
"Hahaha!! Kenapa!? Kartunya invalid!?"
Anita yang melihat wajah Ani dan Manajernya datang dengan tergesa-gesa dengan wajah kikuk langsung memotong ucapan Ani dengan nada sombong penuh kemenangan,dia berdiri dengan angkuh sambil menyilangkan tangan didepan dadanya.
"gak kak, eh.. Ini.. Passwordnya kak.. Totalnya Rp 69.299.000, kita ada diskon 10% kak karena kakak beli cash" jawab Ani cepat, agar tidak menimbulkan kesalah pahaman pada Revan.
Revan memutar matanya ke atas, melihat tingkah Anita, dia dengan santai memasukkan password ATMnya dan menekan Ok pada EDC.
TING!!!
Srekk! Srekk!
Terdengar suara transaksi berhasil dari mesin EDC, dan mencetak bukti transaksinya.
Melihat itu ekspresi Anita dan orang-orang yang melihat dari awal mereka ribut terkejut, karena pemuda yang terlihat biasa-biasa saja itu benar-benar menghabiskan hampir 70 juta hanya untuk hp.
Terlebih Anita sampai melongo di tempat dengan bibir membentuk huruf 'O' di tempatnya.
"ehm, kak ini manager kita mau ketemu" ucap Ani sambil sedikit bergeser dan memberikan ruang untuk laki-laki yang tadi ikut dengannya.
Laki-laki yang datang bersama Ani merupakan manajer toko itu, dia sudah punya firasat kurang baik melihat orang-orang yang berkumpul dan mendengar beberapa karyawan di belakang tadi bisik-bisik kalau ada yang cekcok. Ditambah melihat reaksi Anita tadi menguatkan firasatnya kalau ada masalah.
"Fiuh" sang manager menarik nafas sebentar untuk mengatur postur dan ekspresinya, karena yang akan di hadapinya adalah pelanggan besar. Selama ini transaksi sekali jual di tokonya tidak lebih dari 20 juta, bahkan beberapa orang yang di bilang kaya akan memilih membayar kredit untuk pembelian diatas 20 juta.
Sedangkan pemuda di depannya dengan santai membeli 2 hp dengan total 70 jutaan dengan cash? Sudah pasti dia akan berusaha menjalin hubungan baik dengan pemuda ini.
"ehm, selamat sore pak, saya Roby manager di toko ini" ucapnya sopan sambil mengulurkan tangan tanda ingin berjabat tangan.
Revan tersenyum menerima jabat tangan ringan dari sang manager, "saya Revan, kenapa ya pak? Apa ada masalah?" karena sang manager sopan, dia juga bersikap santun terhadapnya.
"oh gak ada pak, hehehe.. saya hanya merasa terhormat untuk menyerahkan ke 2 barang ini langsung sama bapak, ini sudah kita aktifkan ke 2 nya, bisa langsung anda pakai pak."
Roby mengambil 2 bungkus totebag kertas kecil dengan gambar logo toko dari karyawan di belakangnya yang daritadi sudah menunggu, dan menyerahkannya pada Revan. Anita tidak melihat karyawan yang membawa totebag kecil itu karena di belakang Roby, andai dia lihat, dia tidak akan berkomentar seperti tadi.
"oh iya, didalamnya ada kartu nama saya, jika pak Revan berkenan silahkan hubungi kami, kami pasti memberikan pelayanan terbaik pak" tambah Roby dengan senyum bersemangat.
__ADS_1
Melihat managernya sangat sopan pada Revan, Anita mau tidak mau merasa gelisah di tempatnya, keringat mengalir di punggungnya.
Revan mengangguk sedikit sambil menerima 2 tas kertas kecil yang berisi hp tersebut.
"Ani.." Revan menggerakkan dagunya sedikit memberi kode pada Ani agar mendekat.
Ani yang mengerti kode Revan pun mendekat dengan sedikit gugup "gue kenapa lagi aduhh.." gumamnya dalam hati.
"iya kak?"
"ini buat kamu." Revan menyodorkan 1 totebag pada Ani.
"HAAH!?" beberapa orang tanpa sadar meneriakkan keterkejutannya secara bersamaan mendengar ucapan Revan.
Roby dan Anita dekat dengan mereka melongo dengan bibir membentuk huruf 'o'.
Sedangkan Ani yang di sodorin totebag memasang tampang kosong, matanya berkedip cepat, otaknya belum sepenuhnya memproses apa yang di katakan Revan.
"eeh.. Ini... Ini... Anu kak.." Ani salah tingkah ketika dia bisa memproses kata-kata Revan, dia memandang Revan, totebag, dan Roby managernya secara bergantian karena bingung dengan situasinya.
"ta..tapi ini?" Ani masih ragu-ragu untuk menerima totebag yag di sodorkan padanya.
"ehem, udh ni, terima aja, hadiah dari pelanggan gak boleh di tolak, gak sopan" Roby mencoba membantu meredakan ketegangan Ani.
"Tapi pak ini..."
"ini bentuk terima kasih dan penilain costumer sama hasil kerja kamu, kalau kamu nolak malah gak sopan loh" tambah Roby memotong ucapan Ani yang ingin memberikan alasan penolakan.
Revan tersenyum dan mengangguk pelan tanda setuju dengan Roby, walaupun niat aslinya bukan seperti yang Roby katakan. Dia hanya ingin membungkam dan menampar Anita dengan tindakan nyata karena kelakuannya tadi.
Gluk!
Mendengar bisa di anggap tidak sopan, Ani hanya bisa menelan ludah dan perlahan mengambil totebag yang di berikan padanya.
"kalau gitu saya terima pak, terima kasih banyak pak" Ani sedikit membungkukkan badannya.
__ADS_1
Anita yang melihat ini hanya bisa menundukkan kepala menyembunyikan ekspresinya, badanya sedikit bergetar karena menahan campuran emosi antar marah, malu, menyesal, yang dirasakannya.
"sama-sama, ok deh kalau gitu pak Roby, karena urusan saya sudah selseai, saya mau lanjut dulu ya" Revan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Roby.
"oh iya pak, jangan ragu untuk hubungi kita ya pak kalau mau beli hp lagi, terima kasih banyak" Roby menerima jabat tangan Revan sambil kembali mengingatkan Revan tentang kartu namanya.
Revan kemudian berbalik dan berjalan, "Oh iya! Satu lagi pak Roby" baru beberapa langkah Revan berbalik, dia sedikit mendramatisir suasana.
Roby dan Ani yang akan kembali ke tempat masing-masing pun berhenti. Anita yang masih linglung pun melirik ke arah Revan.
"pak Roby, saya ingin bapak liat rekaman cctv yang ada di jam itu" Revan menunjuk jam digital yang ada di meja display dekat tempat dia dan Anita cekcok tadi. "Tolong beri penilaian anda tentang karyawan anda yang ada dalam video."
Setelah mengatakan itu Revan kembali berjalan keluar dari toko hp tersebut
Mendengar itu Roby tertegun sejenak, tidak menyangka Revan tahu kalau jam itu punya fungsi CCTV.
Sedangkan Anita, wajahnya menjadi pucat pasih mendengar itu, karena dia hanya menganggap jam digital itu hanya hiasan pemasi di meja display. Dan kalau cekcoknya dengan Revan tadi terekam dalam CCTV itu dan di tonton oleh pak Roby...
_______________________________
...[Status Pengguna]...
Nama : Revan Alamsyah
Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)
Kekuatan : 75/100
Kelincahan : 60/100
Kecerdasan : 70/100
Karisma : 50/100
misi : -
__ADS_1
point : 1005