
...[Selamat anda mendapat 85 point]...
...[Selamat Anda mendapat 35 point]...
...[Selamat...........................]...
Mendengar kata-kata Revan yang memanggilnya 'lacur' membuat wajah Anita merah padam karena menahan malu dan marah. Beberapa pelanggan yang menonton menahan tawa dan saling berbisik lagi.
"yah, liat aja cara pakaiannya, sengaja ngundang selera emang..."
"celananya aja ketat gitu, wajar sih bikin nethink.."
"pah, awas aja liat-liat hp kesana..."
Pasalnya pakaian yang di kenakan yang dikenakan Anita memang sedikit menonjolkan lekuk tubuhnya, dengan celana jeans ketat, baju yang tampak press body dengan kerah yang di buka kancingnya memamerkan leher bagian bawahnya, yang membuat kaum adam secara naluriah meliriknya.
"Lo..Loe..! Orang yang gak tahu fashion beraninya ngomong gitu!" Anita sedikit tergagap karena menahan marah membalas Revan.
Revan hanya mengangkat bahunya, tidak ingin melanjutkan omong kosong dengan Anita dia melirik ke Ani yang kikuk di antara dia dan Anita, "Ani ya, hp apa yang paling mahal di sini?"
"eehh.. eh.. ii..itu.. Iphone 15 pro max 1TB kak, harganya kisaran 35 juta, kita ada promo diskon 30% kalau ambil kredit dengan cicilan 12 bulan kak" Ani sedikit terbata-bata karena gugup dan kaget tiba-tiba di tanya Revan.
"hmph, lihat si brengsek ini, ngapain loe tanya-tanya yang paling mahal, yang murah aja loe gak jadi beli." Anita menyindirnya dengan ucapan keras mempermalukan Revan.
"aku ambil 2, tolong ambil kan unit yang baru, bayarnya pakai gesek bisa?" Revan sama sekali tidak menanggapi ocehan Anita.
...[Selamat anda mendapat 45 point]...
...[Selamat anda mendapat 25 point]...
__ADS_1
...[Selamat anda.....................]...
"du... Dua kak? Bisa kak, bisa.." Ani masih dalam keadaan terkejut menjawab pertanyaan Revan.
Anita yang mendengar itu juga terkejut, tapi dengan cepat dia menyela "oi udik, loe ngerti yang dia bilang gak? Jangan asal ambil trus gak bisa bayar loe!" sungutnya.
Beberapa orang yang masih menyaksikan perseteruan meraka pun tercengang.
Untuk orang yang terbilang kaya pun, membeli 2 hp seharga 35 juta merupakan suatu pemborosan. Mereka pun semakin penasaran siapa sebenarnya Revan.
"aku ambil 2 unit, tolong langsung aktifasikan ke 2nya, pembayarannya pakai ini." Revan menyerah kan kartu ATMnya.
"halah, paling juga pakai CreditCard, tetap aja hitungannya kre..." belum sempat Anita menyelesaikan kalimatnya, Revan dengan sigap menunjukkan kartu ATMnya tepat didepan wajah perempuan itu agar Anita bisa membaca tulisan DEBET di kartu tersebut.
"Brisik Lacur!" kata-katanya tidak keras, tapi dapat didengar orang sekelilingnya, membuat wajah Anita semakin merah karena malu dan marah.
Sebenarnya Anita tidak punya masalah dengan Revan, targetnya adalah Ani si anak baru.
Dia sedang kesal karena dalam dua minggu ini dia belum mendapat costumer, SPG seperti mereka bekerja dengan orientasi target, semakin banyak penjualannya, semakin banyak pula bonus yang mereka dapat.
Dia merupakan SPG dengan penjualan peringkat pertama dalam beberapa bulan kemarin, hal ini membuatnya merasa sombong terlebih penjulannya bulan - bulan kemarin bisa di bilang jauh diatas target yang di berikan perusahaan.
Dengan kondisi yang sudah mencapai pertengahan bulan dia sama sekali belum berhasil melakukan penjualan, di tambah Ani yang merupakan anak baru sudah melakukan beberapa kali transaksi penjualan, membuatnya merasa tersaingi dan tidak dapat menahan diri untuk diam ketika si anak baru membawa pelanggan yang dari pakaiannya saja sudah kelihatan kalau tidak mampu membeli ponsel mahal.
Pada dasarnya, dia lah yang memulai konflik, akan sangat memalukan jika dia yang meledak dan terbawa emosi, jadi dia menunggu dan ingin melihat hasil akhirnya, dia masih tidak percaya pemuda berpakaian lusuh didepannya ini mampu membayar yang
Revan duduk di kursi dekat meja display menunggu Ani menyelesaikan semua proses jual beli hpnya. Mengabaikan Anita yang menatapnya dengan tatapan membunuh di sebelahnya.
"Noir, bisa gak notifnya jangan muncul tiba-tiba? Aku bisa jantungan kalau kaget terus" Revan mengeluh dalam hati.
__ADS_1
...[Tuan bisa mengaktifkan mode 'Silent' jika merasa terganggu,dalam mode ini Noir hanya akan menampilkan informasi yang masuk dalam kategori penting, darurat atau yang tuan ingin tampilakn.]...
"hmhp, kenapa gak ngasih tahu dari awal? Aktifkan mode silent!" dengur Revan dalam hati.
Revan yang menyadari Ani menghampiri dirinya sedikit tergesa-gesa, dia bersama seorang laki-laki berpakaian rapi, tampak seperti atasannya Ani, wajah keduanya sedikit kikuk.
"ma..maaf kak ini.." Ani menyodorkan EDC ke arah Revan"
"Hahaha!! Kenapa!? Kartunya invalid!?"
_______________________________
...[Status Pengguna]...
Nama : Revan Alamsyah
Ras : Manusia (Tubuh Dewa Perang)
Kekuatan : 75/100
Kelincahan : 60/100
Kecerdasan : 70/100
Karisma : 50/100
misi : -
point : 890
__ADS_1