
Shanum menyandarkan kepalanya di bahu sang kakak, dengan tangan Shaka merangkul bahu Shanum dan mengusap lembut kepala adiknya.
Walaupun pandangannya terarah ke Tv tapi pikiran Shanum melanglang buana entah kemana, ia teringat dengan masalah yang sedang terjadi di butiknya.
" kak...aku mau nanya." kata Shanum.
Shaka menghentian elusan tangannya di kepala sang adik dan pandangannya teralih ke arah adiknya.
" Emz... mau nanya apa?" kata Shaka.
" kakak ada kenalan pengusaha textil gak?"
" Distributor kain yang biasa kerjasama sama aku kebakaran dan bangkrut."
" Tapi yang amanah. " kata Shanum.
Shaka mendengar perkataan adiknya ia terdiam sejenak sambari mengingat ingat.
" ada temen kakak yang salah satu perusahaannya ada yang bergerak di bidang textil"
" rencananya ia akan main kesini besok. " kata Shaka.
Mendengar penuturan sang kakak Shanum mengalihkan pandangannya ke arah sang kakak.
" Benarkah?..." kata Shanum dengan mata yang berbinar.
" Heemz... " Shaka berdehem menangapi sang adik.
" Mau gak ya aku ajak kerjasama? " kata Shanum.
" Sebenernya dia selektif banget memilih partner. "
" Tapi besok coba ngobrol aja dek, dia orangnya baik kok, "
" walaupun dia terlihat dingin tapi aslinya enggak. " kata Shaka.
" Okey... demi butik aku akan mencobanya, " kata Shanum dengan senyuman manis yang tersungging dari bibirnya.
Melihat tingkah shanum yang sangat mengemaskan menurut Shaka dan mencubit pipi sang adik.
" iihh kakak jangan di cubitin pipi aku... " kata Shanum sambil merenggut.
" Abisnya kamu ngemessin banget dek. "
" Sogok aja dek, pake kue buatan kamu, siapa tau bisa luluh tuh temen kakak, haha" kata Shaka.
__ADS_1
" diih emang kakak, di sogok pake kue langsung luluh. " kata Shanum sambil mencebikkan bibirnya, sedangkan Shaka tertawa terbahak - bahak mendengar perkataan adiknya. Shanum melanjutkan menonton film dalam diam sedangkan Shaka fokus pada ponselnya.
" Bobo yuk kak, udah ngantuk akunya. " kata Shanum sambil menguap.
" kamu duluan aja, ada yang harus kakak kerjakan dulu. " kata Shaka.
Mereka beranjak dari ruang keluarga menaiki satu persatu anak tangga dengan Shanum menuju ke kamarnya dan Shaka ke ruangan kerjanya.
Waktu terus berjalan hingga sang raja malam terlah beranjak ke peraduannya berganti dengan sang fajar mulai menyingsing di ufuk timur.
Shanum dan Shaka telah bersiap untuk mengantar kedua orang tuanya ke bandara.
" Kakak buruan, ..." kata Shanum sambil mengedor gedor kamar sang kakak.
" iya iya bentar... "teriak Shakka dari dari dalam kamarnya, ia sedang memakai kaos nya sambil berjalan ke arah pintu.
" kenapa sih dek teriak teriak... "
" gak bakal ketinggalan pesawat dek mama ayah. " kata Shaka.
Shanum tidak menimpali ucapan kakaknya ia langsung bergelanjut manja di lengan sang kakak dan menariknya kelantai bawah menyusul kedua orang tuanya yang sudah menunggu di ruang tamu.
ketika melihat kedua anaknya menuruni tangga Aditama beranjak dari duduknya dan melempar kunci mobil ynag ia pegang kepada anak sulungnya.
" Shaka , kamu yang nyetir ya! " kata Aditama.
mereka bergegas memasuki mobil yang sudah di siapkan di depan pintu utama oleh sopir keluarga Mahendra.
