My Possessive Hubby

My Possessive Hubby
Ayam Bakar Madu


__ADS_3

Luna juga sudah bergabung dengan mereka, tadi saat dari gudang ia tidak naik ke ruangan Shanum tetapi langsung menuju mushola. Karena ia sudah di kasih tahu oleh Maya jika shanum sedang ada tamu.


Betapa kagetnya ia saat tahu siapa tamu yang sedang bersama dengan Shanum, tetapi ia hanya diam saja nanti setelah semuanya selesai baru akan bertanya pada sahabatnya tesebut.


" Lun, bilangin sama anak- anak nggak usah pesen makan tadi aku udah pesen sekalian buat mereka." kata Shanum yang berada di samping Luna .


" iya,........"


" By the way, aku gak salah lihat kan Num, itu kan Satria Erlangga  CEO bagaskara Group?" Bisik Luna sembari matanya melihat Satria yang sedang  keluar dari mushola.


Shanum tidak menanggapinya ia hanya memganggukan kepalanya.


" Ternyata aslinya lebih tampan Num." kata Luna.


" Jangan di lihatin mulu, bukan muhrim. Bisa jadi jodoh orang itu. Nanti sakit hati. " kata Shanum saat melihat sang sahabat tak bisa mengalihkan pandangan dari makhluk hampir sempurna yang di ciptakan Allah yang sedang berjalan dengan gagahnya. Luna cemberut mendengar perkataan Shanum.


Setelah selesai sholat Satria keluar terlebih dulu dari mushola, sedangkan  di dalam sana para wanita yang sedang merapikan perlengkapan sholatnya.


Ia berjalan menyusuri ruangan tersebut dan melihat - lihat berbagai pakaian yang ada di sana.


Tanpa sengaja ia melihat keluar ternyata ada seorang pria di depan pintu masuk. Ternyata ada abang go food yang kan mengantarkan makanan yang akan tadi di pesan oleh sahnum.


" Assalamuallaikum.." kata Satria.


" Wa'alaikumsalam... Maaf Tuan saya mau mengantar pesanan atas nama Nona Shanum." kata Abang go food.


" Ohh iya, jadi berapa totalnya bang?" kata Satria.


" Semuanya 350.000 tuan. " kata abangnya seraya menyerahkan makanan tersebut kepada Satria.


Satria mengambil 4 lembar uang seratus ribuan dan membayarnya,


" kembaliannya untuk abang saja." kata Satria.


" Trimakasih Tuan." katanya.


" Sama - sama..." kata Satria seraya melangkah memasuki butik sembari menenteng makanan tersebut di tangannya.


Satria meletakkan makanan tersebut di meja kasir karna tak ada meja lain yang ada di sana.


Ia melihat betapa banyaknya makanan yang di pesan Shanum sudah bisa menebak pasti untuk karyawannya juga. Gadis yang peduli dengan orang - orang di sekitarnya gumam Satria di dalam hati.

__ADS_1


Satria asik dengan pikirannya sendiri sampai tak menyadari jika Shanum sudah berada di dekatnya, hingga suara lembut Shanum membuyarkan lamunannya.


" Ternyata makanannya udah dateng ya kak?


"mana abang go foodnya? aku belum bayar." kata Shanum sambil berjalan menuju ke luar ingin mencari abang go food yang mengantarkan pesanannya.


" Abang go food udah pergi."


" Tadi udah kakak bayar Num, sini masuk lagi." kata Satria.


 Shanum pun menuruti perkataan Satria karna memang sudah tak ada lagi abang go foodnya.


" Nanti uangnya aku ganti ya kak?" kata Shanum.


" Sudah tak usah di ganti,..." kata Satria.


" Tapikan aku gak enak kak." kata Shanum.


Satria tak menanggapi perkataan Shanum ia malah sibuk memperhatikan Shanum yang sedang mengeluarkan makanan dari kreseknya.


" Kita makan di atas aja ya kak sambil melanjutkan pembicaraan kita tadi." kata Shanum.


" iya, sini biar kakak yang bawakan..." kata Satria sambil mengambil bungkusan yang ada di tangan Shanum.


Sesampainya di ruangan Shanum, Satria langsung mendudukan dirinya di sofa sedangkan Shanum mengambil peralatan makan di pantri kecilnya dan tak lupa menyiapkan minum untuk mereka berdua.


