
(Happy Reading)
"Sesulit apapun seseorang mencoba memisahkan sepasang hati,jika takdir sudah berkehendak.Nestapa bisa apa? Yang terjadi pasti akan terjadi.Namun,hati tetaplah satu dalam keadaan apapun akhir kisahnya."
**
Riuh ramainya bandara Internasional Suekarno Hatta sore ini.Terlihat banyak para calon penumpung yang tengah menunggu keberangkatan,ada juga para penumpan yang baru saja datang menunggu jemputan.Banyaknya manusia yang berlalu lalang,tak menganggu langkah wanita cantik tersebut.Sesekali ia membalas sapaan para gerombolan pramugari yang menyapanya.
Wanita wanita cantik berseragam apik itu terlihat gemas,sesekali meminta izin untuk menyentuh perutnya yang mulai membuncit.
Dengan langakah ringan,wanita cantik bermata hazel itu melangkah.Menunggu didepan pintu keberangkatan,walaupun pegal mulai mendera tungkainya.Tubuh mungil yang terbalut tress putih gadis selutut berlegan panjang,terlihat sangat pas dibadanya.Sesekali ia melirik arloji yang melekat manis ditangan kirinya.Arloji couple pemberian salah satu sahabat suaminya.Ia memakai arloji ini,karena sang suami juga mengenakan arloji yang sama saat bertugas.
Keberadaanya dibandara ini adalah untuk menyambut kepulangan sang suami.Entah mengapa,ia seakan akan memiliki dorongan besan untuk menjemput sang suami dibandara.Jadilah kini ia disini,menunggu pesawat yang dibawa suaminya lepas landas dengan selamat.
"Sebentar lagi papa pulang baby."
Lirihnya kecil sambil menyentuh permukaan tubuhnya yang terasa mulai membuncit tersebut.
"Hallo,nona.Apa ini milikmu?"
Tanya seorang pria bersuara berat tersebut.
Ia menoleh,menatap pria yang kira kira berusia sebaya dengan suaminya tengah menatap kearahnya.
"Iya,ini milik saya."
Ujarnya senang saat melihat liontin miliknya tak sengaja terjatuh dari slimbag miliknya.
"Saya menemukanya tergeletak dilantai barusan."
Ujarnya sambil memberikan liontin yang sebenarnya gantungan handphone tersebut.
"Terimakasih tuan,maaf telah merepotkanmu."
"Tidak apa apa,saya menemukanya secara kebetulan taadi."
Lama kelamaan keduanya mulai mengobrol selayaknya seorang teman.
"Jadi,sedang apa nona Gea disini? Apakah nona ingin pergi kesuatu tempat?"
Tanya pria yang belakangan diketahui namanya Randy tersebut.
"Tidak,bukan begitu.Saya sedang menunggu seseorang,anda sendiri sedang apa disini?"
Tanya wanita cantik itu balik.
"Saya sedang menunggu keberangkatan,saya ada perjalanan bisnis ke Moskow."
Tuturnya.
"Ow,semoga selamat sampai tujuan kalau begitu tuan."
Tak lama kemudian terdengan suara dari pengeras suara.Pemberitahuan jika penerbangan dari Tokyo-Jepang telah mendarat dengan selata dan sampai ditujuan.Sama dengan tujua suaminya ternuata.Oleh karena itu Gea langsung beranjak dari duduknya.
"Apa seseorang yang nona tunggu sudah datang?"
Tanya Randy sambil ikut berdiri.
"Iya,dia sudah datang.Mungkin sebentar lagi."
"Apa dia itu seseorang yang sangat spesial?"
Tanya Randy penasaran.
"Dia itu-"
Ujar wanita cantik itu terpotong,saat melihat gerombolan pramugari juga pramugara keluar setelah rombongan para penumpang keluar dari pintu kedatangan.Hingga iris hazelnya menatap pwajah tampan nan gagah sang suami yang mengenakan setelan formalnya,tengah berdiri menarik koper dengan coolnya.
