My Possessive Hubby

My Possessive Hubby
Hal Tak Terduga


__ADS_3

Happy reading...........


*************************


Jari jemari Shanum sangat piawai sekali mengoreskan pena, kertas  yang tadinya putih bersih sekarang sudah penuh dengan berbagai macam desain baju yang terlihat sangat cantik dan apik. Berbagai gaun musim panas sudah ia desain untuk produk baru yang akan launching bulan depan.


Paradise Fashion adalah nama butik milik Shanum, butik yang ia dirikan dari hasil kerja kerasnya sendiri saat dia masih berstatus mahasiswa.


Setiap  bulan Shanum akan  mengeluarkan produk baru for daily dari butiknya. Walaupun begitu Shanum tak memproduksinya dalam jumlah yang banyak tapi hanya beberapa saja, tetapi dengan berbagai varian model.


Hari ini Shanum berencana untuk membuat sample produk yang akan di keluarin bulan depan. Ia mempersiapkan segala sesuatu yang di gunakan untuk membuat pola dan memotong bahan.


Shanum dengan sangat telaten membuat pola dari sketsa yang sudah ia buat. Kain sudah ia rentangkan di atas meja potong dan mulai menyusun pola dan mulai memotongnya.


saking fokusnya ia tak menyadari jika Luna sudah ada di sampingnya.


"Num, kain yang kemaren kita pesan di batalkan karna terjadi kebakaran di distributor." kata Luna.


Shanum mengalihkan pandangannya ke arah Luna.


"untuk persediaan yang kita punya bagaimana Lun?" tanya Shanum. Luna mengelengkan kepalanya.


" Kita kemaren kan baru ngambil sample Num,Pengiriman dalam skala besarkan baru minggu depan." kata Luna.


heemmzz..... Shanum menarik nafas panjang.


" Ya mau gak mau kita harus mencari distributor baru." kata Shanum.


"haah gak mudah mencari distributor dalam waktu dekat."  kata Luna.


" Yah.. pilihannya cuma mencari distributor baru atau kita ganti model menyesuaikan stok kain yang kita punya." kata Shanum dengan santainya padahal luna sudah risau dengan muda kusut.

__ADS_1


" Diiiihh... tu muka kenapa lecek kaya gitu."


" Gak usah terlalu di pikirkan, kita semua juga tidak mengharapkan ini semua terjadi." kata Shanum sambil menepuk bahu Luna.


" kenapa kamu bisa setenang ini Num, padahal aku sudah pusing memikurkannya." tukas luna dengan  memanyunkan bibirnya.


Shanum tersenyum dan berjalan mendekati Luna, mengusap lembut bahunya.


"Segala sesuatu harus di pikirkan dengan kepala dingin, kalo kita sedang kalut tak akan terselesaikan itu masalah. Belajarlah menyikapi sesuatu dengan tenang." kara Shanum.


Luna mencerna apa yang di katakan sahabatnya tersebut, dengan perlahan ia menarik nafas panjang untuk menenangkan hatinya. Shanum ynag melihat sabahatnya seperti itu hanya tersenyum.


" Ayo kita cek persediaan kain di gudang." kata Shanum mengandeng tangan Luna menuju gudang produksi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat  yang berbeda seorang pria tampan sedang duduk di kursi kebesarannya berkutat dengan dokumen  yang mengunung di meja kerjanya. Pandangannya tak lepas dari laptop di depannya, jari jemarinya dengan sangat lincah menari nari di atas keybord.


Satria adalah putra pertama dari pebisnis hebat Bayu Pradita Bagaskara sang istri Adelia Ayunindia.  Untuk orang - orang di dunia bisnis sudah tak asing dengan Bayu Pradita Bagaskara sang raja bisnis pada masanya yang sekarang di lanjutkan oleh sang anak.


Satria adalah seorang pria tampan rupawan yang sangat mempesona setiap mata yang memandangnya, banyak wanita diluar sana yang tergila - gila padanya, tapi belum ada wanita yang mampu mengetarkan hatinya.


Bahkan dia merasa risih dengan semua wanita yang mendekatinya, kebanyakkan dari mereka mendekatinya karna kekayaan yang ia punya.


tok tok tok


"masuk" kata Satria.


kreett


Terdengar suara pintu di buka, tapi Satria tak mengalihkan pandangannya, tetap fokus pada laptop di depannya.

__ADS_1


"Sat,ada yang mau aku sampaikan.." kata Richo dengan wajah yang tak setenang biasanya.


Jika sedang berdua mereka tak akan mengunakan kata formal walaupun membicarakan masalah pekerjaan mereka akan berbincang layaknya teman.


Satria mengalihkan pandangannya ke arah sahabatnya yang merangkap jabatan sebagai asisten pribadinya.


Richo Arya Permana sahabat sekaligus teman sepermainan dari jaman mereka kecil sampai saat ini.  mereka tumbuh bersama dengan lingkkup yang sama dan rumah mereka juga bersebelahan.


"Ada hal penting apa Ric? kenapa wajahmu setegang itu." kata Satria.


"emz... Desaigner yang bertanggung jawab untuk pameran 2 bulan lagi resign Sat." kata Richo.


"kenapa dadakan sekali?" tanya Satria.


"Suaminya tidak mengijinkan ia bekerja karna sedang hamil muda Sat" kata Richo.


Satria yang mendengar alasan itupun tak bisa menahannya,karna seorang istri memang harus mematuhi perintah suaminya, mungkin jika Satria berada di posisi itu alan melakukan hal yang sama.


"bagaimana dengan persiapannya?" tanya Satria.


"persiapannya baru berjalan  50%  dan sebagian desain belum selesai di kerjakan." kata Richo.


Dalam hidup ini banyak yang tidak terduga dan tidak kita harapkan,tetapi itulah hidup kita tinggal mengikuti skenario yang ada.


.


..


selamat membaca 😊


jangan lupa dukung author 😉

__ADS_1


__ADS_2