
'Diantara kehancuran terberat didunia,perpisahan ini adalah yang paling menyakitkan.'
**
Diantara kegelapan malam yang menyelimuti langit,diantara ribuan bintang yang bergemerlapan didunia.Dibalik semilir angin malam yang menghanyutkan,dirinya duduk termenung dibawah naunganya.
Dinginya angin malam yang menusuk kulitnya,tak sampai sesakit hatinya.
Hancurnya gelas kaca tak setragis kisah asmaranya.Diantara dinginya malam,manik hazelnya menatap nyalang kearah langit.
Sudah seminggu berlalu,semuanya nampak tak baik baik saja.Hatinya hancur,begitu pula dengan raganya yang ikut tak bergairah.Seminggu pula,ia berdiam diri dari balik kamar miliknya.Melupakan makan dan minum,hingga membuat dirinya drop.
Memutuskan interaksi dengan orang orang luar,baik itu Ayah maupun Papanya sendiri.
Jiwa dan raganya masih belum terlalu kuat untuk menerima semua kenyataan ini.Hatinya terlalu hancur,kala mengingat ia hanya dijadikan sebagai pelampiasan karena obsesi semata.Lebih sakitnya lagi,yang dicintai pria yang disayanginya itu saudarinya sendiri,putri dari Andra.
"Gla."
Panggil suara familiar yang ia yakini sebagai papanya tersebut.
"Hey,sedang apa kamu disini sayang?"
Cemas pria baya tersebut,sambil menyamakan posisinya dengan sang putri.
Manik hazel yang nampak enggan beralih itu perlahan beralih.Meatap objek dihadapanya sejenak.Ia duduk meringkuk termenung dibawah pembatas balkon.Menatap kosong kearah sang papa yang kini juga tengah menatapnya miris.
"Sayang,jangan begini.Papa janji,apapun yang Gla mau,akan papah turuti.Asalkan Gla jangan seperti ini."
Lirih Andra memelan,tak kuasa melihat sang putri dalam keadaan seperti ini.
"Papa janji?"
Cicit gadis itu serak.
Pria yang berusia kitaran tengahan abad itu tersenyum meyakinkan.
"Iya Gla,papah janji."
"Gla ingin bertemu Al,pa."
Lirihnya pilu.
Gla memang sudah tak dapat memungkirinya.Ia merindukan sosok pilot tampan tersebut.Ia sangat merindukan pria itu sampai sampai hatinya terasa begitu lara saking rindunya ia akan sosok itu.Ia benci jarak yang memisahkan keduanya,juga benci kenyataan pahit diantara hubungan mereka.
"Gla,papa-"
"Gla mohon pa,ini yang terakhir kalinya."
Pinta sang putri.
"Ok,tapi setelah itu kamu setujukan untuk menerima lamaran dokter Alan?"
Deg
Gadis itu mendongrak,menatap nyalang kearah sang papa.Sebelum selanjutnya ia mengangguk lemah mengiyakan.
"Baik,besok papa akan bawa kamu menemui pilot itu."
Ucap Andra sambil merengkuh tubuh rapuh sang istri.
Tanpa sadar,air mata gadis cantik itu meluruh kembali.Meratapi nasih asmaranya dengan orang pertama yang berhasil merebut hatinya itu.Ia akan bertemu pria itu besok,walaupun sebagai gantinya ia juga harus menerima lamaran dari pria yang sama sekali tidak dicintainya.
Tak lama kemudian senyuman kecilnya kembali terbit,mengingat ia akan bertemu dengan pria uang dicintainya esok.Yang penting,ia akan menemuinya sebelum ia menjadi milik orang lain.
**
Dibelahan ďunia lain,namun sama sama dibawah naungan langit yang sama,seorang pria tampan berpakaian casual terlihat sangat kacau dari tempat yang ditinggalinya kini.Rambut halus disekitar rahangnya terlihat tumbuh tak terurus.Kantung matanya tebal kehitaman,menandakan jika ia kekurangan istirahat beberapa hari ini.
Jangankan istirahat,makan dan minumpun ia sampai sampai lupa.Untung saja ia tak lupa dengan ibadahnya,walaupun kegundahan tengah meliputi hatinya kini.
Cklaaakk
"Hmmm"
Deru napas gusar terdengar dari pria berusia 28 tahun tersebut.Seminggu sudah berlalu,semenjak ia menemani sang sahabat yang terlihat begitu kacau.
"Al,loe mau sampe kapan kayak gini?"
Tanyanya,padahal ia juga tahu jika sahabatnya itu pasti akan mengacuhkanya lagi.
Geno-ia menatap ngawang kearah sang sahabat.Ia jadi mengingat kejadian sembilam tahun lalu,dimana Al yang sekarang sama dengan Al yang terpukul hebat sembilan tahun lalu.
"Masa loe bakal nyerah gitu aja Al? Wake up bro,loe pasti bisa ngelewatin semua ini."
Ucapnya menyemangati.
__ADS_1
"Kalau dia memang Gla,dan dia memang kebetulan jodoh loe,dia gak akan hilang kemana."
Ucapnya lagi.
Manik tajam yang menatap sembarang arah dengan tatapan kosongnya itu,terlihat mulai menampakkan kilatan cahaya di manik tajamnya.
"Loe pasti bisa pecahin semua teka teki ini bro,gue yakin."
Al,pria itu menatap sang sahabat ragu,namun ada keyakinan kuat dari manik sang sahabat.Ia tersenyum kecil,lalu merangkul tubuh sang sahabat tengilnya yang kini menjadi pria hebat menurutnya.
"Makasih Gen,loe udah mau ngertiin gue."
Lirihnya.
"Santai aja bro,sesama temen kita memang harus saling bantu."