" Aku gak tau kesukaan kaka apa, jadi aku hanya pesan ayam bakar madu tadi, yang paling deket dari sini, hihi." kata Shanum seraya membuka makanan yang ada didepannya.


" Kakak gak pilih-pilih makanan Num, apa aja kakak makan yang penting halal." kata Satria menimpali perkataan Shanum.


" Insyaallah ini halal kok. Hayuk di makan nanti keburu dingin gak enka lagi nanti." kata Shanum.


Satria dan Shanum makan dalam diam menikmati makanan yang sedang mereka santap. Setelah selesai makan barulah mereka melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda.


Waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa adzan Asar sudah berkumandang terdengar sayup -sayup dari butik Shanum karna memang jaraknya yang terlalu jauh dari butiknya. Pembicaraan tentang kerjasama mereka pun juga telah selesai, maka Satria pamit kembali kekantornya karna pekerjaannya yang masih banyak.


" Kakak balik dulu ke kantor ya Num."


" Jangan lupa besok kamu sudah mulai bekerja ke Bgaskara Group." kata Satria mengingatkan Shanum.


" Siap..."

__ADS_1


" kakak gak sholat dulu?" kata Shanum .


" Nanti di jalan kakak mampir ke masjid yang di deket kantor saja, " kata Satria.


Shanum mengantar Satria sampai di depan butik, setelah mobil Satria tak terlijat lagi barulah ia kembali ke dalam.  Saat akan kembali keruangannya ia bertemu dengan Luna yang langsung mengekorinya. Sesampainya di atas Luna langsung memcecarnya dengan berbabgai pertanyaan, Shanum pun manjawabnya dengan senang hati.


000000000000000000000000000000000000000


Dalam perjalan keperusahaan Satria tak berhenti tersenyum mengingat wajah Shanum yang seakan ada di pelupuk matanya. Sebisa mungkin ia mengenyahkan karna ia sedang menyetir dan harus fokus agar tak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Sebelum sampai di kantor Satria terlebih dulu singgah ke masjid untuk menjalankan kawajibannya sebagai seorang muslim.


Sesampainya di kantor ia sudah di suguhkan dengan tumpukan dokumen yang melambai lambai minta di selesaikan. Ia mengambil poselnya di saku celananya dan menghubungi seseorang untuk datang keruangannya.


himngga taklama bersekang pintu ruangannya di ketuk dari luar. Sreet terdengar suara pintu terbiuka dan nampakklah seorang pria yang sedang berjalan ke arahnya.


" Kenapa manggilin aku." kata Richo.


" Buatkan kontrak kerjasama dengan Paredise Butiq, dan kontrak karja untuk desainer baru kita." kata Satria.


" Haaahh.... kan interviewnya belum selesai? trus desainer mana maksudnya Boss?" kata Richo.


" Shanum Almahyra yang akan menjadi desainer kita" kata Satria.


" Waahh, kayaknya aku ketinggalan info ini."


" Bagaimana ceritanya kenapa tau - tau Shanum jadi desainer kita?" kata Richo.


Satria pun menceritakannya kepada Richo secara garis besarnya, sedangkan Richo yang menjadi pendengar yang baik pun hanya mangut - mangut tanda bahwa ia sudah memahami apa yang bossnya sampaikan.


" Kalo sudah sana buatkan kontrak kerjanya." kata Satria,


" Aku pinjem laptopmu saja ya boss, males banget mau balik keruanganku." kata Richo.


" Heemmzz...." Satria hanya berdehem menaggapi perkataan Richo, sedangkan yang bersangkutan sudah berjaln ke lemari yang ada di ruangan tersebut untuk mengambil laptop ynag iabutuhkan.


Dengan cekatan Richo mengerjakan apa yang di perintahkan Bossnya, ia tak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.


Sedangkan Satria kembali   di sibukan dengan membubuhkan tanda tangan di dokumen - dokumen yang sudah ia periksa terlebih dulu, walaupun dokumen tersebut sudah di periksa oleh Richo dan Vina tapi ia harus memastikannya terlebih dulu sebelum di tanda tangani.


Segala sesuatu yang di kerjakan serasa bersama - sama akan terasa lebih ringan dan menyenangkan, dan yang pastinya akan lebih cepat selesai.

__ADS_1


Hai hai hai...Ketemu lagi kita di sini ya guys.....


Jangan lupa tinggalkan kesan pesanmu untuk author yaa......


__ADS_2