
'Serumit apapun teka tekinya,pasti akan ada jalan keluarnya'
-Algafriel Hazka Dwiarga-
**
"Gimana caranya kita masuk?"
Tanya Geno memecahkan keheningan diantara ketiganya.
"Bentar,gue cari ide dulu."
Ujar Reno sambil mengeluarkan sebuah semi mini drone dari dalam ransel yang dibawanya.
"Kita harus tahu dulu keadaan lokasinya."
Ujarnya yang langsung diangguki oleh Geno dan Al.
Ada yang banyak berubah dari diri seorang Reno Wiharga Rachman yang kini terlihat.Walaupun ia terkenal sebagai sosok yang humoris,tetapi kini ia bisa menenpatkan sisi humorisnya itu diwaktu yang tepat.Malahan kini mereka dibuat tercengang dengan perubahanya yang signifikan.
"Telat sedikit aja,semuanya bakal kacau bro."
Ujar Reno sambil memperlihatkan smartphonenya yang terkoneksi dengan drone yang baru saja diterbangkanya.
Drone keluaran terbaru asal negri sakura yang dibuat semi mini dengan desain cañggih dan redaman suaranya yang lebih kecil.
"Anj*r,itu beneran si psycho?"
Tanya Geno yang dijawabi anggukan oleh Reno.
Al mematung sejadi jadinya.Jika ia terlambat seperkian detik saja,ia dan kawan kawanya pasti tidak akan bisa sampai disini.Belum lagi saat ia sampai di tempat kejadian semalam,bertepatan dengan seseorang misterius yang keluar lewat parkiran khusus tamu VIP menggendong seorang gadis berdress putih selutut.Setelah mengetahui jika itu Gea,Al dan dua temanya memilih untuk membuntuti mobil SUV hitam yang ditumpungi oleh sosok misterius tersebut.
"Jadi,sekarang gimana?"
Tanya Geno.
"Kita masuk!"
Putus Al mantap.
"Ok,kita masuk.Tapi ingat,seseorang yang termasuk golongan psycho itu cedas dan cerdik.Dia tahu kalau kita bohong."
Ujar Reno menuturkan.
"Jadi gue minta,loe berdua jangan gegabah.Dan ingat,jangan sampe dia baca pikiran loe karena loe ketahuan bohong."
Lanjutnya.
Kini ketiganya bergerak memasuki bangunan tua tersebut.Mereka sudah cukup mengamati dari semalam,kini waktunya mereka bergerak bukan?
"Bertahanlah Gla,aku akan menyelamatkanmu."
**
BYURR
"Bangun wahai nona..."
Gadis bermanik hazel itu melenguh kecil,sambil mengerjap-nerjapkan matanya.Rasa sakit yang teramat tiba tiba mendera sekujur tubuhnya,saat kesadaranya telah kembali.Iris hazelnya mulai terbuka,menyesuaiķan penglihatnya dengan cahaya minim diruangan yang agak lembab dan gelap tersebut.Ruangan gelap yang usang,berbentuk seperti coloseum,berdiameter bundar dengan atap yang bebas mengekpose langit luas.Dengan hiasan pasak jendela yang sudah tak terawat tentunya.
Kesadaran gadis cantik itu kembali terkumpul.Saat kesadaranya telah kembali,ia juga sadar akan keadaanya kini.
Tangan dan kakinya terikat disebuah tiang besi berkarat,yang ada ditengah ruangan.Beberapa bagian bajunya koyak,sudut bibirnya pecah dengan luka sobek dan memar dimana-mana.
"S-siapa kamu?"
Tanyanya sedikit meringis merasakan perih disudut bibirnya.
Sosok berambut setelinga yang mengenakan setelan jas hitam dan topi hitam itu terkekeh kecil.Sambil menciumi senjata api yang ada ditangan kirinya.
"Kamu tidak perlu tahu siapa saya."
Desisnya tajam,sambil mendekat kearah Gla.
"Yang terpenting,sekarang kamu lenyap ditanganku-Geasya Genandra Putri."
Ujarnya dengan pelapalan bahasa inggrinya yang kental.
"A-aku bukan Gea.A-aku Gladish."
Ujarnya menggoreksi.
Sosok itu tertawa keras,sambil mengarahkan senjata api yang dikenakanya kesembarangan arah.
DOR
"Ahkk..."
Teriak Gladish ketakutan.
"Berhenti menyebut nama Gladis.Nama itu tak pantas untukmu."
Desisnya tajam.
"Gladish Handaru sudah mati,tubuh maupun nyawanya."
Desisnya sambil mencengkram rahang Gla kuat.
__ADS_1
"Ahk ss-ssakitt..."
Rintih Gla tak kuat.
"Kamu tidak pantas menggunakan nama Gladis Handaru."
Ujarnya penuh penekanan sambil melepaskan cengkramanya.
"T-tapi aku memang Gladis.K-kamu yang s-siapa?"
Cicit Gla kecil.
"Aku?!"
Ujarnya menunjuk diri sendiri.
"Gladien-kembaran Ģladish Handaru."
Deg
Gladis mematung seketika saat melihat sosok misterius dihadapanya membuka topinya.Memperlihatkan wajah cantik nan menakutkan dalam bersamaan.Rambut yang tadinya pendek setelinga,ternya itu hanya rambut palsu yang menutupi rambut aslinya.
"Kenapa? Terkejut?"
Tanya sambil menyeringai.
"Kamu bukan Gladis Handaru,melainkan Geasya Genandra Putri yang kematianya dipalsukan sembilan tahun lalu."
