My Sweet Homeschooling

My Sweet Homeschooling
PAPA!!


__ADS_3

'Diantara kemungkinan kemungkin yang perlu kamu pilih diantaranya,mana yang akan kamu pilih terlebih dahulu.'


**


Manik hazel cantik itu mengerjap,kelopak matanya perlahan mulai membuka.Meloloskan sepasang iris bening berwarna hazel yang menatap sekelilingnya bingung.Ia bingung,padahal semalam ia ada di mobil Al dalam perjalanan pulang menuju apartemen mereka.Lah ini....bangun bangun ia sudah disuguhi pemandanhan indah pegunungan Alven yang menyejukkan mata.



Semilir angin musim panas menyambut langkah kecilnya saat membuka pintu balkon untuk pertama kalinya.Perasaan semalam ia tidur dimobil Al,dan pria itu menggendongnya ala bridal style hingga keranjang kingsize miliknya.


Membayangkan semua itu saja,sudah membuat pipinya panas.Apalagi jika semuanya terjadi secara sadar kepada dirinya.


Namun kenapa sekarang ia ada disini?


Ah,Gla ingat sekarang.Ia sempat mengigau semalam,saat tubuhnya terasa melayang diudara.Ia pikir semalam ia hanya mimpi diculik saja. Jadi ternyata semua itu benar adanya?


Jadi Gla tengah diculik saat ini?


Tetapi mustahil sekali rasanya,jika seorang korban penculikan tidur diatas ranjang kingsize berseprai lembut balutan sutra.Belum lagi kedua tanganya yang bebas dari yang namanya borgol.Gaun pestanya sudah berganti dengan piama dress baju tidur paforitnya bermotif Tsumsum.


Anehkan?


Diculik massa nyaman dan tidak ada unsur penculikkan.Dia malahan dimanjakan bak seorang putri disini.Namun tetap saja batinya was was,karena bagaimanapun juga dia sudah dibawa pergi oleh orang tak dikenal sekarang.Melihat tempat keberadaanya kini,pasti semalaman suntuk ia tidur didalam pesawat.Sejenak manik hazelnya melirik jam weeker yang berada diatas nakas.Pukul 09.00 pagi,cukup terlambat bagi kebiasanya ia bangun.


Dengan perlahan,gadis cantik itu mengarahkan kakinya kepintu utama.Diputarnya perlahan daun pintu itu demi meminimalisir suara.


Cklakk


"Tidak dikunci."


Batinya menerka nerka.


Perlahan kaki jenjang yang tak terbalut apapun itu menuruni satu persatu anak tangga.Hingga membawa kesuatu ruangan yang didominasi cat warna lembut juga putih.Semerbak wewangian bunga bunga segar langsung menyambutnya.


Hingga manik hazelnya menangkap siluet pria yang familiar dimatanya.Dengan perlahan ia menghampiri pria yang tengah menikmati secangkir kopi yang masih mengepulkan uapnya tersebut.


"Ayah?"


Panggilnya pelan.


"Ow,putri ayah sudah bangun.Kemarilah sayang,mendekat kepada ayah."


Panggilnya tanpa ada rasa ganjil sedikitpun.


Gadis cantik itu masih tak mau bergeming.


"Hey,ada apa?"


Tanya pria tersebut,sambil beranjak dari duduknya.


"Apa ini semua perbuatan ayah?"


Tanyanya dengan manik hazel yang mulai berkaca kaca.


"Sayang,dengarkan ayah dulu-"


"Stop it Ayah."


Sela gadis cantik itu geram.


"Gla."


"Please Ayah,Gla masih bingung dengan semua ini."


"Gla,dengarkan ayah dulu."


"Stop Ayah.Gla tidak mau dekat Ayah."


Ucapnya final sambil mundur beberapa langkah dari tempal awalnya berdiri.


"Maksud Ayah apa membawa Gla seperti ini? Ayah menculik Gla?"


Tanya Gla memburu.


"Bukan begitu Gla,ayah-"


"Stop.Biarkan Gla yang bicara.Bukanya Ayah yang minta Gla untuk menemui clint ayah di New york bukan,lalu apa semua ini?"


"Ya,Ayah memintamu untuk itu.Tetapi Ayah tidak memintamu untuk tinggal bersama pilot sial*n itu Gla."


Ucap Brama Leonard Handaru-sang ayah.


"Dia tidak seperti itu Ayah,kenapa Ayah sangat membencinya?"


