
" Janganlah kau berpuas diri dengan hasil yang biasa - biasa saja, Ketika kau mempunyai kemampuan untuk mencapai hasil yang lauar biasa. "
Shanum dan Luna sudah kembali berkutat dengan kain yang sudah mereka pilih tadi. Mereka sedang membuat sample dengan kain dan desaign yang berbeda dari planning awal.
" Num, kita harus secepatnya mencari distributor kain yang baru." kata Luna.
"Iya, setelah kita menyelesaikan ini dan mengirimnya ke bagian produksi. "
"Setelah ini coba cek perusahaan - perusahaan textil yang bisa kita aja bekerja sama." kata Shanum tanpa mengalihkan pandangannya dari kain yang sedang ia gunting di meja potong.
" Assiiiaaap..." timpal Luna yang masih asik memilah pernak pernik di dalam box.
" Num, kamu tau gak tadi siapa yang makan di sebangku dengan kita tadi? " Tanya Luna.
" Gak tuh, emang kenapa?" jawab Shanum.
" Ganteng banget Num, hehehe. " kata Luna sambil cekikikan.
Mendengar perkataan sahabatnya Shanum menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatap sang sahabat.
"Lun, tundukan pandangan, kita gak tau apa ia sudah ada yang punya atau belum, tak baik memandang sesuatu yang belum halal bagi kita. " Kata Shanum.
"hihi, kan sayang Num ada pemandangan indah di depan mata tapi di anggurin aja. " Tukas Luna masih muka konyolnya.
__ADS_1
"heeemmmzzz, sesukamu lah Lun, kalo dosa kamu sendiri yang nanggung. " kata Shanum.
" Diiih... kok bawa - bawa dosa sih Num, kan cuma mandang dikit doang, abisnya sayang kalo gak di pandang ada yang bening di depan mata." tukas Luna masih terbayang bayang wajah tampan rupawan yang tadi ia lihat.
Shanum hanya diam saja tak menimpali perkataan sang asisten sekaligus sahabatnya tersebut ia kembali fokus dengan pekerjaannya. Karna tak ada respon dari sang sahabat Luna kembali melanjutkan kegiatannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di Bagaskara group Satria sudah kembali berkutat dengan dokumen dokumen yang harus ia bubuhkan tanda tangannya. Tapi pikirannya masih terbayang - bayang wajah Shanum yang sedang tersenyum manis.
"Astagfirullah,kenapa gak hilang - hilang, semakin lama seperti di pelupuk mata saja." kata Satria sambil menyugar rambutnya kebelakang. Ia mengambil ponselnya untuk menelfon Richo.
"cho, tolong carikan informasi tentang Shanum Almahyra secara detail jangan samapi terlewat satu pun." titah Satria tegas dan tidak mau di bantah, tanpa menunggu jawaban di seberang sana ia langsung memutuskan sambungan telfonnya.
Tapi tak urung ia tetap melakukan perintah atasannya tersebut.
Tak sulit bagi seorang Richo untuk mendapatkan data seseorang karna ia sedikit mengerti tentang IT.
Richo melenggang masuk kedalam ruangan Satria tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Satria mengalihkan pandangannya melihat sahabatnya yang masuk dengan muka di tekuk.
" kenapa tuh muka kaya cucian belum di setrika aja." kata Satria.
Richo tak menimpali ejekan sahabatnya tersebut ia langsung menduduk dirinya di sofa yang ada di ruangan Satria dan meletakkan dokumen yang ia bawa diatas meja.
__ADS_1
" Nih semua informasi yang kami mau." kata Richo.
Satria beranjak dari kursi kebesarannya menghampiri sang sahabat.
Satria meraih dokumen tersebut dan membacanya dengan teliti. Senyum tipis terbit di bibirnya saat mengetahui bahwa sang gadis yang ia kepoin belum menikah dan tak pernah terlihat berdekatan dengan seorang lelaki, kecuali kakak dan ayahnya.
Tetapi ia sangat kaget saat mengetahui nama lengkap sang gadis ternyata ia adalah putri dari keluarga Mahendra.
Ia cukup tahu keluarga tersebut karna Shaka adalah sahabatnya sewaktu menempuh pendidikan di luar negeri, tapi ia tak mengetahui jika ia mempunyai seorang adik yang sangat cantik dan mampu menarik perhatiaannya.
"Sat, gue perhatiin loe tertarik ya sama Shanum, " kata Richo.
" Gue gak tau cho ini apa tapi bayangan wajahnya yang sedang tersenyum serasa di pelupuk mata," kata Satria tak mengalihkan pandangan dari kertas yang ia baca.
Mendengar hal tersebut Richo tersenyum, baru kali ini ia melihat sahabatnya tertarik seorang wanita, biasanya Satria yang selalu di kejar - kejar tapi selalu saja menghindar.
" palingan besok juga loe lupa sat . " kata Richo
" entahlah..." timpal satria.
*selamat membaca ...😀
jangan lupa kasih jempolnya😘
__ADS_1
dan jangan lupa tulis pendapatmu di kolom komentar yha ...😉*