
Dhanny turun dari tangga dengan senyuman yang begitu lebar. Shalimar datang kepadanya sendiri dan saat ini Shalimar berada di rumahnya , dikamarnya , di tempat tidur miliknya. Hal yang tidak pernah Dhanny impikan sebelumnya , dan hal itu semakin membuat Dhanny ingin segera menjadikan Shalimar sebagai istrinya.
Dhanny menghargai Shalimar sekalipun ia memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang sudah lama ia inginkan dengan Shalimar.
Ketika Dhanny hendak berjalan ke arah ruang keluarga , Dhanny mendengar suara ketukan pintu. Ketika Dhanny membuka pintu , disana sudah ada Eva yang tiba-tiba memeluk dirinya sambil menangis tersedu-sedu.
"Dhan, aku tidak ingin membatalkan pernikahan kita. Aku tidak mau. Aku mohon kepadamu , aku akan membujuk orangtuaku , aku akan menuruti apapun kemauanmu sekalipun kau ingin bersama dengan wanita itu , aku tidak akan keberatan. Yang aku inginkan hanyalah pernikahan kita tetap berlangsung. Aku tidak menginginkan lebih." Kata Eva sambil terisak-isak.
"Hentikan , Eva." Balas Dhanny sambil melepaskan tangan Eva dari tubuhnya dengan cepat.
"Aku tidak akan menikahimu. Tidak akan pernah. Aku minta maaf kepadamu , aku tidak bisa memaksakan hatiku sendiri. Aku tidak mencintaimu."
"Aku tidak peduli jika kau tidak mencintaiku. Aku tidak akan menuntut hal itu kepadamu. Jika kau masih ingin bersama dengan wanita itu , aku akan menerimanya. Dia bisa menjadi simpananmu yang kau cintai. Aku hanya ingin menjadi istrimu." Eva masih berusaha untuk membujuk Dhanny untuk tetap menikah dengannya.
"Eva ,dengarkan aku .." Kata Dhanny namun tidak didengar oleh Eva.
Eva melangkah masuk kedalam rumah Dhanny dengan cepat.
"Kau yang memaksaku untuk melakukan hal yang tidak pernah terpikirkan olehmu. Aku akan mengatakan pada semua orang jika aku sudah mengandung anakmu ,jika itu bisa membuatmu tetap menikah denganku." Kata Eva sambil terus berjalan kedalam ruang tamu Dhanny dengan cepat kemudian sampai di ruang keluarga rumah Dhanny sambil membuka pakaian yang ia kenakan.
Sebelum Eva naik ke tangga tempat kamar Dhanny , Dhanny berhasil menyusul langkah Eva dan menarik tangan Eva untuk menghentikan apa yang Eva lakukan.
"Eva , hentikan." Teriak Dhanny dengan tegas.
"Aku akan mengatakan jika kau sudah tidur denganku dan aku akan membiarkan semua orang menjadi saksinya." Kata Eva sambil berteriak membalas perkataan Dhanny.
"Sekalipun kau mempermalukan dirimu sendiri , aku tidak akan menikahimu." Dhanny menegaskan keputusannya sekali lagi kepada Eva.
Eva menaikkan alisnya,
"Kita lihat , apa yang akan terjadi jika orang-orang datang kemari dan melihat aku dan kamu dalam keadaan yang tidak kau duga? Kau pasti akan menikahiku mau atau tidak." Eva tersenyum dengan licik kepada Dhanny .
Namun ia begitu terkejut ketika melihat seorang wanita turun dari tangga rumah Dhanny dan dia mengenakan pakaian Dhanny . Shalimar. Shalimar hanya mengenakan pakaian atasan milik Dhanny dan wajahnya terlihat jika dirinya baru saja bangun dari tidurnya.
"Jadi.. Ini yang sudah kalian lakukan dibelakangku?" Tanya Eva dengan nada yang tidak menyenangkan sambil menunjuk kearah Shalimar.
Shalimar tidak merespon apa yang dikatakan oleh Eva dan hal itu makin membuat Eva tersulut emosi.
Dhanny memalingkan wajah dan melihat kearah Shalimar yang baru saja hadir di tengah perdebatan dirinya dan Eva. Dhanny tahu apa yang dirasakan oleh Shalimar dan apa yang dipikirkan oleh Eva.
