
'Ingatlah aku,jika memang teka teki ini tentang kamu.'
-Algafriel Hazka Dwiarga-
Duakkk.....🚘🚙
"*Dari mantan perawat putri Brama Leonard Handaru,ia mengatakan jika gadis yang diasuhnya semenjak kecil itu sudah meninggal dunia sembilan tahun lalu."
Deg
"Meninggal*?"
**
"Nona Gladis adalah gadis yang baik hati dan pandai."ungkap wanita berusia tengahan abad lebih tersebut.
Setelah mendengar cerita adanya kejanggalan dari informasi yang diterima Aoi,Al memilih untuk menemui secara langsung wanita yang sudah bekerja lebih dari 30 tahun bekerja dikeluarga Handaru tersebut.
"Sembilan tahun yang lalu,nona muda mengalami kecelakaan hebat dinegara Singapura."
Tuturnya,sambil memandangi fhoto gadis kecil dipangkuanya.
"Nona muda memang memiliki riwayat penyakit jantung bawaan.Tapi saya yakin,nona bukan meninggal karena itu.
Setelah kecelakaan,nona dirawat disalah satu rumah sakit ternama disana.Nona mengalami koma hampir sembilan bulan."lanjut wanita baya bernama-Rosallie tersebut.
'Koma? Jika nona muda Handaru itu koma,masih ada kemungkina jika ia terbangun!'batin Al berujar.
"Kabar terakhir yang saya dengar,nona muda meninggal dibulan kesepuluh dirinya dirawat."
'Bulan kesepuluh,berarti beberapa hari setelah Gea dilarikan kesingapura?'gumamnya pelan.
"Apa anda kenal dengan kakak ipar Brama Leonard Handaru?"tanya Al.
"Ah....suami almarhum nona Friska itu ya,tuan....tuan Andra Genandra!"
Tebaknya,sambil tersenyum kecil.
Al mengangguk membenarkan.
"Iya,apa anda kenal dengan putrinya? Namanya Geasya Genandra Putri?"
"Ahh....nona cantik bermata hazel itu ya? Iya saya kenal.Nona muda dulu sering diajak bermain oleh nona Gea.Waktu disingapura pun,saya dengar nona Gea sedang jatuh sakit."
Deg
'Dia tahu....'
"Waktu dirawat diSingapura,nona muda dan nona Gea juga dirawat diruangan yang sama.Namun anehnya......"
Ucapnya terputus.
"Aneh,kenapa?"
"Anehnya nona muda saat itu-
****Triringggg
Triringggg**
Bunyi suara telepon rumah milik wanita baya tersebut.
"Permisi anak muda,saya harus angkat telpon dahulu."katanya sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Hallo!"
"....."
"Ya,dengan saya sendiri!"
"..."
Al yang tengah meneliti perubahan signifikan yang dilihatnya itupun menyengitkan dahinya.Wanita baya itu tiba tiba mematung,setelah menerima telpon dari sebrang sana.
Bruk
Al langsung terperanjat,saat wanita yang sudah ber-umur itu tiba tiba jatuh terduduk diatas lantai.
"Anda kenapa nyonya Rose? Apa anda baik baik saja?"tanya Al khawatir,sambil membantunya berdiri.
"Grandma!"
Panggil suara melengking itu tentu bukan milik Al.Itu milik seorang gadis yang baru saja tiba sambil membawa kantong belanjaanya.
"Grandma kenapa?"
Tanyanya cemas,sambil membatu neneknya itu duduk dikursi.
"Tadi saat menerima telpon dari seseorang,nyonya Rose tiba tiba seperti ini."
Ungkap Al.
Ia juga terkejut,karena wanita baya yang tadinya baik baik saja,setelah menerima telpon tiba tiba saja wanita baya itu terlihat linglung dan kebingungan.
"Grandma mengidap Alzaimer,kadang kadang grandma memang seperti ini."
Tutur sang cucu.
"Alzaimer?"gumam Al pelan.
"Nyonya,apa anda ingat saya? Saya yang tadi bicara dengan anda."
Kata Al mencoba berkomenukasi dengan wanita baya tersebut.
"Kamu siapa? Saya tidak kenal."
__ADS_1
Deg
"Saya Al,saya ingin bertanya tentang gadis bernama Gladis Handaru.Apa anda ingat?"
Tanya Al tak patah semangat.
"Galadia handaru siapa?? Al siapa?"
Ulang Rose,kebingungan.
"Tolong tuan,mungkin grandma sedang mengalami gejala gejala Alzaimer-nya.
Jangan terlalu menekan grandma,karena percuma saja.Grandma akan melupakan sebagian ingatanya."
Deg
"Apa-jadi....nyonya Rose akan melupakan apa yang tadi dia ucapkan?"
"Iya."
'Shith.....apa apaan ini!'batin Al geram.
Lagi lagi Al harus mendapatkan kenyataan pahit.Karena narasumber yang harusnya memberinya titik terang,kini malah melupakan segalanya karena penyakit Alzaimer yang dideritanya.
"Jadi bagaimana sekarang tuan?"
