No Regrets

No Regrets
Bab 6


__ADS_3

Shalimar hanya bisa memandang tidak percaya kearah Dhanny. Dhanny menyukainya. Ini seperti memberinya api dan air dingin kepadanya secara bersamaan .


"Kau sudah memiliki calon istri yang akan kau nikahi sebentar lagi." Kata Shalimar seolah kalimat itu menggema ditelinganya sendiri.


"Aku tidak pernah mencintainya." Balas Dhanny dengan tegas sambil memandang Shalimar dengan tajam kemudian kembali melihat jalanan yang ada dihadapannya dan langsung menepikan mobil yang ia kendarai .


"Kau tidak mencintainya , tapi kau akan menikahinya?" Kata Shalimar lebih seperti sebuah sindiran bukan pertanyaan.


"Lalu apa kau juga menyukaiku?" Tanya Dhanny lagi sambil memposisikan tubuhnya kearah Shalimar , tangannya yang memperlihatkan otot bisepnya yang terlihat menggoda itu ia gantungkan di atas setir mobilnya.


"Apa kau sedang bercanda saat ini? Kita bertemu bahkan masih dalam hitungan hari dan kau mengatakan kau menyukaiku , bahkan kau rela membatalkan pernikahanmu hanya karena perasaan sesaatmu kepadaku?" Shalimar kini menatap serius kearah Dhanny .


Walaupun jantungnya seakan akan melompat dari tenggorokannya ketika menatap mata Dhanny yang begitu fokus pada dirinya,tatapan tajam yang seakan bisa menariknya kedalam ruang yang Shalimar rindukan , Shalimar mencoba untuk terlihat tegas dan ia harus bisa mengatasi perasaannya sendiri dan juga menekankan beberapa hal akan pemikiran Dhanny.


"Perasaanku bukan sesaat." Jawab Dhanny dengan begitu yakin tanpa mengalihkan pandangannya dari Shalimar.


"Aku sudah menyukaimu sejak dulu. Bahkan kau mungkin tidak akan mengingatku karena yang kau lihat adalah oranglain."


"Aku sudah menikah." Kata Shalimar berusaha mencari alasan yang tepat agar Dhanny mundur dari perasaan yang Dhanny miliki untuknya.


"Aku tahu, tapi kau tidak menikah secara negara. Dia bahkan tidak mengakuimu sebagai pasangannya. Bahkan secara hukum kau masih berstatus belum menikah. Aku masih memiliki banyak peluang untuk mendapatkanmu." Balas Dhanny semakin membuat Shalimar terkejut.


"Aku juga memiliki seorang anak." Kata Shalimar lagi berusaha untuk tetap menolak Dhanny.


"Aku tahu. Tapi kau tidak memiliki hak asuh akan dirinya." Dhanny benar-benar bisa membuat Shalimar mengalami serangan jantung karena mengetahui begitu banyak tentang dirinya.


"Bagaimana kau bisa mengetahui semua itu?" Kata Shalimar dengan lirih seakan ia tidak memiliki banyak tenaga karena keterkejutannya akan ap ayang Dhanny ketahui tentang kehidupan pribadinya.


"Aku sudah mengenalmu dan menyukaimu sejak lama , Shally . Hanya saja dimatamu kau hanya melihat dia. Dan sekarang dia bahkan tidak menginginkanmu , bahkan ia menyangkal kehadiranmu. Aku memiliki kesempatanku yang terlewatkan dulu. Aku akan membahagiakanmu. Sekarang, apa kau juga menyukaiku?" Dhanny bersikeras ingin mengetahui apa yang Shalimar rasakan untuknya.


Shalimar terdiam untuk beberapa saat dan tidak lagi mampu melihat mata Dhanny. Ia takut jika dirinya akan terhanyut dalam tatapan itu. Shalimar memandang kearah lain mencoba untuk menghindari tatapan Dhanny. Hal ini tidak benar bagi Shalimar, Dhanny sudah akan menikah dengan oranglain , ia tidak ingin menjadi sebuah penghalang kebahagiaan oranglain terutama itu adalah kliennya. Kemudian Shalimar memandang Dhanny dengan keyakinan yang ia miliki. Shalimar harus menolak Dhanny walaupun hatinya begitu bahagia ketika Dhanny mengatakan jika Dhanny menyukai dirinya.


"Dhanny dengarkan , aku bukan wanita yang baik , aku memiliki pergaulan yang bebas , aku memiliki banyak mantan , aku juga suka dengan kehidupan malam , aku seoerang peminum , aku seorang perokok , aku juga seorang yang tidak memiliki masa depan yang layak . Berbeda dengan calon istrimu. Pikirkanlah baik-baik akan apa yang kau katakan kepadaku saat ini...."


"Aku sudah memikirkannya berulang kali bahkan ratusan kali. Aku tidak mencintai Eva , aku masih menyukaimu bahkan hingga saat ini. Aku tidak membutuhkan seseorang yang sempurna dan juga memiliki masa depan seperti yang kau pikirkan tadi. Yang aku tahu adalah aku mencintaimu dan aku ingin kita bersama." Danny langsung memotong kalimat Shalimar.


"Aku masih memiliki seseorang dihatiku bahkan jika dia tidak mencintaiku lagi. Aku memiliki tanggungjawab akan anakku." Kali ini Shalimar seakan hendak memberikan tikaman di hati Dhanny.


