My Sweet Homeschooling

My Sweet Homeschooling
Dunia Kita


__ADS_3


'Kita itu terlahir sebagai satu kesatuan,walaupun berada dalam jarak yang jauh dari jangkauan.'


**


Grep


"Pilot Al."


Intrupsi gadis cantik berambut sepunggung tersebut.


"Biarkan begini,sebentar saja."


Lirih pemuda tampan berseragam pilot tersebut.


Gadis cantik bermanik hazel itu hanya bisa diam menerima.Awalnya tubuhnya menegang ketika mendapat pelukan tiba tiba tersebut,tetapi seiring dengan berjalanya waktu,semua kecanggungan itu berganti dengan kehangatan yang mulai mengundang rasa nyaman.


Setelah insiden cincin dikabin pesawat tadi,Al langsung menarik Gla untuk ikut bersamanya.Mengenggam erat jemarinya,seolah olah takut gadis itu akan hilang darinya jika tautan jemari mereka terlepas.


"Aku rindu."


Lirih Al pelan namun tentu terdengar oleh gadis yang masih berada dalam pelukanya.


'Me too,Al.'


Batin Gla menjawab.


Sesungguhnya kedua insan ini saling merindukkan dibalik jarak ribuan kilo meter yang memisahkan keduanya.


Sesungguhnya mereka itu memang saling membutuhkan satu sama lain,karena adanya rasa kehampaan bila keduanya terpisah jauh.


T脿k dapat dipungkiri,selama dua minggu terpisah dan hanya menatapnya dari jauh,membuat puncak rasa rindu dihati seorang Al membuncah.Belum lagi ketika tentangan dari berbagai pihak yang selalu menghalangi untuk bertemu dengan gadisnya tersebut.


"Aku rindu Ge,aku rindu."


Lirih Al kembali sambil mengeratkan pelukanya.


Sebenarnya Gladis itu merasa bingung,kenapa Al selalu memanggilnya dengan gadis bernama Gea.Siapapun tak akan pernah suka disama samakan,apalagi jika ia hanya diibaratkan sebagai pengganti seseorang.Tak dapat dipungkiri,Gla juga merasakan apa yang Al rasakan selama ini.


Namun tetap saja,Gla merasa tak nyaman jika ia hanya dianggap sebagai seseorang yang tak pernah dikenalnya.


"Aku bukan Gea,Al.Aku Gla!"


Lirihnya sambil melepaskan diri dari pelukan hangat pri tampan tersebut.


"Tapi Ge,kamu itu-"


"Aku gak bisa begini terus Al.Aku bukan Gea,aku gak kenal Gea.Aku gak mau kamu anggap aku orang lain,sedangkan aku sendiri gak tahu siapa dia."


Ucap Gla mulai terseulut emosi.


Manik hazelnya mulai berkaca kaca.


Siapa juga yang mau disamakan dengan orang lain yang tak pernah dikenalnya.


Belum l脿gi Gla merasa Al hanya melihatnya sebagai pengganti orang lain,bukan sebagai dirinya sendiri.Karena notabenenya manusia itu paling benci jika disama samakan dengan orang lain atau pun dibeda bedakan dengan orang lain.


"Maaf,tapi untuk saat ini aku belum punya cukup keyakinan untuk menjelaskan bahwa kamu adalah Gea."


Lirih Al pelan,sambil mengurai pelukanya.


"Kumohon,berjanjilah akan satu hal padaku!"


Jemari kemar milik pria itu menyusui sepanjar lekukan wajah cantik dihadapanya.


Menatapnya penuh kasih,bak takut kehilangan jika ia mengerjapkan mata sedeikpun.


"Berjanji untuk apa?"


"Berjanjilah untuk tetap bersamaku,sampai aku menemukan jawaban dari teka teki antara kau dan Gea."


ucap Al,masih betah dengan aktivitasnya diwajah cantik dihadapanya.


Sebenarnya Gla merasa malas dan sudah muak jika harus berhubungan dengan sosok Gea.Namun dibalik semua itu,ia juga merasa penasaran akan apa yang tengah Al coba pecahkan ini.


"Tapi-"


"Please,stay with me Gla."

__ADS_1


Lirih Al meyakinkan dengan manik teduhnya.


Mana bisa Gla menolak untuk menjauhi pria dihadapanya ini.Bohong rasanya jika ia bisa berjauhan tanpa rasa rindu yang terus menghantuinya.