Tanya pria berpakaian seba hitam tersebut.
"Kita kembali keapartemen.Keadaan nyonya Rose yang mengidap Alzaimer,membuat dia melupakan sebagian ingatanya."tutur Al.
Pria itu benar benar tak habis pikir,sulit sekali mencari tahu identitas tentang gadis bernama Gladis Handaru tersebut.Intansi tempatnya pernah menuntut ilmu pun tidak mau membocorkan informasinya sedikitpun.
"Aoi!"
"Ya tuan,ada apa?"
"Pergilah kerumah sakit tempat Gea dan Gladis dulu dirawat.Cari tahu identitas mereka,dan data perawatan mereka sembilan tahun lalu."perintah Al to the point.
"Saya ingin informasi se-detail mungkin."
"Baik tuan."
Sesulit apapun mencari informasi tentang Gladis yang mungkin ada sangkut pautnya dengan kematian Gea.Al akan tetap mencari sumbernya,hingga tuntas keakar akarnya sekalipun.
Pria tampan bersurai hitam itu terlihat sesekali memijat pelipisnya yang terasa pening.Tak terasa,sudah dua minggu ia tinggal dilondon,menguntit apapun yang dilakukan oleh gadis bernama Gladis Handaru tersebut.
Bahkan Al juga masih aktif bolak balik kebandara untuk memberikan keterangan cutinya.Karena lamanya cuti yang diambilnya,membuat Roland-ayah Al turun tangan untuk menegur putranya itu.
kini pria tampan berseragam pilot tersebut sudah terlihat gagah kembali,sambil bersandari dikursi kebesaranya.
Bukanya saja pusing akan pencarianya yang belum menemukan titik temu,ia juga pening akan perjodohan yang banyak dilontarkan oleh colegan colegan bisnisnya.
"Pilot Al,kira kira kita delay-nya sampai berapa lama?"tanya seorang pramugari yang muncul dari pintu kabin yang mrnghubungkan ke-flight deck.
"Intruksi dari pihak menara pengawas tadi sekitar 30-45 menit!"
Pramugari yang sudah cukup lama bekerja satu maskapai dengan Al itu tersenyum,lalu berujar.
"Begitu rupanya.Kalau begitu saya permisi kembali kekabin khusus pramugari pilot Al."
"Hm"
Selama bekerja dipenerbangan,Al memang dikenal sebagai pria yang terkesan cuek dan dingin.Namun semua itu tidak mengurangi intensitas dari kadar ketampanan dan kepopuleranya.
Apalagi saat berada dibalik kemudi,dengan seragam lengkapnya dan sunglass hitam yang selalu menemaninya.
Pernah suatu saat,Al memiliki patner co-pilot seorang wanita yang berasal dari negara selatan di ASIA.Entah karena terpesona oleh ketampanan pria disampingnya,co-pilot tersebut sampai sampai salah menekan tombol kendali.
Karena keteledoranya itu,ratusan nyawa hampir melayang karenanya.
Belajar dari semua itu,Al tidak penah mau menerima patner co-pilot seorang wanita lagi.Karena apa,karena ia takut kejadian konyol seperti itu dapat terulang kembali dan dapat membahayakan nyawa orang banyak.
Jadwal penerbangan Al kali ini adalah Menuju New york,Amerika Serikat.Dimana ia akan mendarat dibandara Jhon F Kennedy sekitar dini hari.Al harus kembali bekerja diruang kendali benda besar ini,dikarenakan Al adalah salah satu pilot terbaik yang dimiliki oleh maskapai tempatnya mengabdi.
Padahal tanpa sepengetahuan Al,gadis yang dijadikan objek menguntinya selama dua minggu ini,ikut ambil bagian dalam pesawat yang diterbangkanya.
Gadis cantik bermanik hazel itu hendak pergi ke New york,untuk menghadiri acara dinner yang diadakan collegan bisnis ayahnya-Brama Leonard Handaru.
Karena Brama berhalangan hadir,ia mengamanantkan sang putri untuk mewakilinya sebagai penerusnya.
"Aku bosan sekali!"
Gumamnya pelan.
Ia duduk tepat disamping jendela,dengan pemandangan landasan pacu yang sebentar lagi akan ditinggalkanya.Disampingnya ada seorang wanita paruh baya yang juga duduk bersebalah denganya.
Mendengar àdanya pemberitahuan dari pihak penerbangan,Gladis mulai mengikuti prosedur yang diminta oleh pramugari lewat pengeras suara tersebut.
"Ahh....apa plot Al juga sedang mengudara ya?"gumamnya kecil,sambil memainkan jemarinya dijendela pesawat.
Manik hazel cantiknya pun berhenti sejenak,menatap intens cincin putih yang melingkari jari manisnya.
"Cincin ini?"
Ia ingat,beberapa hari yang lalu ia bermimpi ada seorang pemuda yang membelikanya couple rings,namun wajah pria itu tak nampak jelas.Semuanya terlihat hitam putih,seperti sebuah memori fhoto jadul zaman dahulu.