Senyuman bahagia wanita itu makin mengembang,apalagi saat prianya itu tersenyum balik kearahnya.Menengteng topi kebesaranya ditangan kiri,sambil tersenyum bahagia.Setelah satu bulan melakukan perjalanan,akhrnya ia bisa pulang menemui istri tercintanya yang tengah mengandung.
"Wife"
Ujarnya memanggil,sambil berdiri sejenak.Menatap tajam pria berjas abu abu yang berdiri disamping sang istri.
Ditatap dengan tajamnya oleh pilot tampan dihadpanya,Randy menciut.
"Mass,kangen."
Sebelum suara manis Gea memecahkan keheningan.
Menghambur memeluk tubuh tegap sang suami.Menenggelamkan wajah cantiknya didada bidang yang pelukabble tersebut.
"Kagen."
Cicitnya kecil penuh kerinduan yang membuncah.
"Me too."
Jawab pria tampan tersebut,sambil menghujani pucuk kepala wanitanya dengan ciuman.
Randy-pria itu hanya melogo melihat kedekatan keduanya.Hatinya potek melihat gebetanya begitu mesra dengan pria tampan yang rupanya bak titisan dewa dewa yunani itu.
"Babynya juga."
Ujar Gea-wanita cantik itu mendongrak.Menatap sang suami.
"Kangen sama mas."
Lanjutnya.
Pria tampan itu mengangguk,sebelum berlutut tepat dihadapan perut sang istri yang agak membuncit,ia berbisik.
"Hallo baby boy,how are you?"
Tanya sambil mengecup nya pelan.
"Papa sudah pulang,jadi jangan munyusahkan mama lagi okay?"
Gea tersenyum kecil-mendengarkan intruksi sang suami dengan jabang bayi didalam rahimnya.
__ADS_1
Padahal belum diketahui jenis kelamin dari bayi mereka,namun Al selalu kekeuh memanggilnya 'baby boy' firasat katanya.
Ya,Gea membiarkanya saja.
Tanpa mereka sadari,sedari tadi ada pria yang baru saja memiliki harapan lansung potek ditempat.Ditampar oleh kenyataan wanita yang menarik perhatianya adalah istri orang,yang juga tengah hamil muda.Haduhh,potek hati Rendy.Membawa harapanya yang kandas ditengah jalan.Pria itu memilih berlalu meninggalkan dua orang pasutri tersebut.
"Tadi siapa sayang?"
Tanya Al saat ia sudah kembali keposisi nya semula.
"Oh tadi,tadi itu orang yang udah nemuin liontin gantungan punya aku mas.Tapi sekarang-"
Wanita cantik itu celingukan sendiri.
Kemana hilangnya dia,pikir Gea.
"Sudahlah,mungkin sudah pergi juga.Sekarang kita pulang pulang ya sayang."
Ajak Al yang langsung diangguki oleh sang istri.
Sembilan bulan usia pernikahan keduanya,dan kini Gea tengah mengandung tiga bulan buah hati pertamanya dengan suaminya Al.Mereka juga sudah tinggal terpisah dari orang mereka masing masing.Di bulan pertema pernikahan mereka,Al memboyong istrinya untuk menempati rumah baru mereka.Rumah yang memang tak seluas mansion milik Andra-papa Gea,juga tak sebesar rumah orang tua Al.Namun cukup besar untuk ditinggalinya dengan keluarga kecilnya kelak.Setidaknya rumah itu dibeli dari hasil jerih payahnya selama ini.
"Sayang,lihat sini."
Ujar pria tampan tersebut.
"Ada apa mas-"
Ckrak
Wanita cantik itu mengerucutkan bibirnya,sambil memegang loyang kue yang dipegangnya.
"Apaan sih mas,aku kan lagi bikin kue."
Kesalnya merajuk,namun terlihat sangat manis dimata sang suami.
"Cantik,ayo fhoto lagi."