Tanya Gla muali terpancing.


"Dia pria yang baik Ayah,dia tidak pernah berbuat macam macam kepada Gla."


Belanya.


"Kamu salah Gla,dia adalah pria yang berbahaya.Dia itu-"


"Cukup yah,kenapa Ayah menilainya hanya dari luar.Ayah tidak tahu Al itu seperti apa.Al itu baik dia tidak seperti pria kebanyakan."


Jelas Gla menuturkan.


"Intinya Ayah tidak pernah setuju kamu dekat dengan dia Gla."

__ADS_1


"Ayah."


Lirih Gla menahan segala keluh kesah dihatinya.


"Dia tidak sebaik yang kamu tahu Gla.Jadi mulai sekarang,Ayah minta kamu jauhi dia."


Ucap Brama final.


"Ayah jahat....hiks"


Tangis gadis cantik itu pecah.


Degan sekuat tenaga ia berlari menaiki anak tangga,masuk kedalam kamar yang tadi sempat ditempatinya.Menjatuhkan dirinya diatas ranjang dengan segala kesedihan yang menikam hatinya.


"Ayah jahat....ayah jahat"


"Jahat hiks....hiks"


Lirihnya sambil menumpahkan air matanya,menyembunyikan wajah cantiknya diantara bantarl dan selimut yang melindunginya.


"Gla"


"Ayah jahat."


Lirih Gadis itu pilu.


"Gla"


"Gla gak mau bertemu siapapun,terutama Ayah." Ucapnya tanpa merubah posisinya sedikitpun.


"Gla,ini papa."


Pria dengan setelan jas formal berwarna silve itu mendekat kearah ranjang.Duduk disamping sumber isakan pilu yang siap mengoyak hatinya.


"Gla sayang,ini papa."


Lirihnya lagi,sambil menatap sang putri yang masih enggan beranjak dari posisinya.


"Papa juga tahu tentang semua ini?"


Tanya gadis itu,sambil mengubah posisinya menjadi duduk menghadap lawan bicaranya kini.


Terdengar helaan napas gusar dari pria disampingnya.Gadis berparas cantik itu kembali menangis,ketika melihat raut muka sang papa.


"Papa juga jahat,hiks."


Lirihnya pilu,sambil menutup erat manik hazelnya yang terus berderai air mata.


"Please,don't cry baby."


Lirih pria baya tersebut,sambil meraih tubuh bergetar putrinya kedalam dekapanya.


"Ayah dan Papa jahat,hiks."


"Sayang,ini semua kami lakukan untuk kebaikan kamu."


Lirih pria baya tersebut disela sela isakan sang putri.


"Tapi Al itu baik pa,Gla sayang Al pa."


Deg


"Iya,papa tahu itu sayang."


Lirihnya,walaupun tak dapat dipungkiri jika pria itu menahan geram dihatinya.


"Gla sayang dia pa!"


Lirih Gla pilu.


Mau disembunyikan bagaimana lagi,Gla sudah tidak dapat menutup nutupinya lagi.


Ia menyayangi pria itu,pria itu telah berhasih memiliki sebagian hatinya.Ah ralat,bukan lagi sebagian tetapi hampir sepenuhnya.


"Gla,dengarkan papa sayang."


Pria itu menatap putrinya intens,lalu melembut saat setetes air matanya kembali lolos dari manik hazelnya.


'Ahk,papa selalu lemah akan tangismu.'


Batinya lemah.


"Papa tahu Gla sayang dia.Tapi sayang,dia bukan pria yang baik untuk Gla.Pria manapun didunia ini yang Gla mau,pasti akan papa berikan.Asallkan jangan pria ini."


Gla menggeleng cepat,sebelum kembali menatap sang papa penuh tanya.


"Kenapa pa,kenapa Gla gak boleh sama Al?"


Tanyanya kembali berderai air mata.


"Karena....dia bukan mencintaimu."


Deg


Gla terbelalak dibuatnya,ia langsung mendongkrak menatap langsung kearah manik sayu sang papa.


"M-maksud Papa apa?"

__ADS_1


"Dia itu cuma terobsesi.Dia pikir kamu Almarhum putri papa,Gea."


Ahhkk,hati gadis itu nyeri seketika.Memang benar,semenjak mereka pertama kali bertemupun Al selalu memanggilnya dengan nama Gea.Namun ia tidak pernah menyangka jika akan sesakit ini saat mengetahui kenyataanya.


