
(Warning 17+)
'She's Mine,jadi hanya boleh aku yang menyentuhnya.Memilikinya,bahkan berha atas segalanya.'
--▪▪--
"Oh hai,nona Gea.Anda terlihat sangat mempesona malam ini."
Ujar pria berkepala tiga yang sering wara wiri dilayar televisi tersebut.
"Um hai,anda juga."
Ujar Gea,sejujurnya gadis itu juga tak terlalu hapal dengan sosok pria dihadapanya ini.Terlebih lagi,ia datang dengan dua wanita asing menghampirinya.
"Saya diundang untuk mengisi acara disini oleh tuan Genandra.Sungguh,suatu kehormatan bisa berada ditengah tengah kebahagiaan keluarga Genandra."
Tuturnya ramah.
"Ah iya,papa pasti juga memiliki alasan khusus mengundang anda."
Jawab Gea.
Kedua wanita yang bersama Harry pun mulai berbincang bincang dengan Gea.Hingga akhirnya mereka meminta mengambil fhoto bersama.Ya saat berselfie ria,Harry-pria itu merangkul bahu Gea.Sontak perbuatan itu tentu membuat siempunya sedikit risih.
Hingga sebuah tarikan membuat pinggang ramping milik Gea merapat kerah tubuh tegap berlapiskan tuxedo hitam tersebut.
"Wife."
Lirihnya tepat ditelinga Gea,yang tentu membuat siempunya merengan.
"Oh kapten Al,Hallo."
Sapa Harry sambil mengulurkan tanganya.
"Ah,tuan Harry."
Jawab Al datar.
"Selamat atas pernikahan kalian,kalian terlihat sangat serasi."
Ugkap Harry.
"Oh terimakasih."
Ujar Al acuh.
Gea yang melihat ekspresi suaminya yang enggan enggan ini bertanya tanya didalam hati.Ada apa gerangan ini?
"Kalau begitu saya permisi,membawa istri saya.Dia kelelahan."
Ujar Al sambil menarik lengan sang istri menjauh.
Fix,Gea merasa ada yang aneh dengan suaminya ini.Terlebih lagi saat Al ijin untuk istirahat terlebih dahulu,dengan dalih Gea letih.Hingga mereka sampai dikamar hotel yang sudah dipersiapkan untuk mereka pun,pria tampan itu tak berucap sedikitpun.
"Kamu kenapa?"
Tanya Gea sambil menyentuh lengan suami sang suami yang masih terbalut kemeja putihnya.
"Hey,mas kenapa?"
Tanya Gea kembali melembut,bahkan memanggil suaminya dengan embel embel 'Mas'.
"Mas-"
Cup
Pria tampan itu mèmbekap bibir sang istri menggunakan miliknya sendiri.Menyalurkan rasa kacau juga risau yang tengah melanda dihatinya.
"Aku cemburu."
Tutur Al sambil melepaskan tautan bibir mereka.Mengusap pelan bibir kemerahan yang baru saja dikecupnya tersebut.
"Cemburu?"
Bingung Gea.
"Aku gak suka milikku disentuh orangain,aku cemburu milikku dipeluk pria lain."
Tuturnya sambil membelai pipi mulus sang istri.
__ADS_1
Gea tersenyum hangat,ternyata suaminya itu cemburu toh.Hehe,lucu menurutnya cemburu versi Algafriel tampan ini.
"Aku cemburu kamu deket sama pria pria itu,sampai lupa sama aku."
Ulu ulu,Gea speechless.Suaminya ini manis sekali jika sedang cemburu.Wajahnya yang biasa datar kini terlihat amat menggemaskan.
"Maaf aku gak peka,tapi pria pria itu tèman teman kamu juga collegan bisnis kamu dan papa."
Tutur Gea sambil melingkarkan tanganya dipinggang sang suami.
"Maaf aku mengabaikan kamu.Tapi,jujur aku gak bisa mengabaikan mas barang sedikitpun.Mas kan magnet buat aku.Jadinya aku stuck sama mas selalu."
Lanjutnya sambil tersenyum penuh cinta.
Al yang mendengarkan penuturan sang istri itu tersenyum bahagia.Biarlah ia dibilang kekanak kanakan karena cemuru,cemburu tandanya cinta bukan?
Dan ya,mereka berdua memang saling mencintai.Pria tampan itu meraih belakang kepala sang istri,membenamkan ciuman penuh cinta lewat kecupnya yang disambut dengan senang hati oleh sang istri.
Keduanya hanyut dalam romansa indahnya cinta dijenjang pertama.
"Boleh aku ambil sekarang?"
Tanya pria tampan itu ditengah temaranya ruangan.Menatap dalam kearah manik hazel dihadapanya yang terlihat amat cantik dengan rona yang menjalar dipipinya.
Gadis cantik itu mengangguk mengiyakan.Lagi pula Al adalah suaminya,sudah seharusnya ia mengambil hak ini dari beberapa hari yang lalu.Mendapatkan lampu hijau dari sang istri,Al tersenyum senang.Mengecup pucuk kepala sang istri sayang,sebelum kembali melanjutkan kegiatanya yang tadi sempat tertunda.Berbagi kasih dengan perempuan yang dicintainya,untuk melangsungkan sebuah penyatuan yang akan menghasilkan sebuah nyawa dikemudian hari.
**
Pagi yang cerah dihari senin pagi.Hari sibuknya sejuta ummat yang tak tertandingi.Dengan senyuman seindah mentari,kapten pesawat tampan itu memasuki ruangan.Langkahnya terasa ringan seringan bulu,apalagi mengingat berbagai service dari istrinya semalam.
