
'Jika pun ini kamu,aku cuma minta satu hal.Ingatĺah aku....ingtlah kenangan manis yang pernah kita lalui bersama.'
~Algafriel Hazka Dwiarga~
'Apa hubungamu dengan Gladish Tuan Andra Genandra yang terhormat?'batin Al dalam hati.
**
Ketika masih terpaku ditempatnya,Al melihat Gladis masuk ke-SUV hitam tersebut yang tak lama kemudian melaju dengan kecepatan sedang.
Tanpa menunggu apapun lagi,Al langsung masuk kemobilnya,dan menancap gasnya cepat untuk mengejar mobil SUV hitam yang ditumpangi oleh Gladis.
Tak lama kemudian,mobil SUV hitam tersebut berhenti didepan sebuah restoran bintang lima yang terkenal diseantero Inggris.Restoran berbintang itu cukup ramai malam ini,mulai dari pelanggan dari kalangan menengah atas tentunya.
Ketika mereka masuk kedalam pun,Al masih mengikuti keduanya layaknya penguntit.
Ya,Andra dan Gladis memasuki tempat tersebut sambil bercengkrama ramah,seakan akan keduanya begitu kenal dekat.Sampai didalam resto,Al memilih duduk dipojokan,agar ia aman dan nyaman mengawasi targetnya.
Tak lama setelah Andra memesan makanan pada waiters,seorang pria bertubuh proposional nan jangkung,hadir diantara mereka.Dari interaksi yang Al lihat,pria tengahan abad itu mengkode gadis dihadapanya untuk menyapa pria muda dihadapanya.Dan sialnya lagi bagi Al,Gladis....gadis itu dengan ramahnya menyambut uluran tangan yang diberikan pria asing dihadapanya.
Sayup sayup,Al masih bisa mendengar penbicaraan ketiganya,walaupun jarak meja mereka memang tidak terlalu jauh.
"Jadi Dokter Alan ini baru pindah kelondon?"Tanya Andra,setelah mempersilahkan pria muda dihadapanya itu duduk diantara dirinya dan Gladis.
"Betul Mr.Genandra.Saya baru saja menyelesaikan pendidikan saya
dinewzeland."kata pria muda berambut keemasan yang terlihat klimis dan rapi tersebut.
"Hebat sekali Dokter Alan,anda masih muda dan sudah berlebel profesor.Pasti Mr dan Mrs.Domine sangat bangga punya putra seperti anda."Puji Andra.
"Terimakasih atas pujianya Mr.Genandra,dan saya juga merasa sangat tersanjung,telah diijinkan merawat putri anda yang cantik jelita ini."tutur pria berambut keemasan tersebut.
'Merawat puntri anda?'batin Al meyakinkan pendengaranya.
"Ahh....tentu saja itu juga keberuntungan untuk putriku,bisa berkonsultasi dengan dokter berbakat seperti anda."kata Andra,kembali berujar.
"Bukankah begitu Gla?"
Tanyanya meminta persetujuan sang putri,yang sedari tadi hanya bungkam.
"Ah...tentu.Aku sangat bersyukur bisa berkonsultasi dengan dokter berbakat seperti anda."kata Gladis,mulai angkat bicara.
"Jadi,mohon bantuanya Dokter Alan!"
"Tentu saja,Mr.Genandra.Saya pasti akan berusaha semaksimal mungkin."tuturnya,sambil tak henti hentinya menatap Gladis.
Sedangkan yang ditatap,tentu saja merasa risih bukan main.Dan....ekspresi tidak nyaman itu tertangkap oleh manik elang milik Al.
Ia tahu jika Gadis bermanik hazel itu merasa tak nyaman,ditatap begitu intensnya.
Terlebih lagi,ada rasa panas yang menjalar saat pria yang ia yakini berprofesi sebagai dokter itu,tanpa aba aba menyentuh ujung bibir Gladis yang terkena noda saus pasta yang dinikmatinya.
Bolehkah Al cemburu??
Perasaan memiliki itu tak se-awam dulu.
Dulu dirinya tak peka akan perasaanya kepada gadis bernama Geasya Genandra putri tersebut.Namun,kini semuanya berjalan dengan kepekaan yang seiring berjalanya waktu,membuatnya peka akan perasaan orang lain.
Hingga manik jelaga milik Al menatap,kepergian ketiganya tanpa mencoba mencegah.Ini bukan saatnya cegah,mencegah.Al masih butuh banyak bukti,masih butuh banyak fakta yang perlu digali,bukan cuma asumsi belaka yang tak berarti.
__ADS_1
Setelah kepergian ketiganya,Al langsung menghubungi tangàn kananya untuk memberi perintah.Semua ini masih transfaran baginya,semuanya belum jelas.
Al masih bertanya tanya dalam benaknya.Jika itu Gea lalu yang meninggal delapan tahun lalu??
*Jika itu Gea,lalu kenapa ia melupakan Al??
Jika itu Gea,kenapa juga ia bilang putri seorang Brama leonard Handaru??
Apa itu Gea,jika benar kenapa Gea membohonginya??
Apa Gea mengalami Amnesia*??
Dari kelima opsi tersebut,cuma opsi terakhir yang bisa dipikirkan secara rasional oleh Al saat ini.Menampik segala kebingungan dari otaknya,Al memilih pulang terlebih dulu kehotel tempatnya menginap.Mengistirahatkan sejenak tubuh dan pikiranya.