Seharusnya kata-kata Shalimar membuatnya sakit hati , namun Dhanny merasa senang karena kali ini ia merasa Shalimar mulai sedikit terbuka pada dirinya dengan menceritakan tentang diri Shalimar dihadapannya.


"Berkencanlah denganku dalam waktu satu bulan , setelah itu kau putuskan apa kau akan bersamaku atau tetap pada kehidupanmu yang mengharapkan cinta dari orang yang tidak mencintaimu." Kata Dhanny memberikan sebuah tawaran kepada Shalimar untuk lebih mengenal dirinya dan mengetahui seberapa dalam perasaan Dhanny kepada Shalimar.


Shalimar melihat kearah Dhanny yang masih menatap dirinya dengan tatapan yang sama sejak awal dan seakan pertahanannya mulai runtuh.


"Ini tidak benar , Shally , kau harus tegas . Jangan tergoda oleh perasaanmu sendiri." Kata Shalimar dalam hatinya.


"Bahkan jika aku menyukaimu , hubungan kita tidak akan berhasil." Shalimar berusaha meyakinkan Dhanny agar Dhanny tidak lagi memikirkan untuk menjalani hubungan dengan dirinya.


"Aku yang menjamin jika hubungan kita akan berhasil. Aku akan membahagiakanmu , aku juga tidak akan meninggalkanmu seperti Rendy." Dhanny mulai terlihat tidak sabar kali ini , tangan Dhanny mencengkeram erat setir yang ada dihadapannya.


"Aku sudah banyak mendengar kalimat itu." Kata Shalimar sambil tersenyum masam.


"Aku tidak tahu benar atau tidak kau tidak mencintai calon istrimu, aku adalah orang yang bodoh untuk masalah menilai ketulusan oranglain , tapi kau akan meninggalkannya hanya karena kita saling menyukai satu sama lain. Dan kau berjanji tidak akan pernah meninggalkanku?" Shalimar menghela napas panjang dan mengangguk kecil sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.


Dhanny tahu jika Shalimar meragukan ketulusan yang ia miliki , Shalimar tidak akan percaya begitu saja akan perasaan yang ia miliki untuk Shalimar selama ini. Tapi Dhanny tidak akan mundur kali ini . Dhanny akan benar-benar berjuang untuk mendapatkan hati Shalimar dan menjadikan Shalimar istrinya.


"Satu bulan." Kata Dhanny tanpa menghiraukan kata-kata Shalimar.


"Dalam waktu satu bulan berkencanlah denganku , jika kau yakin akan apa yang aku rasakan kepadamu adalah perasaan tulus , maka menikahlah denganku."


Kali ini ingin rasanya Shalimar melihat seperti apa wajahnya saat ini di depan cermin. Apakah dirinya sedang membuka lebar mulutnya dengan bola mata yang hendak keluar dari tempatnya atau wajahnya memerah dan terlihat memalukan didepan Dhanny. Dhanny tidak hanya mengajaknya berkencan , tapi juga melamarnya disaat yang bersamaan. Semua pria yang pernah bersamanya tidak ada yang melamar dirinya , mereka hanya bersenang-senang dengan Shalimar saja. Tidak ada pria yang membuat jantung Shalimar berdebar-debar selain Rendy dan kali ini Dhanny membuat dirinya seperti akan mendapatkan serangan jantung dalam waktu yang singkat.


"Menikah? Kau ? Kau ingin menikahiku?" Tanya Shalimar dengan ragu dan juga terkejut.


Dhanny mengangguk dengan yakin , matanya bahkan tidak berlaih dari Shalimar.


"Dalam waktu satu bulan kau berkencan denganku , kau yang memutuskan apa kau juga menyukaiku dan kau akan melihat seperti apa perasaanku kepadamu." Kata Dhanny yang tidak menerima penolakan apapun dari Shalimar.


Shalimar tidak bisa berpikir jernih kali ini. Otaknya seperti membeku. Shalimar menyisirkan rambutnya kebelakang kepalanya dengan jari-jari tangan kanannya. Mata Shalimar terpejam frustasi dan berharap jika dirinya saat ini hanya bermimpi .


Dhanny bisa melihat jika Shalimar akan menolaknya dan tidak akan menerima tawaran dari dirinya. Dhanny tidak ingin kehilangan langkah yang sudah susah payah ia ciptakan sejak dirinya bertemu dengan Shalimar lagi. Dhanny tahu jika Shalimar masih mencintai Rendy dan yang Dhanny takutkan adalah jika Shalimar mengetahui bila Rendy juga sejujurnya masih memiliki perasaan kepada Shalimar , Dhanny mengetahui hal itu dari sorot mata Rendy ketika mereka bertemu di rumah makan setelah dirinya dan Shalimar melihat lokasi untuk rencana pernikahan dirinya.


Saat Shalimar menutup matanya dan menyisirkan rambutnya kebelakang , Dhanny langsung menangkup wajah Shalimar dengan kedua tangannya , bibir Dhanny langsung menyentuh bibir Shalimar yang terasa lembut dan hangat. Menciumnya dengan lembut. Dhanny mempersiapkan dirinya jika Shalimar menolak ciumannya dengan tamparan atau pukulan . Namun Shalimar tidak melakukannya , Shalimar juga membalas ciuman Dhanny dengan spontan. Hal ini membuat Dhanny tersenyum dalam ciumannya.


Dengan enggan Dhanny menyudahi ciumannya dengan Shalimar. Shalimar terlihat bingung dan juga wajahnya memerah saat Dhanny memandang Shalimar sambil tersenyum kepada Shalimar.


