My Possessive Hubby

My Possessive Hubby
Sangat mengugah selera


__ADS_3

Luangkanlah waktu untuk bersilaturahmi  dengan teman, kita tak  tau siapa yang tetap berada di samping kita saat kita sedah kesusahan


“ Lagi sibuk ngapain sekarang Ars?” tanya Satria.


“ Seperti denganmu membantu mengelola perusahaan keluarga.”


“ Tumben – tumbenan sempet main, emang sedang nggak sibuk di kantor?” kata Shaka.


“ Kalau ngurusin kerjaan mulu kagak ada kelarnya ars.”


“ Aku kesini juga mau minta pendapat kamu.” Kata Satria. Satria memang biasa memanggil Ars karna lebih enak di dengar menurutnya.


“ Sepertinya sangat penting sekali ini. “ kata Shaka.


“ huuufft...” Satria menarik nafas panjang.


“ Sebenernya aku ingin meminta adikmu untuk bekerja di perusahaanku.” Kata Satria. Shaka masih diam mendengarkan sahabatnya berbicara.


“ Di perusahaanku sedang  membutuhkan desaigner, karna desaigner  yang kemaren resign dadakan karna tak di ijinkan suaminya bekerja lagi karna sedang  hamil . Sedangkan 1 bulan lagi akan di adakan peragaan busana tahunan dari perusahaanku. Dan masih banyak yang belum terselesaikan aku juga baru membuka lowongan baru untuk desaigner tapi sebenernya aku lebih tertarik dengan karya – karya adikmu. “ kata Satria.


“ Untuk hal seperti ini aku tak bisa memutuskan, biar dia yang memutuskan sendiri. Kami selalu mendukung apapun yang ia mau asal hal tersebut tak akan membahayakannya. Tetapi jika dia mau untuk berkerja denganmu tolong jaga dia seperti aku menjaganya.” Kata Shaka.


“Tentu, aku juga punya adik perempuan juga jadi aku tahu apa yang kamu rasakan. Bisakah kau mebantuku untuk membicarakan hal ini?” Kata Satria.


“ Baiklah, akan aku coba untuk berbicara kepadanya."


“ semalam ia juga mengatakan jika ia sedang mencari perusahaan textil yang bisa di ajak kerja sama,”


“ karna distributor kain yang biasanya berkerjasama dengan butiknya bangkrut karna kebakaran.”


“Bukankah salah satu perusahaanmu juga ada yang  bergerak di bidang textil? “ kata Shaka.


Mendengar perkataan Shaka muncullah ide di kepala Satria. Ia tidak akan menlewatkan kesempatan sudah ada di depan matanya.


“ yha, memang benar apa yang kau katakan Ars. “ kata Satria.


Satria dan Shaka mencium bau wangi yang sangat mengugah selera di sela sela obrolannya.

__ADS_1


“ heemmzz... harum sekali, membuat cacing di perutku meronta  - ronta.” Kata Satria seraya mengusap perutnya.


Shaka hanyatersenyum melihat tingkah sahabatnya, beggitulah tingkah sahabatnya jika sudah berada di tengah – tengah orang terdekatnya, tak seperti jika menghadapi para investor datar dan dingin.


“  Bersabarlah, mungkin Shanum sedang


menggeluarkannya dari open, pasti sebentar lagi di bawa kesini.” Kata Shaka.


“ jadi Shanum bisa memasak?” tanya Satria.


“ Heemzz...siapa lagi kalau bukan dia, karna kalau weekend memang semua yang kerja disini di liburkan, sedangkan mama dan ayah sedang keluar kota tadi pagi.” Kata Shaka.


Benar – benar  Calon Istri idamanan, membuatku semakin ingin untuk mempersuntingnya, astagfirullah... gumam Satria dalam hati.


Sedangkan di dapur Shanum sedang membuat teh hangat sembari menunggu kue yang sedang di panggang, setelah matang ia mengeluarkannya dari open dan menyajikannya di piring . setelah semuanya tetata rapi di nampan ia pun membawanya ke ruang keluarga untuk di nikmati bersama.


Terlihat Shaka dan Satria yang sedang asik mengobrol, melihat Shanum yang berjalan kearah mereka pun dengan nampan di tangannya, melihat hal tersebut Shaka langsung beranjak dari duduknya dan mengambil alih nampan yang di bawa oleh adiknya.


“Eemmzz...baunya sangat mengoda sekali dek. “ kata Shaka seraya melatakkan nampannya di atas meja dan ia kembali duduk di sofa.


 Sedangkan Sedari tadi pandangan Satria tak teralihkan dari kedua kakak beradik tersebut, ia juga memperhatikan bagaimana Shaka memperlakukan  adiknya.  Tetapi pandangannya lebih terfokus ada Shanum di tengah dibelakang Shaka. Hingga perkataan gadis manis tersebut membuyarkan lamunannya.


“ woow... sepertinya lezat sekali.” Kata Satria.


“ Tentu saja, pasti kamu bakal ketagihan Sat.”


“ Aku saja tak bisa berhenti jika sudah mengicipnya.” Kata Shaka.


“ Really?....” Kata Satria.


Mereka bertiga menikmati hidangan yang sudah di buat Shanum, yang membuatnya tak mau berhenti memakannya saking enaknya.  Hingga setelah mereka kenyang baru  berhenti menyantapnya. Sahnum sangat senang karna makanan yang ia buka di sukai oleh kedua pria tersebut.


“ deekk, kakak mau ngomong sesuatu sama kamu” panggil Shaka seraya meletakkan cangkir teh yang ada di tangannya.


“ iya,kenapa kak? “


“ biasanya juga kakak langsung nyerocos aja.” kata Shanum.

__ADS_1


“ Sat, kamu aja yang ngomong. “kata Shaka.


Shanum memicingkan matanya mendengar perkataan kakaknya, ia mengalihkan pandangannya ke arah Satria yang ternyata sedang memandangnya degan sangat intens.


“ huufft... “Satria menarik nafas panjang.


“ Di perusahaanku sedang membutuhkan seorang desaigner, dan saya tertarik dengan karya- karyamu. Apakah kamu bersedia bergabung di perusahaanku?.”


“ dan tadi Shaka juga bilang jika kamu sedang mencari distributor kain, saya bersedia menjadi distributor kain untuk butikmu, jika kau mau bergabung di perusahaanku.” kata Satria.


Shanum terdiam mendengar penuturan Satria ia memandang sang kakak yang duduk di sampingnya.


Shaka tau apa maksud pandangan adiknya.


“ semua terserah padamu dek, kakak akan selalumendukung  setiap tindakkanmu asal itu hal yang positif. “ kata Shaka.


Huuffft.....Shanum menarik nafas panjangnya.


“bolehkah aku meminta waktu untuk memikirkannya kak.” kata Shanum pada Satria.


“baiklah, segera hubungi aku jika sudah mantap mengambil keputusan. “ kata Satria.


“ Insyaallah, aku akan segera menghubungi kakak “


“ Tetapi kak Satria jangan terlalu berharap,” kata shanum.


“ Baiklah, tolong pertimbangkan tawaranku baik baik. Aku akan menunggu, tapi jangan


terlalu lama karna kami sangat membutuhkan seorang desainer saat ini.” Kata Satria.


“ iya..”kata shanum sambil tersenyum manis.


Akankah Shanum menerimanya?


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2