
Lebih dari setengah jam Revan berada di kantor polisi untuk memberikan kesaksian.
"Kamu tetap disini ya, pak polisi pasti ngantar kamu pulang ketemu orang tuamu." Revan mengusap kepala gadis kecil itu sebelum dia pergi, dia sudah melakukan apa yang di perlukan.
"Makasih kak" Gadis kecil memeluk Revan sebelum berpisah. Dia sangat bersukur bertemu orang baik, jika tidak, dia akan tetap dipaksa mengemis dalam penderitaan.
Revan tersenyum padanya, lalu berjalan keluar dari kantor polisi, ditemani oleh seorang petugas polisi yang sedikit lebih tua darinya.
"Pak Revan, terima kasih banyak, yakin lah kami pasti akan mempertemukan anak itu dengan orang tuanya"
"sama-sama pak, terima kasih juga telah membantu" jawab Revan
"Ini tugas dan tanggung jawab kami sebagai polisi. Tidak ada masalah sama sekali."
Polisi yang mengantarnya keluar penuh senyum. Revan hanya mengangguk dan berdiri untuk pergi.
Disaat bersamaan, seorang polisi wanita sedang berjalan menuju mereka di dekat pintu masuk kantor polisi.
Tampak dia sedang terburu-buru, karena dia berjalan dengan cepat. Saat berduanya berpapasan, bahu mereka bertabrakan.
Polisi wanita itu berbalik, dan Revan melakukan hal yang sama.
Tatapan mereka bertemu di udara.
"maaf"
Setelah tersenyum meminta maaf, Revan pergi tanpa melihat ke belakang.
"Bu ketua!" Polisi yang mengantar Revan menyapa polisi wanita itu.
Dia menunjuk punggung Revan dan bertanya, "Siapa dia?"
Polisi itu tersenyum dan berkata, "Dia orang baik"
"orang baik?"
Polisi wanita itu bingung dengan kata-kata pak polisi itu. Saat tatapan mereka saling bertemu, dia jelas merasakan hawa dingin mencekik yang membuatnya merinding. Ekspresi matanya lebih tajam dan menakutkan daripada para pengedar narkoba yang pernah dia tangani sebelumnya.
"Dia menyelamatkan seorang gadis kecil dari yang kami duga sindikat perdangan manusia, atau sindikat yang berspesialisasi dalam memperbudak anak-anak buat ngemis"
"Oh gitu!"
Kewaspadaan wanita itu pada Revan langsung menghilang,"dimana anak yng di tolongnya?"
"Dia ada di kantor bu"
"Ok, ini bisa jadi awalan. Selama kita hati-hati, ku harap kita bisa memusnahkan seluruh sindikat kriminal di kota ini"
Mata polisi wanita itu menunjukkan kilatan kebencian yang sangat, dia dengan cepat berjalan ke dalam gedung kantor polisi.
******
Revan berjalan menikmati malamnya kota, sambil berjalan santai dia memeriksa status sistemnya.
__ADS_1
...[Status Pengguna]...
Nama : Revan Alamsyah
Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)
Kekuatan : 80/100
Kelincahan : 60/100
Kecerdasan : 73/100
Karisma : 50/100
misi : -
point : 155
"hm.. 155? Apa di kantor polisi aku menarik perhatian?" gumam Revan memperhatikan pointnya.
"Noir kenapa poin kecerdasan ku nambah 3? Ingat ku 70 kan?"
...[Ya, tambahan 3 poin karena tuan membeli kemampuan "Master Language" yang sifatnya meningkatkan kemampuan intelektual tuan]...
"hm, artinya skill juga punya pengaruh ya? Ok, itu bagus, Noir buka toko"
RINGG!!!RIING!!!RING!!!
Ponselnya berdering saat dia sedang asik melihat-lihat item yang ada di toko sistem.
Dia mengerutkan keningnya, karena dia sama sekali tidak memberitahukan tentang masalah kecelakaan yang dia alami pada keluarga, karena dia tidak ingin membuat mereka khawatir.
"Haaahhh~" Revan menghela nafas sebentar, kemudian memundurkan ponsel dari wajahnya sekitar 30 cm.