Dan ketika terbangun dari mimpinya,cincin itu benar benar tersemat dijari manisnya.
Lama ia mengamati cincin putih bergaris secara horizontal tersebut.Kemudian jari lainya tergerak melepaskanya,mengamati secara sesama bentuk setiap sudut benda pipih tersebut.
~>MY A<~
Simbol yang terukir dibagian dalam cincin.
"My A itu singkatan dari apa?"
__ADS_1
Gumamnya kecil,hingga tanpa sadar,sebuah goncangan cukup membuatnya refleks menjatuhkan benda mungil tersebut.
"Cincinya..."
Gumanya risau,sambil melihat sekeliling tempat duduknya.
"Ada apa nona? Apa kamu mencari sesuatu?"tanya wanita yang duduk disampingnya.
"Ahh...itu,cincin saya hilang nyonya."
Ungkapnya.
'Attantion please!'
Namun kegiatanya mencari cincinya yang hiilang itu harus terhenti karena adanya pemberitahuan jika pesawat akan segara mendarat dibandara Jhon F Kennedy.
Sampai seluruh penumpang keluar dari kabin pesawat,Gladis tetap tinggal disana untuk mencari cincinya.Dirinya pun menjadi pusat perhatian beberapa pramugari dan pramugara yang terakhir keluar dari kabin pesawat.
"Anda sedang apa nona?"
Tany salah satu pramugari,yang hendak keluar itu.
"Saya sedang mencari cincin saya.Tanpa sengaja tadi saya menjatuhkanya disini."
Ungkap Gladis,sambil mencari keseisi tempat duduk penumpang dihadapanya,sisi hingga dibelakanya.
Kerumunan pramugari dan pramugara itu,tentu menjadi pusat perhatian awak pesawat lainya,termasuk pilot dan co-pilot yang baru kuar dari flihgt deck tersebut.
"Ada apa itu?"
Sang pilot ikut angkat bicara.
"Ah itu,saya dengar seorang gadis yang kehilangan cincinya.Gadis itu bilang cincinya buka perhiasan berharga tinggi,namun bermakna yang mendalam."
Tutur pria hampir tengahan abad yang berprofesi sebagai co-pilot tersebut.
"Anda tahu dari mana?"
"Ah....saya mendengarnya dari Jean,pramugari baru asal Sidney itu."
Ungkapnya sambil berlalu lebih dulu.
Awalnya Al juga tak mempedulikan kerumunan itu,namun ketika hendak melangkah kembali,sepatu pentopel hitamnya menginjak sesuatu yang cukup menarik perhatianya.
Ketika ia berjongkok,ternyata cincin yang dirumorkan hilang itu benar ada dibawah kakinya.
Deg
Ketika melihat cincin silver tesebut,pria tampan berjambul itu berhenti sejenak dari aktivitasnya.Jantungnya langsung bergemuruh seketika.Cincin yang dipeganya,sama dengan miliknya yang masih berada padanya.
Ia yakin 100% bahwa cincin ini adalah pasangan dari miliknya.
"Cincinya tidak ada nona,mungkin sudah ada yang menemukanya!"
Ucap seorang pramugari.
"Tidak,pasti cincinya masih ada disini!"
Kata Gladis kukuh pada pendirianya.
"Apa yang anda cari adalah benda ini?"
Ujar suara bariton yang melantun dari hadapanya tersebut.
Gadis berambut hitam kecoklatan itu mendongkram,mempertemukan secara langsung manik hazelnya dengan manik elang milik pria dihadapanya.
"Pilot Al!"
Kata Gladis,tak dapat menutupi keterkejutanya.
Pria itu tersenyum sambil mengulurkan tanganya,membantu gadis yang tengah berjongkok itu untuk berdiri.
"Ini milikmu bukan?"
Kata Al kembali berujar,setelah dirinya berdiri.
"Iya,itu cìncin milikku.Bagaimana anda bisa menemukanya,pilot Al?"
"Karena cincin ini mencari pasanganya,dan saya memiliki pasangan cincin tersebut."
Ucapnya lembut sambil tersenyum kecil.
Deg
Semua pramugari dan pramugara yang ada disana sampai dibuat mematung oleh perkataan pilot tampan yang terkenal dingin dan cuek tersebut.
"Ini couple rings,dan pasanan lainya ada pada saya."
Lanjut Al,sambil memakaikan cincin tersebut dijari manis Gladis.
'Ternyata kamu sudah bergerak sejauh ini anak muda.Mari kita lihat,sejauh mana kamu bisa bertahan menggali semua teka teki ini.'
Batin seorang pria berkupluk hitam yang melihat semua interaksi tersebut,dari depan pintu kabin pesawat.
TBC
**Hohoho.....niatnya mau update gila gilaan.
Tapi,takut gak keburu,jadinya triplex update aja ya🤗🤗
Aku janji deh,nanti bakal update lebih rajin lagi😊😊
Jangan lupa ya,vote💯komen💬like🖒and share⛖
Ditunggu ya,lanjutanya😋😋**
__ADS_1
Sukabumi 22/12/19
20.36