
" bagaimana dengan persiapannya?" Tanya Satria.
" Persiapannya baru berjalan 50% dan sebagian desainnya belum selesai di kerjakan." Kata Richo.
" hemz.... cepat cari pengantinya Cho, kita tak punya banyak waktu." kata Satria.
" tak akan mudah kita menemukan yang pas dalam waktu yang singkat sat." kata Richo.
" Ada banyak desainer di negara ini yang berprstasi Richo ." kata Satria.
" baiklah" jawab Richo.
Richo kembali kemali ke ruangannya dan menghubungi bagian HRD untuk membuka loker untuk karyawan desain.
Tak sampai di situ ia juga mencari info para desaigner2 dinegara tersebut.
Setelah mendapatkan data yang ia inginkan ia kembali lagi ke ruangan Satria.
tok tok tok
"masuk." kata Satria dari dalam ruangan.
" Sat ini ada beberapa data desainer yang mungkin bisa kita ajak kerjasama." kata Richo.
Satria tak menjawab perkataan Richo, Ia mengambil data tersebut dan memeriksannya dengan teliti.
Perhatiannya tertuju pada data seorang gadis yang wajahnya sangat familiar untuknya.
" Shanum Almahyra , aku seperti familiar, dia mirip seseorang tapi siapa cho?" tanya Satria sambil menatap Richo.
Richo hanya mengangkat kedua bahunya mendengar penuturan sahabatnya. Satria kembali memeriksa data data yang lainnya.
"Sat jam 10.00 wib kita ada meeting dengan klien dari jepang." kata Richo. Mendengar perkataan Richo tersebut Satria langsung melihat jam tangan mahal yang bertengger di pergelangana tangannya.
__ADS_1
"kita berangkat sekarang aja,lebih baik kita menunggu sebentar dari pada terlambat." titah Satria sembari bangkit dari kursi kebesarannya dan memakai jas yang sedari tadi mengantung di belakangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Shanum dan Luna masih berada di gudang memilah milah kain yang di rasa cocok,saking seriusnya sampai tak menyadari jika sudah masuk jam makan siang.
" Makan yuk lun, lapeer!" kata Shanum.
" Sama,mau makan di mana kita?" Tanya Luna.
" Di rumah makan samping butik sajalah, biar tak perlu jauh - jauh." jawab Shanum.
" iya disana makanannya juga enak- enak." timpal Luna.
Mereka keluar dari butik sambil mengobrol memasuki rumah makan sunda di samping butik. Shanum dan Luna masuk kedalam rumah makan dan mencari bangku yang kosong, karna ini adalah jam makan siang sehingga semua meja penuh.
Hingga Shanum melihat ada dua kursi kosong di depan 2 pria yang sedang berbincang. mereka menghamporinya dan meminta ijin untuk duduk di depan mereka.
" Maaf tuan, bolehkah kami duduk di sini karna semua kursi sudah penuh? " kata Shanum.
"Silahkan nona. " kata Richo. Ya kedua pria tersebut adalah Satria & Richo yang singgah untuk makan siang setelah meeting dengan klien tadi.
" Trimakasih tuan." kata Shanum sambil tersenyum hangat.
Satria yang sedari tadi diam memperhatikan kedua gadis tersebut di buat terpesona dengan senyuman Shanum.
"bukankah dia Shanum Almahyra, ternyata aslinya lebih cantik dari pada di foto." kata Satria di dalam hati.
" apakah nona nona sudah memesan makanan? " tanya Richo.
" sudah tuan." kata Luna.
beberapa saat pun makanan datang, mereka makan tanpa berbicara, sesekali Satria mencuri pandang kearah Shanum, tapi Shanum hanya cuek ia fokus dengan makanannya.
__ADS_1
"baru kali ini ada perempuan yang tidak jaim di depanku. " gumam Satria.
Richo hanya diam saja melihat tingkah sahabatnya, "mungkinkah Satria tertarik dengan nona Shanum. " gumam Richo.
Luna pun memperhatikan Satria yang mencuri curi pandang kepada sahabatnya, tapi ia tak mempedulikannya, karna ia lebih tertarik pada ketampanan Richo.
setelah selesai makan siang mereka lembali ke kantor masing2.
Saat di perjalan ke kantor Satria menanyakan tentang Shanum kepada Richo.
" cho, bukankah yang makan bersama kita tadi adalah Shanum desainer muda yang baru naik daun itu. " kata Satria.
" iya, dan butiknya yang ada di sebelah rumah makan tadi. kenapa Sat? cantik yha? " kata Richo menjahili sahabatnya.
" Iya, cantik sekali. " ucap Satria tanpa sadar sambil membayangkan Shanum yang sedang tersenyum.
" hahahaha... baru kali ini seorang Satria Erlangga Bagaskara terpesona seorang wanita." kata Richo sambil tertawa terbahak bahak.
Mendengar tawa Richo membuat lamunan Satria, ia pun memukul lengan Richo yang sedang menyetir mobil.
" sialan loe. gua juga laki laki normal kali, masih tertarik dengan wanita." kata Satri sambil mendengus kesal.
" syukur deh kalo masih normal." timpal Richo.
" maksud loe.. " kata Satria dengan tatapan tajamnya yang serasa menusuk tulang.
" gx usah kaya gitu juga ngelihatnya, ngeri gur. "
" sedari dulu jika ada wanita yang ngedeketin, loe lempeng aja, kaya jijik gitu loenya .yha wajar lah kalo gue mikirnya loe bengkok." kata Richo.
" aku gx suka perempuan ganjen, jijik gue lihatnya. " kata Satria.
Obrolan mereka pun berlanjut hingga sampai di kantor. jika sudah sampai di perusahaan pembicaraan hanya tentang pekerjaan, kecuali kalo hanya mereka berdua saja.
__ADS_1
màafkan author yang baru up, karna kesibukan di dunia nyata 😁