"Jangan menunjuk kearah wanitaku seperti itu." Kata Dhanny dengan tegas kepada Eva tanpa nada tinggi tapi sanggup membuat Eva menurunkan tangannya dan melihat kearah Dhanny.
Mendengarkan apa yang dikatakan oleh Dhanny , Eva makin merasa sakit hati dan lupa akan rencana yang sudah ia persiapkan dengan matang sebelum datang kerumah Dhanny pagi ini.
"Kalian melakukan hal hina seperti ini dibelakangku dan kau yang marah saat ini. Membela dia dihadapanku ?" Kata Eva dengan emosional dan kembali menunjuk kearah Shalimar.
Dhanny menurunkan tangan Eva dan berdiri menutupi Shalimar dari pandangan Eva.
"Jangan pernah menunjuk kearah wanitaku." Dhanny memberikan peringatan sekali lagi kepada Eva.
"Hubungan kita sudah selesai. Aku juga sudah membatalkan pernikahan didepan orangtuamu kemarin. Aku masih menerimamu dirumah ini sebagai tamuku ,tolong jangan melebihi batasan yang sudah aku berikan."Lanjut Dhanny masih dengan tatapan tegas kearah Eva.
Napas Eva memburu oleh emosi yang tengah ia rasakan. Dhanny bahkan menjadi benteng kokoh untuk Shalimar.
"Aku ingin kau pergi sekarang juga dari rumahku. Sebelum aku benar-benar mengusirmu." Kata Dhanny dengan rahang yang terkatup sambil menunjuk kearah pintu utama rumah miliknya.
"Dhan, jangan begini .." Kata Shalimar sambil menarik bagian belakang pakaian Dhanny.
Tepat ketika Eva hendak membalas perkataan Shalimar , tiba-tiba beberapa orang masuk kerumah Dhanny dengan tiba-tiba , membuat Dhanny dengan spontan meraih tangan Shalimar dan menggenggamnya , memerintahkan agar Shalimar berada tetap di belakang tubuhnya.
"Ada apa ini?" Tanya Dhanny dengan tegas ketika orang-orang itu masuk kedalam rumah miliknya tanpa permisi ataupun wajah yang menyenangkan.
"Maaf , kami mendapatkan laporan bila telah terjadi hal yang tidak pantas disini." Kata salah seorang dari mereka yang datang kepada Dhanny.
"Anda mendapatkan laporan yang tidak bertanggungjawab seperti ini dan tiba-tiba datang seperti menangkap penjahat , apa anda tahu apa yang bisa saya lakukan secara hukum disini?" Balas Dhanny sambil mendongakkan kepalanya.
"Itu benar." Kata Eva tiba-tiba sambil berusaha memperlihatkan kondisinya yang acak-acakan didepan banyak orang yang datang dirumah Dhanny.
Dhanny memicingkan matanya melihat kearah Eva , Dhanny mulai mengerti apa maksud perkataan Eva tadi. Eva ingin menjebaknya agar dirinya menikah dengan Eva saat ini juga.
"Dia melecehkanku ketika aku bertamu disini." Lanjut Eva sambil meneteskan airmata.
Dhanny dan Shalimar bisa mendengarkan suara bisikan orang-orang yang sudah hadir dirumah Dhanny.
"Benarkah itu? Kalau begitu anda yang bisa dikenai sanksi hukum." Sahut salah seorang dari mereka.
Mendengarkan pernyataan itu , orang-orang yang hadir disana bersahut-sahutan untuk menyerukan cibiran kepada Dhanny .
"Kau harus bertanggung jawab dan menikahinya."
"Setidaknya kita bisa membawa dia ke kantor polisi."
"Atau kita bisa memberikan sanksi kepadanya agar tidak melakukan hal-hal memalukan seperti ini lagi."
Mendengarkan banyak opini dari orang-orang yang hadir , Dhanny menarik napasnya dan berusaha melihat situasi yang ia hadapi saat ini.
Shalimar bisa merasakan getaran di tangan Dhanny , entah itu getaran amarah atau getaran karena dia sedang meredam emosinya.
"Aku ingin dia menikah..." Kata Eva yang berusaha untuk menjalankan rencananya namun terhenti saat Shalimar yang mengambil alih kali ini.
