My Sweet Homeschooling

My Sweet Homeschooling
Wake up,boy!!


__ADS_3

'Cinta hadir dengan tulus dan butuh pengorbanan.Terkadang kita juga butuh untuk setia dalam penantian.'


**


"Kamu kapan bangunya Al,apa kamu gak capek berbaring terus nak?"


Wanita paruh baya itu mencoba menahan gelenyar air matanya yang siap meluncur bebas.


"Mamah kangen ih sama putra kasèpnya mamah."


Ujarnya sambil menghentikan sejenak aktivitasnya,menyentuh dahi sang putra.


"Wake up boy,mama tahu mama salah."


Sesil tak bisa lagi menahan kuasanya.


Ia kembali menitihkan air matanya.Ibu mana yang sanggup melihat putranya tergeletak tak berdaya,apalagi itu karenanya.Jika saja,dahulu ia tidak mengusulkan rencana itu.Ia pasti tidak akan mèlihat putranya terpuruk bertahun tahun lamanya.Ia juga pasti tidak akan melihat putranya seperti saat ini.Ia menyesal sungguh,padahal niatnya baik melakukan ini.Agar Gea-gadis yang dicintai putrinya tanpa ada gangguan apapun.


"Kasèp,mama kangen ih."


Lirihnya sambil mengenggam tangan kekar milik putranya tersebut.


Krieeet


Bunyi decitan pintu,membuat fokusnya tak beralih sesikitpun.Ia masih tetap menangis sambil menatap putranya.Seorang wanita cantik terlihat datang membawa paperbag dan bunga lilac ditanganya.Ia tersenyum kecil,walaupun ia sempàt didera kekecewaan atas tindakan wanita paruh baya itu.Tapi kini dia sudah memaafkanya,toh itu semua sudah berlalu.


"Tante."


Lirihnya,sambil menyimpan bunga lilac yang dibawanya tempat bunga.


"Tante istirahat dulu ya,biar Gea yang gantiin jaga Al."


Ujarnya lembut sambil mengusap punggung wanita yang telah melahirkan pria yang dicintainya tersebut.


"Tidak usah Gea,tante mau disini aja."


Tolak sesil.


Gea menghembuskan nafasnya lelah.Ia tahu semua orang terluka atas keadaan Al,termasuk dirinya.Ini sudah 4 bulan berlalu,namun Al belum juga menunjukkan tanda tanda akan siuman.


"Tante,kalau tante sakit Al pasti juga bakal sedih.Jadi,tante harus jaga kesehatan demi Al."


"Tapi Al butuh tante!"

__ADS_1


Jawab Sesil


"Bukan Al aja yang butuh tante,tapi om Roland sama El juga butuh tante."


Sesil terkesiap,memang Al butuh dirinya kini.Tetapi ia juga tidak boleh mengabaikan suami dan putrinya.


"Tante istirahat ya,biar Gea yang jagain Al."


Bujuk Gea.


"Gea udah bawin sarapan sama pakaian ganti buat tante."


Sesil menyerah,akhirnya dia menuruti perkataan Gea.


Jika dipikir pikir tubuhnya memang butuh istirahat.Juga ia perlu mengurus suami dan putrinya.


"Om Roland sama El ada di cafetaria kalau tante pingin ketemu."


Ujar Gea lembut.


"Terimakasih ya Gea,tante titip Al sama kamu."


Gea mengangguk sambil menatap punggung yang mulai menjauh tersebut.


"Kapan kamu bangun Al? Kamu gak bosen tidur terus?"


Cicitnya kecil sambil mengenggam tangan kekar milik prianya.


"Kamu gak kangen sama aku? Aku disini kangen banget sama kamu Al."


Lanjutnya sambil menatap wajah damai kekasih hatinya.


"Tenang aja Al,selama kamu tidur aku bakal setia nungguin kamu."


Ucapnya lembut,seharian itu Gea benar benar menunggu sang pujaan bangun dari tidurnya.


Hingga malam menjelang,ketika gadis itu tertidur dalam posisi duduknya.Ia merintih,katukutan dan kesakitan.Saking ketakutanya ia sampai menitihkan air matanya.Kepekatan juga mendominasi,saking gelapnya yang melingkupi.


"Ja-jangaaann..."


Ujarnya tersentag dan langsung membelalakkan mata.


Peluh membanjiri pelipisnya,dadanya naik turun.Ia ketakutan setengah mati jika mimpi itu benar benar menjadi kenyataan.

__ADS_1


"Al?"


Gea terperangah,pria itu tidak ada ditempat tidurnya.


Al sedang koma,tidak mungkin ia pergi sensiri bukan.Ia panik,dengan tergesa gesa membuka kamar mandi,berharap ada sosok yang tengah dicarinya disana.Namun nihil,pria tampan itu tidak ada disana.Ia berlari keluar ruangan,setelah menekan tombil darurat.Ia berlari disepanjang lorong lorong yang sepi.Ia sudah menangis tak karuan,ia tidak mau mimpinya itu menjadi kenyataan.


Ia-bermimpi jika Al meninggal dibunuh oleh Gladien-kepribadian lain Gla.Ia menggelengkan kepalanya kuat,Gla ada dipusat rehabilitasi.Wanita itu tidak bisa sampai ke inggris bukan,kecuali jika ia sudah keluar dari sana.Bibir mungil Gea tak henti hentinya menggumankan doa.Ia takut,sangat takut sampai sampai dadanya terasa sesak.Ia tidak mau kehilangan orang yang dicintainya,lagi.No,pokoknya dia harus bisa menemukan Al.


Gadis cantik berdress coklat karamel itu berlari menyusuri lorong lorong sepi,memeriksa setiap ruangan dirumah sakit lima lantai tersebut.Hingga napasnya tercekat,saat ia melihat ceceran darah ditangga darurat menuju rooftop Rumah sakit.


"T-tidak mungkin itu Al."


Ujarnya menggeleng kuat,sambil mengikuti jejak tersebut hingga berakhir didepan pintu.


"I-ini tidak mungkin,hiks..."


Rintihnya sambil membekap bibirnya yang mùlai merintih.


Didepan pintu yang terbuat dari platinun yang dipenuhi cairan kental berbau amis itu ia tergugu menangis.Dengan perlahan ia mencoba membuka knok pintu yang sudah berlumuran darah.Air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi.Pikiranya sudah nething sejak tadi mengikuti bercak darah diawal tangga,hingga kini ia menemukan cincin couple yang ia yakini milik Al.


"Hiks....hiks....ini gak mungkin...."


Rintihnya sambil berjongkok saking tak kuasanya menahan beban berat tubuhnya.


Gea putus asa,jika benar semua itu telah terjadi.Ia menangis sejadi jadinya disana,hingga sebuah objek menarik perhatianya.Membuatnya membekap mulutnya,takut menjerit histeris.Air matanya tumpah ruah seiring dengan gemuruh didadanya yang semakin memburu bak kesetanan.


"A-al..."


Lirihnya karena suara seperti tercekat ditenggorokan.


"A-apa apaan ini?"


***


To Be Continue


Up up up🤗🤗


Hayoo penasaran ya?? di pending dulu ya😊😊


Jangan lupa like dan komenya yaa😊😊


Sukabumi 19 mei 2020

__ADS_1


17.00


__ADS_2