Belum lagi rutinitas dipagi hari yang kian memperbaiki moodnya-maksudnya kegiatan sarapan bersama,juga tak lupa sang istri yang selalu menyiapkan segala keperluanya hingga membantunya mempacking pakaian ketika akan flight lusa.
Sudah seminggu berlalu,dan dia-Algafriel Hazka Dwiarga merasa dunianya terama indah seminggu ini.Keputusanya memperistri sang kekasih ternyata mampu membawa perubahan sebesar ini kepada hidupnya.Istri cantiknya itu sangat pengertian,baik,lemah lembut,juga pandai mengurus rumah tangga.Al rasa,hidupnya damai sekali akhir akhir ini.
"Wihh,cerah amat ini muka pak pilot."
"Gile,manten baru mah beda auranya."
Goda kedua pria berjas formal tersebut.
Al yang tengah disindir itu hanya tersenyum kecil,sambil mengambil posisi duduk dihadapan keduanya.Kini ia dan sua sahabatnya itu tengah berkumpul di caffe dekat kantor milik sang sahabat.
Ujar Geno-calon ayah satu itu sambil meneguk coffe Americano hangat miliknya.
"Iya.Mukanya gak mupeng lagi,bersinar njay kayak sang surya."
Goda bapak beranak satu itu-Reno.
"Biasa aja."
Datar Al,sambil meminum coffe lattè tanpa gula milik nya mungkin,karena saat ia datang coffe itu sudah ada dihadapanya tanpa memiliki tuah.
"Preet biasa aja,marvouleus gitu bukan sih kata tokok kartun temenya kartun botak iru?"
Tanya Reno.
"Mana gue tahu,nonton juga kagak."
"Hiyah sih,lupa gue.Itu tontonan princess gue hehe."
Ujarnya sambil terkekeh.
"Jadi,loe berdua ngapain ngajakin gue kesini?"
Tanya Al to the point.
"Jadi gini Al."
Sambung Reno.
"Gue mau pamit."
Ujar Geno menyela.
"Eh kampret main nyelonong aj loe,kek uler."
Kesal Rebo.
"Gue mau pindah sama istri dan calon anak gue."
__ADS_1
Lanjut Geno.
"Pindah,Kemana?"
"Aussie,gue ada kerjaan disana.Sekalian netep disana buat seterusnya,nyokap juga nyuruh netep disana aja.Biar deket ama boyok disana."
Al mengangguk angguk mengerti.Dari beberapa tahun lalu kedua orang tua Geno memang stay disana kàrena urusan pekerjaan.Ia juga tahu perjuangan sahabatnya itu yang harus bolak balik Jakarta-Aussie.
"Gue mau pamit aja,gue harap walaupun kita bakal jarang ketemu.Tapi gue harap persahabatan kita bakal terus terjaga sampe kakek nenek."
Lanjutnya sambil tersenyum.
"Hm,gue cuma bisa doain loe Gen.Gue harap loe selamat sampe tujuan,dan sukses selalu disana."
Ujar Al angkat bicara.
"Soal jauh nya kita,yang penting komunikasi tetep terjaga,gitu."
Timpal Reno.
"Ok thanks,buat kebersamaan kita selama ini guys.Gue sebenarnya benci bilang ini,tapi gue bersyukur pernah kenal loe berdua.Gue sayang loe berdua kayak sodara sendiri."
Ujar Geno membuang egonya.
Al dan Reno mengangguk,memang tidak akan ada yang mudah memutuskan sebuah persahabatan yang terjalin dengan tulus.Walaupun jarak terbentang,namun jika komunikasi masih tetap terjaga mereka masih satu kawanan.Satu geng yang selalu mencara,menjaga juga melengkapi satu sama lain.Sesibuk apapun mereka nantinya,walaupun minimnya pertemuan yang terjadi,tetaplah persahabatan itu akan terjaga dengan abadi.
"Kita sahabat,buat selama lamanya.Selamat menempuh hidub baru bro."
Ujar Geno bertos ria dengan Al.
"Hm,loe juga.Selamat jadi ayah baru."
Jawab Al santai.
"Hehehe,thanks.Semoga cepet nyusul."
"Amin"
"Loe juga semoga cepet nambah lagi Ren?"
ujarnya menepuk bahu teman ter-absurd-nya.
"Amin,sedikasihnya aja gue mah.Bikinya sih hayuu."
Amiinkan Reno,ada ada saja memang.
"Sial*n bener dah.Jaga baik baik bini solehah lo.Takut ilang."
"Iya dong,kalo perlu gue rante."
"Kejem loe."
"Dirantai rindu,diikat cinta,dililit kasih sayang.Gitu maksud gue."
"Bucin loe."
"Biarin."
"Makan tuh bucin."
"Bacot."
Begitulah pagi itu dilalui ketiganya,saling ungkapkan diakhir perjalanan.Kini pertemuan akan terbatasi,tiga brandals itu kini menjelma menjadi bapak muda.Kepala keluarga muda yang siap menjadi pemimpin diistananya sendiri.Hingga waktu menua sekalipun,mereka tetaplah satu dalam persahabatan.Karena dari sana mereka mengenal kasih sayang,cinta juga pengorbangan.
ALGAFRIEL HAZKA DWIARGA,GENOPANTO THOMAS BARACK,RENO WIHARGA RACHMAN.
-Best frind for ever-
**
To Be Continue
Jangan lupa tinggalkan jejak😊😊
Triple up ini readers😙
Sukabumi 30 mei 2020
12.12
__ADS_1