"Informasi yang kalian dapatkan adalah palsu , dia juga berbohong kepada kalian." Kata Shalimar dengan suara lantang dan berdiri disamping Dhanny sambil menunjukkan jarinya kearah Eva.
Dhanny terkejut akan reaksi yang ditunjukkan oleh Shalimar.
"Siapa dia?"
'Apa dia istri pria ini?"
Banyak bisikan-bisikan lain yang terdengar oleh Shalimar. Shalimar berusaha menepis apapun yang bisa membuat dirinya mundur dari apa yang ingin ia lakukan saat ini.
"Dia yang tiba-tiba masuk kedalam rumah kamu dan membuat gaduh disini." Kata Shalimar seakan memberikan kesan dirinya adalah nyonya rumah di rumah Dhanny.
Emosi Dhanny yang tadinya begitu ingin meluap , seketika padam melihat Shalimar berusaha membelanya saat ini.
"Kami memiliki informasi yang tepat , kami juga datang kemari karena kegaduhan yang sudah ia perbuat." Kata seorang wanita paruh baya sambil menunjuk kearah Dhanny.
"Lagipula siapa kau?" Tanya salah seorang lainnya kepada Shalimar.
"Aku .. Istrinya." Jawab Shalimar dengan cepat dan dengan wajah yang tegas walau dalam hati Shalimar benar-benar terkejut akan ucapannya sendiri.
__ADS_1
"Dia bohong." Teriak Eva sambil membelalakkan matanya kepada Shalimar.
"Mana buktinya jika kamu adalah istri Dhanny?" Tanya Eva kemudian melihat kearah kerumunan orang-orang yang ada disana.
"Dia tidak berbohong." Dhanny akhirnya maju kembali kali ini sambil tetap menggenggam tangan Shalimar.
"Dia istriku. Dan kau yang tiba-tiba datang kerumahku dan berbuat hal gila yang tidak masuk akal."
Beberapa pria yang datang melihat kearah Shalimar yang hanya mengenakan pakaian atasan milik Dhanny , secara naluriah Dhanny merangkul pundak Shalimar untuk merapat ditubuhnya yang hangat.
"Aku dijebak disini. Mereka berdua berbohong. Aku jelas-jelas adalah korban disini." Kata Eva sambil terus meneteskan air matanya dan bersikap seakan-akan dirinya tidak berdaya.
"Aku akan memanggil ibuku , kalau kalian tidak mempercayainya." Kata Dhanny memandang dingin kearah Eva kemudian melihat kearah orang-orang yang memandanginya dengan tatapan bingung. Namun pernyataan itu seakan benar adanya melihat Shalimar yang ada disana mengenakan pakaian milik Dhanny sementara Eva yang ada disana memakai pakaian yang masih lengkap.
Ucapan Dhanny hanya untuk meyakinkan orang-orang yang datang kerumahnya , namun hal itu membuat jantung Shalimar merangkak naik ke tenggorokkannya.
"Kebetulan kami menikah secara agama dan mengesahkannya besok. Kami juga akan mengadakan acara besar-besaran minggu depan karena jadwal pekerjaanku yang padat." Lanjut Dhanny sambil melihat kearah orang-orang yang masih memandanginya dan juga Shalimar.
Dhanny masih tidak mengenali orang-orang yang datang kerumahnya itu , Dhanny juga tidak merasa jika mereka adalah tetangga yang ia miliki. Dhanny menduga jika mereka adalah orang-orang yang disewa oleh Eva untuk menjebak dirinya dalam situasi untuk segera menikahi Eva. Jadi sangat mudah bagi Dhanny jika dirinya berbohong tentang status pernikahannya dengan Shalimar saat ini.
"Jadi .. Kalau..."
"Kalau kalian tidak pergi dari rumahku dan memancing tetanggaku untuk ikut melihat keributan yang tidak layak ini maka aku akan memanggil polisi sekarang juga." Potong Dhanny saat salah seorang dari mereka mulai akan meminta bukti dari perkataan Dhanny.
"Kami .. Minta maaf kalau begitu .. " Seorang pria bertubuh tinggi yang nampak sebagai ketua dari rombongan itu mulai menandakan jika dia akan mundur dari aksinya hari ini.
