
"APA KATAMU TADI BANGSAT!?" Rangga yang frustasi menarik kerah baju Revan.
Dhea yang melihat itu maju dan mencoba untuk mencegah keributan berlanjut, karena mulai banyak orang yang memperhatikan mereka.
"yank udah, dia gak pantes kamu gituin.." Dhea coba membujuk Rangga.
"DIAM! MUNDUR!!" bentak Rangga.
Mendengar itu membuat Dhea tersentak dan mau tidak mau mundur karena takut.
Banyak orang yang mulai memperhatikan mereka dan mulai berbisik-bisik. Banyak dari mereka mengenal siapa Rangga.
"eh siapa tu yang cari masalah sama Rangga Kusuma?"
"gak tau, yang pasti gak bakal damai kayaknya tu.."
"rebutan cewek kah?"
"paling besok bikin surat pernyataan bermaterai.."
"was wes wos...."
".........................."
Sementara itu, Revan yang kerah bajunya di tarik sedemikian rupa, menatap Rangga dengan tatapan tajam, ekspresinya menjadi dingin.
"Lepas!"
Walaupun ucapan Revan tidak membentak, entah kenapa Rangga merasa dirinya seolah-olah di kurung dalam kurungan es yang besar, dia begidik ngeri, hawa dingin menjalar keseluruh tubuhnya.
"kenapa matanya sangat menakutkan?" gumamnya dalam hati.
Dia tidak percaya Revan membuatnya takut hanya dengan menatap matanya.
Secara tidak sadar di hampir melepaskan cengkramannya di kerah baju Revan, tapi ketika dia sadar ada Dhea disampingnya dia kembali di makan ego-nya, terlebih dia yakin kalau Revan tidak akan berani berbuat macam-macam di tempat ramai seperti ini.
Dengan statusnya sebagai anak dari pemilik perusahaan HK, yang terbiasa bisa menyelesaikan segala masalah dengan uang, menambah rasa percaya dirinya.
Rangga kembali mengencangkan cengkramannya di kerah baju Revan.
"Kenapa!? Kau mau apa kalau gak ku lepas!? Mau mukul!? Coba! Aku mw lihat kau be......."
BUUKK!!!
"GUUHHOOKK!!!"
__ADS_1
Belum sempat Rangga menyelesaikan ucapannya, Revan meninju rusuk bagian kiri bawahnya.
Walau pun hanya setengah kekuatan yang di gunakan Revan, sebagai tuan muda yang di manja dan tidak pernah menerima kekerasan fisik, dampak yang di rasakan Rangga seperti di pukul dengan tongkat besi.
Beberapa orang yang memperhatikan mereka terkejut, Dhea sampai menutup mulutnya dengan ke 2 tangannya, mereka tidak menyangka Revan berani memukul tuan muda Kusuma itu.
"uohok, uhuk.. Uhukk..."
Rangga berjongkok didepan Revan sambil memegangi perutnya, "anjing! Kenapa pukulannya sakit banget!" dia mau teriak tapi tidak bisa karena menahn rasa sakit.
"aku sudah bilang lepas, kenapa kau masih bebal" ucap Revan dengan suara berat yang mengancam.
Dhea dengan cepat maju kedepan, menempatkan posisinya diantara ke 2 laki-laki tersebut. Dia sadar kondisinya tidak bagus untuk Rangga.
"Rev..., udah rev.. gak.. Gak usah ribut-ribut lagi" ucapnya terbata bata karena gugup dan takut.
Revan hanya mengabaikannya, dia memasukkan tangannya dalam saku celana "Tuan muda keluarga Kusuma cuma bisa sembunyi di belakang perempuan ya?" ucapny sambil tersenyum geli.
Suara Revan tidak keras, tapi cukup untuk di dengar beberapa orang hingga mereka cekikikan, siapa yang yang tidak kenal Rangga Kusuma, di ejek seperti tentu sangat menghina martabatnya sebagai tuan muda.
