Noir Sistem

Noir Sistem
16


__ADS_3

"Selain anak ini, semuanya pergi!!”


Mendengar suara keras dan mengancam pria botak itu, deretan pelanggan di depan warung bertebaran ke segala arah.


"P..pak bos, tolong... Segala sesuatu bisa di bicarakn baik-baik, Tolong jangan mengusir pelanggan saya!"


Pemilik warung bergegas dan mengeluarkan sekitar Rp 300,000 dan menyelipkan uang itu ke dalam saku pria botak itu, dengan sedikit gemetar.


Kota Selor ini merupakan salah satu kota kecil di provinsi North Borneo, kota ini juga merupakan daerah yang lumayan jauh dari pusat kota dan dekat dengan perbatasan negara tetangga.


Karena kota ini dekat dengan perbatasan negara di tambah kurang ketatnya pengamanan di daerah terpencil oleh pemerintah pusat membuat para sindikat dunia bawah juga banyak yang bertempat di daerah ini.


Para preman dan gangster sering membuat masalah, jadi pemilik warung mengira mereka ada di sini untuk menarik biaya keamanan lagi.


Pria botak itu tanpa basa basi menendang pemilik warung itu hingga jatuh ke tanah,"Ini bukan urusan kau. Minggir, atau kau mau di hajar juga!?"


Walaupun si botak bilang begitu, tapi dia tidak mengembalikan uang itu kepada pemilik warung.


Istri pemilik warung itu segera berlari untuk membantu suaminya berdiri. Dia menggelengkan kepalanya untuk memberi tanda kepada suaminya agar tidak ikut-ikut dan bergeser menjauh.


BRAAKK!!!!


Pria botak itu menggebrak meja tempat Revan berada. Dia menatap Revan dengan sepasang mata yang kejam, "oi bocah! Kau tahu, karena tingkah mu, semua sapi perah ku disita. Bahkan beberapa orang-orang ku masuk penginapan. Jadi, gimana kau mau tanggung jawab!?"


Kebencian terpancar dari tatapannya. Sapi perah yang disebut merujuk pada anak-anak yang jadi tanggung jawabnya untuk mengemis di jalan.


Karena seorang gadis kecil berhasil selamat,para petugas polisi menggrebek salah satu markas mereka dan menangkap beberapa dari anggota mereka, yang membuat mereka rugi.


Lupakan kerugiannya, sekrang mereka menjadi target operasi kepolisian setempat, dan ketua tim yang memburu sindikat mereka adalah Salistyawati Laksono, seorang polisi wanita muda berbakat yang terkenal tegas dan tidak bisa di suap.

__ADS_1


Dan menurut pria botak itu, semua salah Revan karena sudah menyelamatkan gadis kecil itu.


Revan dengan tenang mengangkat kepalanya dan menatap pria botak itu dengan acuh tak acuh, "apapun urusan mu, kita bisa bicara setelah aku selesai makan. Sekarang, jauhkan mukamu sedikit, karena aku jadi gak selera makan"


Ketika dia selesai berbicara, Revan menundukkan kepalanya dan terus makan mie nya.


Begitu kata-katanya keluar, atmosfir seluruh ruangan menjadi lamban.


Semua pria, yang berjumlah lusinan, bingung dengan ucapan Revan. Mereka tidak percaya bahwa orang ini bisa begitu tenang ketika dia menghadapi mereka. Apa kepalanya rusak?


Tidak terlalu jauh, pria paruh baya yang mengenakan setelan jas dan sepatu kulit juga terpana selama beberapa waktu. Kemudian dia tersenyum, "Anak ini menarik, dia gak kelihatan terintimidasi. Antara dua, dia memang punya kemampuan atau ada masalah di kepalanya, hehehe..." di berbicara pelan pada pengawal di sebelahnya


"Bos, demi keselamatanmu, ayo pergi." Pengawal di sebelah kiri menyarankan.


"Nah, tujuan mereka itu dia, mereka gak akan perhatiin kita" pria baruh baya itu menggeleng pelan.


Dia tersenyum dan memandang Revan yang hampir kepalanya menempel di mangkuk saat dia makan. Tiba-tiba, dia teringat hari-hari ketika dia baru pertama datang ke kota Selor untuk mencari nafkah.


Rasa empati tiba-tiba muncul di dalam hatinya, dan jari-jarinya mengetuk dengan lembut permukaan meja, "Usianya masih muda, usia dimana dia penuh dengan kreativitas. Sayang banget kalau dia mati muda" Dia menoleh dan memerintahkan pengawal di sebelah kanan, "Gin, tergantung situasinya, kalau di rasa perlu, bantu dia"


"Baik Bos!" Pengawal itu menanggapi dengan hormat.


Pada saat ini, si botak sudah kembali dari kebingungannya.


"BAJINGAN!!!!"


BRAAKK!!!!


...__________...

__ADS_1


...[Status Pengguna]...


Nama : Revan Alamsyah


Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)


Kekuatan : 80/100


Kelincahan : 60/100


Kecerdasan : 73/100


Karisma : 50/100


misi : -


point : 155


Saldo : 912,445,000


...__________...


Like, Koment, Gift, Vote, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐


+ Favorit biar gak ketinggalan Up


Biar nambah semangat


Boleh kasih kritik dan saran juga

__ADS_1


Follow kalau kalian suka ya 😁


__ADS_2