Noir Sistem

Noir Sistem
12


__ADS_3

"JANGAN BERCANDA BRENGSEK!!"


SRAKK!!!


Sempat tertegun mendengar Revan menjabarkan hitungannya tentang motor, Badi yang merasa Revan tidak mengindahkan kata-katanya menjadi murka, selama jadi manager di sini tidak ada yang berani untuk mengabaikan perkataannya, dia membentak dan berdiri meraih kerah baju Revan yang berjarak kurang dari setengah meter.


"Sudah ku bilang kau gak punya hak apa-apa disini! Tanda tangan atau ku laporkan kan kau ke polisi dengan tuntutan tadi!!!" ancam Badi, di matanya Revan bukan lah siapa-siapa, hanya karyawan yang menggantungkan pekerjaan padanya.


Revan yang ikut berdiri karena kerah bajunya di tarik merasa dejavu! Ekspresinya berubah menjadi dingin, dia paling tidak suka diancam.


PLAKK!!!


Revan tanpa peringatan menampar wajah Badi tepat di tulang pipi atas dekat telinga.


Badi Badi yang sedang emosi tidak menyangka Reavan akan bereaksi seperti itu. Badi tanpa sadar melepaskan cengkramannya, dia terhuyung dan kemudian terjerembab kelantai, telinganya berdengung. Kepalanya terasa pusing, dalam keadaan linglung melihat Revan berjalan ke lemari yang ada sudut ruangan.


Revan mengambil mesin EDC yang ada dalam lemari kaca di ruangan Badi, dia menggesek kartu ATMnya. Dia tidak ingin berlama-lama lagi disana. Sambil menunggu proses transaksi selesai dia mengutak atik hpnya.


"Berani-beraninya kau..!!! Akan ku masukkan hal ini dalam tuntutan laporan!!" Badi yang sudah lumayan sadar dari syoknya berdiri dengan susah payah sambil bersandar di meja kerjanya,satu tanganya memegang pipinya yang masih terasa sakit karena tamparan Revan tadi.


"kenapa tamparannya sakit sekali?" gerutunya dalam hati.


Revan mendekatinya perlahan sambil menatapnya dengan tatapan datar.


"Ma..ma..mau ngapain kau!?" ucapan Badi terbata-bata karena takut Revan akan memukulnya lagi, dan dia mundur menjauhi meja Revan


TUK!


Revan meletakkan secarik kertas di atas meja, "pertama, ini 18 juta sudah ku kirim ke akun perusahaan sebagai ganti rugi motor yang ku pakai, itu lebih dari cukup untuk beli motor baru dan costum body sesuai standar toko"


"Yang ke 2, aku sudah berusaha untuk sopan karena menghormati anda sebagai atasan, tapi anda... Sudah melewati, jadi jangan salahkan orang kalau anda kena pukul"


"oke ini benar-benar dejavu" pikir Revan


"lalu yang ke 3..." Revan melirik tajam ke arah Badi.


"Sebaiknya cek email mu, ada yang ku kirim disana" Revan menunjuk komputer yang ada di meja kerja Badi dengan lirikannya, ada seringai yang terbentuk di wajahnya.

__ADS_1


Badi yang masih takut dengan tindakan Revan yang tidak bisa di prediksi secara perlahan dan ragu-ragu mendekati komputernya.


"i..ini... ka..kamu simpan ini...???" Badi terperangah melihat isi email yang di kirim Revan, wajahnya berubah menjadi pucat pasih.


"yap, itu laporan keuangan palsu yang kau suruh aku bikin selama 3 tahun ini" ucap Revan dengan wajah tersenyum polos.


Selama 3 tahun ini Revan telah di beri 2 pekerjaan tapi dengan gaji tetap 1 pekerjaan, dalam SPK (surat perjanjian kerja) Revan sebagai karyawan, tapi pekerjannya merangkap jadi penyusun laporan keuangan yang di awasi langsung oleh Badi.


"penggelapan inventaris, penipuan jumlah karyawan, penggelapan uang lembur, pemotongan sepihak gaji karyawan baru, terus... Jadi silahkan laporkan aku sesuai keinginan mu, mari kita lihat bertemu di penjara" Revan mendekatkan wajahnya ke wajah Badi sambil tersenyum layaknya psikopat.


GLUK!! Badi menelan liurnya.


Badi merinding melihat senyum Revan, dia bukan orang bodoh, jika data ini sampai ke kantor pusat, dia pasti akan di pecat dan dituntut oleh perusahaannya.


Walaupun dia adalah manager di toko ini, tapi ini adalah toko cabang kecil, dia tidak akan mampu intuk menyewa pengacara untuk melawan di ranah hukum, ancaman lainnya adalah namanya di blacklist dan masuk daftar hitam pencari kerja, dia tidak akan bisa mendapat kerjaan lagi di perusahaan manapun kedepannya.


Yang lebih menakutkan dan membuatnya terus berkeringat dingin adalah orang didepannya ini.


Jika dia sampai di tuntut dengan dengan hukuman kurungan penjara dan berada dalam 1 tempat dengan Revan, dia dengan ngeri membayangkan akibatnya.


Orang didepannya adalah pribadi yang penurut beberapa hari yang lalu, tapi sekarang, dia bagai binatang buas yang licik.


Setelah menyelesaikan perpisahan singkat dengan teman-teman kerjanya, Revan langsung pulang.


******


23.30 saat dia sampai ke kosnya. Setelah mandi dia bersantai di kasurnya.


"Noir status" gumamnya.


...[Status Pengguna]...


Nama : Revan Alamsyah


Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)


Kekuatan : 75/100

__ADS_1


Kelincahan : 60/100


Kecerdasan : 70/100


Karisma : 50/100


misi : -


point : 2105


"hm, gak terlalu banyak ya pointnya, yah wajar sih, aku gak buat rusuh di toko, Noir, kenapa misi ku belum ada dari awal kamu datang?"


...[Belum di temukan misi yang cocok untuk tuan.]...


"eh? Bukannya di novel-.."


...[Noir bukan sistem yang di novel-novel itu!]...


Revan terkejut saat kata-katanya di potong oleh Noir, walau suara sistemnya monoton, tapi seperti ada nada penekanan di akhir kata-katanya.


"ok,ok, astaga, huft, kalau gitu buka toko" Revan tidak ingin ambil pusing dengan itu dan lebih memilih untuk melihat-lihat toko sistemnya.


"haah~ berapa kali di lihat pun tetap mahal" gerutunya melihat daftar harga skill yang tertera di layar.


Setengah jam Revan habiskan untuk scrol-scrol pada layar hologramnya, pada akhirnya dia memilih skill 'Master Lenguage' atau master bahasa, seharga 1500 point.


"seenggaknya skill ini bisa membantu buat cari kerja"


Revan pun merebahkan tubuhnya dan terlelap dalam tidurnya.


...__________...


Like, Koment, Gift, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐


+ Favorit biar gak ketinggalan Up


Biar nambah semangat

__ADS_1


Boleh kasih kritik dan saran juga


Follow kalau kalian suka ya 😁


__ADS_2