Mendengar itu muka Rangga menjadi merah padam, "Minggir Dhea!! "MATI KAU BANGSAT!!!" dia mendorong Dhea kesamping dan menyeruak maju dengan tangan terkepal kebelakang, ingin memukul Revan.
Revan dengan tenang maju selangkah, mengangkat kaki kanannya..
DHUAKK!!!
Kedua Mata hampir keluar merasakan tendangan Revan, rasanya seperti disodok pemukul bisbol besi. Tubuh Rangga melayang sekitar 3 meter ke belakang.
Banyak orang melongo melihat kejadian itu.
Dhea benar-benar tertegun dan berdiri tak bergerak. Matanya lebar, dan dia melihat Revan dengan ekspresi tidak percaya saat dia memancarkan udara pembunuh. Dia benar-benar tidak percaya Rangga ditendang sejauh lebih dari 3 meter oleh Revan.
"Guhok.. Uhok.. Uhok.." Rangga terbaring merintih kesakitan serta sulit bernapas.
Saat dia mengangat setengah badan dengan bertopang pada tangannya, dia melihat Revan dengan santai mendekatinya.
Melihat itu tanpa sadar Rangga berusaha untuk mundur, "ka..kamu mau apa? Aku.. Aku.."
Saat ini, kesombongan sudah hilang dari wajah Rangga. Dia memandang Revan dengan perasaan takut yang sangat. Dia menggigil saat tatapan dingin Revan tertuju padanya. Keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya.
"Yo tuan muda, tadi sudah ku suruh lepaskan? Tapi kau malah nyolot, jadi jangan salahkan orang lain kalau kau di pukul" ucap Revan santai dengan nada menegur.
Tatapan Revan beralih ke Dhea, "Semua wanita ingin berada di sisi pangeran, tapi sampai kapan kau bisa bertahan? dua bulan? tiga bulan?"
Getaran menembus hati Dhea. Kata-kata Revan menusuk tepat pada kekhawatirannya.
__ADS_1
Ya, meskipun dia menjadi pacar Rangga yang merupakan seorang pangeran di mata para wanita, tapi sampai kapan? Dhea sama sekali tidak memiliki rasa aman dan selalu merasa bahwa dia bisa ditinggalkan olehnya setiap saat.
Ini juga alasan utama dia menegur Revan tadi. Dia ingin membuat Revan menjadi cadangan, karena dia harap Revan masih bucin padanya separti dulu.
"Aku tidak peduli dengan hubungan kalian, jangan ganggu aku lagi kedepannya, atau kalian tidak akan suka konsekuensinya" tambah Revan dengan nada mengancam, kemudian dia berbalik pergi.
Beberapa orang menyingkir saat Revan melewati mereka, dia memanggil taksi untuk pergi dari kerumunan itu.
*******
"HAHAHAHAHAHA....!"
"Eh kodok kolam!!! MAS!! Jangan ngagetin napa!?" supir taksi yang kaget karena Revan yang daritadi diam tiba-tiba tertawa sendiri.
"Eh.. Maaf pak, bapak kaget ya? habisnya saya ingat kejadian lucu tadi.." jawab Revan sambil menggaruk kepalanya yang gatal karena malu.
"ya kaget lah, lu kagak ada angin, kagak ada ujan, tahu-tahu ketawa, gua kira lu kesurupan" decak sang supir.
"ahahaha, maaf pak.." Revan kemudian mengambil Hpnya dan membukanya dengan wajah sumringah, terdapat layar hologram hijau dihadapaannya saat ini yang menunjukkan statusnya.
...[Status Pengguna]...
Nama : Revan Alamsyah
Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)
Kekuatan : 75/100
Kelincahan : 60/100
Kecerdasan : 70/100
Karisma : 50/100
misi : -
point : 1870
...__________...
Like, Koment, Gift, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐
+ Favorit biar gak ketinggalan Up
Biar nambah semangat
__ADS_1
Boleh kasih kritik dan saran juga
Follow kalau kalian suka ya 😁