"Silahkan kalian keluar dari rumahku." Kata Dhanny dengan tenang namun tegas sambil menunjukkan kearah pintu rumahnya.
Dengan ragu-ragu orang-orang yang datang kedalam rumah Dhanny lalu pergi meninggalkan rumah Dhanny.
"Jadi ini yang kau maksudkan tadi?" Tanya Dhanny pada Eva dengan emosi yang masih ia tahan.
"Kau ... Bagaimana bisa kau mengatakan kebohongan itu kepadaku ? Dihadapanku? Kau menikahi wanita yang tidak layak seperti dia? Jangan membuatku tertawa ,Dhan." Eva terlihat sangat marah kepada Dhanny dan Shalimar.
"Aku tidak berbohong." Kata Dhanny kemudian mengecup ujung kepala Shalimar.
"Kami tidak berbohong. Kau juga melihat sendiri , Shally berada bersamaku , dirumahku. Apa kau ingin aku membuktikan hal lain kepadamu?" Tanya Dhanny sambil tersenyum kearah Eva.
"Kau ... Dan kau juga." Eva menujukkan jarinya kearah Dhanny dan Shalimar bergantian.
"Aku tidak akan tinggal diam. Kalian tidak akan bisa bersama. Camkan itu!" Teriak Eva kemudian berlari keluar rumah Dhanny sambil membanting pintu rumah Dhanny.
Setelah Eva pergi , Shalimar baru merasakan jika kakinya lemas dan tidak sanggup berdiri dengan benar sampai Dhanny langsung menahan tubuh Shalimar dengan lengannya yang kokoh itu.
"Kau sudah gila ... Aku sudah gila." Gumam Shalimar mengingat apa yan ia ucapkan tadi dihadapan banyak orang dan juga Eva.
"Kau sudah mengatakannya. Kau harus mempertanggungjawabkan hal itu kepadaku, sekarang aku sudah memiliki status sebagai milik seorang suami darimu. Kau sendiri yang mengatakannya didepan banyak orang tadi." Bisik Dhanny sambil tersenyum.
"Aku hanya .. berusaha membelamu. Aku yang bodoh , aku yang sudah gila. Aku meralat perkataanku. Aku yang sudah gila." Balas Shalimar sambil mencoba untuk berdiri sendiri dan berusaha melepaskan tangan Dhanny dari lengannya.
"Tidak bisa. Kau sudah mengatakannya. Kau tidak bisa menariknya kembali." Kata Dhanny sambil mempererat pelukannya di lengan Shalimar.
Shalimar menoleh kearah Dhanny tanpa sengaja. Wajahnya begitu dekat dengan Dhanny.
"Kau.." Seolah kata-kata yang hendak Shalimar lontarkan menghilang begitu saja ketika matanya beradu dengan mata Dhanny.
"Kau tidak memiliki jalan untuk mundur kali ini. Kau hanya bisa menikah denganku." Kata Dhanny sambil menempelkan dagunya di puncak kepala Shalimar.
"Aku akan mengantarmu pulang dan mengatakan hal ini kepada ibumu."
"Dhanny , dengarkan aku .."
"Aku tidak akan mendengarkanmu. Apa kau tahu aku sangat bahagia hari ini. Kau tidak akan tahu jantungku seperti roda jet coaster ketika kau membelaku di depan orang-orang itu dan Eva. Aku tidak menginginkan apapun didunia ini saat kau mengatakan kau adalah istriku didepan mereka." Kata Dhanny dengan lembut kepada Shalimar.
Mendengar hal itu Shalimar tidak menolak pelukan dari Dhanny , kali ini Shalimar yang merasa seperti membumbung ke udara.
"Jangan ingkari perasaanmu sendiri. Kau juga merasakan yang sama denganku. Aku tidak akan membuatmu tersakiti , aku tidak akan melepaskanmu , aku juga akan membuatmu bahagia. Bisakah kau memebrikanku kesempatan itu?" Tanya Dhanny ketika Dhanny melepaskan pelukannya dari Shalimar dan menatap Shalimar dengan lekat.
"Aku .. Aku tidak bisa mempercayai siapapun. Bahkan diriku sendiri." Jawab Shalimar dengan jujur.
