
Masa itu mungkin telah berlalu tapi bagi ku kesalahan ku tak akan pernah berlalu.
Wanita dengan hijab bergaya casual, tingkahnya yang dingin dan seperti tidak bisa tersentuh oleh apapun, wanita yang menjadi teman sekaligus murid dari seorang perempuan yang lima bulan lagi akan ku nikahi, benar-benar telah mengalihkan fokus ku seutuhnya.
Zayana Muzza, bagi ku bukan hanya sekedar nama, dia adalah tokoh utama di dalam doa ku, nama yang selalu ku sebut, Aisyah memang akan menikah dengan ku, tapi apakah salah jika aku mencintai orang lain? tentu salah, aku salah, seharusnya tidak begini.
Menikah dengan Aisyah adalah pilihan kedua orang tua ku, aku tidak bisa menolak, karena aku tidak bisa membawa wanita yang ku cintai kehadapan kedua orang tua ku, seandainya aku bisa menolak, mungkin tidak akan ada Zaya di hidup ku, mungkin Aisyah juga tidak akan terluka dengan begitu dalamnya.
Areska Bagaskara, mereka biasa memanggil ku Ares, aku anak pertama dari pasangan Yuli dan Arta, mereka kedua orang tua yang amat sangat menyayangi ku, usia ku kini menginjak kepala 3, awal mula aku di jodohkan karena mereka menginginkan aku memiliki keluarga, memiliki istri supaya tidak terlantar.
Hidup ku memang tidak terurus, padahal pembantu selalu ada pulang pergi untuk mengurus keperluan ku, tapi masalah makan, jam tidur dan lain sebagainya yang harus di urus personal malah berantakan, mama menyukai Aisyah, Aisyah merupakan anak dari Ustazah yang mengajarkan mama mengaji, mama langsung jatuh hati pada Aisyah saat pertama kali bertemu, lalu mereka bersepakat memperkenalkan ku pada Aisyah.
__ADS_1
Dua bulan kami saling mengenal, perasaan ku sama, datar, tidak ada hal spesial yang ku rasakan. Pada saat itu aku tau Aisyah mulai tertarik pada ku, aku kasihan bila mana harus menolak, jadi aku menerima dan menjalani semuanya, sampai mama bertanya.
"Reska, coba kamu pertimbangkan semuanya, Aisyah kurang apa? baik? iya, cantik? iya, mama suka dengan karakternya, mama yakin dia bisa mendidik cucu mama kelak."
"ma, nyatanya perasaan Ares tidak seperti itu, kasihan Aisyah mah jika Ares terus berpura-pura."
"Ini hanya masalah waktu Ares."
"Res, jika kamu memang benar-benar ingin menolak, bicarakan semuanya pada Aisyah, perasaan mu dan semuanya, carilah jalan tengah agar kalian tidak saling terluka."
Sebulan berlalu, ini adalah kali pertama aku mengenal seseorang perempuan bernama Zayana, kali pertama aku memandanginya ada getaran halus, tapi aku menganggap semua hanya ilusi.
__ADS_1
Berusaha melupakan Zaya adalah hal yang mustahil, membayangkan senyumnya saja sudah membuat dunia ku runtuh, ingin sekali mengungkapkan rasa padanya, namun keluarga ku dan keluarga Aisyah tetap ingin pernikahan itu berlangsung, dan berakhirlah kami menikah.
Waktu yang singkat, dua hari sebelum menikah dengan Aisyah aku meminta Zaya datang ke rumah, untuk mengambil gaun pernikahan aku dengan Aisyah, waktu itu secara dadakan teman-teman ku datang tanpa memberi tau, mereka mengadakan pesta bujang untuk ku, mereka membawa minuman, yang sumpah demi Allah aku baru satu kali pernah meminumnya dengan paksaan teman ku saat kuliah di Jerman, dan aku mabuk.
Malam itu aku menghabiskan satu gelas hammer yang sudah ku tau itu haram, terlanjur meminumnya, aku mabuk, dan aku tidak melihat ponsel ku jika ada pesan dari Zaya, aku baru menyadari pesan terakhir Zaya, jika dia sudah berada di depan gerbang rumah ku, dan aku membalasnya.
Zaya ku persilakan masuk, kepala ku sudah sangat berat, semua teman ku sudah pulang waktu itu pukul setengah sembilan malam, Zaya terlalu berani, atau mungkin dia tidak tau jika aku hanya tinggal sendiri disana.
Aku menarik tangan zaya, wajahnya sangat cantik dan aku mulai berhalusinasi, memikirkan Zaya adalah wanita yang harus ku sentuh malam itu dan syukur aku tidak sampai mengambil sesuatu yang fatal, tamparan Zaya membuatku sadar, itu tidak benar.
Zaya berlari setelah menendang dan menampar ku, memberi cacian, air matanya mengalir deras, baju yang lusuh karena ulah ku dan hijabnya yang berantakan tak ia hiraukan, dia berlari dan aku limbung pingsan, karena kepala ku berdenyut sakit.
__ADS_1
Rasa bersalah ku menggerogoti sampai detik ini detik dimana Zaya sudah menjadi istri ku tapi sama sekali tidak bisa ku sentuh.