
(Warning 17+)
'Malam jum'at itu malam sunnah apa?'
--▪▪▪--
Cup
Sebuah kecupan hangat mampir dipucuk kepala gadis cantik tersebut.Ditengah temaramnya lampu,keduanya saling berhadapan dengan jemari saling bertautan.Remangnya ruangan dengan pencahayaan yang minim,tidak memutuskan intensitas kedalaman dalam tatapan penuh kabut keduanya.
"Just rellax."
Ujar si pria mengingatkan,sebelum mendaratkan kecupan hangat lainya dari mulai kening,kelopak mata,hidung,pipi hingga berakhir dibibir mungil ramunya.
Perlahan dan penuh kelembutan,takut takut istrinya itu benda pecah belah yang mudah pecah jika berbuat gegabah.Deru napas pria tampan bermata tajam itu mendera wajah cantik dihadapanya,hangat menerpa wajah sang istri.
Tidak ada yang tidak gerogi disini,keduanya sama sama awam.Berbekalkan naluri alamiah untuk berbuat lebih,menyelaraskan debaran hati yang bergemuruh hebat.Kabut yang memuncak diubun ubun meminta diselesaikan,ia mengambil tindakan.Semua ini pasti sudah direncakan dengan apik,keluarga juga sahabatnya pasti mendalangi semua ini.
Ya sudahlah,apa salahnya menikmati.Toh mereka sudah sah dimata agama dan negara.Jadi tak apa apa jika melakukan sunnah dimalam jum'at bukan?
Al melepaskan tautanya,membiarkan ia dan istrinya meraup oksigen dengan rakus ditengah tengah panasnya ruangan.
Ia kembali menyatukan keningya dan sang istri.Nampak jelas rona merah menghiasi wajah gadisnya,membuatnya kian cantik.
"Aku akan perlahan,kalau sakit mintalah aku untuk berhenti."
Ujarnya lembut,memberikan penuturan kepada sang istri.
Gadis cantik itu mengangguk,ditengah tengah kegugupanya.Hingga benda kenyal tak bertulang itu kembali bersatu,menyecap manisnya kecupan penuh rasa.Juga tautan yang mulai diperdalam,panas.Seiiring banyaknya senturan yang menjalar,diiringi suara decapan yang memenuhi setiap penjuru ruangan.
Dirasa pegangan pada lehernya mulai mengendur,pria tampan itu membuka matanya.Menatap sang istri yang menutup kelopak matanya dengan deru napas teraturan.
Istri cantiknya itu tertidur.
Al mengecup kening sang istri sayang sambil tersenyum.Pasti gadisnya itu kelèlahan,sudah sepatutnya jika ia tidak memaksakan kehendaknya.Dengan perlahan ia membaringkan istri cantiknya.Menaikkan selimut hingga leher,untuk menutupui hasil karyanya yang lumayan banyak tadi.Sebelum mengecup singkat bibir yang agak bengkak itu,sebelum berlalu menuju kamar mandi.
Ya,ia butuh mandi air dingin tengah malam yang dingin ini.Sebelum tidur,ia tentu perlu menidurkan dirinya yang lain dahulu.
Hufft,sabar ya Al.Mungkin tidak untuk malam ini,tapi entah malam malam lainya.
**
Malam telah berganti dengan siang.Mentari pagi terlihat sudah menyapa diufuk timur.Sinar hangatnya nampak menganggu tidur gadis cantik yang masih bergemul dibalik selimut tersebut.Lenguhin kecil terdengar dari bibir mungilnya,menandakan jika siempunya akan segera bangun.Sinar mentari yang lolos dari celah tirai tentu menganggu tidur nyenyaknya.
Ia merenganggkan sedikit tubuhnya,netra hazelnya menyisir tempatnya terbangun kini.Ini bukan kamarnya,bukan juga kabar sang kekasih.
Ini kamar hotel?
Refleks ia langsung terperanjat duduk,mengecek keadaan tubuhnya.Aman,ia masih mengenakan kemeja milik sang suami.Sang suami,mengingat itu ia refleks menoleh.Suaminya itu sudah tidak ada disisinya.Ia mencoba mengingat kejadian semalam,dimana ia dan suaminya berciuman mesra.Yang tentu membuatnya merona kala mengingat itu,belum lagi saat-whatt dia ketiduran.
Gadis cantik itu memukul pelipisnya pelan.Merutuki kebodohanya yang tertidur disaat saat semuanya terasa mendebarkan semalam.
"Arrrgg,aku kok bisa ketiduran sih?"
Frustasinya sambil menenggelamkan wajahnya dibantal.
Ia parno sendiri karena telah mengabaikan malam yang seharusnya menjadi malam yang indah untuk dia dan Al.Dan karena kelelahan pasca acara seharian,tanpa sadar Gea tertidur karena letih.
"Hiks...hikss,kok Gea bodoh sih."
Rintih gadis cantik itu mulai terisak.
Ia takut,saking takutnya ia sampai parno sendiri.Parno karena takut mengecewakan sang suami,takut suaminya itu marah sehingga memilih meninggalkanya.
"Hiks...hiks...Gea salah."
Lirihnya merutuki diri sendiri,sampai sampai ia tidak sadar seseorang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Pria tampan yang hanya mengenakan handuk,untuk menutupi tubuh bagian bawahnya itu menyergit bingung.Keluar dari kamar mandi ia disuguhi pemandangan yang mengusik hayati.Rintihan kecil itu tentu menganggu hatinya.Pikiranya berkelana kesana kemari,ada apa dengan istrinya itu?
