
'Jika memang kita diciptakan untuk bersama,maka sebesar apapun cobaanya aku pasti akan terus berjuang.'
**
Seminggu berlalu dengan linangan air mata dan sakit hati yang berkelanjutan.Bahkan menyebabkan keadaan gadis cantik bermanik hazel itu drop.Kini,ia bertekad untuk bangkit dari keterpurukanya.Move on dari segala kesakitan yang menimpa hatinya.Meninggalkan semua itu dengan sesuatu yang baru,yang semu menjadi haru biru.Hari ini,tepat disebuah ballroom hotel mewah yang ada di Swiss,dia tengah duduk dengan perasaan campur aduk.Sesekali meremas ujung dress putih susu yang digunakanya.Malam ini ia terlihat cantik nan memukau,dengan balutan dress selutut berwarna putih susu.Simple namun tetap memancarkan pesona kealamianya.Sebuah hiasan kepala berbentuk bunga bunga kecil menghiasi rambutnya yang tergerai indah malam ini.Malam ini,ia akan bertunangan dengan pria yang sama sekali tidak dikenalnya.Namun ia sudah berusa ikhlas,mungkin ini adalah jalan hidup terbaikanya.
"Good bye my good day."
Ujarnya lirih dalam hati sambil menatap sekeliling ruangan yang tengah ditempatnya nyalang.
Sementara itu,dibelahan bumi sana.Seorang pria yang tengah berjibaku menumbuhkan semangat seseorang itu terlihat letih.Sudah satu minggu ia mencoba,dan nyatanya sahabatnya itu tak kunjung mau beranjak dari keterpurukanya.
"Wake up bro,masa loe mau cinta loe kandas gitu aja?"
Pancingnya.
Geno-pria itu menguyar rambut keemasanya frustasi.Pria yang menjadi lawan bicaranya itu tetap sama,tak merespon sama sekali.Ia memutar otak,apa kira kira yang bisa membuat sahabatnya itu kembali menemukan semangat hidup.
"Dia mau tunangan malam ini s*tan masa loe mau diem aja begini.Kalau gini caranya usaha gue gak ada artinya selama ini."
Ujarnya sedikit membentak karena kesal.
"Sial*n memang kisah cinta loe ini.Kalau cinta ya perjuangin,kalau sayang ya pertahanin.Kalau udah gak ada rasa baru tuh leo pasrahin sama yang maha kuasa.Loe masih cinta dia kan?"
Ujarnya membara.
Great,ternyata berhasil.Batin Geno,saat melihat pria yang sedari tadi hanya melamun dididepan balkon itu merespon.Manik elangnya yang terlihat lelah dengan lingkaran hitam dibawahnya,serta wajah frustasinya terlihat tengah mempertimbangkan sesuatu.
"Wake up bro,pertahanin cinta loe,perjuangin rasa loe sebelum loe nyesel."
Ujar Geno sambil menepuk bahu sang sahabat.
Algafriel Hazka Dwiarga-pria tampan itu mengangguk kecil,sebelum merangkul tubuh sang sahabat.
"Thanks,udah ngingetin gue."
Ujarnya,sambil melepaskan pelukannya.
"Mandi gih,loe udah kayak gembel gak mandi setahun."
Ujar Geno terkekeh kecil.
"Sial*n."
Kesal Al sambil menendang tuang kering Geno.Yang membuat siempunya meringis kesakitan.
"Sial*n memang,air susu dibales air tuba loe."
"Gue gak punya dua duanya."
Ujar Al datar sambil berlalu menuju kamar mandi.
**
"Gitu dong,itu baru sahabat gue."
Ujar Geno sambil tersenyum kecil,melihat pria yang kini sudah terlihat fresh dihadapanya.
"Jadi,sekarang gimana?"
Tanya pria tampan yang terlihat rapih dengan celana bahan hitam dan kemeja putih tersebut.
"Jadi gini-"
Jeda Geno.
"-gue juga bingung harus gimana sekarang!"
Lanjutnya yang tentu membuat Al terhenyak.
__ADS_1
"Dasar,gue kira loe udah nemu titik terang."
Ujar Al sambil mengetukkan jari jarinya dipinggiran meja.Kini keduanya tengah berada diresto dihotel tempat mereka menginap.
"Butuh bantuan,tuan tuan?"
Intruksi sebuah suara yang berasal dari samping mereka.
"Loe?"
Kaget Al dan Reno.
"Biasa aja kali ngelihatnya,kayak lihat kuntil unta aja loe berdua."
Sewot pria yang baru saja ikut bergabung tersebut.
"Nih,gue bawain titik temu dari masalah loe berdua."
