My Possessive Hubby

My Possessive Hubby
Permintaan Shaka


__ADS_3

“kak masih lama itu kejaannya selesai? ”tanya Shofia.


“Tinggal 2 berkas lagi dek. “ kata Satria


“ Siapa suruh tadi nyusullin kakak, enakakn juga di rumah.” Kata


Satria.


“ Orang di rumah Cuma sendirian. “kata Shofia sambil memasukan cemilan kedalam mulutnya.


“ Ya udah berarti harus sabar, kan udah jadi pilihan


kamu nungguin kakak kerja, jadi jangan banyak tanya, gak selesai – selesai ini kerjaan kakak kalau kamu nanya mulu.” kata Satria.


“ Huufffttt... “ Shofia menarik nafas panjang tapi tak urung ia juga menuruti ucapan sang kakak dan melanjutkan menonton drama kesukaannya sambil rebahan di sofa.


Setelah menyelesaikan perkerjaannya Satria mengajak sang adik untuk pulang karna ia tak tega melihat adiknya menunggu terlalau lama.


Sebenernya hari ini ia berencana untuk pulang terlambat untuk membahas penganti desainnya yang resign dengan Richo tapi ia urungkan.  Ia menghubungi Richo dan mengajaknya untuk pulang dan melanjutkan pekerjaan mereka


Mereka bertiga berjalan di koridor kantor dengan Shofia bergelanjut manja di lengan kiri sang kakak dan di apit dua pria tampan sejuta pesona.


“ Ric, kerumah dulu ya kita ada yang pengen aku diskusikan


denganmu.” Kata Satria.


“ siap. “ awab Richo singkat.


Para  kariyawan yang belum pulang hanya bisa mengagumi ketampanan dan kecantikan mereka dari kejauhan.


Mareka bertiga memasuki lift khusus petinggi perusahaan dengan Shofia yang terus berceloteh tanpa henti dan kedua tampan tersebut sesekali menimpali celotehannya.


Mereka memasuki mobil masing masing menyusuri padatnya jalanan ibukota yang begitu padat karna jam pulang kantor.


Setelah 45menit berkendara kedua mobil tersebut memasuki pelataran kediaman Bagaskara. Mereka memasuki rumah dengan Shofia langsung menuju ke kamarnya untuk bebersih, sedangkan Satria dan Richo langsung menuju keruang kerja Satria yang ada di sebelah kamarnya.


“ Richo apakah sudah ada desaigner yang melamar keperusahaan?” tanya Satria setelah sampai di ruang kerjanya


“ Tadi sudah ada beberapa yang memasukan CV mungkin senin depan kita akan mulai interview.” Jawab Richo.


“ Emmzz... aku percayakan semua padamu,”


“ Tapi kita juga harus mencari aternatif lain untuk mengantisipasi  hal hal yang tidak terduga.” kata Satria sambil menepuk pundak sang sahabat.


“ Baiklah...” timpal Richo.


Setelah sedikit pembahasan tersebut mereka mengerjakan beberapa dokumen yang mereka bawa dari kantor tadi. Satria memang sengaja membawa pekerjaannya kerumah agar saat akhir pekan bisa menikmati waktu bersama

__ADS_1


keluarga, begitupun dengan Richo.


Setelah 1 jam mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya.


“ Cho, makan malam sekalian baru pulang. “kata Satria.


“ Sat, aku langsung pulang,”


 “tadi mama udah pesen buat makan malam di rumah.”


“ makanan spesial kata mama, hihi.” Jawab Richo sambil terkekeh.


“ ya sudahlah, kalau menyangkut orangtua udah gax bisa  berkutik lagi. “ kata Satria.


Satria mengantarkan Richo sampai di depan pintu, saat mobil Richo sudah melewati pintu gerbang barulah ia masuk menuju kekamarnya dan membersihkan diri. Setelahnya ia makan malam bersama  dengan ayah dan bundanya.


ooooooooooooooooooooooooooooooooooooo


Begitupun dengan kediaman mahendra saat ini sedang berkumpuldi ruang keluarga sedang berbincang bincang santai.


" Shaka, Shanum "


" besok mama dan ayah harus keluar kota " kata ayah Adi.


" kok dadakan banget sih yah?" tanya Sahnum.


" iya sayang, tadi sekertaris ayah ngabarinnya dadakan dan gak mau di wakilin . "  jawab ayah Adi.


" Harus itu, siapa lagi yang mau jagain adek klo bukan kakak." tukas Shanum.


Saat sedanng asik mengobrol terdengar suara ponsel berdering, ternayat itu adalah ponselnya Shaka. ia bergegas mengambilnya dan mengangkat telponnya.


" hallo" kata Shaka.


" kirain siapa ternyata kamu bro. "


" alahamdulillah sehat, bagaimana denganmu?"


" dengan senang hati, pintu rumahku selalu terbuka untukmu. "


"siap, samapi ketemu besok. "


Setelah selesai Shaka meletakkan kembali ponselnya di atas meja. sedangkan Shanum sibuk sendiri dengan ponselnya, tak menhiraukan sang kakak yang duduk di sampingnya.


" dek besok abang minta tolong buatin kue ya,"


" temen kakak ada yang mau main. " kata Shaka.

__ADS_1


" boleh, tapi ada syaratnya. " kata Shanum.


" gitu amat sih dek sama kakak. " kata Shaka.


" mau gak?" kata Shanum.


" iya iya, apa syaratnya?" kata Shaka.


" besok ajakin  shanum jalan jalan yha. " kata Shanum sambil mengedipkan matanya.


Shaka melongo mendengar permintaan sang adik, ia kira adeknya kan meminta hal yang sanagt sulit ternayata hanya minta di temenin jalan jalan.


" kenapa gak sama temen kamu aja dek?" tanya Shaka.


" Gak mau, kalo cuma berdua di doang gak ada yang jagain,"


" enakan sama kakak  gak ada yang berani macem - macem."


" ada yang bayarin, ada yang bawain, hiihii" kata Shanum.


" Emang kamu sering di godain dek? " kata Shaka.


" gak sih bang, tapi risih aku di liatain mulu tanpa berkedip lagi. "  kata Shanum.


" makanya cari nikah dek biar ada yang nemein dan jagainsetiap waktu. " kata Shaka.


" Dihh, kaka dulu tuh, umur udah tua juga. " kata Shanum meledek sang kakak.


" nanti dek kalo udah ketemu yang pas. " kata Shaka.


 Sedangkan Zia dan Aditama hanya memperhatikan kedua anaknya berbincang pun tersenyum bahagia.


" Shaka, Shanum, jangan malem malem tidurnya."'


" ayah sama mama istirahat duluan ya, menyiakan badan untuk perjalan jauh. " kata Aditama.


" siap ayah. " kata Shanum dan Shaka bersamaan.


Aditama dan Zia berjalan bersama  memasuki kamar meraka. sedangkan Shaka dan Shanum masih asik menonton film dan bertukar pikiran.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2