
"Mario Pandawa, pemilik Pandawa Group" ucap pria itu sambil tersenyum.
Mendengar nama itu Revan sedikit melebarkan matanya, Pandawa Group adalah salah satu perusahaan terkemuka, Mario Pandawa adalah pemiliknya dan termasuk salah satu orang terkaya di negara.
Menurut biografinya, dia berhasil membangun usahanya mulai dari bawah, di mulai dari buka warung sembako hingga mampu menjadi pemilik tambang terbesar di borneo, yaitu Borneo Coal.
Hal ini justru membuatnya bingung, bagaimana orang seperti Mario Pandawa kenal dengan orang sepertinya.
"Pak Revan, pak Mario ingin bertemu" Hutman terkekeh melihat kebingungan di wajah Revan sambil menunjuk ke arah jalan.
Revan melihat ke arah yang di tunjuk, sebuah mobil Roll Royce hitam terparkir di pinggir jalan, jendelanya terbuka setengah.
Ketika dia membungkuk sedikit untuk melihat wajah orang yang didalam, "eh anda..."
Itu adalah pria paruh baya yang dilihatnya di warung mie ayam. Dia tersenyum bermartabat dan melambaikan tangannya memberikan kode agar Revan masuk ke dalam mobil.
Dilantai 2 kantor polisi, di dekat jendela, dengan tangan terlipat didada Salistyawati memperhatikan dengan ekspresi datar Roll Royce yang pergi setelah Revan masuk mobil.
******
Tidak sampai 10 menit, mobil mewah yang di naiki Revan berhenti di sebuah cafe.
"Tuan"
Staf dan manajer berbaris dalam dua baris, dengan hormat menyambut kedatangan mereka, atau lebih tepatnya pak Mario.
Revan menduga cafe ini sudah dipesan atau mungkin dimiliki oleh pak Mario.
__ADS_1
Mereka berdua mengambil tempat di sudut ruangan di lantai dua. Ruangan itu dikelilingi oleh tanaman pot besar dan sangat tenang dan damai.
Sementara itu, dua pengawal pak Mario, Gin dan Vodka, duduk terpisah tak jauh dari mereka dan waspada terhadap lingkungan sekitar.
"Anda pasti lapar setelah bermalam di kantor polisi" kata Mario, dengan senyum di wajahnya.
"Yah, sedikit" Revan menjawab dengan rendah hati.
Mario mengangguk sedikit kepada manager yang memperhatikan mereka dari jauh, dan para staf mulai menyajikan hidangan, ada roti gulung, bubur, sup jagung, steak, dan banyak lagi. Meja itu segera dipenuhi dengan berbagai macam hidangan.
Revan yang memang lapar tidak menunggu lama, setelah persetujuan Mario dengan 'silahkan' dia mulai memakan makanan yang ada di meja.
Melihat antusiasme Revan, Mario hanya tertawa. "Enaknya menjadi muda. Kamu bisa makan apapun yang kamu mau. Beda kalau sudah tua, makan sembarangan bisa ngundang penyakit"
"anda belum setua itu" ucap Revan sambil tersenyum dan terus makan.
"Pak Mario, maaf kalau saya kurang sopan, boleh kita langsung ke intinya? Anda pasti tidak menjamin saya hanya untuk di traktir makan, kan?" Revanmenggigit roti dan berbicara sambil mengunyah.
"Haha… oke, kamu orangnya to the point, saya suka!"
Mario merasa mereka akan rukun. Dengan lambaian tangannya, dia memanggil Gin, yang membawakannya salinan kontrak dan meletakkannya di depan Revan
"Apa ini?"
...__________...
[Status Pengguna]
__ADS_1
Nama : Revan Alamsyah
Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)
Kekuatan : 80/100
Kelincahan : 60/100
Kecerdasan : 73/100
Karisma : 50/100
Misi : Miliki Suatu Perusahaan Tanpa Bantuan Langsung Dari Pihak Luar & Kuasai Pasar Yang Menjadi Target Perusahaan. (Hadiah : 200.000 Point. Gagal : Kehilangan Noir Sistem. Batas Waktu : 6 bulan)
Point : 1780
Saldo : 912,445,000
__________
Like, Koment, Gift, Vote, nilai ⭐⭐⭐⭐⭐
+ Favorit biar gak ketinggalan Up
Biar nambah semangat
Boleh kasih kritik dan saran juga
__ADS_1
Follow kalau kalian suka ya 😁