Noir Sistem

Noir Sistem
17


__ADS_3

"BAJINGAN!!!"


BRRUUUAAKK!!!!


Pria botak itu membalik meja Revan dengan tiba-tiba, untungnya Revan cepat merespon, dia menarik kepalanya kebelakng menghindari meja. Mie ayamnya yang tersisa berserakan di tanah, dan mangkuk berisi mie itu pecah.


Pria botak itu menginjak mie ayam di tanah. Mie itu diinjak sampai menyerupai kotoran. Dia memelototi dengan marah dengan ekspresi penuh kebencian dan berteriak, "Makan, ayo makan!, kenapa!? apa kau gak mau makan!? Ayo, berlutut dan makan itu mie!!!" Pria botak itu meraih kerah baju Revan dan menariknya hingga muka mereka berdua berhadapan.


"kenapa bangsat!? Kau gak mau makan!? Atau perlu kami patahkan kaki mu dulu biar bisa kau ambil!!?"


Revan memandangi mie ayamnya yang jatuh ke tanah, ekspresi wajahnya perlahan menjadi dingin dan gelap. Dia menjatuhkan satu sumpit yang ada di tangannya di dan perlahan berdiri. Sorot matanya tajam saat dia memandang dingin pria botak itu.


Hening~


Semua orang tiba-tiba menghirup udara dingin. Tubuh mereka entah mengapa menggigil dengan bulu kuduk mereka meremang. Mereka merasa seperti berhadapan dengan predator haus darah.


Pria botak itu juga sedikit tertegun. Dia akan mengatakan sesuatu ketika sebuah tangan mengulur dengan cepat mencengkeram lehernya. Tangan itu mengangkat seluruh tubuhnya. Cengkraman kuat di sekitar lehernya langsung menekan tenggorokan dan kerongkongannya dengan erat.


Dia tidak bisa bergerak hanya bisa membuat suara teredam parau. Tangannya terus memukuli lengan yang menahannya, mencoba membuat Revan melepaskannya.


Tapi tidak peduli seberapa keras dia mencoba, tangan itu tidak bergerak sedikitpun. Itu seperti besi yang keras menjepit lehernya.


CRASH!~


Tiba-tiba rasa sakit yang hebat dan membara membanjiri otaknya. Pria botak itu melotot ke arah Revan, puluhan bawahnnya tercengang. Mereka melihat tangan kanan Revan yang memegang sumpit tiba-tiba menancapkan sumpit tersebut ke leher bos mereka, dari sisi kiri tembus ke sisi kanan.


Pria paruh baya di kejauhan yang dari tadi memperhatikannya, membuka mulutnya sedikit, matanya dipenuhi dengan keterkejutan.


Kedua pengawal di sampingnya bahkan lebih tercengang. Sulit dipercaya bahwa seorang pria yang terlihat biasa saja, sama bisa mengangkat pria besar seberat sekitar 80 kg dengan satu tangan. Di tambah apa-apan itu? Dia menancapkan sumpit yang notabenenya tumpul menembus leher orang? Bahkan mereka tidak bisa melakukannya.


"aku bilang, tunggu sampai aku selesai makan, kenapa kau gak mau dengar sih?" walau pelan, suara Revan terdengar berat dan sangat mengintimidasi.


Pria dengan gips yang dari tadi memperhatikan dari belakang memasang wajah ngeri dan ketakutan, "Ma..ma..maju..maju!!! Selamat kan bos!! Hajar bajingan itu!!!"


Dia berteriak keras, tapi perlahan bergerak mundur.


Puluhan pria disekitarnya langsung bereaksi. Mereka berteriak dan mengangkat pipa besi yang mereka bawa, ada juga yang tampaknya membawa parang tajam di bagian belakang, mereka bergegas menuju Revan seperti gelombang pasang dipenuhi dengan niat membunuh yang buas.


Revan mencibir, "Nih aku balikin!"


DUAKK!!!


Dia melepaskan cengkramannya pada pria botak dan di saat bersamaan menendang dada pria itu dengan kaki kanannya.


Pria botak itu terbang mundur dengan kecepatan ekstrim. tubuhnya melayang membentuk busur.

