Noir Sistem

Noir Sistem
4


__ADS_3

...[Proses pembelian berhasil, proses pemasangan akan di lakukan, harap tuan bersiap karena prosesnya tidak akan menyenangkan.]...


"eh, tidak apa? Tung......"


...AARRGGGHHHHH!!!!!!!!!!...


Revan merasakan sakit yang luar biasa, tulang-tulangnya gemertak serasa di remas dan di giling, serat-serat ototnya di tarik dan di robek-robek secara paksa, pori-porinya seperti di tusuk ribuan jarum.


KRETAK! KREK! KRAK!!


Badannya patah tak beraturan, selama beberapa menit Revan mengalami penyiksaan ini, entah bagaimana dia tetap sadar dan merasakan penyiksaan ini.


Hah!! Hah!! Haah~!! "sis..tem.. Si..ala..."


BRUK!!


Revan pingsan.


******


"Van.. Van..."


"Van..! Revan!!"


Sayup-sayup mendengar suara memanggil namanya Revan perlahan membuka matanya.


Wajah perempuan muda memakai seragam perawat masuk dalam padangannya, wajah cantiknya terlihat khawatir, Revan merasa badannya sedikit diguncang oleh perawat tersebut.


"uhk.. Aku ketiduran sus?" Revan mencoba duduk, sambil memegang kepalanya yang masih sedikit pusing.


"Daripada tidur, kamu lebih kelihatan kayak orang pingsan. Kamu habis ngapain kok basah kuyup kayak gini?" tanya perawat itu memperhatikan seprei dan selimut yang basah seperti habis di siram dengan air satu ember.


"ah.. i..ini... Ahaha.." Revan hanya tersenyum canggung mencari alasan yang tepat sambil menggaruk kepalanya.


"yah sudah lah,nih handuk.. 10 menit lagi MRI mu di mulai, kamu sebaiknya mandi dulu, di meja sudah saya siapkan baju ganti" perawat tersebut menyerahkan handuk yang di pegangnya pada Revan.


Mendengar itu, Revan langsung bangun dari tempat dan membuka bajunya dan mengambil handuk tanpa menyadari perubahan bentuk badannya yang membuat perawat cantik tersebut melongo dan tanpa sadar wajahnya memerah.


Setelah itu Revan di antar oleh perawat ke ruang labaoratorium MRI, disana sudah menunggu dokter Andi dan beberapa perawat.


Pemeriksaan itu memakan waktu yang cukup lama.


******


"uggh~ itu tadi merepotkan."


Di luar pintu rumah sakit Revan merengganggkan tangannya ke atas, mencoba membuat rileks tubuhnya.


Dia berjalan menuju penjual gorengan yang berada tidak jauh dari rumah sakit tersebut.


Revan mengambil tempat duduk yang agak sepi menikmati gorengannya, "Noir, cek status ku" gumamnya.


Tidak ada kesempatan untuknya melihat statusnya saat pemeriksaan MRI, tapi saat itu ada beberapa tambahan point yang muncul.


...[Status Pengguna]...


Nama : Revan Alamsyah


Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)

__ADS_1


Kekuatan : 75/100


Kelincahan : 60/100


Kecerdasan : 70/100


Karisma : 50/100


misi : -


point : 405


"kenapa di ruang MRI penambahan point ku sedikit? Bukannya mereka sangat antusias saat pemeriksaan?" Revan mengajukan pertanyaan dalam pikirannya, dia tidak mau dianggap gila jika dilihat berbicara seorang diri.


...[Pengambilan point pada orang yang sama hanya berlaku dengan batas waktu 5 hari. Dan dalam 1 individu bisa di ekstrak beberapa macam emosi. Dalam ruang MRI tadi hanya ada beberapa orang baru yang tuan temui, sisanya adalah orang yang point emosiny sudah di ekstrak.]...


"bagaimana perbedaan status ku dengan orang lain?"


...[Status kekuatan]...