"Sampai semuanya jelas,tetaplah disisiku Gla.Kumohon."


Ucap Al kembali,penuh harap.


"Ok."


Pemuda tampan bersurai itu tersenyum lega.Setidaknya,untuk saat ini ia tidak akan menahan rindu untuk bertemu ataupun meneliti penuh minat dari balik kaca hitam mobilnya.


Grep


"Terimakasih."


Direngkuhnya kembali tubuh mungil tersebut erat.Dihirupnya aroma khas gadisnya rakus seakan akan takut tak ada lagi hari esok.Tak ada yang yahu memang,rasanya menahan rindu.Lebang memang rasanya,namun apalah daya.Kehilangan cintanya selama bertahun tahun,membuat Al parno jika harus kembali terpisahkan.


*At Apart


"Jadi,kamu mau menjelaskan bagaimana kamu punya cincin yang sama denganku,Al?"


Lirih gadis cantik yang tengah menikmati soup iga yang masih mengepul tersebut.


Cup


"Ok,apapun untukmu."


Jawab pria tampan bermanik kelam tersebut,sambil mengecup singkat pucuk kepala gadisnya.Mengambil posisi disamping Gladis,Al memilih untuk me-replay ulang kilasan ingatan kebeberapa tahun kebelakang.


*Flashback


"Dasar bocah,makan kayak gini aja pake acara belepotan segala!"gerutu Al.


Tanganya terulur membersihkan sudut bibir gadis dihadapanya dengan saputanganya.


"Terimakasih.Tapi Gea bukan bocah lagi,kata papih Gea itu udah besar.Usia Gea udah 17 tahun!!"jawabnya mantap,masih tetap dalam mode manisnya.


"Serah loe,gelap!"pusing Al.


Hampir satu jam lamanya keduanya mengelilingi area BAPS yang hampir seluas 2x lapang sepak bola.Oleh karena itu keduanya tidak cukup satu jam untuk mengelilinginya.


Hari itu Al sungguh menengahi egonya yang setinggi gunung tersebut,demi membuat gadis disampingnya itu nyaman.Seharian ini Al benar benar mengajak Gea mengelilingi pestival BAPS tersebut.Hingga manik hazel tersenbut terlihat begitu berbinar,menatap penuh minat kepada sebuah bazar yan模 menjual couple rings.


"Kakk....dicoba dulu couple rings-nya siapa tahu cocok!"ucap seorang gadis yang menjaga stand pernak pernik perhiasan perak.


Ternyata Gea tertarik untuk mendatangi stand tersebut.Sehingga mau tak mau Al juga ikut mengikutinya.


"Ayo dicoba dulu kak,katanya kalau memakai couple rigs dengan pasangan kita maka hubungan kita akan langgeng sampai maut memisahkan!"ucapnya berlebih lebihan.


Namun mitos itu ditanggapi positif oleh otak cantik Gea.


"beneran kak?"


tanyanya antusias.


"Iya kakak manis,coba deh pakai couple rigs ini dijari manis kakak sama pacar kakak ini.Pasti hubungan kalian akan langgeng!"katanya sambil tersenyum ramah.


'Waitss?....pacar??Aminin ajah....'batin Al ber-huforia.


"Beneran,kalau gitu Gea mau yang warna siver itu kak!"ucapnya antusias,sambil menunjuk sebuah ring couple berwana siver dengan guratan pahatan vertikal melingkar dicincinnya.


"Gak usah beli yang kayak gituan.Itu hoax,mubazir nantinya.Buang buang duit!!"tolak Al tidak setuju.


"Tapi Gea mau itu kakk!"pinta Gea memelas,sambil menampilkan puppy eye-nya.


Al mengalah,menengahi egonya.Ia lebih mengalah untuk mengabulkan permintaan gadis manis ini.Hari itu,semuanya terasa sempurna.


Dengan senyum sumringah,pemuda itu memasuki kamar milik sahabatnya-Geno.Kamar yang juga menjadi basecamp untuk ketiganya.


Melewati kedua sahabatnya begitu saja,Al memilih duduk disamping meja belajar milik Geno.Manik jelaganya menatap penuh sayang kearah logam silver yang melekat apik dijari tengahnya.


