
"Jadi.. Siapa yang mau maju pertama?"
Mulut Revan menunjukkan seringai kejam di wajahnya, dia seperti psikopat yang sedang menikmati pertarungan.
"UWAA!!"
Seseorang dengan badan besar maju sambil mengangkat parang ditangannya diikuti beberapa di belakangnya.
Saat itu juga Revan merasakan perubahan pada seluruh panca inderanya, matanya lebih terang dan jelas, otaknya lebih jernih, dan gerakan badannya lebih leluasa. Walaupun gerakan pria yang menghunuskan parang itu terbilang cepat, di mata Revan gerakannya terlihat lambat, walaupun tidak selambat slow motion, tapi cukup untuknya bereaksi.
KREKK!!
"ARRGGHH"
Revan menghindar kesamping, dia menangkap pergelangan tangannya dan memukul sikunya hingga patah.
Dua orang di belakngnya mengabaikan temannya, mereka juga berusaha maju dan menebas Revan.
Revan jungkir balik kedepan untuk memutus jangkauan parang mereka, sambil mengambil parang yang di jatuhkan orang pertama.
CRAS!!
CRAS!!
CRAS!!!
Dengan kecepatan yang hampir tidak terlihat Revan menyayat paha, perut dan lengan ke dua orang itu, membuat mereka roboh dan nerintih kesakitan, darah merembes membasahi lantai tempat mereka berbaring.
Revan memiliki senyum mengejek di wajahnya, matanya dingin. Tangan kanannya memegang parang yang berlumuran darah. Jeritan mengerikan terdengar di bawah kakinya.
Tidak menunggu lama dia maju kearah kerumunan didepannya.
Cras!! "ARRGHH"
BUKK!! "UHOKK"
__ADS_1
DUAK!!! SRAAKK!!! BRUAK!!!
"AHH!!"
"UGGHHH"
Revan dengan lihai menebas, menghindar, memukul dan menendang para pria yang berkumpul itu. Gerakannya tanpa keraguan, dengan mudahnya dia mengalahkan selusin orang yang mengepungnya.
BAM!!
Seorang pria terakhir jatuh berdebum ditendang oleh Revan. Dia berdiri di tengah - tengah sekumpulan orang yang terbaring sambil merintih kesakitan. Terdapat bercak darah di wajah dan lebih banyak di beberapa bagian tubuh dan parang yang di pegangnya.
Sekarang, tidak ada jejak kesombongan yang tersisa pada pria botak itu. Matanya penuh ketakutan, dan tubuhnya tidak bisa berhenti gemetar. Butir-butir keringat seukuran kacang mengalir di dahinya tanpa henti. Dia tidak pernah mengira pihak lain akan begitu menakutkan. Apa dia manusia? Tidak, dia monster!
Dalam sekejap mata, manusia monster ini menebas selusin orang.
Pria paruh baya di kejauhan yang memperhatikan pertarungan itu juga tidak bisa lagi menjaga ketenangannya. Mata dan mulutnya terbuka lebar dalam keadaan syok total.
Kedua pengawalnya juga menjadi pucat saat mereka berdiri karena syok, ngeri, dan takjub. Mereka adalah pensiunan pasukan khusus, mereka telah menjalani pelatihan yang keras, dilatih untuk menjadi tangguh dari ujung kepala sampai ujung kaki, mereka memiliki penguasaan yang sempurna atas kemampuan mereka dan mereka percaya diri akan kemampuan mereka, tapi melihat Revan sekarang...
Sementara pria paruh baya itu dan kedua pengawalnya masih dalam keadaan syok, Revan mulai berjalan santai ke arah pria botak yang di panggil bos oleh kelompok orang-orang itu.
Dengan aura kematian yang pekat dan dingin memenuhi udara, dia berjalan pelan, ada jejak darah di lantai mengikuti langkahnya.
Pria bergips yang pertama di hajar Revan sudah kabur entah kemana lama sebelum pertarungan selesai karena ketakutan.
Pria botak itu kaku melihat Revan berjalan kearahnya, teror di wajahnya terlihat jelas. Ketika dia melihat Revan mendekatinya selangkah demi selangkah, dia menjadi pucat, "A..Apa..Kh..khau mahu apha? A..akhu dari gheng naga merah.." dia tergagap dengan suara paraunya, berusaha bergerak mundur.
"Terus?"
Revan mendengus mengejek dengan suara rendah. Detik berikutnya, dia mengangkat parang yang di pegangnya, tanpa ragu mengayunkannya.
SYUUTT!
Pupil mata pria botak itu menyusut, dan kulit kepalanya terasa mati rasa. Dalam pandangannya parang yang berkilau itu membawa kilasan-kilasan hidupnya.
__ADS_1
"mati aku.."
DORR!!!
...__________...
...[Status Pengguna]...
Nama : Revan Alamsyah
Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)
Kekuatan : 80/100
Kelincahan : 60/100
Kecerdasan : 73/100
Karisma : 50/100
misi : -
point : 155
Saldo : 912,445,000
...__________...
Like, Koment, Gift, Vote, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐
+ Favorit biar gak ketinggalan Up
Biar nambah semangat
Boleh kasih kritik dan saran juga
__ADS_1
Follow kalau kalian suka ya 😁