My Possessive Hubby

My Possessive Hubby
Indahnya Persaudaraan


__ADS_3

mendengar hal tersebut  Richo tersenyum, baru kali ini ia melihat sahabatnya tertarik pada seorang wanita. Biasanya Satria yang selalu di kejar - kejar tapi selalu saja menghindar.


" palingan besok juga loe lupa. " kata Richo.


" Entahlah. " kata Satria.


Meja yang tadinya penuh dengan dokumen yang mengunung  berangsur - angsur berkurang.


Satria melepas jasnya dan menyampirkannya di kursi kebesarannya, ia hanya mengenakan kemeja saja saat sedang bekerja karna itu lebih nyaman baginya.


Saat ia sedang fokus memerika dan membubuhkan tanda tangannya di file  - file tersebut, terdengar pintu ruangnya di buka paksa oleh sesesorang dari luar.


BRAAAKK...


" Astagfirullah..." Ucap Satria memegang dadanya, ia mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


Muncullah seorang gadis cantik berseragam putih abu - abu yang berlari kecil menuju ke arahnya.


" Siang kakak,hehe..." kata gadis tersebut dengan cengirannya tanpa merasa bersalah.


"Bisa gak sih dek ketuk pintu dulu kalo mau masuk ruangan orang, "


" kalo kakak lagi ada tamu kan gak enak."  kata Satria dengan wajah garangnya.


" hehehe, maaf kak.... " kata Shofia seraya duduk di sofa .


Shofia Azzahra Bagaskara adalah adik dari Satria yang masih duduk di bangku SMA.


" Kenapa nyusulin kakak ke kantor dek? " tanya Satria.


" gpp, dari pada di rumah sendiri mending aku kesini, hehe" kata Shofia.


" Emang mama kemana? " tanya Satria.


" lagi arisan sama temennya, "


" udah lanjutin aja kerjaan kakak,"


" aku mau nonton drakor aja sambil nungguin kakak selesai kerja ." kata Shofia sambil mengeluarkan cemilan yang tadi ia beli di supermarket.


" Jangan berisik... "


" Buang samapah di tempatnya jangan jorok. " kata Satria.

__ADS_1


" iya iya kakakku sayang. "  jawab Shofia sambil memanyunkan bibirnya.


Satria kembali fokus dengan pekerjaannya, begitupun dengan Shofia yang asik dengan menonton film kesukaannya sambil meakan cemilannya.


0000000000000000000000


" Lun, tolong antarkan sample ini ke bagian produksi ya. " kata Shanum.


"okey.." kata Luna.


Luna beranjak dari duduknya mengambil sample yang sudah selesai di kerjaan dan bergegas mengantarkannya ke bagian produksi.


Sedangkan Shanum kembali ke mejanya memeriksa beberapa berkas.


Ia juga mencari beberapa info tentang perusahaan textil yang berada di negara ini. Karna ia harus segera mencari distributor kain baru untuk butiknya.


Waktu berjalan begitu cepat tak terasa  hari sudah beranjak sore , Shanum melihat jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya ternyata sudah masuk sholat ashar, ia segera mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah selesai ia beranjak ke lantai bawah untuk melihat pelangan yang sedang berbelanja di butiknya. Ia baru menyadari jika belum melihat Luna dari saat ia menyuruhnya ke bagian produksi tadi.


Shanum menanyakan keberadaannya kesalah seorang karyawannya yang tak jauh darinya.


" mb Kia, liat Luna gak? " Tanya Shanum.


"okey ...makasih ya mbak, aku mau nyusulin Luna dulu. " kata Shanum.


Shanum tak menunggu jawaban dari Kia, ia langsung menuju kebagian belakang butik yang di gunakan untuk bagian produksi.


" apa ada yang tidak beres ya kok Luna masih betah aja di mendengar suara mesin yang sedang beroprasi. " gumam Shanum dalam hati. Ia berjalan cepat menuju bagian produksi takut terjadi sesuatu.


Saat Shanum sampai dibagian produksi ia langsung mencari hampiri Luna yang ternyata sedang mengecek proses cutting. Shanum menoel Luna yang sedang fokus memperhatikan jalannya pengcuttingan.


" Apa ada masalah Lun, kok tumben gak balik balik?" tanya Shanum.


" Eehh... gak ada Num, cuma udah lama aja aku gak muter di bagian produksi, hehe. " jawab Luna sambil cengegesan.


" Kiraiin,..." kata Shanum sambil berjalan mengelilingin bagian produksi dengan Luna yang mengekor di belakangnnya.


Karna sudah masuk jam pulang kerja mereka pun kembali keruangannya untuk membereskan barang - barangnya dan mengambil tas dan kunci mobil.


Saat di perjalanan pulang Shanum berniat untuk mampir dulu ke supermarket untuk membeli bahan kue, ia berencana untuk membuat kue untuk cemilan nanti.


Shanum juga sangat pintar memasak karna sedari remaja ia sudah sering membantu sang bunda di dapur. Berbagi macam kue pun ia menguasainya.

__ADS_1


Mobil Shanum sudah memasuki pekarangan rumah, ia langsung membawa barang belanjaannya kedapur, dan ternyata sudah ada sanng bunda yang sedah berkutat denagn peraalatan dapur.


" Assalamuallaikum bunda. " kata Shanum sambil meraih tangan bundanya dan menciumnya.


" Wa'alaikumsalam, kamu belanja apa dek?" tanya Zia saat melihat nak gadisnya menentang belanjaan yang lumayan banyak.


" Shanum mau bikin kue bunda, hehe. "


" kan besok weekend, pasti abang sama ayah libur kan nanti buat temen ngumpul. " kata Shanum .


" kan ayah mau keluar kota dek sama bunda. " kata Zia.


" Masa, kok dadakan sih bun. " kata Shanum sambil memanyunkan bibirnya.


Zia mendekati anak gadisnya dan mengelus kepalanya yang masih mengenakan kerudung.


" Iya, ayah baru ngabarin tadi siang. "


" kan abang di rumah, bisa nemenin kamu. " kata Zia menenangkan  anak gadisnya.


" ya udah deh, emang ada acara apa sih bun kok dadakan banget. " tanya Shanum.


" katanya sih ada klien yang minta ketemu langsung sama ayah gak mau di wakilin sama abang. "  kata Zia.


" owhh... "


" Shanum ke kamar dulu yha bun mau mandi, lengket banget rasanya badan . " kata Shanum.


" iya, biar gak bau kecut. " canda Zia.


Shanum bergegas naik ke kamarnya, tapi saat ia mulai menaiki tangga ada yang memiting kepalanya. Ia sudah hafal betul siapa pelakunya jika bukan Shaka yang kakak,,,


" iihhh abang bau tau,... " kata Shanum menutup hidungnya sambil memberontak.


" hahaha, kan abang wangi dek,.." kata Shaka tak melepaskan adiknya.


" diihh, wangi apaan, wangi ketek iya..." kata Shanum.


Akhirnya Shaka melepaskan adiknya, merekapun berjalan bersama menaiki tangga dengan Shanum yang bergelayut manja di lengan sang kakak.


Maafkan Author yang baru bisa update .


Selamat membaca😉

__ADS_1


__ADS_2