Titah sang suami sambil mengarahkan camera hanfhone kearah sang istri.
Wanita cantik yang tengah hamil muda itu tersenyum kecil.Suaminya itu memang kerap kali menganggunya jika merasa terabaikan.
"Ayo mommy."
Ujar Al lagi.
"Iya iya mas."
Masih dengan loyang kue yang dipegangnya
Wanita cantik berdress kuning dengan motip sun flower itu tersenyum kearah kamera.Searah dimana sang suami siap membidik potret terbaik istri cantiknya.
"Cantiknya my wife."
Ungkap Al sambil memeluk tubuh sang istri yang mulai berisi dibagian perut.
"Mas,aku lagi masak loh."
Lerai sang istri risih.
"Sana mas,kamu ganggu aku."
Kesalnya karena sang suami tak kunjung melepaskan pelukanya.
"Kamu bau amis,aku gak suka."
Whatt??
Pria tampan itu langsung membelalakkan matanya.Padahal ia sudah wangi begini setelah mandi tadi.Lantas,bisa bisanya istinya itu mengatai dirinya bau amis.
"Aku gak bau kok sayang,nih cium."
Ujarnya sambil memeluk sang istri kembili.
"Bau ihh,pengen muntah."
Whatt??
"Sana jauh jauh,nanti babynya infeel sama bau mas."
Ujar wanita cantik itu mulai risih.
"Mas wangi sayang."
"Mas bau hiks,bau terasi."
Whatt,Al mendelik saking terkejutnya.
"Gea gak suka,mas bau terasii."
Tadi bau amis,sekarang bau terasi.Hadohh,Al sampai dibuat ilfeel dengan moodboster bumil satu ini.Belum lagi emosinya yang naik turun,sering kali membuat Al harus extra sabar menghadapinya.
"Sayang."
Panggil pria tampan itu sambil mengejar wanitanya yang sudah menaiki udakan tangga.
"Ampun si enon,ngidamnya gitu amat."
Kekeh salah satu asisten rumah tangga Al dan Gea yang cekikikan sendiri melihat melihat kelakuan pasutri muda tersebut.
---▪▪---
"Sayang,masa masih bau sih? Mas udah mandi loh?"
Al-pria tampan itu kembali mengajak sang istri berbicara.
Pasalnya hingga sore hari ini,istrinya itu
Terus saja menghindarinya dengan alasan bàu.Al bahkan rela harus mandi berulang kali,demi menghilangkan bau yang katanya menyengat pada tubuhnya.
__ADS_1
"Ge."
Frustasi pria tersebut,pasalnya sang istri tak mengindahkan dirinya sekalipun.
"Arrgghh,mas nyerah ah."
Ujar Al pasrah sambil melangkahkan kakinya keluar kamar.Namun,sebelum itu.
Grep
"Mas udah wangi."
Cicit suara sang lembut khas milik sang istri diiringi dengan pelukan erat dari arah belakangnya.
"Jangan marah ya mas,tadi beneran mas bau kok."
Dari nada suaranya yang kecil,Al tahu jika istri tercintanya itu tengah merasa bersalah.
"Sstt,mas gak marah kok.Mau tau mas bau,jadi gak usah sedih lagi ya."
Ujar Al sambil membalikkan tubuhnya,memeluk sang istri balik tak kalah erat.
"Sayangnya mas gak boleh sedih ya.Mas gak marah kok."
Ujar Al sambil mengecupi pucuk kepala sang istri.
"Janji ya?"
Tanya wanita cantik itu sambil mendongrak,menatap wajah tampan suaminya.
Cup
"Iya,mas janji."
Ujar Al sambil muncuri satu kecupan dibibir sang istri.
"Tapi Gea mau pempek."
Ujar Gea sambil membenamkan wajahnya didada bidang sang istri.
"Yaudah yuk,biar mas beliin.Pempek yang gimana?"