"Kau ... Kenapa kau.." Kata Shalimar dengan terbata-bata karena debar jantungnya yang semakin menjadi setelah ciuman dan senyuman Dhanny kepada dirinya.


"Mulai hari ini kita sudah berkencan." Kata Dhanny sambil kembali keposisinya lagi dan memindahkan perseneling mobilnya.


Shalimar bisa melihat senyuman terukir diwajah Dhanny.


"Kau memutuskan hal itu sendiri?" Shalimar merasa jika Dhanny sudah mengambil keputusan sendiri tentang hubungan mereka.


"Kau tidak menolaknya." Balas Dhanny sambil tersenyum menatap Shalimar.


"Kau tidak akan bisa." Dhanny kembali berkonsentrasi menyetir kembali , namun senyumannya masih tetap tersungging di bibir Dhanny.


-----------------------


"Kau ... Bagaimana bisa kau meninggalkan bar kemarin malam tanpa berpamitan denganku?" Tanya Taufan dengan kesal saat melihat Shalimar duduk di tempatnya bekerja.


"Kau tidak bisa menyalahkanku , salahkan saja Mei. Lagipula aku sudah dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar waktu itu." Balas Shalimar dengan kesal.


"Seharusnya aku yang marah disini ,tapi kenapa malah kau yang kesal kepadaku?" Tanya Taufan dengan bingung lalu bangkit dari duduknya dan berjalan kearah meja kerja Shalimar.


Shalimar tidak sedang kesal dengan Taufan. Shalimar kesal dengan dirinya sendiri , bagaimana bisa ia tidak bisa menolak Dhanny? Dhanny bahkan seenaknya memutuskan bagaimana hubungan asmara mereka dimulai. Dan kekesalan Shalimar akhirnya tercurahkan kepada Taufan.


"Apa kau baik-baik saja? Apa suasana hatimu sedang tidak bagus?" Tanya Taufan dengan hati-hati.


"Tidak. Aku sedang dalam fase wanita sensitif." Jawab Shalimar sambil menyalakan komputer di meja kerjanya.


Taufan mengangguk mencoba mengerti bagaimana temperamen seorang wanita yang sedang datang bulan.


"Aku mengerti. Kau santai saja bekerjanya." Kata Taufan sambil menepuk pundak Shalimar dengan lembut dan penuh pengertian.


"Aku tadi melihat kau diantarkan oleh seseorang , apa dia kekasihmu yang baru?" Tanya Taufan ingin tahu siapa yang mengantarkan Shalimar.


Dengan cepat Shalimar melihat kearah Taufan. Dan Taufan tidak melihat kilatan marah di mata Shalimar.


"Aku mendengar dari bartender di bar ketika aku mencarimu yang tiba-tiba menghilang , kata bartender itu kau sedang bersama seorang pria dan kau mengenalnya. Lalu seorang wanita menjemputmu pulang , aku kira itu Mei dan juga Rendy. Tapi sepertinya jika itu Rendy..." Taufan mengernyitkan keningnya dan menyentuh dagu dengan jarinya mencoba berpikir dengan logika.


"Aku pikir tidak mungkin itu Rendy. Rendy tidak akan pergi ke tempat seperti itu." Lanjut Taufan kemudian melihat kearah Shalimar yang memandang dirinya dengan tatapan tidak senang.


Taufan berdehem ketika melihat ekspresi Shalimar yang tidak senang itu. Taufan menyadari jika dirinya sudah salah mengatakan sesuatu kali ini.


"Kau lanjutkan saja pekerjaanmu." Kata Taufan kemudian meninggalkan meja kerja Shalimar.


Semua karena Dhanny yang sudah mengacaukan pikirannya hari ini. Mood Shalimar benar-benar sedang tidak bagus hari ini. Shalimar bukannya tidak suka ketika Dhanny menyatakan perasaan yang Dhanny miliki kepada Shallimar. Shalimar hanya merasa jika hal ini tidak benar. Kenyataan bahwa Dhanny akan menikah dengan Eva beberapa bulan lagi membuat Shalimar tidak nyaman. Shalimar tidak ingin dirinya menjadi pengganggu hubungan oranglain.


Baru saja Shalimar memikirkan hal ini , sebuah pesan muncul di ponsel Shalimar. Pesan itu dari Dhanny.


- Aku akan menjemputmu sepulang kau bekerja nanti-


Shalimar menghela napas panjang melihat pesan yang Dhanny kirim untuknya.


"Dia benar-benar keras kepala." Gumam Shalimar dalam hati .


"Bagaimana caranya agar dia menyerah untuk terus berhubungan denganku? Dia bukan orang yang mudah untuk dihadapi. Bagaimana jika Eva mengetahui hal ini? Jelas nanti semua orang yang berada disekitarku akan mendapatkan dampaknya. Aku tidak bisa menjalani hubungan yang seperti ini." Kata Shalimar dalam hati.

__ADS_1


Shalimar tidak bisa jika dirinya nantinya akan dituding sebagai perusak hubungan oranglain. Ia akan tidak memiliki wajah lagi dihadapan Rendy nantinya. Jelas Rendy akan semakin membencinya belum lagi keluarga Rendy yang tidak pernah menyukai dirinya. Jika mereka semua tahu jika Shalimar berkencan dengan calon suami oranglain , maka dirinya benar-benar tidak memiliki harga diri lagi dihadapan mereka semua. Dan Shalimar jelas tidak akan pernah bisa menemui Aabid lagi.


