersebut saat ia tinggal membuat teh.
" Di minum dulu kak, nanti lagi liat - liatnya." kata Shanum.
Satria berbalik dan menghampiri Shanum yang sedang duduk di sofa, ia mengambil cangkir teh tersebtnya dan meminumnya pelahan karna masih panas.
" Num, bolehkah kakak tau sekarang tentang keputusanmu join di perusahaan kakak?."
" Maaf, kakak sangat membutuhkan jawabnya sekarang!" Kata Satria.
" Huuufffffttt............" ( Shanum menarik nafas panjang) memantapakn hati dengan semua keputusannya.
Satria menunggu dengan jawaban Shanum dengan seksama dan tak mengalihkan pandangannya dari gadis yang ada di depannya.
" Setelah aku pikir - pikir aku siap untk join di Bagaskara Group." kata Shanum mantap.
"Alhamdulillah." Kata Satria, iamerasa puas dengan keputusan yang Shanum ambil.
Satu masalah telah terselesaikan. Kata Satria di dalam hati.
__ADS_1
" Tapi kakak harus janji jadi distributor kain untuk butik aku ya!" kata Shanum.
" Dengan senang hati."
" Saling menguntungkan bukan?" kata Satria dengan senyum manis tersungging di bibirnya.
Shanum tak menanggapinya ia hanya tersenyum menambah cantik wajahnya.
" Sembari menunggu makan siang kita sholat dulu yha Num, sudah masuk waktu sholat." Kata Satria.
" Ayuk....Tapi musholanya ada di lantai 1 kak." kata Shanum.
" Tak apa hayuk kita turun." kata Satria.
Shanum bergegas mengambil mukenanya yang ada di laci mejanya dan berjalan di ikuti Satria di sampingnya. Biasanyamemang ia selalu berjama'ah dengan para kariyawannya, dan butik memangdi tutup saat jam- jam sholat.
Mereka berdua menuruni anak tangga dan berjalan menuju Mushola yang berada di samping kanan ruangan.
" Kok sepi sekali Num? tadi pas kakak masuk ramai banget." tanya Satria, Shanum tersenyum mendengar perkataan Satria.
" Kami sengaja menutup butik saat jam - jam sholat kak, "
" Masa ia kita ngejar dunia mulu sampai mengabaikan perintah Allah, kan gak boleh. " kata Shanum.
" good job." kata Satria.
Sesampainya di mushola mereka langsung mengambil air wudhu. Tempat wudhu sengaja di buat terpisah antara pria dan wanita.
Mushola tersebut memang sengaja di buat dengan luas agar bisa menampung pelanggan dan karyawanyang ingin sholat berjama'ah di sana tanpa perlu keluarmencari masjid, karna memang agak jauh masjid di sekitar butik Shanum.
Satri langsung maju ke depan di posisi imam saat sudah memasuki mushola setelah berwudhu karna hanya dia lelaki yang ad di sana saat ini, para wanita juga sudah siap dengan peralatan sholatnyaa. Mereka menunaikan sholat dengan khidmat.
Janganlah engkau tinggalkan sholatmu hanya untuk dunia. Utamakanlah akhiratmu insyaallah perkara dunia yang akan menghampirimu. Tak ada habisnya jika mengejar dunia kan terasa kurang dan kurang.
Allah telah menjamin rezki setiap makhluk ciptaannya dan tak akan tertukar sedikitpun, jadi janganlah engkau risau akan hal itu.
hello guys.....ketemu lagi kita...
semoga kalian semua dalam keadaan sehat yaa....
jangan lupa tinggalkan jejakmu....
__ADS_1