Ucap Geno senang,setidaknya sahabatnya ini punya cahaya kembali untuk bangkit.
**
Cerahnya mentari pagi dinegara Swissterland tersebut,sama halnya dengan senyuman cerah yang terbit diwajah cantik gadis bermanik hazel tersebut.Tubuh mungilnya terbungkus rapi dengan balutan dres selutut berwarna kuning calem dengan motif timbul bunga lilac yang melambangkan kasih sayang.
Disampingnya ada sang papa yang hari ini memenuhi janjinya untuk bertemu dengan pria yang dicintai Gla untuk terakhir kalinya.Dengan senyum mengembang yang terpatri dibibirnya,untuk sejenak Gla melupakan kebencianya kepada Al.Yang diingatnya kini adalah kerinduan yang sangat membuncah didadanya.
Hampir membuat dadanya sesak,kala mengingat kerinduanya kepada sosok tampan itu.
"Kita sudah sampai sayang."
Ucap Andra yang hari ini khusus menjadi supir pribadi bagi sang putri.
"Orang suruhan papa bilang,hari ini pilot itu ada janji di caffe ini."
Tunjuknya kepada sebuah caffe disebrang jalan.
"Hmm,kalau gitu Gla pergi dulu pa."
Ucapnya senang.
"Terimakasih papa,papa memang paling tahu yang Gla inginkan."
Ucap Gla sebelum pergi meninggalkan mobil yang dikendarai oleh Andra.
"Maaf Gla,papa melakukan ini demi kebaikanmu."
Ucapnya pelan sambil menatap kearah kepergian Gladis.
"Al-"
Ucapnya terpotong,langkah kakinya pun spontan terhenti,saat matanya menangkap sebuah potret yang menyakiti hatinya.
"Hiks.."
Pertahananya kembali runtuh,air matanya kembali menggenang saat melihat pria yang dirindukanya berpelukan begitu mesra dengan wanita lain tanpa ada keraguan sedikitpun.
Hatinya kembali hancur berkeping keping,padahal beberapa saat lalu hatinya itu baru saja merasa lebih baik.
"Hiks..."
Rintihnya kecil sambil berbalik arah,berlari keluar caffe tanpa mempedulikan ia menabrak beberapa pengunjung lain.
"Haiii,hati hati jika berjalan nona."
"Ma-maaf,saya sedang terburu buru."
Ucap Gla serak sembari menanhan tangisnya.
"Sekali lagi saya minta maaf tuan."
Ucapnya sambil berlalu meninggalkan pria yang ditabraknya tadi.
"Gladis?"
Gumam pria yang baru saja dtabrak oleh Gla tersebut.
"Kenapa dia menangis?"
Gumamnya bingung,namun ketika berbalik ia mendapatkan sebuah keterkejutan dari arah utara tempatnya kini berdiri.
"Oh my gott....tuh curut apa apaan coba?"
Geno benar benar terkejut melihat sahabatnya itu berpelukan dengan seorang wanita.Padahal Al baru saja pagi tadi mengatakan ingin bertemu dengan Gla,lalu apa ini?
Sepeninggalanya wanita asing tersebut,Geno langsung menemui sang sahabat.
"Al,tadi itu siapa?"
__ADS_1
Tanya Geno cepat.
Pemuda yang ditanya itu mengangkat bahunya acuh.
"Katanya salah meluk orang,gue dikira pacarnya."
Ucap Al menjelaskan.
"What....jadi,tadi itu gak sengaja?"
Tanya Geno terkejut.
"Iya,gue gak kenal kok."
Jawab Al datar.
"Whait....berarti tadi Gla salahpaham sama loe?"
"Gla?"
Kaget Al.
Geno menganggung mengiyakan.
"Tadi dia gak sengaja nabrak gue.Dia pergi buru buru sambil nangis,kayaknya sih salah paham sama loe."
Tuturnya.
Deg
"Al,loe mau kemana?"
Teriak Geno,tanpa mempedulikan tatapan penuh tanya para pengunjung lainya.
Yang ia khawatirkan saat ini adalah Al yang pergi begitu saja secara tiba tiba.
"Gla"
Panggil Al sambil berlari mengejar gadis yang baru saja sampai disamping mobil sedan hitam yang terparkir dipinggir jalan tersebut.
"Gla,aku bisa jelasin."
Gadis cantik yang masih berlinangang air mata tersebut memejamkan matanya sejenak,sebelum membalikkan badanya sejenak.Tangan mungilnya mengenggam erat handle pintu mobil milik papanya.
"Gla,aku bisa jelaskan.Yang kamu lihat itu sebenarnya-"
"Stop it."
Bentak Gla yang langsung membuat Al terkatup.Gadisnya yang selalu terlihat lemah lembut itu tiba tiba berubah menjadi berapi api seperti ini.
"Gla-"
"I hate you Al."
Ucap Gla final,sebelum Andra datang dan mengajak sang putri masuk kedalam mobil.
"Gla"
Brak
Brak
Brak
Panggil Al memburu,sambil menggebrak kaca mobil yand ditumpangi.
"Gla,dengarkan aku dulu.Yang kamu lihat itu tidak benar.Itu semua cuma-"
"Jalan pah!"
Pinta Gla kepada sang ayah,tak peduli akan permohonan Al ataupun perbuatan pria itu yang terus mengejar mobil yang ditumpanginya.
"Hiks...hiks"
Isaknya pilu,sambil menatal Al yang terlihat sangat kacau dari kaca spion mobil yang ditumpangnya.
"I hate you Al."
"I hate you."
**
TBC
Udah segitu aja,maaf ya kalau lama updatenya🙏🙏
__ADS_1
Sukabumi 14 mei 2020
08.42