"Maka beri aku kesempatan itu. Aku akan membuktikannya kepadamu. Aku juga tidak akan menyentuhmu jika kau tidak menginginkannya. Aku akan bersabar menanti hatimu terbuka untuk mempercayaiku." Dhanny berusaha untuk meyakinkan Shalimar.
"Maka kau akan memiliki banyak waktu yang terbuang." Balas Shalimar sambil menatap Dhanny yang begitu berharap kepada dirinya.
"Aku rela." Jawab Dhanny dengan sungguh-sungguh.
"Kau akan menyesalinya nanti." Shalimar masih ragu akan apa yang akan ia putuskan saat ini. Dhanny benar-benar memberikannya waktu yang begitu singkat untuk menanyakan hal yang sangat Shalimar takutkan.
"Kau menyetujuinya." Kata Dhanny sambil tersenyum lebar dan memeluk Shalimar lagi.
--------------
Dhanny mengantarkan Shalimar pulang dengan hati yang begitu bahagia , rencana Eva untuk menjebaknya malah membuat dirinya mendapatkan apa yang ia inginkan sejak lama.
Sesampainya didepan rumah Shalimar , Shalimar melihat mobil milik ibu Rendy terparkir disana.
"Apa kau mengenal mereka?" Tanya Dhanny saat melihat ibu Shalimar sedang berhadapan dengan seorang wanita paruh baya yang nampak begitu arogan tepat didepan pagar rumah Shalimar.
"Aku mengenalnya. Dan aku tidak berharap dia berada disini." Jawab Shalimar sambil membuka pintu mobil Dhanny.
Shalimar turun dari mobil Dhanny dengan terburu-buru dan langsung menghampiri ibunya yang sedang mendapatkan lemparan uang dari ibu Rendy, Shalimar berdiri ditengah ibunya dan ibu Rendy.
"Mama tidak apa-apa?" Tanya Shalimar kepada ibunya yang sedang menahan air matanya jatuh didepan Shalimar.
Ibu Shalimar menggelengkan kepala.
"Tidak apa-apa." Jawab ibu Shalimar dengan nada bergetar menahan tangisnya.
"Oh ini dia , perempuan yang merusak masa depan putra kesayanganku sudah ada disini." Kata ibu Rendy dengan sinis kepada Shalimar.
Shalimar menoleh kearah ibu Rendy.
"Apa yang anda lakukan disini?" Tanya Shalimar dengan tegas kepada ibu Rendy.
"Apa yang kau lakukan kepada putraku? Kenapa ia sampai harus memberikan rumah kepadamu? Belum cukup kau membuat masa depannya hancur dulu? Sekarang dia akan menjadi orang yang sukses dan kau mulai akan menghancurkannya lagi? Apa sebenarnya maumu? Aku sudah berbaik hati menampungmu untuk hidup dengan mewah di keluargaku , aku juga memberikanmu kehidupan yang layak dan juga membiarkanmu tetap menjadi ibu Aabid. Aku hanya minta kau untuk diam dan tidak mengusik masa depan putraku. Aku juga sudah bersabar dengan semua kelakuanmu diluar sana yang membuat keluargaku malu. Untung saja keluarga besarku tidak mengetahui keberadaanmu jadi aku tidak begitu merasa malu. Tapi sekarang beraninya kau membuat Rendy memberikanmu sebuah rumah tanpa sepengetahuanku. Berapa uang yang kau inginkan agar kau menghilang dari kehidupan Rendy dan Aabid?" Ibu Rendy terlihat meradang ketika melihat Shalimar yang berada dihadapannya saat ini.
"Ma , aku tidak pernah meminta.."
'Jangan panggil aku dengan sebutan itu , kau bukan menantuku ataupun anakku. Aku jijik mendengarkan nama itu keluar dari mulutmu." Ibu Rendy langsung memotong penjelasan dari Shalimar.
__ADS_1
"Kau. Ajarkan anakmu etika yang baik dan benar. Sekalipun kalian dari keluarga rendahan , jangan sampai oranglain mengetahui jika kalian memiliki pikiran yang busuk untuk menjadi orang yang terpandang." Ibu Rendy menunjukkan jarinya kearah ibu Shalimar.