>>MY G <<


Cincin couple yang sempat mereka beli kemarin,dan mereka ukir inisial nama mereka masing masing.Sebenarnya sipenjual cuma menanyakan nama masing masing,baik Gea maupun Al.Kemudian dia mengukirnya ditambahkan 'My' didepan inisial nama keduanya.


"Njiirr,virus buncin tengah melanda.Sebaiknya anda berhati hati permirsa."


sindiran itu dari arah pintu yang baru saja terbuka.

__ADS_1


Disana,berdiri seorang pemuda dengan setoples keripik kentang dalam rangkulanya.


*Krauk


Krauk*


"Mvilurss Bhuchin Mehlandak,Achieee All."


Ujarnya lagi,sambil mengunyah keripik garing tersebut.


"Loe ngomong apaan sih? Kalau m霉lut penuh itu gak usah ngomong,dasar ogeb."


Kesal Geno,sambil melirik sekilas kearah Reno.


"Hehehe,lalpell Ghue."


Ujar Reno sambil tersenyum jenaka.


"Lagian,ini juga kampret satu.Dateng dateng mesem mesem gitu,kesambet apa loe dijalan tadi,Al?"


Selepas acara suprise ultah Reno tadi malam,ketiganya memang menghabiskan waktu untuk bermalam bersama.Paginya,ketiganya diboyong Geno kerumahnya karena sang mamih tercinta meminta kedua sahabat putranya itu untuk bertandang.Rencananya,selepas dari rumah Geno Al akan langsung menuju kediaman Gea.


"Gak tahu tuh,kayaknya sih kesemsem malarindu loh."


Ujar Reno sambil menyimpan sejenak tople kripik yang sedari tadi dibawanya.


"Menurut pengamatan Prof.Dr.H.Reno Wiharga Rachman,S.H.MM,loe itu sekarang lagi dalam fase bucin tingkat dewa.Ibaratnya,lagi suyung suyungnya deh."


Ujarnya jenaka,sambil menaik turunkan alisnya.


"Preeettt,Prof.Dr.H.Reno Wiharga Rachman,S.H.MM,Shalat aja bolong bolong kayak jalanan burik,apalagi belajar.Beuhhh....mau dapet dari mana gelar segambreng gitu."


"Hehe,iya juga ya."


"Makanya kalau ngomong yang logis dung,sambil mikir.Jangan asal jeplak aja ogeb."


"Hehe."


Tak lama kemudian tawa dan canda kembali memenuri ruangan tersebut.Senyuman bahagia juga terus tergambar diwajah tampan Al,tanpa tahu akan ada sebuah kisah pilu yang nanti akan menjemputnya.Al tak tahu itu,yang ia tahu ia memang tengah bahagia saat ini.


*Flashback End


Gadis cantik berambut sepunggung itu tersenyum kecil,sambil menatap wajah tampan disampingnya.Gadis itu tahu,setelah menyimak segalanya ia mengerti sekarang.Jika memang pria disampinya ini amat mencintai gadis bernama Gea tersebut.


Belum lagi arti cincin couple tersebut amat penting bagi Al.


Tapi,apa hubunganya cincin couple itu denganya.Lantas,kenapa juga cincin yang seharusnya ada apa Gea tersebut bertengger manis dijarinya.


"Cincin itu pantas ada dijari manis kamu,karena kamu memang pemiliknya."


Lirih Al,sambil menautkan jemari mereka.


Menyalurkan kehangatan disana plus dengan senyuman manisnya.


"Tunggu dan lihat saja Gla,aku akan buktikan jika kamu memang Gea."


TBC


@@@


Haiiii readerrrsss馃枒馃枒


Maaf,nunggu luamanyaaa馃樋馃樋


Maaf ya馃檹馃檹


Soalnya aku bingung juga,kalau nulis sambil ngerjain laporan selepas PKL aku jadi gak konsen.Jadi maaf,baru bisa update sekarang.Tapi aku happy banget,karena readers semua masih mau setia mensupport karyaku ini馃槉馃槉


Oh iya,buat readers semua jaga kesehatan ya馃樂馃樂


Berhunbung sekarang lagi merebak covid 19,jadi kita harus baik" jaga kesehatan.Jangan lupa berdoa juga supaya kita selalu berada dalam lindungan-Nya.


Amiiiin馃檴.


Ok,sampai jumpa di part berikutnya ya馃槉馃槉


Sukabumi 18/03/2020


19.26

__ADS_1


__ADS_2