
Happy reading..........
************************************************
Shanum berjalan beriringan dengan sang CEO tampan dengan sejuta pesona menuju gudang kain.
Mereka berdua berjalan menyusuri lorong yang sepi karna semua karyawan sedang di sibukkan dengan tanggung jawabnya masing - masing.
Gulungan kain berjajar di sepanjang ruangan berukuran 5x5 meter persegi. Shanum berjalan menyusuri ruangan dan meraba satu persatu kain.
"Pak apakah bisa saya di potongkan 30x30cm setiap kain yang ada di sini?" kata Shanum tanpa menoleh.
" Hemz....Saya akan menyuruh seseorang untuk mengantarkannya keruanganmu." timpal Satria.
" Trimakasih...." kata Shanum sembari tersenyum manis ke arah Satria.
Satria yang melihat senyuman tersebut sedikit mengangkat bibirnya, hatinya sudah berdebar tak karuan.
******************
Seharian ini Shanum hanya berkutat dengan alat tulis dan sample kain dari gudang tadi pagi. Karna saking sibuknya ia tak menyadari ada yang masuk kedalam ruangannya.
" Serius banget kamu dek?"
" Pindah aja ke kantor kakak kalo di sini kamu suruh kerja rodi sama Satria." kata Shaka.
Shanum mengangkat kepalanya saat mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Ia hanya mencebikkan bibirnya mendengar perkataan sang kakak.
" Kok kakak ada di sini?" bukannya menjawab tetapi Shanum malah balik bertanya kepada sang kakak.
" Coba lihat jam di tanganmu!" kata Shaka.
__ADS_1
Shanum mengikuti intruksi sang kakak ternyata sudah jam 5 sore, itu berarti jam kantor sudah berakhir 1 jam yang lalu. Menyadari hal itu Shanum hanya menyenggir tanpa rasa bersalah.
" Ayo pulang, kakak kesini mau jemput kamu." kata Shaka.
Shanum tak menjawab langsung merapikan mejanya dan beralih mengambil tasnya. Ia menghampiri sang kakak yang dengan setia menunggunya sembari melihat - lihat ruang kerjanya.
Shanum dan Shaka berjalan beriringan dengan Shanum yang bergelayut manja di lengan sang kakak. Shaka hanya pasrah jika sudah begitu, mumpung sang adik masih bersamanya beda cerita jika sudah menikah nanti.
" Kak, ayah sama bunda kapan pulang sih?" kata Shanum.
" katanya seminggu lagi dek." timpal Shaka.
" Lama banget sih kak..." kata Shanum.
" Mereka lagi honeymoon dek,"
" Siapa tau pulang - pulang ada kabar baik..." kata Shaka dengan seringai jahil yang menghiasi wajahnya. Ia suka sekali mengoda sang adik.
Shaka hanya mengangkat bahunya acuh mendengar ocehan adiknya, niatnya mengoda sang adik malah ia yang tersudutkan. Ia memilih diam dari pada melanjutkan pembicaraan mereka.
******************************
Satria sedang bersiap untuk pulang, saat keluar dari rungannya ia melihat Richo yang ternyata baru keluar juga, ia pun menghampirinya dan mereka berjalan bersama memasuki lift sembari mengobrol, Richo memencet tombol lantai dasar.
" Sat, kamu pulang sendiri ya sore ini, aku mau kebandara jemput sepupu yang baru dateng dari Prancis." kata Richo.
" Bawa aja mobilnya, aku bareng sama Shaka aja kalo gitu." kata Satria.
" Emang tuh anak ada di sini?" kata Richo.
" Iya, tadi dia mampir dulu kesini sebelum menjemput adiknya." kata Satria
" Kelihatan sayang banget dia sama adeknya, takut kegores kali yak." kata Richo.
__ADS_1
" Karna kamu gak punya adek cewek Cho makanya bilang begitu, " kata Satria.
" bener juga sih, ya apa mau di kata aku cuma punya abang bukan adek." kata Richo.
Saat tiba satu lantai di bawahnya tiba - tiba lift terbuka terlihat Shaka dan Shanum yang sedang berdiri di depan lift dan bergegas masuk sebelum pintu lift tertutup.
" Tumben CEO Bagaskara udah mau pulang aja jam segini?" kata Shaka.
Satria tak menangapi ucapan sahabatnya ia hanya mengangkat kedua bahunya.
" Ask, aku nebeng ya, mobil aku mau di pake Richo." kata Satria.
" Masa CEO no 1 nebeng." kata Shaka mengejek Satria.
" Emang ada aturan CEO di larang nebeng?" sahut Satria sarkas.
" Gak sih hanya saja gimana gitu, masa CEO nebeng." kata Shaka.
" kagak usah kebanyakan ngomong deh loe Ars, intinya boleh gak?" kata Satria mulai kesal dengan tingkah sang sahabat.
" Wiisshh, santai bro, aku cuma bercanda. tentu saja boleh dong, asal jangan lupa uang bensinnya. haha" kata Shaka.
Shanum hanya geleng- geleng kepala mendengar percakapan tiga lelaki tampan yang sedang bersamanya..
Don't forget to......
Like............
Vote..........
Hadiah
Comment..........
__ADS_1