Begitu dia menekan tombol jawab, suara Ririn bisa terdengar dari telepon. "KAK!!! aku dengar kakak kecelakaan!!?? Sekarang kakak dimana!? Kakak juga di pecat ya!!?" walaupun tidak sekeras Aldi, suara Ririn masih terdengar jelas walau ponselnya jauh dari telinganya.
"Tau dari mana kamu?"
"Rijal yang ngasih tahu pas ku telepon, nomor kakak gak aktif kemarin, jadi gimana keadaan kakak?" suara Ririn kembali normal.
"Rijal..ember bet mulutnya sih" gerutu Revan dalam hati.
"aku gak di pecat, aku ngundurin diri, aku juga gak apa-apa, nih aku lagi jalan-jalan, btw jangan kasih tau paman sama bibi loh, aku gak mau mereka khawatir" ucap Revan.
"haah~ syukur lah, selama kakak gak kenapa-napa aku gak ngomong sama paman dan bibi, kapan kakak main-main kesini?"
GRRUYYUKKK!!!
"aku aman, nanti pas ada waktu longgar aku main kesana, eh rin, aku mau makan dulu lapar ni" Revan mulai melihat-lihat sekitar mencari warung makan.
"ok, hubungi aku kalo ada apa-apa kak, jangan di simpen sendiri"
"hahaha, ok ok, itu harusnya kata-kata ku loh, soalnya yang kakak kan aku, bye sis" Revan memasukkan ponselnya ke saku celana dan memasuki warung makan sederhana di pinggir jalan.
__ADS_1
"Mang, mie ayam 1 ya" Revan memesan dan mulai mencari tempat duduk untuk menunggu makanannya datang.
Dari sudut matanya, dia melihat seorang pria paruh baya dengan setelan jas dan sepatu kulit duduk tidak terlalu jauh darinya. Pria itu sangat bermartabat, dan tubuhnya memancarkan sikap percaya diri seseorang dari kelas atas. Dia bahkan memiliki dua pengawal berwajah muram duduk di sampingnya.
Dia jelas orang dengan status tinggi!
Raven merasa tidak terbayangkan bahwa seseorang seperti itu akan makan di warung kecil. Selain itu, dia tampak agak akrab, seperti dia pernah melihatnya di suatu tempat, tapi dia lupa dimana.
"kang, mienya.." seorang wanita yang tampaknya istri sang penjual mie ayam.
"makasih bu" Revan mulai menikmati mienya.
Beberapa saat kemudian, terjadi keributan jalan. Puluhan orang berkumpul di sekitar kios, dan semuanya tampak seperti pembunuh, menyebabkan orang gemetar ketakutan. Mereka bahkan menggunakan parang dan pipa baja yang berkilauan.
Pemimpin mereka adalah seorang pria botak dengan perawakan yang keras dan kekar. Tubuhnya dipenuhi tato bermotif harimau dan macan tutul, matanya terlihat galak dan jahat. Dia memasang ekspresi sombong dan mengintimidasi.
"Bos, itu dia! Bangsat itu yang nolong anak itu!"
Seorang pria dengan wajah jelek, terdapat gips di tangan, leher, dan kakinya, serta ada tongkat bantu di tangan satunya, melangkah keluar dan menunjuk ke arah Revan, yang sedang makan mie nya.
Pria itu adalah orang yang dihajar Revan sore tadi, yang memukuli gadis kecil.
Pria botak yang di panggil bos itu melirik Revan dengan kejam, lalu dia mendongak dan menyapu pandangannya ke pelanggan lain di warung. Dia berteriak dingin, "Selain anak ini, semuanya pergi!!”
...__________...
...[Status Pengguna]...
Nama : Revan Alamsyah
Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)
Kekuatan : 80/100
Kelincahan : 60/100
Kecerdasan : 73/100
Karisma : 50/100
misi : -
point : 155
Saldo : 912,445,000
...__________...
Like, Koment, Gift, Vote, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐
+ Favorit biar gak ketinggalan Up
Biar nambah semangat
__ADS_1
Boleh kasih kritik dan saran juga
Follow kalau kalian suka ya 😁