Ujarnya santai sambil mengeluarkan dua map coklat diatas meja.
Al dan Geno sambil bertukan pandangan,sebelum membuka dua map tersebut.Keduanya mematung sejadi jadinya,saat membaca beberapa data yang tersaji disana.Fakta yang sebenarnya tergambar secara rinci sekarang.
"Anjj*r,dapet dari mana loe ini semua?"
Tanya Reno tak percaya.
Pria itu terkekeh kecil sebelum menjawab.
"Ini sebagai permintaan maaf gue,karena baru bisa bantu sekarang."
Ujarnya santai.
"Gampang kok,gue jual pulau pribadi gue dikepulauan Derawan supaya dapet info ini."
Ujarnya sambil menyesap American coffe milik Geno.
"Tenang man,sumber terpercaya ini."
"Thanks Ren,loe udah mau bantu."
Ucap Al tulus.
"Santai Al,kita kan bestfriend for ever dari zaman orok."
Ujarnya sambil terkekeh kecil.
"Jadi,apa maksud dari poto ini?"
Tanya Geno,sambil memperlihatkan sebuah fhoto seorang gadis yang tengah berpelukan dengan Dr.Alan.
"Tunggu,gue juga punya fhoto cewek itu."
Sela Al,sambil memperlihatkan fhoto gadis yang sama namun dengan orang yang berbeda.
Fhoto seorang gadis seusia Gladis yang tengah bersama dengan Brama Leonard Handaru.Fhoto yang Al dapatkan dari seseorang misterius kala itu.
"Ini Gladis handaru yang asli."
Ujar Reno yang langsung membuat keduanya melotot.
"Maksud loe?"
Tanya Geno bingung.
"Dia-"
Ujar Reno sambil memperlihatkan fhoto berikutnya.
"Geasya Genandra Putri yang dibilang mati sembilan tahun yang lalu."
__ADS_1
Tuturnya.
"Tunggu tunggu,bukanya Gea ya yang udah meninggal."
Sela Geno.
"Dia Gladis Handaru yang sembilan tahun lalu kematianya dipalsukan atas nama Geasnya Genandra Putri."
Al maupun Geno tak berani berkomentar,sebelum penuturan Reno selesai.Keduanya mendengarkan secara seksama,bukti bukti yang mulai mengungkap segala teka teki yang terjadi sembilan tahun lalu.Semuanya kini terurai secara detail,walaupun masih ada tanda banyak tanda tanya.
"Tunggu,jadi maksud loe mama gue terlibat?"
Tanya Al.
Reno mengangkat bahunya.
"Kalau loe gak percaya,bukti bukti ini udah cukup valid untuk ngebuktiin kalau tante Sesil terlibat."
Ujarnya yang tentu membuat Al shok bukan main.
"Secara,nyokap loe itu dokter pribadi Gea.Dia pasti tahu kalau ada kejanggalan dikematian pasienya."
Lanjut Geno membenarkan.
Al tertegun,jadi selama ini mamanya sendiri terlibat.Lalu,apa tujuan dari semua ini.
"Yang harus kita cari sekarang,siapa yang waktu itu ngirim fhoto Gadish asli sama Brama Leonard Handaru."
Ujar Geno memecahkan keheningan.
"Jawabanya,ada disini."
Ujar Reno sambil memperlihatkan sebuah tabel panggilan dari nomer tak dikenal kepada nomer Gladis asli.
"Gue nge-hack handphone gladis yang asli.And see,gue nemuin si penelpon misterius itu."
Ujarnya sambil meminjam handphone Al untuk mengakurasikan nomer telpon misterius tersebut.
"Look,udah ketemu."
Ujarnya.
Benar saja,nomer misteruis itu sama dengan nomer yang diberi nama nama 'my lovely man' dikontak milik Gladis.
"Jadi ini nomer-"
Tebak Al yang dijawab anggukan oleh Reno.
"Sial*n musuh didalam selimut berarti?"
Geram Geno.
"Lebih dari itu man,dia psycho."
Ujar Reno mengejutkan Al dan Geno.
"Sebaiknya kita pergi sekarang,sebelum terlambat."
Ujarnya sambil mengisyaratkan kepada teman temanya.
Al dan Geno mengangguk,ketiganya pun pergi dari resto tersebut.Menuju tempat terselenggaranya pertunangan Gladish palsu atau Gea malam ini.Al harap,ia datang sebelum terlambat.Atau dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika gadisnya terluka seujung jari pun.
**
To Be Continue
Jangan lupa like dan komenya ya:)
maaf kalau typo masih bertebaran🙏🙏
__ADS_1
Sukabumi 15 mei 2020
06.11