My Possessive Hubby

My Possessive Hubby
Bagaskara Group


__ADS_3

Sinar mentari yang begitu menyilaukan mata telah berganti dengan sinar redup sang raja malam. Shanum yang baru sampai di rumah pukul 8 malam karna harus menyelesaikan pekerjaan terlebih dulu sebelum esok hari ia harus pindah ruang kerja ke Bagaskara Group.


Sementara butik akan di handle oleh Luna, ia akan memantaunya dari jauh. Ia ingin memulai hal baru tapi tetap di koridor yang sama.


Saat ia memasuki Rumah tak ada seorangpun yang terlihat karna sang kakak juga sedang lembur, sedangkan kedua orangtuanya masih ada perjalanan bisnis.


Ia memasuki kamarnya dan membersihkan diri yang sudah lengket dengan peluh setelah seharian berkutat dengan kain benang dan lain sebagainnya.


Setelah melakukan ritual malamnya Shanum langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya, tak butuh waktu lama ia sudah terlelap menapaki alam mimpi.


Waktu berputar begitu cepat saatnya sang fajar untuk mengambil perannya. Shanum sudah terbangun dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim dan bersiap untuk memulai hari ini.


Entah apa yang akan iya temui nanti saat di lingkup kerja yang baru tetapi apapun itu ia kan mencoba memberikan yang terbaik.


Shanum sudah selesai dengan aktifitas paginya ia menghampiri sang kakak dimeja makan dengan sandwich di tangannya.


" kakak..." kata Shanum dengan suara manjanya.


" Heemmzz....." Shaka hanya berdehem menaggapi adiknya karna mulutnya sedang ppenuh mengunyah makannya.


" Hari ini adek bareng kakak aja ya....." kata Shanum.


" Tumben mau di anter kakak?" kata Shaka setelah menelan makanan yang ada di mulutnya.


" Iya, mulai hari ini aku pindah tempat gambar." kata Shanum.

__ADS_1


Mendengar perkataan adiknya Shaka memicingkan matanya pertanda ia merasa heran.


" Maksudnya." kata shaka.


" Aku sudah menyetujui masuk ke Bgaskara Group." kata Shanum.


" kapan kamu menyetujuinya kok gak bilang ke kakak dek?" tanya Shaka.


" Kemaren kak Satria dateng ke butik." kata Shanum, Shaka mangut mangut mendengarnya ia lupa jika kemaren sahabatnya menghubunginya.


" Berarti taiap hari bareng kakak aja ya, kantornya gak jauh dari hotel kita." kata Shaka.


" Siap bosque, ...." kata shanum sambil cengegesan.


Merka melanjutkan sarapannya dalam diam, setelah selesai pasangan kakak beradik itu memasuki mobil kesayangan sang kakak.


Ia sengaja masuk untuk mengantarkan adiknya sekaligus menemui sahabatnya yang akan menjadi atasan adiknya nanti.


Shaka mematikan mesin mobilnya dan keluar, berjalan mengitari mobil dan membukakan pintu untuk adiknnya yang masih fokus dengan bangunan di depannya.


" Dek, kesini mau kerja atau ngelamun?" kata Shaka.


Mendengar perkataan sang kakak Shanum tersadar dari lamunannya,


" Lho kakak kapan ngapain ikut turun?"

__ADS_1


Shaka hanya mengangkat kedua bahunya seraya membantu sang adik turun dari mobil,dan tangan kirinya berada di kepala Shanum agar adiknya gx kejeduk mobil.


mereka berdua memasuki lobi Bagaskara Group dan menuju mejaresepsionis yang masih  bersiap di atas mejanya.


" Ada yang bisa di bantu tuan?" kata resepsionis tersebut saat menyadari ada yang mendekat ke arah mejanya.


" Saya mau bertemu dengan bapak Satria apakah sudah datang?" kata Shaka.


" Maaf tuan, pak Satrri belum datang, paling sebentar lagi beliau datang. Anda bisa menunggu terlebih dahulu di ruang tunggu. mari saya antar!" kata Resepsionis tersebut.


Sang resepsionis berjalan terlebih dulu ke ruang tunggu sedangkan Shanum dan Shaka berjalan mengikutinya.


Sedangkan di area parkir Kusus Presedir Satria dan Richo baru saja turun dari mobil yang di kemudikan oleh asistennya tersebut.


Mereka berdua melangkahkan memasuki lobi Bagaskara, dan hal itu jarang sekali mereka lakukan karna biasanya mereka melewati pintu samping yang langsung menuju ke lift khusus petinggi perusahaan.


Saat sampai di dalam sang resepsionis langsung menghampirinya dan menyampaikan bahwa ada yang sedang menunggunya di ruang tunggu.


Dua pria tampan tersebut langsung melangkah menuju ke ruang tunggu dan mendapati sepasang kakak beradik yang sedang bincang.


" Kenapa menunggu di sini Ars?"


" Biasanya juga langsung naik!" Kata Satria.


" Ciihh, aku hanya mematuhi peraturan yanga ada." kata Shaka.

__ADS_1


" Ayo kita lanjutkan lagi di ruanganku saja." kata Satria.


Mereka berempat berjalan beriringan memasukin lift khusus. Para pekerja yang melihat hal tersebut bertanya tanya, 'untuk apa desainer muda yang sedang naik daun menginjakkan kakinya di kantor mereka berkrja pagi pagi begini.'


__ADS_2