My Sweet Homeschooling

My Sweet Homeschooling
So......?


__ADS_3

'Percayalah jika aku tak pernah berniat membuat kisah cinta penuh teka teki.Namun bagaimana lagi,semuanya sudah terencana dengan baik oleh sang ilahi.'


**


"Hiks....hiks....ini gak mungkin...."


Rintihnya sambil berjongkok saking tak kuasanya menahan beban berat tubuhnya.


Gea putus asa,jika benar semua itu telah terjadi.Ia menangis sejadi jadinya disana,hingga sebuah objek menarik perhatianya.Membuatnya membekap mulutnya,takut menjerit histeris.Air matanya tumpah ruah seiring dengan gemuruh didadanya yang semakin memburu bak kesetanan.


"A-al..."


Lirihnya karena suara seperti tercekat ditenggorokan.


"A-apa apaan ini?"


Gadis cantik itu kembali didera pemikiran yang menimbulkan banyak pertanyaan.


Sebuah tangan terulur kepadanya,membantunya berdiri dari tempatnya terduduk.


"I-ini maksudnya apa?"


Cicitnya masih tak meñgerti.


"Ini ada apa,dan kamu-"


Suaranya tercekat,mungkin efek menangis hebat sebelumnya.Kini ia tambah tercekat saat someone dihadapanya itu berlutut dihadapanya.


"Aku tidak seromantis pria kebanyakan memang.Tapi cintaku ini tulus dari lubuk hati yang paling dalam.Dan aku tidak tahu jika gagasan cinta itu separuh napas benar adanya.Cinta itu membuat kita berani berekspetasi,berani mengunggkap segalanya bahkan menangtang maut sekalipun."


Ujarnya yang langsung membuat Gea tercekat ditengah tangisnya.Tolong seseorang bantu menjelaskanya,she's don't know about it.


"Jadi Geasya Genandra Putri will you marry me?"


Deg


Ini nyata,ini sungguh real someone itu ada dihadapanya.Berlutut dengan keadaan sehat jasmani dan rohani tanpa ada luka sedikitpun.


"A-al..."


Lirihnya tercekat.


"I-ini benar kamu?"


Someone itu tersenyum simpul,sebelum menjelentikkan jarinya.Membuat seluruh sisi rooftop RS terlihat indah dihiasi dengan lampu lampu tubler dan balon yang tidak Gea lihat tadi.Bahkan kini,semua orang ada disana.Papahnya,Ayahnya,orang tua Al beserta adiknya-El,kedua sahabat Al juga-err wanita yang ia takuti selama ini.


"D-dia sedang apa ada disini?"


Cicitnya ketakutan,namun sosok itu malah tersenyum kearahnya sambil mengelus perut buncitnya.


"PLEASE,SESEORANG BANTU AKU MENGERTI SEMUA INI."


Teriaknya frustasi.


Ia bingung,ketakutan itu masih melanda hatinya.Ia takut,cemas juga khawatir jika pria itu akan pergi meninggalkan dirinya untuk selama lamanya.Tapi kini,setelah ketakutan luar biasa itu dia ada disini.Berlutut dihadapanya tanpa ada lua yang berarti.Memegang sebuah kotak cincin cantik,ditemani keluarga dan kerabat dekatnya juga err someone yang membuatnya beberapa bulan lalu terbaring tak berdaya dirumah sakit.


"Hey look at me,ini aku."

__ADS_1


Lerai pria tampan dihadapanya.


"I-ini benar benar kamu kan?"


Cicitnya sambil meraba wajah tampan dihadapanya.


"Ini benar kamu kan? Bukan mimpi?"


Pria tampan itu menggeleng kecil sambil tersenyum.Gadis cantik itu menghambur memeluknya hingga membuat keduanya terjatuh bersamaan dilantai dingin tersebut.


"Ini benar benar kamu Al? Kamu sudah bangun?"


Cicitnya tak percaya sambil memeluk tubuh tegap beralut pakaian rumah sakit tersebut.


"Ini benar kamu?"


Lirihnya lagi.


"Iya,ini aku Algafriel Hazka Dwiarga."


Jawab pria tampan itu sambil mengusap pelan punggung gadis yang kini memeluknya erat.


"T-tapi kamu...."


"Kita berdiri dulu ya,gak enak dilihatin semua orang."