"Jangan pernah menghina ibuku." Kata Shalimar dengan mata yang berkilat karena amarah kali ini kepada ibu Rendy.
"Oh , jadi sekarang kau sudah mulai berani kepadaku. Karena Rendy sudah memberikan rumah kepadamu? Kau berhasil merayunya lagi dengan tipu muslihatmu? Kau langsung merasa diatasku sekarang?" Kata ibu Rendy dengan sinis.
"Sekarang sudah muncul wajah aslimu? Apa kau sudah tidak bisa menahannya setelah beberapa tahun ini? Katakan padaku berapa yang kau inginkan agar kau menjauh dari kehidupan Rendy?"
"Aku tidak menginginkan uangmu. Aku juga tidak meminta Rendy memberikan rumah itu kepadaku. Apa anda tahu , bukan aku yang merayu Rendy. Rendy sendiri yang datang kepadaku. Dia yang menyembahku agar kembali kepadanya lagi. Aku menolaknya berulang kali tapi dia yang berkali-kali datang. Aku sudah meminta kepadanya agar menceraikanku , tapi dia yang tidak pernah mau menceraikanku sekalipun aku sudah menjauh darinya." Kata Shalimar dengan kepala tegak dihadapan ibu Rendy dan tersenyum sinis ketika melihat wajah kesal dan masam dari ibu Rendy.
"Anda berkata jika keluargaku adalah kalangan rendah yang menginginkan kedudukan yang setara dengan anda ? Kami memang dari keluarga rendah , tapi setidaknya kami tidak melakukan hal rendahan seperti yang anda lakukan saat ini. Jika anda merasa aku merusak masa depan Rendy , apa yang terjadi saat ini? Apakah Rendy menjadi gelandangan? Rendy baik-baik saja dengan karirnya yang makin melesat tinggi. Sedangkan aku yang saat ini dirugikan akan apa yang anda katakan muslihat untuk mencapai kedudukan yang setara dengan keluarga anda. Aku bahkan tidak meminta hakku sebagai istri Rendy selama ini , aku juga tidak memiliki hak atas Aabid. Anda menanyakan berapa yang aku inginkan agar aku menjauh dari Rendy? Aku minta Aabid sebagai kompensasi perpisahanku dengan Rendy." Balas Shalimar sambil menahan panas di matanya karena airmata oleh amarahnya yang hendak keluar.
"Kau ... Kau.. Lancang sekali kau meminta Aabid dalam hal ini. Kau bahkan bukan ibu yang baik untuk cucuku. Kau wanita murahan yang tidak pantas untuk Aabid panggil ibu. Kau mengingkan Aabid hanya tipu muslihatmu lagi karena ingin Rendy kembali kepadamu." Nada suara ibu Rendy bergetar karena amarah.
"Bukankah anda bilang jika aku merusak masa depan putra kesayangan anda? Berarti Aabid juga menjadi alasan masa depan Rendy hancur. Kenapa anda begitu keberatan jika aku meminta Aabid , anak kandungku sendiri untuk kembali kepadaku? Entah aku ibu yang baik atau tidak , aku memiliki hak akan Aabid. Atau anda takut jika Aabid kembali kepadaku maka Rendy akan meninggalkan keluarga anda dalam sekejap? Anda menahan Aabid karena takut kehilangan Rendy. Disini siapa yang memiliki muslihat untuk Rendy?" Dengan keberanian yang muncul tiba-tiba membuat Shalimar melangkah maju untuk langsung berhadapan dengan ibu Rendy.
Apa yang Shalimar katakan semuanya adalah apa yang ia pendam selama ini.
"Kau ... Perempuan tidak tahu diri." Seru ibuu Rendy sambil melayangkan tangannya untuk menampar Shalimar , namun tangan Dhanny lebih cepat menahannya untuk Shalimar.
Kemudian Dhanny melepaskan tangan ibu Rendy dengan kasar sampai tubuh ibu Rendy sedikit terhuyung kebelakang.
"Tolong jaga perilaku anda." Kata Dhanny dengan dingin kepada ibu Rendy.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Dhanny melihat kearah Shalimar .
"Siapa kau ? Beraninya kau berbuat kasar kepada seorang wanita yang bahkan lebih tua darimu? Jika bukan urusanmu aku sarankan kau tidak usah turut campur." Kata Ibu Rendy sambil memegang pergelangan tangannya yang tadi ditangkap oleh Dhanny.