Deg
Gladis tertegun bukan main,kini kilasankilasan masalalu itu kembali berputar dikepalanya.Membuat kepala serasa ingin pecah saking sakitnya dibuat betpikir secara keras.
"Kamu Geasya Genandra Putri yang selama ini sudah dikira mati.Tetapi apa,orang lain yang harus menanggung derita pemalsuan itu."
Desisnya tajam.
"T-tapi-"
PLAK
"Tutup mulutmu gadis sial*n.Biarkan aku yang bercerita."
Ujarnya sambil menyeringai evil setelah menampar pipi kanan Gla.
"Karena semua kebohongan itu aku yang harus menderita.Aku!!"
Bentaknya.
"Karena kamu tidak tahu rasanya hidup tanpa nama,sedangkan orang lain hidup bahagia menggunakan namaku."
"Hidup tidak adil,pers*tan dengan semua itu.Sekarang,aku cuma mau kamu MATI."
"Kamu akan mati dan semua penderitaanku akan usai."
Ujarnya sambil mengarahkan senjata apaninya kearah Gea.Menarik pelatuknya perlahan.
"A-apa maksud dari semua ini?"
Bingung Gea sambil berderaian air mata saking ketakutan.
"Selamat tinggal,Gladis palsu."
Gea menutup matanya,ia takut ditodong sebegitu dekatnya.Ia pasrah,jikapun ia harus mati tampa mengetahui apa yang terjadi sembilan tahun lalu tak apa.
DOR
"AHHK,SIAL*N.SIAPA KALIAN?!"
desis wanita yang mengaku sebagai Gladien tersebut.
"Ge,kamu tidak apa apa?"
Tanya Al cemas sambil melepaskan ikatan tangan dan kaki Gea.
Gadia bersurai agak kecoklatan itu membuka matanya.Menangis haru saat melihat siapa yang menolongnya.
"Al!"
Antusiasnya sambil menubruk tubuh tegap dihadapanya.Memeluknya dengan gemetar,karena sekelebat bayangan-bayangan itu mulai kembali tersusun.
"Kamu tidak apa apa kan?"
Tanya Al khawatir saat Gea melonggarkan pelukanya.Gadia itu menggeleng,sebelum Al menghaduahi pucuk kepalanya dengan kecupan kecil.
"Aku akan menjagamu."
Ucap Al bersungguh sungguh,sebelum suara tembakan mengalihkan perhatianya.
DOR
Disana,duel antara Geno,Reno dan Juga wanita yang mengaku sebagai Gladien.Lutut Al melemas seketika,saat tubuh salah satu diantara ketiganya tumbang.
"RENOO."
Teriak Geno histeris saat melihat sahabatnya terkapar bersimbahan darah.
"You lose."
__ADS_1
Ujar Gladien sambil menyeringai puas.
"Tinggal kamu,perebut sial*n."
Desisnya sambil berjalan mendekat kearah Gea dan Al.
"Tidak semudah itu untuk menyentuhnya."
Geram Al sambil melayangkan pukulan demi pukulan kearah Gladien.
BUGH
BUGH
"Shit."
Geram Al,ternya tenaga wanita itu lebih besar darinya.
"You lose,a handsome pilot."
Seringainya sambil menendang pelut liat Al yang membuat siempuñya merintih kesakitan.
"Kini tinggal giliranmu."
Ujarnya mengerikan sambil mengarahkan senjata apinya kearah Gea.
"T-tolong,hentikan ini."
Cicit Gea kecil.
"Tidak sebelum,kamu mati nona."
Ujarnya menyeringai evil sambil menarik pelatuh pistolnya,dan
DOR
DOR
"AL?!"
Teriak Genò dan Gea bersamaan.
Dua peluru bersarang tepat didada kiri pria tampan tersebut.Membuat dirinya limbung ketanah langsung.
"A-al..."
Lirih Gea sambil terisak.
"Sial*n,kenapa harus meleset?!"
Geramnya sambil mengarahkan pistolnya kearah Gea yang tengah memeluk tubuh Sl yang bersimbahan darah.
"Kali ini pasti kena!"
Ujarnya sambil tertawa keras,kemudian menarik pelatuknya bertubi tubi.
DOR
DOR
DOR
"No,no no!!"
Frustasinya tiba tiba,saat melihat objek yang ditembaknya.Kali ia ini gemetaran tanpa diduga,menjatuhkan senjata api itu tanpa disengaja sejalan dengan luruhnya tubuhnya kelantai.
"No.Kamu tidak boleh pergi."
Ujarnya terisak sambil memeluk tubuh yang baru saja ia tembak.
Bukan tubuh Gea,melainkan tubuh orang lain.Tubuh orang terkasihnya yang selama ini ia cintai sepenuh jiwa.
"NO.Kamu tidak boleh pergi."
Teriaknya disela sela isakanya yang memilukan.
Gea pun sama,ia ketakutan juga takut kehilanga.Sambil mendekap tubuh pria yang dicintainya,kesadaranya mulai terenggut.Hingga terakhir yang ia dengar,sayup sayup suara seseorang yang memangilnya.
'Aku cinta kamu Al.'
Batinya sevelum benar benar tak sadarkan diri.
"Ge?"
"Gea?"
"Geaa?!"
**
To Be Continue
Jangan lupa like dan komen ya😊😊
maaf jika typo masih bertebaran🙏🙏
Sukabumi 16 mei 2020
__ADS_1
10.52