🕊🕊
Mentari pagi diibu kota britania Raya itu nampak cantik ketika baru muncul dari porosnya.Hangat sinar sang surya,seakan akan memangil untuk menjajal kaki tuk berlari lari santai disekitaran tempatnya bermalam.Hanya bermodalkan celana training selutut dengan baju oblong berwarna hitam polos,tak lupa sepasang sneekers berwarna hitam keluaran NIK* melekat pas dikakinya.
Jangan lupakan handuk kecil,air phone yang menyubat telinganya,dan jangan lupakan peluh yang mulai membanjiri tubuh atletisnya.
Jam tangan Rolex yang melingkar dipergelangan tanganya sudah menunjukan pukul 08.35 pagi.Itu berarti Al sudah lebih dari tiga jam,berlari lari kecil.
Kakinya membawanya singgah sejenak,ke minimarket terdekat untuk membeli air mineral.Setelah membayar sebotol air mineral dengan beberap dollar,pria tampan itu sudah beranjak kembali dari tempat duduknya sejenak.
Sungguh,lama lama berada disini,membuat Al risih.Bagaimana tidak,dua wanita penjaga kasir yang berdandan sangat menor itu sedari tadi menatapnya intens,seperti hendak menel*nj*ngi.
Namun,ketika hendak pegi dari mini market tersebut,sebuah suara familiar menghentikan langkahnya.
"Sudah,biar Gladis saja yang membawanya Dr.Alan."
"Tidak perlu,biar saya saja."
Penasaran,dan itulah yang membuat Al kembali menyusuri minimarket tersebut demi menuntaskan ŕasa penasaranya.
Keduanya terlihat serasi dengan balutan fakaian casual berwarna senada,yaitu baby blue.Untuk sejenak,Al membiarkan matanya menangkap semua itu,menimbulkan gelenyar aneh dihatinya.
Ia yakin,ia cemburu ketika melihat kedekatan keduanya.
****Derrt
Derrt**
Kerika masih bergemul dengan pananganya,getaran dihandphonenya membuat Al mau tak mau mengalihkan sejenak perhatianya.
Dengan lincah manik elangnya membaca deretan kalimat yang baru saja dikirimkan tangan kananya itu,lalu jemari bergerak lincah diatas layar handphonenya.
Setelah membalas pesan singkat dari tagan Kananya,Al buru buru pergi dari mini market tersebut.Karena bagaimanapun,saat ini belum saatnya ia bertemu dengan Gladis.
"Hey....ada apa? Apa kamu melihat sesuatu?"pertanyaan lembut yang melantun dari pria yang berpofesi sebagai dokter itu,langsung membuyarkan lamunan Gladis.
Sedari tadi ia memang melihat kearah pintu masuk,saat tak sengaja siluet seseorang yang familiar dimatanya juga sekilas nampak disana.
"Hey...ada apa? Apa kamu baik baik saja Gla?"tanya Dr.Alan,sambil menyentuh lengan Gladish.
"Ahh....saya baik baik saja Dr.Alan.Ayo kita selesaikan ini!"kata Gladish,mengalihkan pembicaraan.
"Ya..sudah,ayo."
💦💦
__ADS_1
Sedangkan diĺain tempat,Al sedang bertemu dengan salah satu tangan kananya yang ia tugaskan untuk mengumpulkan informasi seputar Gladis Handaru dan Identitasnya.
"Bagaimana?"
"Tuan,dari yang saya dapatkan,tuan Andra Genandra dan Brama Leonard Handaru adalah saudara ipar.Dimana Brama Leonard Handaru ini adalah adik dari mendiang istri Andra Handaru."
'Adik ipar? Lalu....Gladish?'batin Al dalam hati.
"Dari yang informan kami kirimkan,Brama Leonard Handaru memang memiliki seorang putri."ujar lawan bicara Al,sambil menyodorkan beberapa fhoto.
Deg
"Namanya Gladis Handaru."
Deg
Ketika mendengar nama itu terucap,aliran darah Al seakan akan berhenti seketika.Rotasi bumi tempatnya berpijak pun seakan akan berhenti berputar.
'Jadiii....apa benar dia bukan Gea?'
Gumam Al pelan.
Hatinya seakan akan tak terima dengan kenyataan yang baru didapatkanya ini.
pikiranya buntu dan putus asa mulai menghinggapinya.
"Keluarga Handaru memang memiliki riwayat jantung bawaan.Maka tak heran,jika nona Gladish....memiliki penyakin ini juga."
Deg
Al sudah tak mau mendengarnya lagi.Ingin rasanya ia tuli,jika Gladis memang putri Brama,maka bisa disimpulkan jika Gea benar benar telah tiada semenjak delapan tahun yang lalu.
"Namun ada yang masih janggal disini tuan!"lanjut pria bertopi hitam tersebut.
Al mendongkrak sejenak,menatap manik tangan kanan dihadapanya ini.Aoi(Waktu-dalam bahasa jepang)biasa ia panggil.
Pria ini sudah bekerja untuk Al lebih dari enam tahun lamanya.Selama itu pula Aoi telah memberikan dedikasi dan kesetianya pada Al yang notabenenya adalah bosnya.
"Ada apa?"
"Dari mantan perawat putri Brama Leonard Handaru,ia mengatakan jika gadis yang diasuhnya semenjak kecil itu sudah meninggal dunia sembilan tahun lalu."
Deg
"Meninggal?"
TBC
**Main teka teki yukk.....ayo....yang bisa nebak acungkan tanganya🖑🖑
Gimana,suka??
Lanjut apa enggak??
Dikomen ya,jangan lupa🤗🤗
Biar semangat updatenya.
Bye🖑🖑...sampai jumpa lagi**.
__ADS_1
Sukabumi 21/12/19
09.56