"Aku suami Shally. Aku berhak ikut campur ketika istriku mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari seseorang , walaupun orang itu lebih tua." Balas Dhanny sambil mengernyitkan keningnya.
"Lihatlah , siapa kali ini yang akan kau jadikan mangsamu? Karena ini kau sudah mulai berani berulah secara langsung kepadaku. Beruntung sekali aku melihatnya secara langsung bagaimana wajah aslimu yang kau sembunyikan selama ini." Kata ibu Rendy sambil melihat dengan senyuman sinis kearah Dhanny kemudian kearah Shalimar.
"Ah , karena kau sudah memiliki seseorang untuk menjagamu , kau sudah tidak memerlukan Rendy dan Aabid. Kau hanya perlu menjauh dari Rendy dan berhenti merayunya lagi." Lanjut ibu Rendy masih dengan keangkuhannya.
"Lebih baik anda mengatakan kepada putra kesayangan anda untuk tidak mendekati istri oranglain lagi. Jika ia terus melakukan hal itu , anda tidak akan tahu bagaimana pendapat oranglain kepada keluarga anda nantinya." Dhanny yang kali ini yang membalas perkataan ibu Rendy dengan telak.
"Aku tidak akan membiarkan Rendy dekat dengan perempuan yang rendah derajatnya dan juga tidak berpendidikan seperti dia , kau tenang saja. Urus saja istrimu agar tidak mendekati Rendy lagi." Kata ibu Rendy dengan kesal kemudian berjalan dengan cepat dan masuk kedalam mobil miliknya.
Setelah mobil ibu Rendy meninggalkan rumah Shalimar , Shalimar melihat kearah ibunya yang sedang terkejut itu.
"Mama tidak apa-apa?" Tanya Shalimar lagi kepada ibunya.
"Tidak apa-apa." Jawab ibu Shalimar dengan lemas.
"Apa benar yang dikatakan wanita itu? Selama ini kau tidak bahagia ketika hidup bersama keluarga Rendy? Itukah alasanmu untuk keluar dari sana dan tidak membawa Aabid bersamamu?" Tanya ibu Shalimar dengan suara yang bergetar.
"Ma, kita bicarakan didalam saja." Jawab Shalimar yang mengutamakan kesehatan ibunya daripada apa yang pernah ia alami selama ini.
"Aku akan membantu anda berjalan." Kata Dhanny dengan sigap ketika melihat ibu Shalimar nampak tidak kuat untuk berdiri setelah mengetahui apa yang Shalimar alami selama ini dari ibu Rendy.
"Dan kau? Benarkah kau suami Shally? Kenapa aku tidak mengetahui jika putriku sudah menikah lagi?" Tanya Ibu Shalimar dengan bingung.
"Kita masuk kedalam dulu , Ma. Setelah ini aku akan ceritakan semuanya." Jawab Shalimar berusaha untuk membujuk ibunya agar mau masuk kedalam rumah terlebih dahulu.
Dengan enggan ibu Shalimar akhirnya mau masuk kedalam rumah sambil dibantu oleh Dhanny.
Ibu Shalimar duduk di sofa ruang tamu sambil meneguk air putih yang sudah Shalimar ambilkan dari dapur.
"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada mama." Kata ibu Shalimar sambil menatap tajam kearah Shalimar.
Shalimar menarik napas panjang , mungkin memang sekarang saatnya ibunya mengetahui yang sebenarnya dari dirinya.
"Aku .. Kami .." Dengan ragu Shalimar melihat kearah Dhanny.
"Aku akan menunggu diluar." Kata Dhanny yang mengetahui jika Shalimar tidak akan nyaman bercerita kepada ibunya jika ada dirinya disana.
Setelah Dhanny pergi dan menutup pintu rumah Shalimar. Shalimar memandang ibunya dengan perasaan bersalah.