"Dia cinta mati kepada Gea.Mungkin karena Gea cinta pertamanya,begitu juga Al bagi Gea.Tapi Gea sudah meninggal sembilan tahun yang lalu.Oleh karena itu Gla,papa dan ayah cuma tidak mau Gla patah hati nantinya."


Ucap Andra-meyakinkan sang putri.


"Soal cincin couple itu,Gea sendiri yang memberikanya saat kamu koma."


Air mata gadis itu kembali menetes.Terlalu berat rasanya menerima semua kenyataan ini.


"Saat kamu bangun dari koma,Gea-"


Jeda Andra sejenak,menahan perih sejenak dihatinya.


"Dia sudah meninggal."


Lanjutnya lirih.


Gla tak habis pikir,mana yang harus dipercayai olehnya kini.Disatu sisi ia menyayangi Al,disis lain Ayah dan Papanya ini hanya mewanti wanti agar ia tak patah hati nantinya.


"Gla butuh waktu pa,untuk menerima semua ini."


Lirihnya sambil kembali membaringkan tubuhnya.


"Papa mengerti."


Ucap Andra sambil beranjak.


"Semoga ini dapat meyakinkan keputusanmu,sayang."


Lanjutnya sambil meletakkan sebuah amplop coklat diatas meja dari dalam sakunya.


"Ingatlah Gla,papa dan ayah hanya ingin Gla bahagia."


Cup


"Istirahatlah sayang."


Ucapnya lembut sambil mengecup singkat pucuk kepala sang putri sebelum berlalu.


"Hiks"


"Hiks"


Sepeninggalanya Andra,tangis Gla kembali pecah.Hatinya tengah lemah nan rapuh saat ini.Tak ada seorangpun yang akan mudah menerima,jika dirinya hanya dijadikan sebagai objèk pelampiasan.Terlebih lagi ia sudah jatuh cinta kepada pria itu,tetapi ia malah menganggapnya sebagai penganti cinta pertamanya.


Hati kecilnya sakit dihadapkan dengan kenyataan ini.Dengan separuh hati yang masih remuk,gadis itu melepas paksa cincin yang tersemat dijemarinya.Melemparkanya penuh amarah entah kemana.


"Aku benci kamu,aku benci kamu Al."


Ucapnya lirih,menahan segala lara dihati kecilnya.


"Aku benci,benci karena sudah mencintaimu."


Hati Gla hancur,apalagi dengan kenyataan selama ini.Ayah dan Papanya tak salah,mereka hanya ingin menjaga dirinya dari pria semacam Al.Mulai detik ini,Gla menguatkan hatinya agar membulatkan tekadnya untuk membenci Al.Pria yang sudah memenuhi relung hatinya semenjak pertemuan pertamamereka.


"Aku benci kamu Al."


**


"Aku benci kamu Al."


"Jangan benci aku Gla,jangan."


Racau pemuda tampan tersebut.


"Gla."


Panggilnya tersentak dari tidurnya.


"Astagfirullah,cuma mimpi."


Lirihnya kecil sambil mengubah podisinya menjadi duduk.


Dengan pelan ia meremas rambut hitam legamnya.Ini sudah kesekian kalinya dalam semalam ia memimpikan mimpi buruk yang selalu sama.Hatinya berdetak tak karuan,rasanya ada hal buruk yang telah terjadi kepada Gadisnya.


Dengan tergesa,pria tampan itu berlalu menuju kamar mandi.Membasuh mukanya dengan air wudhu,lalu beranjak membenahi alat shalatnya.Ditengah kegundahan hatinya ini,yang bisa ia lakukan hanyalah bersujud kepada tuhanya dan memanjatkan doa.


"Ya-Rabb apapun yang terjadi kepadanya diluar sana,semoga dia selalu berada didalam lindunganmu."


Salah satu doanya kepada sang kuasa.


Setidaknya sampai ia bisa menemukan gadisnya,ia akan mengadu kepada tuhanya yang maha mengetahui segalanya tentang keluh kesah umatnya.


Entah mengapa,hatinya berdenyut tak nyaman sejak semalam.Memberinya firasat tak baik bagi dirinya.


"Semoga semuanya baik baik saja."


**


TBC


Yoooo double update😊😊


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yoo:)

__ADS_1


Sukabumi 07 April 2020


17.38


__ADS_2