
Neina sedang menonton TV saat ini. Ia sangat suka menonton berbagai cartoon. Rini membiarkannya dan tidak ingin mengganggunya. Ia pun keluar dari ruangan itu untuk melihat-lihat situasi di luar.
Reno yang melihat Rini keluar, langsung mengikutinya. Rini sontak melihat ke belakang karena terdengar suara pintu ruangan Neina di buka lagi. Dan benar saja, ia menemukan Reno di belakangnya.
“Rin, coba kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Neina. Apakah Neina sering pingsan begini?”, tanya Reno penuh dengan kecemasan.
Rini berjalan ke samping dan duduk di sebuah bangku. “Neina tidak pernah pingsan sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya”, jawab Rini bersedih.
“Lalu, apa kata dokter tadi?”, tanya Reno yang sangat ingin tahu karena ia tadi tidak sempat untuk mendengarkannya.
“Neina terkena pneumonia ringan. Tapi, dokter bilang itu bukan masalah yang besar. Memberinya obat dan antibiotik insha Allah bisa membuatnya kembali sehat lagi”, jawab Rini.
Setelah itu, mereka hanya berdiam saja. Tapi, sebenarnya Reno ingin bertanya lagi mengenai Rini yang selama ini tega meninggalkannya. Rasa kecewa dan sesak di dada masih Reno rasakan saat ini.
“Rin, apa yang ada di pikiranmu saat itu? Aku masih tidak mengerti kenapa kamu pergi meninggalkanku”, tanya Reno.
Rini tidak langsung menjawab. Itu adalah pertanyaan yang sulit baginya. Walau dirinya ingin sekali kembali bersama Reno. Tapi, itu tidak mungkin. Ia bukanlah seorang pendusta.
“Aku kesulitan Reno. Kita tidak punya uang lagi saat itu. Sedangkan aku harus membiayai anak-anakku juga. Kalau aku hanya mengurusmu, maka anak-anakku tidak akan terurus”, jawab Rini berbohong.
“Jadi, kamu benar-benar meminta uang pada Mama?”, tanya Reno yang menangkap inti ucapan Rini yang tidak punya uang.
__ADS_1
Rini menganggukkan kepalanya. Hatinya sebenarnya sangat sakit. Pertanyaan Reno itu sungguh membuat harga dirinya jatuh. Pasti Reno berpikir jika Rini hanya perempuan matre yang menginginkan uangnya saja.
“Setelah aku mendapatkannya, aku pergi bersama anak-anakku”, lanjut Rini lagi.
Perasaan Reno semakin sakit. Wanita yang dianggapnya berbeda dengan wanita yang lain, ternyata sama saja. Sama-sama hanya cinta pada kekayaannya. Karena perasaan sakit itu, rasa benci itu pun semakin bertambah. Reno masih akan menahannya. Namun, mungkin suatu saat nanti Reno akan membalasnya dan membuat Rini menyesalinya.
“Kenapa kamu pergi sejauh ini. Bukannya kamu bisa berada di sekitar sana sampai aku keluar dari rumah sakit?”, tanya Reno lagi yang masih penasaran dengan alasan Rini.
“Apa setelah keluar dari rumah sakit kamu bisa langsung mencari uang? Tidakkan? Aku harus mengurusmu dan mengurus anak-anak juga. Lalu bagaimana dengan kebutuhan sehari-hari kita? Apakah ada uang jatuh dari langit begitu saja? Sedang Mama kamu pun tidak mau membiayai kita. Kamu lihat sekarang, buktinya aku berhasil di kota ini. Kalau aku masih tinggal di sana mungkin aku masih jadi gelandangan saat ini”, jelas Rini panjang lebar dan sudah pasti ia berbohong. Membohongi Reno dan membohongi dirinya sendiri.
Semakin sesaklah hati Reno mendengar jawaban Rini itu. Sebegitu tidak pentingnya ia di kehidupan Rini. Sampai Rini menganggapnya hanya sebagai orang yang menyusahkannya saja. Semua pengorbanan Reno untuk Rini tidak ada artinya buat Rini. Padahal Reno sampai meninggalkan kekayaannya dan memaksa dirinya kerja serabutan.