Shaka mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan ibu kota menuju bandara.
Lalu lintas hari ini tak sepadat hari biasanya karna hari weekend para pekerja lebih memilih mneghabiskan waktu bersama keluarganya.
Setelah menempuh perjalanan 1jam akhirnya mereka sampai di bandara, mobil yang mereka tumpangi memasuki area parkiran bandara. Mereka memasuki terminal pemberangkatan setelah beberapa saat menunggu terdengar bahwa pesawat tang akan terbang ke jepanng akan segera berangkat.
Aditama dan Zia berpamitan kepada kedua anaknya dan memeluknya satu persatu. Setelah melihat pesawat yang di tumpangi kedua orang tuanya sudah mengudara Shanum dan Shaka segera pulang kerumah.
Sesampainya di rumah Shanum langsung kembali kekamarnya untuk menganti bajunya dengan baju rumahan, tapi tetap menutup auratnya karna akan ada temen sang kakak yang akan berkunjung kerumah.
Shanum segera menuju ke dapuruntuk membuat cake dengan bahan - bahan yang telah ia beli kamaren sepulang dari butik.
ketika ia sedang berkutat dengan peralatan dapur terdengar bel berbunyi. Shanum meninggalkan sejenak kegiatannya dan mengambil kerudung yag sengaja ia taruh di kursi makan dan segera memakainya.
Ia beranjak ke arah pintu dan membukakan pintu karna para pembantu akan di liburkan saat weekend agar bisa menikmati waktu bersama dengan kelaurganya. Setelah pintu dibuka terlihatlah seorang pria tampan yang sedang berdiri di depan pintu.
" Assalamuallaikum.." ucap sang pria sambil tersenyum.
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam.. "
" Cari siapa kak?" tanya Shanum sambil tersenyum ramah.
Asa pernah lihat ini cowok tadi di mana ya? gumam Shanum dia dalam hati.
" Shakanya ada dek?" tanya pria tersebut sambil tersenyum manis.
Walaupun gak dandan dan hanya pakai baju rumahan tetap aja cantik, sikapnya lembut dan ramah sekali. gumamnya di dalam hati tetapi ia berusaha menutupi kekagumamannya dengan tetap bersikap datar.
Belum sempet Shanum menjawab sudah terdengar suara sang kakak dari arah belakangnya.
" Akhirnya yang di tunggu - tunggu dateng juga. "
" Satria Erlangga "
" gimana kabarnya bro?" kata Shaka sambil mengulurkan tangannya dan merangkul sang sahabat.
" Alhamdulillah sehat, seperti yang kamu lihat. " kata Satria sambil mengangkat kedua bahunya.
Shaka mengajak sahabatnya untuk masuk kedalam rumah menuju ruang keluarga agar lebih nyaman berbincang - bincang.
Shanum hanya diam saja memperhatikan dua orang pria yang sedang melepas rindu. Mengekori keduannya menuju ruang keluarga. Ketika Shanum mau kembali kedapur sang kakak memanggilnya.
" Dek, sini.. "
" ini kakak Satria sahabat kakak waktu kuliah di USA . " kata Shaka.
Mendengar ucapan sang kakak Shanum mengatukan kedua tangannya di depan dada dan tersenyum ramah.
" hello kak Satria, aku Shanum. " kata Shanum.
" hello adek manis, kita ketemu lagi " kata Satria tersenyum sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.
Mendengar uacapanSatria, Shaka memngkat alisnya, tapi Shanum hanya tersenyum mengabaikannya.
" silahkan di lanjut lagi ngobrolnya,"
" ada yang harus aku kerjakan. " kata Shanum, sambil berlalu mneinggalkan ruang keluarga menuju ke dapur. Sedangkan Satria dan Shaka sudah duduk santai sambil berbincang bincang.
Selamat membaca
jangan lupa kasih jempolnya ya
__ADS_1