Shalimar mulai menyusun banyak rencana di otaknya untuk mengakhiri hubungannya dengan Dhanny dan menjauhi Dhanny walaupun ia juga menyukai Dhanny.


Sesuai dengan apa yang Dhanny katakan di pesan yang Dhanny kirimkan pada Shalimar , Dhanny sudah menunggu Shalimar didepan kantor Shalimar.


"Apa dia kekasih barumu?" Tanya Taufan ketika melihat Dhanny melambaikan tangan dari dalam mobilnya kearah Shalimar.


"Bukan." Jawab Shalimar seketika sambil menutup wajahnya dengan tangan kanannya.


Dhanny begitu berani menyapa Shalimar didepan teman kerja Shalimar seakan memberikan sinyal tentang hubungan mereka pada semua orang.


"Apa dia benar-benar tidak punya akal? Dia sudah gila. Bagaimana jika teman-temanku mengetahui tentang dirinya yang sebenarnya adalah klien VIP di kantorku?" Kata Shalimar dalam hati.


"Kau pandai sekali mencari kekasih kali ini. Dia bahkan lebih tampan dari Rendy. Dan sepertinya ia juga kaya ." Bisik Taufan pada Shalimar ketika Dhanny keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Shalimar.


"Diamlah Taufan." Balas Shalimar sambil berbisik juga.


Dhanny tersenyum lebar ketika berjalan menghampiri Shalimar bahkan ketika dirinya sudah berada di hadapan Shalimar.


"Kau datang untuk menjemput Shally?" Tanya Taufan dengan keingintahuannya akan Dhanny.


"Iya." Jawab Dhanny sambil tersenyum kepada Taufan.


"Apa kau sudah selesai dengan pekerjaanmu?" Tanya Dhanny kali ini menatap lembut kearah Shalimar.


"Sudah." Shalimar mengangguk pelan .


Shalimar benar-benar membenci dirinya sendiri , dia sudah menyusun banyak rencana termasuk bersikap acuhh kepada Dhanny , namun melihat senyuman Dhanny dirinya seakan menjadi penurut.


"Kali ini kau yang gila Shally." Jerit Shalimar dalam hatinya. Shalimar bahkan membalas senyuman Dhanny.


"Aku akan mengantarkanmu pulang." Dhanny langsung meraih tangan Shalimar tanpa persetujuan dari Shalimar.


"Kami pamit dulu." Kata Dhanny kepada Taufan dan juga rekan Shalimar yang masih berada didepan kantor tempat Shalimar bekerja.


"Baiklah. Hati-hati dijalan." Kata Taufan sambil melambaikan tangannya ketika Dhanny sudah membawa Shalimar menuju ke mobil milik Dhanny.


"Kenapa wajah laki-laki itu terlihat tidak asing?" Gumam Taufan pada dirinya sendiri sambil berusaha mengingat siapa Dhanny.


"Apa aku pernah bertemu dengannya di suatu tempat?" Tanya Taufan kepada dirinya sendiri.


Taufan menggelengkan kepalanya sambil berjalan ke mobil miliknya yang terparkir didepan kantor.


----------------


"Kau tidak perlu repot-repot menjemputku." Kata Shalimar tanpa melihat kearah Dhanny.


"Kau kekasihku saat ini. Wajar jika aku menjemput kekasihku ketika ia pulang bekerja." Jawab Dhanny dengan lembut.


"Lagipula aku juga ingin menunjukkan kepada semua orang jika kau sudah memiliki kekasih saat ini dan mereka yang menyukaimu tidak akan mendekatimu lagi."


Shalimar langsung menoleh kearah Dhanny . Dhanny bahkan mengakui jika kedatangannya menjemput Shalimar adalah untuk menunjukkan hubungan mereka kepada semua orang.


"Apa kau gila? Jika mereka tahu kau adalah klien VIP kami dan kau berkencan denganku , mereka jelas akan terkejut dan pasti akan menjadi masalah didalam kantor." Shalimar juga tidak bisa menyembunyikan apa yang ada dalam pikirannya tentang resiko dari hubungan mereka.


Mendengarkan kata-kata Shalimar kali ini membuat Dhanny menginjak pedal gas sedikit lebih dalam .


"Maka aku akan membatalkan pernikahanku sekarang juga." Balas Dhanny dengan segera.


"Kau akan membuat segalanya menjadi kacau. Dan hal itu juga termasuk pemborosan , kau sudah mengeluarkan banyak uang untuk persiapan pernikahanmu dengan Eva." Shalimar masih mencari celah agar ia memiliki alasan kepada Dhanny untuk mengakhiri hubungan mereka.


"Aku akan merelakan uang itu jika itu sepadan dengan apa yang aku inginkan selama ini." Dhanny menjawab keraguan yang dirasakan oleh Shalimar akan perasaannya.


Napas Shalimar tercekat di tenggorokannya ketika Dhanny mengatakan hal itu. Dhanny tidak sedang main-main dengan kata-katanya. Shalimar mengetahui hal itu namun Shalimar tidak ingin mengakuinya.


"Aku memiliki seseorang yang aku cintai dalam hatiku." Kata Shalimar mencoba untuk tetap mendorong Dhanny menjauh dari dirinya.


"Aku tidak peduli, dia tidak mencintaimu." Balas Dhanny dengan sarkastik.


