Noir Sistem

Noir Sistem
11


__ADS_3

Jam menunjukkan setengah sembilan malam di ponselnya ketika dia sampai didepan toko.


CLINGG!!


Bunyi bel yang terapasang di pintu berbunyi otomatis ketika ada orang yang masuk.


Beberapa karyaean toko yang sedang berjaga seketika menoleh kearah pintu masuk, mereka melebarkan matanya secara bersamaan.


"Sela....mat...."pegawai yang bertugas sebagai penerima tamu bengong seketika tecekat ketika melihat siapa yang datang.


"REVAN!?"


Revan menutup telinganya yang berdenging karena teriakan kaget teman-temannya.


"Kamu gak apa-apa?"


"eh, katanya kamu kecelakaan? Kok...?"


"iya loh, gue ikut pak Badi loh ke kantor polisi liat motor yang lu pake, ancur banget, tapi pas kita samperin lu di RS, lu udah keluar kata perawatnya.."


"eh tapi van, kamu kayaknya ada yang berubah ya? agak gimana gitu.."


Seketika Revan di kelilingi oleh rekan kerjanya dan di bombardir dengan berbagai pertanyaan, karena mereka telah melihat motor yang di gunakan Revan dalam kecelakaan itu dalam kondisi yang sangat parah, tidak mungkin pengemudinya bisa selamat, tapi Revan?


"yah gitu deh, ntar deh kita ngobrol, aku ketemu pak Badi dulu" ucap Revan menanggapi pertanyaan teman-temannya.


"iya juga ya, pak Badi uring-uringan tu nungguin lu, dia di ruangannya." seorang teman kerjanya menunjukkan arah dengan jempolnya menunjuk ke belakang.

__ADS_1


Revan mengangguk dan berjalan ke arah yang do tunjukkan, sementara teman-temannya kembali ke perkerjaan mereka masing-masinga dambil mengobrol ringan.


******


Tok! Tok! Tok!


"YA..."


CLEK!!


"permisi pak" Revan memasuki ruangan setelah mendengar jawaban dari dalam ruangan.


"Akhirnya anak sialan ini muncul!"


Seseorang di ujung ruangan bersuara dengan nada kesal. Namanya Badi, dia adalah seorang laki-laki gemuk duduk di belakang meja kerjanya, wajahnya yang terlihat kesal bertopang pada tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegang beberapa lembar kertas, dia adalah manager toko tempat Revan bekerja alias bos Revan.


"maaf pak, saya..."


"Ssst! Cukup, saya gak mau basa basi, kamu tanda tangani saja ini sebagai bentuk tanggung jawab mu!"


Belum sempat Revan berbasa basi, pria itu memotong dengan cukup keras sambil menyodorkan kertas yang dari tadi dipegangnya.


Revan mengambil dan membaca lembaran kertas yang di berikan padanya, itu merupakan surat pertanggung jawaban, matanya berkerut membaca isi dari poin-poin tersebut.


Bahkan walaupun tingkat kecerdasannya belum di tingkatkan oleh Noir, dia dapat memahami bahwa poin-poin yang tertuang dalam surat tersebut sangat mengikat.


"tapi pak, ganti rugi 50 juta ini bukannya tidak wajar?"

__ADS_1


Dia memang berniat untuk mengganti rugi motor tokonyang di gunakannya dalam kecelakaan tersebut, tapi jumlah yang di sebutkan sebesar 50 juta ini sangat tidak relevan.


"Hmph! Gak usah berlagak paham! Itu sudah harga yang pantas, tandatangani saja! Karyawan rendah kayak kamu ngerti apa!?" Badi mendengus kesal dan meletakkan pulpen di atas meja.


Revan sedikit cemberut mendengar perkataan Badi, "maaf pak, saya gak bisa, menurut saya ini gak sesuai dan gak adil buat saya, sebagai yang bertanggung jawab, saya juga punya hak menentukan poin perjanjian seperti ini" Revan meletakkan surat perjanjian itu.


BRAKK!!!


"HAK MATAMU!!!" Badi menggebrak meja dan membentak, "Kau sudah ngerusakkin motor kerja! Melalaikan kerjaan! Menghina dan hampir memukul anak dari keluarga Kusuma! Mereka mengajukan komplain keras menuntut kau di berhentikan! Kau tahukan keluarga Kusuma merupakan salah satu pelanggan utama toko ini!? Dan bisa jadi kau berbohong tentang kecelakaan itu!!! Jadi 50 juta itu angka yang pantas untuk ganti rugi perbuatan mu!!!" Badi mengutarakan poin-poin kesalahan yang di lakukan Revan.


Revan tambah mengerutkan keningnya, dia sudah dapat menduga akan di berhentikan dari kerjaannya karena insidennya dengan Rangga di hotel sebelum kecelakaan itu, tapi di anggap berbohong tentang kecelakaan yang di alaminya sedikit membuatnya tidak senang.


"Untuk motor saya bersedia mengganti dengan nilai yang wajar, motor kerja yang saya pakai itu motor Revo yang sudah lama, bisa di hitung jadi motor seken, harganya harganya sekitar 7 jutaan, untuk harga barunya sekitar 16 juta, jadi...."


"JANGAN BERCANDA BRENGSEK!!!!"


... SRRAAKK!!!!...


...---------...


Like, Koment, Gift, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐


+ Favorit biar gak ketinggalan Up


Biar nambah semangat


Boleh kasih kritik dan saran juga

__ADS_1


Follow kalau kalian suka ya 😁


__ADS_2