Tanya Al sambil memeluk sang istri yang sedang bermanja manja ini.
"Pempek kapal selam,tapi-"
"Tapi apa sayang?"
"Maunya makan pempeknya dikapal selam beneran."
Deg
'Astagfirullah haladzim'
Pria tampan itu menghela napasnya lelah,lalgi lagi ia dihadapkan keinginan aneh bin nyeleneh yang dinamakan ngidam tersebut.
"Mass."
Rengek sang istri.
"Iya iya,kita berangkat ya."
Ujar Al yang selanjutnya dihadiahi senyuman secerah mentari dibibir sang istri.
Makan pempek kapal selam didalam kapal selam benaran itu tidak ada apa apanya.
Dangdutan di car free day pakai daster juga tidak ada apa apanya,makan eskargot (olahan dari bekicot/siput) pakai eskrim itu juga belum ada apa apanya,Tadarusan digerbang komplek lima belas juz seharian bersama Reno itu juga belum ada apa apanya,ketimbang istri dan calon bayinya sedih karena keiinginanya tidak
terpenuhi.Semua itu rela dan mampu Algafriel Hazka Dwiarga lakukan demi istri tercintanya.Wanita yang sembilan tahun lamanya ia perjuangkan dengan berbagai ujian dan halang ringtangan yang menerjang.
"Apapun itu akan aku lakuan,yang penting kalian bahagia.Karena memperjuangkan kamu saja-dulu lebih berat dari semua permintaan permintaan ini."
Ujar pria tampan tersebut sambil mengecup kening sang istri yang tertidur karena kelelahan.
"Good night my wife,have a nice dream.Love you."
Ujarnya lirih setelah menyelimuti tubuh mungil sang istri,sebelum dirinya juga ikut menutup mata.Menyusul sang istri menuju alam mimpi,membagi hangatnya malam ini dalam dekapan yang erat.
Sampai kapanpun,rintangan sebesar apapun itu akan selalu Al lewati dengan mantap.Karena ia tahu cintanya tak sedangkal dipemikiran,tak pula sempit seukuran.Cintanya dalam,luas juga kuat bertahan dari berbagai terpaan badai yang menghadang.Dari awal hubungan yang hanya sebatas guru les-dan murid,hingga benih benih cinta itu hadir.Tumbuh bersar seiring dengan berjalanya waktu ,hingga mengakar kuat hingga kini.
Algafriel Hazka Dwiarga-pemuda urakan nan
badboy yang memiliki cinta akut
untuk seorang Geasya Genandra Putri-gadis cantik putri pemilik sekolah,yang hidupnya terbatas karena gangguan jantung yang diidapnya sejak lahir.Dia Algafrieĺ Hazka Dwiarga yang siap mengarungi pahit,asam,manisnya kegidupan homeshooling bersama Gea demi keberlangsungan prestasinya dibidang ekskul basket,awalnya.Hingga cinta datang ikut bergabung,mewarnai hingga kini meresapi kehidupan rumah tangga keduanya.Dia-calon bapak muda yang bukan lagi guru les homeschooling seorang Geasya Genandra Putri,melainkan imam,suami juga pemimpin bagi Gea dan calon bayi mereka kelak.
---**°°TAMAT°°---
□□□**
Ayeyyy....udah Tamat aja nih🎉🎉
Hayooo,gimana yok pendapat kalian baca novel ini??
Dengan gendre Misteri yang aku ambil,aku coba buat tebak tebakan dibeberapa part.
Hayoo,jadi menurut readers gimana?
Terimakasih juga buat para readers yang masih setia nunggu up Al dan Gea
ILY ALL😙😙 pokoknya.
Makasih udah mau mampir,dan maaf jika visual tidak sesuai.Atau typo masih banyak bertebaran🙏🙏
Ok,jangan lupa tinggalkan jejak nya yoo😉😉
Salam dari @NRisma Al dan Gea
Sukabumi 30 mei 2020
12.25
__ADS_1