"Kau mengatakan kau mencintaiku tapi kau tidak peduli akan apa yang aku rasakan?" Tanya Shalimar dengan senyuman masam kepada Dhanny.


"Aku pernah memperdulikan perasaanmu kepadanya dan hasilnya adalah dia mencampakkanmu dan tidak mencintaimu. Kau bahkan tidak bahagia saat ini. Kali ini aku tidak akan memperdulikan perasaanmu kepada oranglain asalkan kau tetap berada di sampingku , menjadi wanitaku." Jawab Dhanny dengan tatapannya yang bisa menembus garis pertahanan Shalimar.


Shalimar memalingkan wajahnya dari tatapan Dhanny.


"Kau.. Sejak kapan kau menyukaiku? Kenapa kau juga bisa mengetahui tentang kehidupan pribadiku?" Shalimar benar-benar ingin mengetahui hal itu sejak Dhanny mengatakan jika Dhanny menyukai Shalimar sejak dulu.


"Sejak kita masih bersekolah dulu." Jawab Dhanny.


"Kau teman sekolahku dulu? Kenapa aku tidak mengenalmu?" Shalimar seakan tidak mempercayai jika dirinya dan Dhanny dulu adalah teman satu sekolah.


"Kau hanya melihat lelaki itu. Kau tidak akan pernah melihat oranglain yang benar-benar mencintaimu." Senyuman tidak mengenakkan tercipta di bibir Dhanny.


"Kau juga mengenal Rendy?" Shalimar bahkan masih tidak percaya jika Dhanny sudah menyukainya sejak lama sekali dan Shalimar tidak pernah melihat Dhanny selama ini.


Dhanny hanya mengangguk menjawab pertanyaan Shalimar.


"Itu artinya kau tahu jika Rendy juga berada di rumahmakan tempat kita makan siang bersama?"


Dhanny kembali menganggukkan kepalanya dengan enggan.


"Kau benar-benar sesuatu." Kata Shalimar sambil menempelkan kepalanya di puncak sandaran kursi mobil Dhanny.


"Kau sengaja memilih tempat itu agar aku bertemu dengan Rendy? Awalnya aku sudah merasa jika ada yang tidak benar dengan kebetulan kau berada di tempatku melakukan survey tempat pernikahanmu lalu kau mengajakku untuk makan siang di tempat yang bahkan sangat jauh dari sana. Dan disana ada Rendy bersama teman sekantornya. Suatu hal yang tidak bisa disebut dengan kebetulan. Kau sudah merencanakannya." Kali ini wajah Shalimar terlihat kecewa akan apa yang dilakukan oleh Dhanny kepadanya.


"Aku hanya ingin kau melihat sendiri bagaimana orang yang kau cintai tidak pernah menganggapmu dan juga tidak mengakuimu sebagai pasangan hidupnya." Jawab Dhanny tanpa menutupi apa yang sudah ia lakukan selama ini untuk membuat Shalimar melupakan cintanya pada Rendy.


"Hubungan kita tidak akan berhasil." Kata Shalimar setelah ia terdiam beberapa saat.


"Kau belum menjalani selama satu bulan. Kau tidak bisa memutuskan hubungan kita akan berhasil atau tidak. Sekalipun kau membenciku , kau akan mengerti apa maksudku melakukan hal ini kepadamu suatu saat nanti. Aku tidak akan meminta maaf kepadamu , aku juga tidak akan menjelaskannya kepadamu. Kau hanya perlu menjalani menjadi wanitaku selama satu bulan kedepan. Setelah itu baru kau berhak untuk memutuskannya." Dhanny menatap lurus ke mata Shalimar ketika lampu lalu lintas menyala berwarna merah.


"Hubungan macam apa yang terjalin ketika hanya kau saja yang memutuskannya?" Tanya Shalimar membalas tatapan Dhanny.


"Jika aku tidak mengikatmu untuk sementara maka aku tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hatimu. Kau hanya akan lebih menghancurkan dirimu seperti saat ini." Jawab Dhanny dengan suaranya yang berat dan tegas.


Jika saja jantung Shalimar tidak berdebar begitu kencang mendengar jawaban Dhanny mungkin Shalimar akan membalas perkataan Dhanny. Namun saat ini debaran jantung Shalimar tidak bisa terkontrol dan Shalimar tidak bisa mengeluarkan suaranya , ia takut jika dirinya akan terbata-bata jika mencoba untuk mengatakan sesuatu.


"Hanya satu bulan , aku ingin kau lebih mengenalku dan lihat apa yang benar-benar aku rasakan kepadamu. Aku akan mengabulkan apapun permintaanmu selama kau tetap bersamaku. Dalam waktu itu juga aku ingin kau tidak memikirkan cara apapun untuk berpisah denganku. Setelah itu kau putuskan apa kau juga mencintaiku atau tidak."


----------------------


Rendy sedang berada dirumah Shalimar , menunggu Shalimar pulang. Shalimar tidak menjawab panggilannya ataupun membalas pesan darinya. Rendy paham , mungkin Shalimar tersinggung dengan apa yang ia katakan ketika mereka bertemu dirumahmakan waktu itu. Rendy ingin menjelaskan hal itu kepada Shalimar namun mengurungkan niatnya. Belum saatnya Shalimar mengetahui apa yang ia rencanakan untuk Shalimar dan juga Aabid.


