
" melihat apa yang ada di bawah kita itu agar kita selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini"
" Aku akan menerimanya, tapi kamu yang bertanggung jawab di butik, karna aku tak akan datang setiap hari kesini." kata Shanum.
" apakah aku bisa? aku sudah terbiasa denganmu Num." kata Luna insecure.
" kamu pasti bisa."
" jangan mau kalah sebelum berperang."
" kita tak akan tau sebelum mencoba." kata Shanum memberi semangat seraya memberi tepukan halus di pundak Luna.
" Baiklah, tapi janji jika aku menghubungimu harus cepat kamu jawab." kata Luna.
" Aku tak bisa janji Lun, " kata Shanum.
Luna memanyunkan bibirnya mendengar perkataan Shanum. Sahabatnya yang satu ini memang tak mau berjanji karna ia takut tak bisa menepatinya. Tetapi ada benarnya juga sih.
" Tapi akan aku usahakan, dan aku akan memantaunya dari jauh. "
"ada yang masih menganjal?" kata Shanum.
Luna hanya mengeleng mendengar perkataan Shanum. Ia pun beranjak dari duduknya dan akan kembali terjun ke gudang untuk melihat lagi persediaan kain.
Setelah pembicaraan dengan Luna Shanum berencana menghubungi Satria tapi terlebih dulu ia menyelesaikan rancangannya.
00000000000000000000000000000000000000000000000000
Sedangkan di Bagaskara Group Satria sedang meeting dengan para investor terkait Fashion Show yang akan berlangsung 2 bulan lagi, tetapi persiapannya belum rampung masih setengah jalan.
Setelah perdebatan alot yang memakan waktu 2 jam akhirnya meeting di akhiri dan belum ada kepastian. Dilantai bawah Richo sedang menangani para pekamar untuk interview lanjutan untuk para calon desainer.
Dengan langkah tegap Satria keluar dari ruang meeting di ikuti vina di belakangnya.
" Vin, kamu langsung balik saja ke atas, saya mau menyusul Richo di bawah. " kata Vina yang berada dibelakangnya.
" Baik pak." kata Vina dengan membawa dokumen di tangannya. Mereka berdua berpisah didepan lift Satri memasuki lift khusus para petinggi perusahaan sedangkan Vina memasuki lift Kariyawan.
Di depan ruang ruang interview sudah ada beberapa pelamar yang sedang menunggu Giliran nama mereka di panggil. Tanpa mengetuk pintu Satria memasuki ruang interview, di lihatnya Richo sedang menginterview seorang wanita.
Richo hanya melirik kedatangan Satria tanpa menyapanya, ia melanjutkan mewawancarai pelamar di depannya. Satria hanya memperhatikan tanpa berkata apapun. Setelah pelamar tersebut meninggalakn ruangan barulah Satria bertanya pada Richo.
"Bagaimana Cho apa sudah ada yang memenuhi kriteria?" tanya Satria.
__ADS_1
" Hufft..."
" Kebanyakkan yang melamar belum punya pengalaman,baru pada lulus semua Bos, aku gak yakin bisa kalo buat fashion show." kata Richo.
Satria mengerutkan keningnya mendengar perkataan Richo, ia teringat penawaran yangia sampaikan pada Shanum beberapa hari yang lalu.
" Tak ada cara lain hanya dia harapanku saat ini." Gumam Satria tapi masih terdengar oleh Richo yang berada di sampingnya.
" Maksudnya apa Bos?" kata Richo.
Satria hanya menengok tanpa menjawab pertanyaan Richo.
" Lanjutkan saja intervewnya,"
" Ada yang harus aku urus." kata Satria dan beranjak dari duduknya melangkah keluar tanpa menunggu jawaban Asistennya.
Richo hanya mendelikkan bahu menlihat tingkah sahabatnya yang menjabat sebagai Bosnya tersebut.
Satria langsung balik keruangannya mengambil ponselnya yang ia tinggalkan tadi sebelum meeting. Ia menscrool kontak yang ada di ponselnya.
Tuuut tuuut tuuut
" Hallo... ada brow tumben telpon di jam kerja." suara di sebrang sana.
" Ars, minta no adek kesayanganmu." kata Satria.
" Jangan berburuk sangka jika belum tau, tanya dulu baru simpulkan. Aku cuma mau minta jawaban dari tawaran aku beberapa hari yang lalu, karna aku lagi butuh Desainer secepatnya. " kata Satria panjang lebar.
" Nanti aku kirim, adalagi gak, kalau gak aku matiin nih, aku ada meeting 10 mneit kagi."
" Udah, gak ada lagi. makasih Ars." kata satria.
Tak lama berselang lama setelah panggilan telponnya berakhir, ada notifikasi di ponsel Satria, ternyata pesan dari Arshaka. Dengan cepat ia membukanya dan langsung melakukan panggilan kepada Shanum.
Tuut tuut tuut..
" Assalamuallikum..." suara lembut di sebrang sana.
" Wa'alaikumsalam. Dek, ini aku Satria. apakah kamu ada waktu nanti, ada yang ingin aku bicarakan denganmu?" kata Satria.
" Owh... kirain siapa. Bisa kak, di mana?"
" Di butik kamu aja, aku ada pertemuan dengan klien abis ini gak jauh dari butikmu." kata Satria.
" Baiklah, aku tunggu."
__ADS_1
" Assalamuallaikum."
" Wa'alaikumsalam."
Setelah panggilan selesai Satria langsung bersiap untuk bertemu klien di luar, ia pergi bersama dengan Vina karna Richo yang sedang di sibukkan dengan interview.
" Ayo Vin kita berangkat sekarang! Apakah berkas - berkasnya sudah kamu siapkan?" kata Satria saat sampai dedepan meja Vina yang ada di depan ruangannya.
" Sudah pak, tinggal berangkat aja." kata Vina.
Satria berjalan terlebih dulu dan Vina mengikutinya di belakangnya sembari menenteng bekas yang di butuhkan.
setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit mereka sudah sampai di restoran melati dan langsung menuju ruang VIP yang sudah di booking oleh Vina tadi, tak lama berselang klien yang mereka tunggu datang juga.
1 jam sudah mereka berdiskusi dan pertemuan tersebut berakhir dengan kesepakatan yang saling menguntungkan. Mereka berjalan beiringan keluar dari Restoran menuju ke kendaraan masing 2.
" Vin kamu balik kantor pake taxi ya, saya masih ada urusan. " kata Satria.
" Baik pak." jawab Vina.
Satria memasuki mobilnya dan mengemudikannya menuju butik Shanum. Saat melihat mobil Bosnya sudah tak terlihat lagi Vina menyetop taxi yang sedang melintas.
Sebelum sampai ke butik Satria berhenti di sebuah toko kue yang ia lewati dan membeli beberapa untuk di bawa kebutik.
Apa yang kita tanam maka itu pula ynag kan kita tuai, jika kita berbuat baik terhadap sesama maka kita akan mendapatkan kebaikan begitupun sebaliknya, jika kita menanamkan keburukan maka kita akan menuai keburukan juga suatusaat nanti.
.
.
Hello guys,,,, semoga semuanya dalam keadaan sehat yha.
Maafkan aku yang belum bisa update setiap hari yha.
selamat membaca ...
jangan lupa tinggalkan jempolnya...
__ADS_1