"Sayang?"
Panggilnya sambil berjalan kearah tempat tidur.
"Sayang?"
"Hiks...hiks"
Gadis cantik itu tak sadar,saking ketakutanya ia sampai mengabaikan panggilan yang tertuju kepadanya.
"Hey,ada apa?"
Tanya Al cemas sambil menyentuh lengan sang istri.
Gadis cantik itu berbalik dengan malas,sebelum menatap siempunya suara terkejut.
"A-al?"
"Yes,I'am."
"Allll"
Gadis cantik itu berteriak girang sambil beranjak dari tempat duduk.Memeluk tubuh toples suaminya erat,takut takut akan hilang jika lepas sedikitpun.
"Aku-aku kira kama marah,kamu ninggalin aku."
Ujarnya terbata bata sambil menyembunyikan wajahnya didada bidang milik suaminya.
"Aku-minta maaf soal semalam.Harusnya aku bisa kasih-"
"Ssstt,kamu letih dan aku memahami itu."
Ujar Al memotong perkataan sang istri.
"Kata siapa aku marah?"
Tanya Al kembali menyela.
"Maaf"
Cicit Gea sambil mengeratkan pelukanya.
"Sstt,aku gak marah kok.Aku tahu kamu lelah.Jadi,gak usah nangis lagi ok?"
Pinta sang suami sambil mengecup pucuk kepala sang istri.
"Sekarang kamu mandi ya,terus kita sarapan."
Gea mengangguk sambil melonggarkan pelukanya.
Cup
"Okay my husband."
Ujarnya menggemaskan sambil mencuri satu kecupan singkat dipipi sang suami.
"Dasar."
Al hanya bisa berkacak pinggang menerima perilaku menggemaskan istrinya itu.
Pria tampan itu akhirnya memilih berlalu.Menuju pakaian yang tadi pagi sudah ia pinta kirimkan kepada orang orang rumah.Bagaimana bisa orang tuanya memberinya koper berisi satu lingerin dan satu kemeja.Lalu bagaimana paginya? Oleh karena itu Al sudah menelpon orang rumah untuk mengeriminya baju.
Setelah selesai bersiap siap,kedua pasangan pengantin baru itu menikmati sarapanya di salah satu tempat makan yang tersedia.Dengan view pemandangan hotel yang berdiri dengan kokoh ala abad abad pertengahan dihadapan mereka.
__ADS_1
Sore harinya Al dan Gea sudah kembali kekediaman Al.Sebelum kembali berangkat ke Jakarta untuk melangsungkan resepsi kedua disana.Resrpsi kedua di Jakarta diadakan dengan mewah,dihadiri oleh keluarga,kerabat juga para pejabat-collegan collegan milik orang tua juga collegan sang suami.
Acara megah itu diadakan diballroom sebuah hotel mewah diibu kota.Acara berjalan dengan sakral dan hangat tanpa halanga.Semua kalangan yang datang terlihat bahagia juga ikut mendoakan kebahagiaan bagi kedua belah pihak.
"Gimana gimana bro? Udah gol belum?"
Tanya pria yang tengah duduk sambil menikmati dessert tersebut.
"Udah pasti.Berapa ronde man,5,8,10 atau 20."
Timpal pria yang satu lagi-pria yang tengah menyesap minuman dingin tersebut.
"Gilak 20 Ronde,lecet iya itu."
Timpal Reno-yang tengah menikmati dessert.
"Banyak bacot loe pada,kayak gak pernah aja."
Datar silawan bicara.
"San ae mas,nanya kita."
"Ngegas banget,kayak cewek lagi PMS."
Timpal Geno sambil tertawa renyah.
"Brisik ah,gue pusing."
Keluh Al,ia bukanya pusing pusing yang sesungguhnya.
Ia cuma pusing menjawab pertanyaan absurd dari teman temanya,juga dua sahabat karibnya ini.Sementara sang istri cantiknya itu,sedari tadi diculik oleh para tamu undangan.Bagaimana tidak pusing,istrinya itu bak selebritis jadi jadian.Sehar ini dia diajak berfhoto terus menerus.Al akui,istri mungilnya itu terlihat sangat cantik hari ini.Gaun pengantin berwarna putih yang menjuntai indah hingga menyapu lantai,dengan bagian dada berpotongan V yang mengekspose bahu mulus juga leher jenjangnya.
Rambutnya yang agak kecoklatan ditata dengan sedemikian rupa,dihiasi dengan mahkota cantik dikepalanya.Sungguh cantik dan menawan,membuat banyak pasang mata yang terus menatapnya.Dan hal itu membuat Al,tak suka.
"Anj*rr,itu itu-Harry Hardian yang artis itu kan? Dia ngajak bini loe selfie man."
Ujar Reno membuat Al mengalihkan tatapanya.
"Wow...pake peluk peluk segala man."
Lanjut Geno menimpali.
Al geram,ada sebagian dari hatinya yang tak terima saat melihat istrinya disentuh oleh pria lain.
"Woi,manten mau kemana lo?"
Panggil Reno saat melihat Al beranjak dari duduknya.
"Cemburu dia."
Ujar Geno beropini.
"Hiyahh,namanya juga manten."
Keduanya hanya cekikikan ria menatap kepergian sang sahabat yang terbakar api cemburu.
Hadehh,sahabat luknut semua.
**
To Be Continue
Jangan lupa tinggalkan jejak ya😊😊
Sukabumi 30 mei 2020
12.01
__ADS_1