Kali ini Rendy ingin membawa Shalimar kembali kerumah dengan alasan Aabid. Beberapa hari ini Aabid mencari Shalimar , dan Rendy merasa jika ini adalah saat yang tepat untuk membawa Shalimar pulang sementara waktu. Rendy benar-benar ingin menemui Shalimar , ingin melihat apakah Shalimar baik-baik saja setelah kejadian siang itu.


"Kau akan menunggu berapa lama lagi ? Mungkin Shally tidak akan pulang lagi hari ini." Kata ibu Shalimar sambil memberikan minuman kepada Rendy.


"Shally tidak pulang kemarin?" Rendy merasa tidak tenang ketika mengetahui Shalimar tidak pulang kerumah ibunya semalam.


"Dia menginap dirumah Mei. Mei yang memberitahuku." Jawab ibu Shalimar kemudian duduk di samping Rendy.


"Apa kalian bertengkar lagi?"


"Tidak, hanya saja mungkin Shally salah paham akan sesuatu kemarin." Jawab Rendy tanpa menatap ibu Shalimar.


"Kenapa kalian tidak menikah secara resmi saja? Atau sekalian saja kalian berpisah. Kalian memiliki hubungan yang aku bahkan tidak bisa memahaminya. Kau tidak mau menikahi Shally secara resmi dan sekarang kalian sudah berpisah rumah beberapa tahun. Kau masih kemari untuk menjemputnya kalau Aabid ingin bertemu dengan Shally. Kau dan keluargamu juga tidak pernah mengijinkan Aabid untuk datang kemari. Aku tidak pernah mencampuri urusan pribadi Shally , hanya saja aku merasa tidak nyaman dengan semua ini. Shallly juga berubah sejak pindah kemari. Kau juga tidak pernah membujuknya untuk kembali pulang bersamamu. Kau masih mencintai Shally atau tidak?"


"Tentu saja aku mencintai istriku , Ma. Aku hanya tidak ingin terlalu menekannya saja. Aku ingin Shally menentukan apa yang ia inginkan. Dan aku ingin Shally melakukan apapun yang ia mau jika ia bisa merasa bebas dan bahagia." Jawab Rendy kali ini ia memandang kearah ibu Shalimar.

__ADS_1


"Pernikahan bukan seperti ini , Ren. Cinta juga tidak seperti ini. Shally bukan hanya tidak bahagia saat ini , dia juga perlahan akan kehilangan cintanya untukmu jika kau sendiri tidak bisa tegas kepada pernikahan kalian sendiri." Ibu Shalimar mengatakan hal itu tidak dengan emosi namun dengan nada yang lembut kepada Rendy.


"Mungkin ada baiknya jika kau pulang. Aku akan mengirimkan pesan kepadamu jika Shalimar pulang nanti." Kata ibu Shalimar setelah Rendy tidak membalas kata-katanya.


Rendy menghela napas dan melihat kearah pintu masuk rumah Shalimar . Mungkin benar apa yang dikatakan oleh ibu Shalimar. Sekarang juga sudah larut , mungkin Shalimar pulang ketempat Mei lagi.


"Aku akan kembali sekarang. Tolong mama kirim pesan kepadaku jika Shally sudah pulang." Kata Rendy lalu berdiri dari duduknya dan berpamitan dengan ibu Shalimar.


Tepat ketika Rendy hendak masuk kedalam mobilnya, mobil Dhanny berhenti didepan rumah Shalimar.


Wajah Dhanny nampak tidak senang melihat Rendy yang saat ini berada dirumah Shalimar. Shalimar bisa melihat hal itu dengan jelas ketika melihat Rendy yang hendak meninggalkan rumahnya dan Shalimar langsung menoleh kearah Dhanny. Seharusnya ini adalah kesempatan yang baik bagi Shalimar untuk membuat Dhanny mundur menjalin hubungan dengannya , namun Shalimar merasa sedang tertangkap basah sedang menemui mantan kekasihnya di hadapan kekasihnya yang baru.


"Apa dia sering menemuimu seperti ini?" Tanya Dhanny dengan nada dingin yang bisa menusuk tulang Shalimar.


Mobil Dhanny berhenti tepat di samping Rendy. Dhanny sengaja berhenti disana agar Rendy bisa melihat dengan siapa sekarang Shalimar menjalin hubungan. Shalimar kini yang merasa bimbang akan hatinya sendiri.


"Bukan urusanmu." Jawab Shalimar pada akhirnya sambil membuka pintu mobil yang ada disampingnya.


Sebelum Shalimar keluar dari mobil Dhanny , Dhanny menarik tangan Shalimar hingga membuat Shalimar melihat kearah Dhanny dan kembali keposisi duduknya semula.


"Ini juga urusanku. Kau sudah menjadi wanitaku saat ini. Dan aku berhak untuk mengetahui siapapun yang berada didekatmu dan apa yang kau lakukan." Kata Dhanny memberitahu tentang hal yang mengganggu di hatinya saat ini , terutama ketika ia melihat Rendy yang sedang berada di rumah Shalimar.


Shalimar menarik tangannya dari Dhanny dengan cepat.


"Baiklah... Karena kau bersih keras jika mulai hari ini kita mulai berkencan , kau juga harus memahami apa yang benar-benar aku sukai dan tidak aku sukai." Kata Shalimar dengan tegas kali ini.


"Katakan." Balas Dhanny menatap Shalimar dengan lekat, tanpa memperdulikan tatapan penasaran dari Rendy yang berada diluar sana.