Reno langsung masuk kembali ke ruangan Neina. Dan Rini hanya bisa menelan salivanya. Reno tidak tahu jika hatinya juga terluka telah mengatakan kebohongan itu. Dan Rini harus berpura-pura tegar dengan sikap Reno yang dingin terhadapnya.
Rini pun berjalan menjauhi ruang inap Neina. Ia pun bersandar di balik tembok. Lalu mengintip ke arah ruangan itu lagi. Dan ia kembali bersandar, mengela napasnya mengingat semua yang dia ucapkan pada Reno barusan.
Air mata Rini langsung merembes ke pipinya. Tidak bisa ia menahan rasa sakit hatinya lagi. Tubuhnya merosot hingga berjongkok. Dan ia tenggelamkan wajahnya di antara lipatan tangannya di atas lututnya. Ia menangis mengeluarkan semua rasa sesak yang ia rasakan saat ini. Tidak peduli dengan orang-orang yang tengah melihatnya. Ia terus menangis sampai tubuhnya terlihat bergetar dan suara tangisnya sangat terdengar.
Saat itu, Lucky dan Ningsi sudah tiba di rumah sakit untuk melihat kondisi Neina. Dan mereka sangat terkejut melihat wanita yang tengah menangis itu. Lucky saat itu yakin jika itu adalah Rini. Ia pun segera mendekatinya.
“Mbak Rini”, panggil Lucky.
__ADS_1
Rini pun mendongakkan kepalanya begitu mendengar seseorang memanggilnya. Tampak air mata yang telah membasahi wajahnya. Rini langsung berdiri dan memeluk Lucky. Ia memang lagi butuh sebuah sandaran saat itu.
“Mbak nyesel, hiks, hiks. Mbak menyesal dengan semua langkah yang mbak ambil. Kenapa ini harus terjadi pada mbak? Hiks, hiks”, ucap Rini sangat sedih di pelukan Lucky.
Lucky terhenyuh. Ia pun ikutan menjadi sedih mendengar tangisan Rini yang menyayat hati itu. Ia mencoba menenangkan Rini dengan mengusap-usap punggung Rini. Begitu juga Ningsih yang ikut mengusap-usap punggung Rini.
“Apakah Bos Reno mengatakan sesuatu pada Mbak?”, tanya Lucky.
Rini melepaskan pelukannya. Ia mencoba menghentikan tangisnya. Tapi sangat terlihat napasnya masih tersengal-sengal.
Rini pun menceritakan saat Reno bertanya padanya tadi. Dan bagaimana Rini menjawab semua yang Reno tanyai. Rini mengatakannya sambil menangis. Mengingat betapa munafik dirinya.
“Sudah Rin. Menurut mbak kamu sudah melakukan hal yang benar. Kamu tidak jahat. Merekalah yang jahat yang memberikanmu pilihan yang sangat sulit. Mbak yakin jika suatu saat nanti jika bukan kamu pasti ada seseorang yang membongkar semua ini. Dan Reno pasti akan mengerti dengan keputusanmu itu”, ucap Ningsih untuk menegarkan hati Rini.
Rini tidak menjawab lagi. Ia masih sibuk dengan tangisannya. Namun, ia mendengar apa yang di bilang oleh Ningsih. Dan ia pun masih ingin berharap jika bisa kembali bersama Reno. Tapi, apakah mungkin Reno masih mencintainya? Sedangkan tadi sepertinya Rini melihat Reno sangat membencinya.
Apalagi untuk saat ini Rini tidak bisa menjelaskan kenyataan yang sebenarnya. Reno pasti sangat marah jika tahu yang sebenarnya. Semua orang tahu kecuali dirinya.
Dan di tambah lagi jika Reno telah mencintai wanita lain dan hidup bahagia di masa mendatang. Apakah mungkin ia mendapatkan Reno kembali? Karena tidak ada yang tahu kapan semuanya akan terbongkar. Atau jangan-jangan sampai akhir hayat tidak akan pernah terbongkar. Dan Rini hidup dalam penyesalannya. Kadang ia berfikir seandainya ia terlahir dari keluarga kaya, mungkin kisah cintanya tidak akan berakhir seperti ini.
***
__ADS_1