__ADS_1


Beberapa anak buahnya yang berada di barisan depan bergegas maju menerima badan bos mereka, tapi karena kuatnya tendangan Revan, lima dari mereka yang menahan ikut mundur dan terjerembab ketanah, sekali lagi pemandangan itu membuat yang lain tertegun melihat bosnya melayang dengan mudah.


"Uhok.. Hok..uhok.. A..apha yhang ha..halian lihat?? Bhu..hunuh hajingan hitu..!!" si botak berusaha teriak memerintahkan anak buahnya, tapi sumpit yang menembus lehernya dan darah yang tidak mau berhenti, dan ke dua tangannya dengan keras menekan lehernya berusaha menghentikan darahnya, suarnya parau tersendat-sendat.


UWAAHH!!!


Sekali lagi para pria itu menekan rasa takutnya, dan maju berusaha untuk menghajar Revan.


Revan tidak diam, dengan tatapan dingin, dia juga maju tanpa ragu-ragu menghampiri musuhnya.


Dia menghampiri 2 orang yang paling dekat dengannya, dan melayangkan ke dua tinjunya.


BUKK!!


BUKK!!


"ARGH!!!"


Walaupun dengan tangan kosong, dada mereka merasa sperti di hantam pipa besi.


Darah menyembur dari mulut mereka. yang satu melayang ke belakang dan jatuh sementara satu jatuh di tanah sambil merintih kesakitan.


Tidak berdiam lama, Revan langsung menghampiri beberapa pria lainnya, sambil menghindari ayunan pipa besi dia melancarkan pukulan dan tendangan yang keras pada mereka.


BUUKK!!! Leher.


DUAKK!! KREEKK!!! Terdengar bunyi tulang patah saat tendangannya mendarat di lutut seorang pria.


BUAKK!! DUAKH!!!


"Ahh!!"


"AKHH!!!"


"GUHOKK!!!"


Dalam sekejap sekitar lima orang tumbang dan merintih terbaring di tanah, sedangkan Revan berdiri santai tanpa keringat di hadapan mereka.


Hal itu mengejutkan semua orang!


Mata pria paruh baya di sudut tiba-tiba menyusut dan keterkejutan yang hampir tidak bisa disembunyikan tertulis di seluruh wajahnya.


Dia tidak pernah menyangka bahwa keterampilan bela diri Revan akan begitu hebat dan kuat.


Kedua pengawalnya juga tercengang. Kelas keterampilan dan kekuatan ini sangat mengejutkan. Mereka saling memandang dan melihat dalam tatapan tidak percaya satu sama lain.

__ADS_1


"BANGSAT!!! CINCANG DIA!!! Seorang pria memberi komando.


Pria berkepala botak itu terluka parah, tetapi tidak sampai pingsan. Dia masih menutupi leher dengan kedua tangannya, dadanya, yang terasa berat dan sangat menyakitkan, dia menatap dengan kebencian yang sangat ke arah Revan.


Dia sudah mendengar dari ank buahnya yang sebelumnya di hajar Revan, kalau Revan memiliki keterampilan yang luar biasa, tetapi dia tidak menyangka bahwa dia akan menjadi begitu kuat. Tapi, terus kenapa? Seekor harimau, betapapun ganasnya, tidak bisa menahan sekelompok serigala.


Tidak peduli betapa hebatnya dia, kalau di keroyok sekelompok besar orang, dia bisa apa?


"Haah.. Aku gak suka kekerasan, tapi kalau kalian maksa... salahkan bis kalian kalau ada anggota badan kalian yang hilang"


"Jadi.. Siapa yang mau maju pertama?"


Mulut Revan menunjukkan seringai kejam. Walaupun dia sendiri menghadapi sekelompok besar orang, tidak ada keraguan atau rasa takut di matanya. Sebaliknya dia seperti seseorang psikopat yang sedang menikmati pertarungan.


...__________...


...[Status Pengguna]...


Nama : Revan Alamsyah


Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)


Kekuatan : 80/100


Kelincahan : 60/100


Kecerdasan : 73/100


Karisma : 50/100


misi : -


point : 155


Saldo : 912,445,000


...__________...


Like, Koment, Gift, Vote, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐


+ Favorit biar gak ketinggalan Up


Biar nambah semangat


Boleh kasih kritik dan saran juga

__ADS_1


Follow kalau kalian suka ya 😁


__ADS_2