"Aku tidak menyukai seseorang yang membatasi kegiatan yang sudah aku lakukan setiap harinya , aku juga tidak menyukai jika aku harus menghadapi introgasi seperti ini sepanjang waktu , aku tidak suka jika pasanganku terus mencurigai hal yang tidak aku lakukan , aku tidak suka jika privasiku diusik , aku tidak suka jika pasanganku memiliki kecurigaan yang besar kepadaku dan tidak mempercayaiku." Shalimar serius dengan perkataannya , Dhanny bisa melihat hal itu dimata Shalimar yang berada dihadapannya kali ini.


"Lalu apa yang kau sukai?" Tanya Dhanny kali ini sudut matanya melihat kearah Rendy yang berjalan mendekati mobil Dhanny.


"Aku suka kebebasanku sendiri." Jawab Shalimar lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil Dhanny.


Ketika Shalimar keluar dari mobil Dhanny , Shalimar langsung berhadapan dengan Rendy.


"Siapa .. " Rendy menatap Shalimar yang sudah terlihat sedang dalam mood yang buruk kali ini.


"Apa kau baru pulang bekerja? Semalam kau tidak pulang kerumah?"


Shalimar memutar bola matanya dengan kesal. Kenapa hari ini dua orang yang membuatnya berdebar-debar harus begitu menjengkelkan.


"Bukan urusanmu." Jawab Shalimar lalu berjalan melewati Rendy.


Rendy menahan Shalimar dengan mengenggam lengan Shalimar.


"Sampai kapan kau akan seperti ini kepadaku?" Tanya Rendy lagi.


"Sejak kapan kau peduli akan apa yang aku lakukan?" Shalimar berbalik bertanya kepada Rendy sambil menarik tangannya dari Rendy , namun Rendy masih menahan lengan Shalimar.


Melihat apa yang dilakukan oleh Rendy kepada Shalimar membuat Dhanny keluar dari mobilnya dan membanting pintu mobilnya hingga membuat Rendy melihat kearah Dhanny yang berjalan kearah Rendy dan Shalimar.


"Lepaskan." Kata Dhanny bahkan tanpa menyentuh keduanya . Dhanny hanya memandang tajam kearah Rendy.


Meskipun Dhanny mengantungi kedua tangannya yang terkepal disaku celananya , Shalimar bisa merasakan akan ada pertengkaran setelah ini jika Rendy tidak mengalah.


"Kenapa kau peduli akan apa yang aku lakukan kepada istriku?" Tanya Rendy dengan senyuman sinis kepada Dhanny tanpa melepaskan cengkeramannya dilengan Shalimar.


"Kau bahkan tidak mengakui istrimu didepan teman kerjamu, kenapa sekarang kau mengakui Shally sebagai istrimu?" Balas Dhanny sambil tersenyum menyindir kepada Rendy.


Balasan Dhanny benar-benar mengena untuk Rendy sehingga Rendy melepaskan cengkeramannya dari lengan Shalimar dan mendekati Dhanny , berhadapan langsung dengan Dhanny.


"Kau , Dhanny." Kata Rendy yang ternyata juga mengenal siapa Dhanny.


Dhanny tidak memberikan balasan untuk Rendy yang menyatakan telah mengenal dirinya saat ini.


"Pantas saja aku seperti pernah melihatmu." Senyuman sinis kembali tercipta di bibir Rendy.


Shalimar baru mengetahui jika keduanya saling mengenal . Dan hanya Shalimar yang tidak mengenal Dhanny sebelumnya. Kali ini Shalimar merasa seperti orang bodoh.


"Kalian saling mengenal?" Tanya Shalimar sambil melihat kearah Dhanny dan Rendy bergantian.


"Dia pernah akan menyatakan cintanya padamu dulu , tapi tidak mendapatkan kesempatan." Jawab Rendy tanpa melihat kearah Shalimar.


"Lalu kau masih bertahan dengan perasaan cinta masa mudamu dulu?" Sindir Rendy sambil tertawa sinis.


"Masih." Balas Dhanny singkat sambil memandang kearah Shalimar lalu kembali melihat Rendy.


"Setidaknya aku tidak melupakan apa yang aku rasakan dan membuat orang yang aku cintai menderita sendiri dengan tidak mengakui keberadaannya." Kali ini Dhanny dengan percaya diri mendongakkan kepalanya di depan Rendy dan tersenyum penuh kemenangan.


"Apa kau tidak tahu Shally sudah menikah dan memiliki anak denganku? Kau masih berpikir jika kau memiliki kesempatan?" Tanya Rendy .


"Apa kau memiliki bukti sah untuk pernikahanmu dan Shally?" Balas Dhanyny dengan tenang.


Rendy tidak bisa membalas Dhanny kali ini. Dia tidak memiliki bukti jika dirinya adalah suami Shalimar.


"Kau tidak memilikinya. Kau juga bahkan tidak mengakui Shally sebagai pasanganmu dihadapan oranglain." Lanjut Dhanny berusaha menekan Rendy.


Shalimar tidak bisa berpikir jernih kali ini , baru kali ini Rendy bereaksi ketika dirinya berjalan bersama dengan pria lain selain dirinya. Dulu Rendy tidak pernah bersikap seperti ini kepada Shalimar. Shalimar menyukai ketika Rendy cemburu akan kedekatannya dengan pria lain. Shalimar juga menyukai bagaimana Dhanny berusaha menyampaikan jika dirinya benar-benar memiliki perasaan yang nyata untuk Shalimar. Shalimar masih berharap jika Dhanny membalas kata-kata Dhanny tentang bagaimana Rendy akan membuktikan jika Rendy memang suami Shalimar. Namun Rendy tidak membalas perkataan Dhanny dan seakan membenarkan jika dirinya tidak memiliki bukti jika mereka sudah menikah ataupun jika dirinya ingin benar-benar mengesahkan pernikahan mereka.