Bisik pria tampan itu.


Seakan mengerti dengan sekali gerakan Gea langsung berdiri membenahi posisinya.Semua orang yang melihat mereka berdua hanya terkekeh kecil.


Cicit Gea sambil memeluk Al kembali.


Menenggelamkan wajahnya yang tengah merona menahan malu didada bidang Al.


Pria tampan itu memilih tersenyum kecil sebelum menjawab.


"Aku melamarmu dengan cara yang antimainstream."


Ujarnya sedikit terkekeh.


"Antimainstream kamu hilang? Aku hampir gila pas lihat kamu gak ada ditempat tidur."


Kesal Gea sambil memekul mukul dada Gea.


Semua orang tertawa kecil tak terkecuali Al.


"Jadi semua ini semacam Frank?"


Tanya Gea penasaran.


"Hm"


"Jadi darah itu juga bagian dari Frank?"


"Hm"


"Jahat sekali."

__ADS_1


Rajuk Gea.


"So....apa jawabanmu Ge?"


Tanya Al sambil melonggarkan sedikit pelukan mereka,agar ia bisa menatap wajah cantik dihadapanya.


Gadis cantik itu bersikap datar,sebelum menarik diri.Membisikkan tepat ditelinga Al.Satu detik,dua detika,lima detik telah berlalu,dan semua dibuat bingung dengan apa yang dibisikkan Gea.Belum lagi Al yang terlihat diam saja disana.


"ALHAMDULILLAH,TERIMAKASIH GE.AKU MENCINTAIMU SANGAT."


ujarnya lantang sambil memeluk tubuh mungil Gea,membawanya berputar kesana kemari dengan gembira.


"Al..."


Lirih sesil,ada ada saja putra sulungnya itu.Baru saja beberapa jam lalu ia bangun dari komanya,kini lihatlah cara mereka berpelukan yang antimainstream.Sungguh,anaknya ini membuatnya jantungan.


"Terimakasih Ge,aku sangat bahagia."


Ujar Al sambil merapatkan tubuh keduanya.Tak peduli jika pria paruh baya diujung sana menatapnya dengan tajam.Toh,dia juga sudah memberinya restu wkwkwk.


"Aku juga bahagia Al,sangat."


Lirih Gea didalam pelukan hangat Al.


Sebenarnya semua ini sudah ada didalam skenario otak Al.Sebelum Gea berkunjung pagi tadi,ia padahal sudah terbangun dari komanya.Ia meminta sang mamah untuk berpura pura ,pasalnya ia akan melamar kekasih hatinya itu dengan sangat antimainstream.Ada ada saja bukan,ia bahkan meminta bantuan kedua sahabatnya untuk membantu melancarkan aksinya.


Selain itu ia juga kedatangan tamu tambahan,yaitu Gladish yang sudah keluar dari pusat rehabilitasinya.


Jadilah mereka merencanakan planning Al dengan matang.Awalnya Andra-papah Gea terkejut bukan main.Baru saja beberapa jam Al bangun dari komanya,pria itu tiba tiba ingin meminang putrinya.Ia datang dengan memperlihatkan keseriusanya untuk meminang putri sematawayangnya.Ketika restu sudah dijalankan,semuanya stanby diposisinya masing masing.


Saat Gea terlelap dimalam hari setelah seharian menjaga Al,Al mulai melancarkan aksinya.Diluar-tepatnya ditangga menuju rooftop semuanya sudah disetting dengan sedemikian rupa.


"Siniin cincin kamu,saya pinjam."


Awalnya Al bingung,namun ia tetap memberikan benda itu kepada Gladish.


"Ok,stanby semua.Gea menuju kesini."


Itu suara Geno memperingatkan.


Awalnya Al tak tega,pasalnya gadisnya itu terlihat amat ketakutan dan tersiksa.Dan benar saja,emosi yang diperlihatkan Gea amat berlebihan dari pikiranya.Tetapi syukurla,semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.Dan kini,keduanya tengah bebahagia menuju hari yang dinanti.


Congratulatin Al and Ge.


**


To Be Continue


Jangan lupa like,vote dan komen ya😊


Authoor udah auto panik akunya ilang,untuk balik lagi😄😄.


Semoga readers semua menikmati karanganku ya?


Sukabumi 22 mei 2020


12.57

__ADS_1


__ADS_2