"Sejak aku menikah dengan Rendy , Rendy tidak pernah menyentuhku. Aku hanya berusaha hidup dengan baik di dalam keluarga Rendy. Mereka tidak pernah menganggapku ada. Kami juga tidak pernah menikah secara negara , aku.. aku juga tidak diperbolehkan merawat Aabid. Aku tidak tahu harus bagaimana , aku juga tidak ingin mengecewakan mama dan juga papa. Aku .. akhirnya tidak tahan dan keluar dari rumah itu. Aku tidak tahu harus kemana , Ma. Yang aku inginkan adalah pulang. Satu-satunya cara agar aku bisa keluar dari sana adalah aku membuat skandal dengan pria lain. Aku bisa keluar dari sana , tapi mereka tidak memperbolehkan aku membawa Aabid. Aku juga tidak mendapatkan bantuan apapun dari Rendy walaupun dia masih menjadi suamiku." Mata Shalimar terasa makin panas saat dirinya harus menahan airmata jatuh dari matanya.
Shalimar bahkan tidak sanggup melihat ibunya. Selama ini Shalimar menutupi yang ia alami kepada ibunya.
"Kenapa kamu tidak menceritakan hal ini kepada mama?" Tanya ibu Shalimar lagi.
"Aku tidak bisa. Aku tidak mau menambah beban yang sudah mama tanggung selama ini. Setelah papa meninggal , mama harus menanggung semuanya sendiri dan Radit." Jawab Shalimar dengan jujur.
"Kau menanggungnya sendiri? Selama ini bukan Rendy yang membiayai kuliah Radit? Bukan Rendy yang memberikan uang bulanan untuk kebutuhan kita? Dan bukan kamu yang dengan sengaja keluar dari rumah itu karena berselingkuh dan meninggalkan Aabid?" Tanya ibu Shalimar lagi dengan air mata yang tiba-tiba menetes karena merasa begitu sakit hatinya melihat putri yang ia miliki memiliki beban yang selama ini ia tidak ketahui.
Shalimar hanya menjawab dengan anggukkan saja tanpa berani melihat mata ibunya.
"Ya Tuhan." Ibu Shalimar memejamkan matanya sambil menangis kemudian memukul lengan Shalimar berkali-kali.
"Kau anak yang bodoh. Bodoh sekali."
"Dan aku lebih bodoh. Aku ibu yang tidak bisa melindungimu dan menjagamu. Seharusnya aku tidak menyalahkanmu , aku seharusnya bertanya padamu kenapa kau sampai tidak kembali kepada keluarga Rendy." Kata ibu Shalimar sambil memukul dadanya sendiri.
"Ma , jangan seperti ini. Aku yang salah." Kata Shalimar sambil menahan tangan ibunya untuk tidak terus memukuli dadanya sendiri.
"Jika aku tahu mertuamu melakukan hal ini kepadamu ,aku tidak akan diam seperti tadi." Kata ibu Shalimar sambil menangis.
"Ma, sudahlah ,jangan menyalahkan diri mama. Semuanya sudah berlalu. Semua karena kesalahanku. Aku tidak akan kembali pada Rendy , aku juga tidak akan kembali ke rumah itu lagi. Aku akan mengambil Aabid kembali." Shalimar berusaha menenangkan sambil menggenggam erat tangan ibunya.
"Baiklah. Mama akan ikut berjuang untuk mendapatkan hak mu atas Aabid." Balas ibu Shalimar kemudian mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Lalu , siapa pria yang bersamamu tadi? Benarkah dia suamimu?" Tanya ibu Shalimar sambil melihat kearah pintu rumahnya.
Shalimar merasa ragu akan apa yang akan ia katakan kepada ibunya kali ini.
"Dia .. Aku .. Kami.. Kami akan menikah, Ma. Kedatangannya hari ini untuk mengatakan hal itu kepada mama dan meminta restu dari mama." Jawab Shalimar pada akhirnya.
"Apa dia juga dari keluarga kaya seperti Rendy? Apa orangtuanya baik kepadamu? Apa dia tahu tentang statusmu?" Ibu Shalimar nampak lebih cemas daripada Shalimar.
Sebelum Shalimar menjawab , pintu rumah Shalimar terbuka.
"Saya akan membahagiakan Shally dan tidak akan membuat Shally terluka. Saya juga tahu status Shally dan saya menerima statusnya." Kata Dhanny sambil berdiri di hadapan ibu Shalimar .
"Saya mohon tante untuk memberikan restu kepada kami untuk menikah secepatnya."
--------------
__ADS_1