"Jadi aku masih memiliki kesempatan itu sekarang." Kata Dhanny sambil melihat Shalimar.


Mendengarkan pernyataan perang terbuka Dhanny, Rendy maju dengan cepat kearah Dhanny. Rendy mencengkeram kerah kemeja Dhanny.


"Aku memperingatkanmu untuk mundur." Rendy mengatakan hal itu sambil mengatupkan rahangnya.


"Aku memberitahumu jika aku akan tetap maju sekalipun kau yang menghalangiku." Balas Dhanny yang kemudian mencengkeram kerah kemeja Rendy.


Shalimar yang melihat keduanya seperti petarung yang sudah hendak memulai babak pertarungan itu berniat untuk melerai keduanya. Namun dengan cepat mengurungkan niatnya.


"Kalian berdua bertengkarlah sesuka hati kalian. Kalian bisa mengirimkan pesan kepadaku nanti siapa yang menang dan siapa yang kalah." Kata Shalimar sambil melipat tangan didepan dadanya kemudian menggelengkan kepala ketika Dhanny dan Rendy melihat kearah Shalimar.


Shalimar berjalan memasuki rumahnya tanpa memperdulikan keduanya yang melihat Shalimar berjalan memasuki rumah.


Setelah Shalimar masuk kedalam rumah , Rendy melepaskan kerah kemeja Dhanny , begitu juga Dhanny.


"Aku serius dengan apa yang aku katakan kepadamu." Kata Rendy kepada Dhanny yang sedang merapikan kerah kemejanya.


"Aku juga." Jawab Dhanny tidak kalah serius dengan Rendy.


"Aku akan mengesahkan pernikahanku dengan Shally." Kata Rendy membuat Dhanny menatap setajam pisau kearahnya.


"Aku juga sudah mengatakan kepada Shally bahwa aku akan menikahinya." Balas Dhanny tidak ingin dirinya kalah dari Rendy.


"Shally hanya mencintaiku , apa kau tidak mengetahui hal itu? Sebelum kau menyatakan perasaanmu kepada Shally dulu , aku yang pada akhirnya memiliki Shally bukan dirimu. Sampai akhirpun akan seperti itu." Ujung bibir Rendy berkedut ketika mengatakan hal itu dihadapan Dhanny.


"Kau pikir berapa lama perasaan Shally akan bertahan? Kau juga merasakan hal itu ,jika tidak kau tidak akan melakukan hal ini kepada Shally. Kau bahkan merasakan takut untuk bersaing denganku , kau tahu jika Shally memiliki perasaan kepadaku kali ini." Senyuman sinis dan penuh percaya diri itu muncul begitu saja di bibir Dhanny.


"Aku mengenal Shally melebihi siapapun. Aku tidak akan menyerahkan Shally kepadamu atau siapapun." Kata Rendy dengan mata yang sarat akan peringatan kepada Dhanny.


"Kau sudah menyerah akan Shally sejak kau menikah dengannya. Dia bahkan tidak pernah merasa bahagia bersamamu. Dan kau mengatakan kau ingin mengesahkan pernikahan kalian? Bermimpilah. Aku yang akan menikahi Shally secara sah dan membuatnya bahagia." Balas Dhanny dengan penuh percaya diri sekalipun banyak hal yang terbesit dihatinya saat ini.


------------------------


Rendy mengenal siapa Dhanny , wajah itu tidak asing bagi Rendy. Sebelum Rendy mengenal Shalimar, ia sengaja mengikuti acara perjodohan yang diadakan oleh Mei dan juga teman kuliahnya dulu. Awalnya Rendy akan bertemu dengan Mei. Namun ketika menghadiri acara itu , Rendy malah jatuh hati kepada Shalimar. Rendy mengerti jika Dhanny akan menyatakan perasaannya pada Shalimar dan dengan cepat mengambil alih kesempatan Dhanny untuk menyatakan perasaannya dengan kesalahpahaman yang sengaja ia ciptakan dan dirinya yang memiliki kesempatan untuk dekat dengan Shalimar dan akhirnya mendapatkan hati Shalimar.


Jantung Rendy hampir terhenti ketika melihat Shalimar pulang bersama dengan Dhanny. Keduanya nampak begitu akrab dan juga sangat intim didalam mobil. Dhanny kembali diantara dirinya dan Shalimar disaat hubungannya dengan Shalimar sedang begitu rapuh. Bahkan ketika Shalimar mengacuhkannya kali ini , Rendy merasa jika hati Shalimar sudah tidak ada untuknya lagi. Dhanny juga mengatakan jika dirinya akan menikahi Shalimar. Rendy tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Namun juga tidak mudah bagi Rendy mengesahkan pernikahannya dengan Shalimar tanpa persetujuan kedua orangtuanya. Tapi jika Rendy terlambat melangkah , Rendy jelas akan kehilangan Shalimar. Kali ini senjata Rendy adalah Aabid , Shalimar tidak akan meninggalkannya jika ia masih memiliki Aabid.


----------------------

__ADS_1


__ADS_2