Orang biasa-------- Pasukan Elit


Kekuatan : 55----------85


Kelincahan : 50--------85


Kecerdasan : 50-------80


Karisma : 65-------80


[Data di ambil dari rata-rata keseluruhan]


...[Pada dasarnya anda memang bukan siapa-siapa]...


Urat di kening Revan berkedut mendengar fakta lain yang di ungkapkan sistemnya.


...[Sebagai ucapan selamat atas kesembuhan dan keberhasilan sinkronisasi tuan, Noir memberikan Rp 1.000.000.000, sebagai modal awal perkembangan tuan]...


...[Harap diingat! Point tidak bisa di tukar dengan uang, dan hadiah dari misi juga tidak selalu berupa uang, di harapkan anda menggunakan dengan bijak]...


Revan terkejut dengan pemberitahuan itu, dia meraba-raba saku celananya, mencari hpnya untuk memeriksa notif m-bankingnya.


Sesaat kemudian dia sadar, Hpny rusak parah saat kecelakaan, yang tersisa hanya baju dan celanya yang robek parah, serta dompetnya yang berisi kartu identitas dirinya, atm, dan beberapa lembar uang.


Revan memperhatikan bajunya, baju yang dia kenakan sekarang adalah pemberian dokter Andi, karena pakaiannya yang lama sudah tidak layak pakai lagi.


"haah~, harus beli hp lagi ni" dia menghela nafas dan bersiap untuk pergi ke mall setelah membayar makanannya.


******


Di rumah sakit, beberapa saat setalah kepergian Revan.


Dr. Andi dan beberapa perawat memeriksa dengan rinci hasil MRI Revan. Mereka adalah para perawat yang tadi pagi berkumpul dan membuat keributan di ruangan Revan. Bahkan yang seharusnya sudah ganti sift pun masih ada, dokter Andi memahami rasa penasaran mereka, jadi di membiarkan mereka membantunya.


"ini..."


"Revan ini benar-benar keajaiban dok..."


"terlalu gak masuk akal loh, lukanya itu.."

__ADS_1


"iya kan.. Apalagi badannya tadi, gak ada bekas luka sama sekali..."


Mereka berdiskusi panas melihat hasil MRI Revan, perawat perempuan lebih menilai perubahan pada fisik Revan yang menurut mereka sangat menggoda.


Dokter Andi dengan tenang berdiri dengan tangan kanan memegang dagunya sambil berpikir, dia memperhatikan gambar hasil MRI Revan, membandingkan data-data yang dia punya.


Tok! Tok! Tok!


"Permisi....., ada paket atas nama dokter Andi!"


Seorang perawat yang paling dekat dwngan pintu ruangan bergegas menerima paket yang diantarkan.


"Paket apa Rin?" tanya dokter Andi tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer di depannya.


"gak tahu dok, ini ga ada keterangan barangnya, cuna nama tokonya aja, dari toko NOIR" jawab perawat itu sambil menyerahkan bungkusan paket berbentuk kotak ukuran 25x30cm yang masih terbungkus plastik.


Dokter Andi mengerut kan keningnya sambil menerima kotak tersebut, dia memang ada memesan barang dari toko online, tapi sepertinya nama tokonya tidak sesuai.


SREKK!!


BRETT!!


Dokter Andi membuka bungkus plastik yang menutupi kotak tersebut, dia mendapati kotak kardus hitam halus yang tampak mewah dengan tulisan NOIR diatasnya, tampak seperti bungkus barang branded.


Saat dokter Andi membuka kardus tersebut, tiba-tiba..


...DUUUUAAAARRR!!!!!!...


...__________...


...[Status Pengguna]...


Nama : Revan Alamsyah


Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)


Kekuatan : 75/100


Kelincahan : 60/100


Kecerdasan : 70/100


Karisma : 50/100


misi : -


point : 235


Saldo : Rp 1,000,000,000


...__________...


Like, Koment, Gift, Vote, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐


+ Favorit biar gak ketinggalan Up


Biar nambah semangat


Boleh kasih kritik dan saran juga

__ADS_1


Follow kalau kalian suka ya 😁


__ADS_2